Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 96


__ADS_3

Jedeeer...


Bagaikan terkena sambaran petir, seluruh anggota keluarga dari kekaisaran jiahu langsung tersentak dari tempat duduknya, mereka tak pernah menyangka jika ternyata permaisuri Chu Rong Xie berani berbuat curang dihadapan semua orang.


Bahkan pangeran kedua sendiri telah menyatakan, bahwa dirinya hanya akan menikahi Xuan Jian sebagai permaisurinya, namun kali ini dengan sesuka hatinya wanita nomor satu di kekaisaran longzu itu memutuskan untuk menjadikan Putri Mei Hua yang merupakan salah seorang putri dari kerajaan kecil, untuk menjadi selir dari putra keduanya.


Bahkan sebelum Xuan Jian melangkahkan kaki di istana kekaisaran longzu sebagai seorang permaisuri dari pangeran kedua.


Hal itu tentu saja membuat Xuan Jian langsung berwajah hitam, dia tak menyangka jika ternyata wanita yang pandai bersandiwara itu, akan memberikan kejutan yang sangat besar terhadapnya. Namun tak lama kemudian gadis kecil itu pun langsung menyunggingkan seringaian tipis, sepertinya mulai saat ini dia akan semakin berhati-hati dan mulai menempatkan orang-orangnya di antara permaisuri Chu Rong Xie, agar tak ada lagi masalah di masa depan.


Kaisar Wei Huang langsung berdiri dari kursi yang di dudukinya, dia pun menunjuk ke arah pangeran kedua.


"Zhen tidak setuju. Kau bahkan telah menyatakan jika putri Xuan Jian akan menjadi satu-satunya permaisurimu, namun saat ini bahkan permaisuri Chu Rong Xie sendiri menyatakan bahwa putri Mei Hua akan segera menjadi selirmu. Jika memang benar demikian, maka mulai hari ini pertunangan Ini dibatalkan." ucap Kaisar Wei Huang.


Kaisar Tian Wo langsung melirik ke arah permaisuri Chu Rong Xie, dia benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan dari istrinya itu.


Entah apa sebenarnya yang saat ini dipikirkan oleh permaisuri Chu Rong Xie sehingga mencari masalah dengan Kaisar Wei Huang yang terkenal sangat tiran dan juga kejam.


Selir Xuan Yang segera berdiri dan memeluk Xuan Jian, namun ternyata gadis kecil itu hanya tersenyum tipis.


"Jika memang seperti itu, mulai hari ini kekaisaran jiahu tidak memiliki hubungan apapun dengan kekaisaran longzu, zhen ucapkan terima kasih karena kalian semua telah menyambut keluarga kami di dalam istana ini, namun zhen tidak akan pernah lupa dengan penghinaan dari permaisuri Chu Rong Xie." ucap kaisar Wei Huang sambil mengajak seluruh anggota keluarganya untuk segera keluar dari dalam aula pesta.


Seluruh tamu undangan langsung berkasak kusuk, mereka tak menyangka jika ternyata permaisuri Chu Rong Xie berani mencari masalah dengan kaisar Wei Huang.


Namun Qing Yuan tiba-tiba saja berbalik arah, dia pun menunjuk pangeran kedua, "Aku Qing Yuan, tidak akan pernah membiarkan kau mendekat Kepada adikku dan mulai hari ini kekaisaran longzhu tidak memiliki hubungan apapun dengan kekaisaran jiahu. Berhati-hatilah! Meskipun saudara kesayanganku tidak mengatakan apa-apa, namun sakit hatinya adalah tanggunganku, sebagai satu-satunya saudara dan bisa saja esok atau lusa, aku akan mengerahkan seluruh pasukan jiahu untuk bisa menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran longzhu ini."


Mendengar hal itu tentu saja mata semua orang pun langsung terbelalak kaget, mereka tak menyangka akan adanya ancaman dari Qing Yuan yang saat ini tengah sakit hati karena saudara perempuannya dipermalukan, wajah mereka langsung pucat pasi karena telah mendengar, bagaimana brutal dan kejamnya pasukan dari kekaisaran jiahu itu.


Namun tiba-tiba saja suara seorang gadis, membuat langkah dari seluruh anggota kekaisaran jiahu berhenti.


