Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 159


__ADS_3

Putri Xuan Jian terbangun saat hari sudah mulai petang, dia mengucek matanya yang masih terasa bengkak, kemudian memanggil para pelayan untuk membantu menyiapkan air. Dia harus bersiap dan ikut makan bersama dengan seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.


Ini adalah pengalaman pertamanya berkumpul bersama seluruh anggota keluarga, apalagi saat ini semua orang terlihat begitu mengagumi dan juga menyayanginya. Setelah menyelesaikan acara membersihkan diri, putri Xuan Jian meminta beberapa orang pelayan untuk mencarikan hanfu yang sesuai untuknya, dia juga meminta mereka untuk meriasnya dengan cantik. Malam ini dia harus terlihat lebih mewah dan lebih mempesona dibandingkan hari-hari sebelumnya.


Para pelayan terlihat saling memandang, bukankah selama ini putri Xuan Jian tidak pernah merjas diri? Dia bahkan tidak pernah mau menggunakan perhiasan sekalipun, hanya sebuah anting kecil yang selalu menghiasi telinganya.


Namun para pelayan itu akhirnya bergerak dengan cepat, mereka mulai merias wajah dan juga rambut milik putri Xuan Jian, kemudian mempersiapkan hanfu yang akan dipakai oleh majikan mereka.


Penampilan putri Xuan Jian benar-benar sangat memukau, dia tampil begitu elegan dan mempesona, namun perubahan itu membuat semua orang yang ada di aula istana kekaisaran mengerutkan dahi, mereka seolah-olah tidak mengenali majikan mereka sendiri.


Para prajurit bahkan mulai berkasak-kusuk di belakang, mereka merasakan perbedaan yang terjadi secara besar-besaran dalam diri majikan mereka sendiri, apalagi sejak kemarin putri Xuan Jian tak pernah lagi melatih mereka, padahal satu hari sebelumnya, gadis kecil itu masih menyempatkan diri untuk berlatih bersama para prajurit, yang selama ini telah dibimbingnya dengan susah payah sehingga mampu menjadi prajurit bayangan yang menjaga peviliun anggrek yang dihuni oleh permaisuri Xuan Yang.


Kaisar Wei Huang beserta permaisuri Xuan Yang dan kedua orang selirnya saat ini menatap takjub penampilan Putri Xuan Jian yang berubah 360°, dia seperti melihat orang lain yang datang ke aula makan. Penampilan Putri Xuan Jian yang berubah, membuat penilaian dari semua orang menjadi berbeda.


Wajah kedua selir mulai terlihat dingin, sedangkan Kaisar Wei Huang menunjukkan wajah yang tak sedap, berbeda dengan permaisuri Xuan Yang, wanita itu langsung bangkit dari kursi yang didudukinya dan menyambut kedatangan sang putri, kemudian mengajaknya untuk duduk bersebelahan dengannya.


putri Xuan Jian mengedarkan pandangannya kepada seluruh anggota keluarga istana kekaisaran, niat hati ingin tampil cantik, namun sepertinya hal itu malah menjadi bumerang untuknya.


Dia melihat sendiri perubahan raut wajah Kaisar Wei Huang beserta kedua orang selir, bahkan saat ini ketiganya sama sekali tak melirik ke arahnya, mereka seolah tidak peduli keberadaan dari Putri Xuan Jian yang seolah tak kasat mata.

__ADS_1


"Siapa kau?"


Sebuah pertanyaan tiba-tiba saja meluncur dari mulut Kaisar Wei Huang, pria itu saat ini menatap tajam ke arah Putri Xuan Jian, menunjukkan perasaan yang tidak suka. Begitu juga dengan kedua selir yang saat ini mulai melirik ke arahnya, dan menunjukkan aura permusuhan.


Putri Xuan Jian hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, haruskah dia berbicara jujur saat ini? Namun apakah ada orang yang akan percaya dengan kejujurannya? Mereka mungkin saja akan menganggap Putri Xuan Jian sebagai orang gila, jika mendengar penjelasan yang diucapkan oleh gadis itu nantinya.


Permaisuri Xuan Yang tersenyum manis, dia menunjukkan kebijaksanaannya di hadapan putri Xuan Jian, walau bagaimanapun dia tidak memiliki perasaan asing terhadap gadis kecil yang saat ini berada di hadapannya, bahkan dia merasakan kasih sayang yang mendalam seolah gadis itu memang benar-benar putri kandung yang telah dilahirkannya.


Xuan Jian melirik ke arah sang ibu, senyuman wanita itu berhasil membuatnya menguatkan diri, untuk mengatakan siapa dia sebenarnya. Kedua tangannya saat ini terkepal sambil memilin hanfu, namun wajahnya tetap menunduk, tengah bersiap menerima hujatan atau pun kebencian dari semua orang yang ada di aula makan.


