Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 133


__ADS_3

Suara pedang beradu kembali terdengar, saat ini para prajurit terlihat begitu semangat menebaskan senjata yang berada di tangan kanan mereka, menuju pria-pria berpakaian hitam yang mulai saling melirik, kemudian menyimpan kantung yang berada di tangan mereka dan segera menarik pedang yang ada di masing-masing punggung pria itu.


Mereka seolah telah terbiasa menyimpan senjata di tempat yang tak begitu terlihat oleh musuh, jauh berbeda dengan para prajurit yang terbiasa menyimpan pedangnya di pinggang, sehingga siapapun mengetahui jika mereka membawa senjata tajam dan mematikan.


Dengan gerakan yang sama, pria-pria berpakaian hitam itu langsung menghadang serangan yang diberikan oleh para prajurit, penjaga kediaman keluarga bangsawan Ma.


Mereka saat ini seolah sengaja mengulur waktu, demi untuk bisa meregangkan otot, apalagi sejak tadi mereka begitu kesal karena ternyata penjagaan yang dimiliki oleh kediaman itu terlalu longgar, sehingga mereka dengan mudahnya bisa masuk dan membobol seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh keluarga bangsawan itu.


Jika para perampok lain tidak akan meninggalkan jejak, saat mereka menjarah harta yang dimiliki oleh para bangsawan, jauh berbeda dengan pria-pria berpakaian hitam itu, mereka seolah sengaja menunjukkan diri, agar mendapatkan serangan dari para prajurit yang berjaga.


Mereka juga dengan terang-terangan memberikan provokasi, sehingga para prajurit itu langsung naik darah. Tanpa berbasa-basi mereka pun mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki, berbagai macam jurus sudah mereka keluarkan, hanya untuk bisa memberikan tekanan dan juga serangan kepada pria-pria berpakaian hitam itu.


Namun hingga saat ini belum ada satu orang pun diantara pria berpakaian hitam itu yang terluka, akibat serangan yang dilakukan oleh para prajurit kediaman bangsawan Ma.


Mereka seolah memiliki energi lebih, sehingga mampu melawan musuh dengan jumlah yang berkali-kali lipat, jauh lebih banyak dibandingkan dengan mereka semua.


Namun tak bisa dipungkiri, kelincahan gerak yang dimiliki oleh pria berpakaian hitam itu benar-benar sangat mencengangkan, bahkan gerakan menebas ataupun menepis dengan pedang terlihat begitu menawan mata, sehingga siapapun yang melihatnya pasti berpikir jika saat ini pria-pria berpakaian hitam itu tengah menggunakan tarian untuk mengatasi serangan yang dilakukan oleh prajurit dari kediaman bangsawan Ma.


Yang tidak mereka ketahui adalah, Xuan Jian sengaja melatih pasukannya dengan sangat keras, dia juga menggunakan berbagai macam pelatihan mematikan, hanya untuk membuat para prajurit itu memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi, kelincahan gerak yang luar biasa dan juga kemampuan dalam mengeluarkan serangan yang mematikan.


Sehingga siapapun yang menjadi musuh mereka, tidak akan pernah bisa mengalahkannya. Bahkan mereka bisa saja mati, hanya karena satu serangan dengan kekuatan penuh milik pasukan elit kekaisaran jiahu itu.


.


.

__ADS_1


.


Tak jauh berbeda dengan kondisi yang berada di kediaman keluarga bangsawan Ma, saat ini di sebuah rumah yang sangat besar milik keluarga bangsawan Jun, para prajurit yang berjaga di kediaman itu tengah membendung serangan yang dilakukan oleh pria-pria berpakaian hitam.


Mereka yang tanpa sengaja telah melihat pergerakan mencurigakan di beberapa paviliun milik anggota keluarga bangsawan itu, langsung saja memanggil seluruh rekan-rekannya dan melayangkan serangan dengan sangat ganas, terhadap para penyusup sekaligus perampok itu.


Tentu saja para prajurit tidak akan membiarkan orang-orang yang memiliki niat buruk, terhadap majikan mereka lepas begitu saja dan bisa meninggalkan kediaman keluarga bangsawan Jun dengan mudahnya.


Hingga akhirnya dengan gerakan yang sangat cepat, mereka pun segera menghadang jalan yang akan dilewati oleh para penyusup, yang telah berhasil memasuki seluruh paviliun milik keluarga bangsawan Jun itu.


Mereka bahkan membawa berbagai macam senjata, agar mampu melawan pria-pria berpakaian hitam itu, meskipun jumlah penyusup yang berada di kediaman keluarga Jun hanya sekitar 100 orang, namun tidak membuat para prajurit penjaga kediaman itu merasa kasihan, mereka terus saja memberikan serangan-serangan dengan sangat membabi buta dan berniat untuk membunuh para penyusup itu, agar tidak membuat kekacauan di dalam kediaman yang mereka jaga.