''Tunggu Putri Xuan Jian."


Semua orang pun langsung melirik ke arah seorang gadis cantik,yang tengah duduk sambil tersenyum manis.


"Aku Mei Hua, menantangmu untuk bertarung. Jika kau bisa mengalahkanku, maka aku akan menyerahkan pangeran kedua padamu." ucap gadis itu.


Xuan Jian hanya tersenyum tipis, "Aku tidak membutuhkan pria yang hanya bisa diam di saat tunangannya tengah dirundung dan dipermalukan oleh ibu kandungnya sendiri, Jika kau menginginkan posisi sebagai seorang permaisuri pangeran kedua, aku menyerahkannya dengan sukarela." ucap Xuan Jian.

__ADS_1


Mendengar hal itu, langsung saja wajah pangeran kedua memerah, dia yang sejak tadi merasa emosi dengan apa yang telah dilakukan oleh ibunya semakin meradang, karena ejekan dari Xuan Jian yang menganggap dirinya tidak memiliki tanggung jawab sama sekali.


Padahal dia saat ini tengah berusaha untuk meredam emosinya, mengingat di dalam aula masih banyak sekali tamu undangan yang hadir.


Kemudian Mei Hua segera mengeluarkan provokasinya di hadapan Xuan Jian. "Aku telah mendengar berita tentangmu, yang telah menyelamatkan yang mulia Kaisar Tian Wo saat akan diserang oleh perdana menteri kanan, tapi kurasa hal itu tidaklah benar, kau hanyalah seorang pecundang."


Xuan Jian langsung melirik ke arah gadis itu, selengkung seringaian tipis tercetak di wajah cantiknya.


"Harus ada sesuatu yang dipertaruhkan, jika kau ingin bermain denganku." ucap Xuan Jian.


"Bukankah aku telah melakukannya? Kau bisa mengambil pangeran kedua sebagai milikmu satu-satunya, jika aku kalah darimu." jawab Mei Hua.


Xuan Jian hanya tersenyum tipis, "Aku tidak membutuhkan seorang pria pengecut, kau bisa bertarung denganku, jika kau kalah maka seluruh kerajaan kecil yang saat ini dikuasai oleh ayahmu akan menjadi milik kekaisaran jiahu." tantang Xuan Jian.


Sang raja yang merupakan ayah dari Mei Hua langsung memelototkan matanya, dia tak menyangka jika gadis kecil itu berani bersikap lancang dihadapannya.


"Lancang!" teriaknya sambil berdiri dari kursi yang didudukinya.


Xuan Jian hanya tersenyum tipis, "Kau hanyalah seorang raja dari kerajaan kecil, namun aku adalah putri dari seorang Kaisar besar. Kau dan aku tidak berada dalam status yang sama, jadi turunkan suaramu dan jangan pernah menatapku seolah kau seorang penguasa." ucap Xuan Jian.


Mendengar hal itu, sang raja dari kerajaan kecil itu pun terdiam, dia tak menyangka jika ternyata Xuan Jian sangat pandai untuk bermain kata-kata.


"Katakan apa yang akan kau berikan jika aku berhasil mengalahkanmu?"


"Hal yang sama, kau bahkan bisa menjadikan ayahmu sebagai seorang Kaisar di kekaisaran jiahu." ucap Xuan Jian dengan santai.


Kaisar Wei Huang hanya melotot, dia tak menyangka jika putrinya akan melakukan hal itu. namun dia tak pernah meragukan kemampuan yang dimiliki oleh Xuan Jian yang pasti akan membuat siapapun tercengang akan keahliannya.


Akhirnya kedua orang gadis itu segera keluar dari dalam aula pesta, disusul oleh seluruh tamu undangan menuju ke arena pertarungan. Keduanya saat ini akan segera menunjukkan siapa sebenarnya di antara mereka yang lebih hebat dan memiliki kemampuan yang pantas untuk diandalkan.


Dalam arena pertarungan yang luas, Xuan Jian dan Mei Hua saling berhadapan. Xuan Jian menggenggam pedangnya dengan erat, matanya memancarkan tekad yang kuat. Sedangkan Mei Hua dengan lincahnya, memutar cambuknya di sekelilingnya dengan gesit.