"Aku Xuan Jian yang sebenarnya, orang yang selama ini bersama kalian adalah jiwa lain yang tersesat dari masa depan, kemudian menempati tubuhku yang saat itu hampir saja meregang nyawa, akibat mendapatkan hukuman dari permaisuri Xue Yi, aku memberikan tubuhku padanya, agar dia menjaga ibu Xuan Yang dari orang-orang yang berniat untuk menyakitinya." ucap Xuan Jian menjeda ucapannya.


"Salahkah jika aku ingin merasakan kasih sayang dari kalian semua yang selama ini tak pernah aku terima? Apakah aku ditakdirkan untuk hidup dalam penderitaan? Sedangkan dia bahkan mendapatkan curahan kasih sayang yang begitu banyak dari kalian semua. Dia selalu diagung-agungkan dan disayangi oleh semua rakyat kekaisaran." teriak Xuan Jian.


Gadis itu terlihat menangis sesenggukan, menumpahkan segala keluh kesah dan juga kesakitannya selama ini. Dia ingin didengar, diperhatikan, disayangi dan diinginkan oleh semua orang.


Namun sepertinya dunia ini memang tidak ditakdirkan untuknya, meskipun saat ini tubuh fananya telah kembali, dia tak mampu mendapatkan kasih sayang dan juga perhatian di sekelilingnya, bahkan para pelayan dan prajurit juga mulai menunjukkan sikap yang tidak menyukainya.


Kaisar Wei Huang merasakan sesak di dadanya, Inikah gadis kecil yang selama ini diabaikan? Inikah putri yang selama ini dianggap tak pernah ada olehnya? Dia kembali dan menuntut keadilan, merasa dirinya hidup dalam penderitaan dan meminta seutas cinta dan harapan dari seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu.

__ADS_1


"Kalian menerima dia dan begitu mencintainya, sedangkan aku hanya mendapatkan kebencian dan juga caci maki dari kalian semua! Aku tak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun semasa hidupku, salahkah jika saat ini aku pun ingin merasakan hal itu? Meski aku mengetahui bahwa ini adalah salah, tapi aku tetap menjalaninya."


Selir Xuan Yang bangkit dari kursi yang didudukinya, air matanya luruh, dia menangis tersedu seraya melingkarkan tangannya pada tubuh mungil Xuan Jian, betapa besar pengorbanan dan juga penderitaan yang dirasakan oleh gadis itu, demi untuk kebahagiaan dan kenyamanannya, dia bahkan rela memberikan tubuhnya untuk ditempati gadis lain yang memiliki jiwa lebih kuat.


"Tidak! Kau tidak bersalah Jian'er! Kau adalah putriku, Putri yang selama ini aku jaga dan sayangi dengan sepenuh hati, yang ku lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa. Ibu mencintaimu, kau adalah Jian'erku, meskipun kau tidak sekuat dia, tapi bagiku kau adalah kesayanganku, putriku satu-satunya." jawab permaisuri Xuan Yang.


Dia merengkuh gadis yang tengah rapuh itu dan menangis bersama, hatinya saat ini benar-benar sakit mendengar ucapan dari Kaisar Wei Huang yang seolah menolak kehadiran putri kandung mereka.


Apa salahnya jika Xuan Jian kembali kepada tubuh asliny? Bukankah saat ini mereka telah bahagia dan saling menyayangi? Tidak bisakah memberikan sedikit saja tempat di hati, untuk Xuan Jian yang asli, agar gadis itu bisa merasakan kebahagiaan seperti halnya yang saat ini mereka dapatkan?


Kaisar Wei Huang menghembuskan nafas kasar, dia menatap pilu wajah putri kandungnya yang saat ini masih berada dalam dekapan sang ibu, hatinya sedikit tercubit mendengar jeritan penderitaan yang dialami oleh putri kecilnya.


Permaisuri Xuan Yang benar, Xuan Jian tidak bersalah, gadis itu memang tak pernah mendapatkan kasih sayang dan kebahagiaan sejak dia dilahirkan, sangat wajar jika pada akhirnya dia menjadi egois dan merebut kembali apa yang dia miliki.


Ini salahnya, karena sejak dulu dia terlalu takut untuk berhadapan dengan permaisuri Xue Yi, sehingga membiarkan kehidupan putri kecilnya semakin tersakiti dan teraniaya, bahkan berkali-kali hampir saja kehilangan nyawa, akibat perbuatan dari wanita yang menjadi permaisuri pertamanya itu.


"Dimana dia? Dimana Jian'er ku? Katakan!"


Qing Yuan tiba-tiba saja muncul dan berteriak di hadapan Xuan Jian, dia benar-benar tak terima jika gadis yang telah dianggap sebagai saudara kandungnya itu menghilang begitu saja dan digantikan dengan gadis lain yang tak dikenalnya. Meskipun jiwa dari gadis yang saat ini berada di hadapannya adalah saudaranya.

__ADS_1


__ADS_2