Pria-pria berpakaian hitam itu sepertinya tidak keberatan, melayani serangan yang dilakukan oleh para prajurit dari kediaman bangsawan Jun, mereka yang memang telah terlalu lama tidak meregangkan otot, hari ini mendapatkan mainan baru, sehingga seringaian kejam tercetak di wajah pria-pria berpakaian hitam itu.


"Matilah kalian..!"


Para prajurit itu mulai berlari, menyongsong pria-pria berpakaian hitam dengan pedang terhunus di tangan. Mereka seolah tidak ingin memberikan kesempatan musuhnya untuk keluar dari dalam kediaman yang dimiliki oleh bangsawan Jun, sehingga mereka berusaha untuk menekan pergerakan yang dilakukan oleh ke 100 orang pria berpakaian hitam itu.


Namun nyatanya tidak ada satu serangan pun yang berhasil memukul mundur pasukan dari kekaisaran jiahu itu, mereka bahkan saat ini terlihat semakin buas dan mulai memperlihatkan kemampuan yang mereka miliki, setelah melewati pelatihan neraka yang dilakukan oleh Putri Xuan Jian selama beberapa bulan terakhir.


Xuan Jian tidak hanya memberikan pelatihan berat terhadap 202 orang pasukan elit dari paviliun anggrek, namun dia juga telah merekrut sekitar 2000 orang prajurit yang dilatihnya sendiri, untuk menjadi pasukan elit kekaisaran jiahu.


Dia tidak bisa membayangkan di masa depan, jika dirinya berhalangan, kemungkinan besar istana kekaisaran bisa saja jatuh ke tangan orang-orang yang memiliki niat untuk merebutnya, sehingga mau tak mau Xuan Jian pun mencoba untuk melatih para prajurit itu, untuk mempertahankan ketenangan dan juga kedamaian seluruh wilayah kekuasaan kekaisaran jiahu.


Walau bagaimanapun, saat ini saudara laki-lakinya yang bernama Qing Yuan telah diangkat menjadi seorang putra mahkota kekaisaran, hingga dalam beberapa tahun ke depan, pemuda itu pasti akan segera naik tahta menggantikan Kaisar Wei Huang untuk menjadi penguasa kekaisaran jiahu.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat Xuan Jian harus bersemangat untuk melatih para prajurit yang dibawanya, keselamatan saudara laki-lakinya itu jauh lebih penting daripada apapun, namun istana kekaisaran juga merupakan sesuatu yang tidak bisa direndahkan atau diremehkan begitu saja.


Xuan Jian sepertinya sengaja melenyapkan orang-orang yang memiliki niat buruk, terhadap seluruh anggota keluarga istana kekaisaran, dia harus segera melenyapkan perkumpulan orang-orang yang tidak tahu malu itu, agar di masa depan tidak ada yang merongrong kekuasaan yang dimiliki oleh saudara laki-lakinya.


Meskipun dia dan Qing Yuan terlahir dari rahim yang berbeda, namun keduanya seolah telah terikat dalam satu hubungan, sehingga selalu harmonis sebagai sepasang saudara tiri.


Apapun yang dilakukan oleh Xuan Jian, akan selalu mendapatkan dukungan dari Qing Yuan, begitupun sebaliknya, gadis kecil itu akan selalu mendukung setiap keputusan yang diambil oleh saudara laki-lakinya, dia tidak akan pernah mendebat sedikitpun, dan menerapkan sikap legawa di dalam hatinya.


.


.


.


Di dalam kediaman mewah milik keluarga bangsawan Jiang, saat ini terlihat sekitar 120 orang prajurit yang melesat dengan sangat cepat, dan langsung masuk menuju ke paviliun yang ditempati oleh bangsawan Jiang dan juga seluruh anggota keluarganya.


Mereka bahkan membuka tutup lemari, hanya untuk mencari tahu di mana sebenarnya keberadaan dari pria itu.


Keluarga Jiang sebenarnya masih berada di dalam rumah itu, hanya saja saat ini mereka sedang berada di sebuah ruangan, yang berada di bawah tanah, untuk mendiskusikan beberapa hal yang sangat penting dengan seluruh anggota keluarganya.


Dia tentu saja tidak akan membiarkan kehancuran menimpa keluarga itu, hingga apapun yang terjadi, mereka pasti akan melakukan berbagai macam cara untuk menjaga kebahagiaan dari seluruh anggota keluarga bangsawan Jiang.


Tuan besar Jiang hingga saat ini masih belum mengetahui, kedatangan dari para penyusup itu. Dia masih terus saja menuliskan sebuah surat yang akan segera diajukan kepada kaisar Tian Wo.


Selama ini dirinya memang selalu berusaha untuk tutup mata, namun kali ini dia sudah tak sabar lagi dan menginginkan sebuah persatuan di antara keduanya.

__ADS_1


__ADS_2