Dengan gerakan yang cepat Mei Hua melancarkan serangan pertamanya, mengayunkan cambuknya dengan cepat, namun masih mampu dihadang oleh pedang milik Xuan Jian.


Kedua orang gadis itu terus berbagi jurus, hingga berkali-kali, dengan kegesitan yang luar biasa. Cambuk itu menggetarkan udara dan membuat desingan menyeramkan.


Cetaaar....

__ADS_1


Mei Hua melancarkan serangannya. Cambuknya melayang dengan kecepatan kilat, mengejar Xuan Jian yang berusaha menghindar. Seiring dengan setiap ayunan cambuk, serangan itu semakin dekat dengan Xuan Jian. Akhirnya, cambuk itu mendarat dengan kejam di punggung Xuan Jian, menghantamnya dengan dengan sangat kuat hingga membuatnya terjatuh.


Xuan Jian terhuyung-huyung, pedangnya terlepas dari genggamannya dan jatuh di tanah. Rasa sakit yang sangat hebat melintas di seluruh tubuhnya, hingga memaksa gadis itu mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


Mei Hua berdiri di depan Xuan Jian, menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan.


Xuan Jian kembali bangun, memanggil pedangnya menggunakan gerakan tangan.


Dengan eratnya dia memegang gagang pedang itu, merasakan getaran energi yang mengalir melalui tubuhnya.


Xuan Jian mengumpulkan seluruh kekuatannya dan mengeluarkan niat pedang yang kuat. Cahaya terang memancar dari pedangnya, dalam sekejap, pedang itu berubah menjadi senjata yang berkilauan dengan aura membunuh yang sangat pekat.


Tanpa ragu, Xuan Jian melancarkan serangan pertamanya. Mengayunkan pedangnya dengan penuh kemarahan. Serangan itu begitu cepat dan kuat, menciptakan goresan energi yang membelah udara.


Slash....


Pedang dengan kekuatan jiwa itu menerjang Mei Hua dengan ganas. Serangannya begitu mematikan sehingga Mei Hua tak mampu menghindarinya. Tubuh Mei Hua terhempas dengan keras ke tanah, dalam keadaan mengenaskan.


Semua orang terbelalak, melihat Xuan Jian akhirnya berhasil membangunkan niat pedangnya. Mereka tak menyangka, jika ternyata gadis kecil itu jauh lebih mengerikan dibandingkan Mei Hua, yang selama ini selalu digadang-gadang sebagai seorang putri yang memiliki kemampuan luar biasa.


Bruk...


Raja di Kerajaan kecil itu pun segera menjatuhkan dirinya di hadapan Kaisar Wei Huang, namun satu perkataan dari Xuan Jian berhasil membuatnya mendongak ke arah gadis itu.


Dia seolah tak percaya jika saat ini harga dirinya benar-benar terjatuh, hanya karena gengsi yang dimiliki oleh putrinya yang tergila-gila pada pangeran kedua, dari kekaisaran longzhu.


"Kau bisa tetap menjadi seorang raja di kerajaan kecilmu, Aku bahkan tak pernah berniat untuk mengambil alih kerajaan kecilmu. Ini hanyalah sebuah peringatan, agar tidak ada satu orang pun yang berani mencari masalah denganku di kemudian hari." ucap Xuan Jian sambil melemparkan pedangnya di atas tanah.


Kemudian segera mengajak seluruh anggota keluarganya untuk kembali, Kaisar Tian Wo berjalan dengan tergesa-gesa, dia ingin berusaha untuk mencegah kepergian dari seluruh anggota keluarga itu, namun satu perkataan dari kaisar Wei Huang, membuatnya membatu.


"Jika kau masih menginginkan pertunangan ini di langsungkan, maka berikan zhen satu hadiah sebagai imbalan atas sakit hati yang diterima oleh Putri Xuan Jian."


"Katakan, apapun akan zhen berikan, asalkan pertunangan ini tidak dibatalkan." ucap Kaisar Tian Wo.


Kaisar Wei Huang tersenyum tipis, wajahnya terlihat dingin dan sangat mengerikan, kemudian segera menjawab pertanyaan dari Kaisar Tian Wo.


"Kepala permaisurimu!"

__ADS_1


Bruk...


__ADS_2