Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 80


__ADS_3

Keesokan harinya seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu telah berkumpul di depan sebuah kereta kuda yang sangat mewah, hari ini adalah keberangkatan mereka menuju kekaisaran longzu, beberapa kereta mewah telah dipersiapkan oleh kaisar Wei Huang, namun hanya satu kereta mewah yang menarik perhatian para selir.


Itu adalah kereta yang biasa digunakan oleh kaisar Wei Huang apabila ia berpergian, namun saat ini mereka tengah bertanya-tanya, siapakah diantara ketiga selir yang pada akhirnya akan menaiki kereta mewah itu mendampingi Kaisar Wei Huang.


Tak lama Xuan Jian pun muncul bersama dengan selir Xuan Yang, dengan sangat cepat gadis kecil itu segera membawa ibunya ke salah satu kereta mewah yang ada di barisan ketiga, dia pun segera membantu sang ibu untuk naik ke dalam kereta itu, disusul oleh Xuan Jian bersama dengan Mei Ling dan juga Xiu Lan.


Di belakang mereka, nampak saat ini 200 orang prajurit yang memang telah dididik dan dilatih oleh Xuan Jian, ikut dalam barisan pasukan kekaisaran, bahkan kedua kakak dari Xiu Lan pun saat ini telah duduk di atas kuda mereka, untuk menjaga keamanan seluruh keluarga istana kekaisaran, terutama selir Xuan Yang.


Selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia masih berdiri di tempatnya, sepertinya kedua selir itu masih menunggu kedatangan dari Kaisar Wei Huang. Saat ini keduanya begitu penasaran, Siapakah yang akan mendampingi sang Kaisar?


Namun begitu orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu muncul bersama dengan guru tua dan juga Qing Yuan, membuat kedua orang selir itu akhirnya tersenyum kecut.


Sepertinya mereka tidak memiliki kesempatan untuk bisa menaiki kereta milik Kaisar Wei Huang, karena saat ini ternyata pemimpin dari kekaisaran jiahu itu telah menaiki kereta bersamaan dengan Qing Yuan Dan juga guru tua.


Akhirnya selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia memasuki kereta mewah yang kedua, mereka masuk dengan perasaan yang sangat kesal, karena tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Xuan Jian sebenarnya mengetahui niat dari kedua orang selir, namun dia tidak pernah memperdulikan hal itu, selama kedua selir tidak mengganggu kenyamanan dari sang ibu, maka dia akan menganggapnya biasa saja, sehingga Xuan Jian tidak perlu turun tangan untuk mengatasi masalah kecil seperti itu.


Sedangkan Qing Yuan saat ini hanya melirik sedikit ke arah Xuan Jian, pada awalnya pemuda itu berniat untuk menaiki kereta yang ditumpangi oleh selir Xuan Yang, hanya saja Kaisar Wei Huang meminta agar dirinya ikut ke dalam kereta yang pertama bersama dengan guru tua.


Kereta pun akhirnya mulai melaju, di depan terlihat sekitar 100 orang barisan prajurit yang mengawal keberangkatan dari ketiga kereta mewah itu, sedangkan di belakang terlihat 200 orang prajurit beserta dua orang pemuda yang menaiki kuda.


Wajah mereka terlihat sangat dingin, jauh berbeda dengan para prajurit yang berada di depan yang masih bisa menyunggingkan senyum.


Xuan Jian memang mendidik para prajuritnya agar tidak mengeluarkan ekspresi wajah yang sebenarnya, mereka selalu dituntut untuk bertindak sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Xuan Jian sebagai seorang majikan sekaligus guru untuk mereka semua.


Sehingga jika raut wajah mereka menjadi sangat dingin dan datar, itu adalah salah satu sikap yang mencerminkan Xuan Jian.

__ADS_1


Keberangkatan Kaisar Wei Huang ternyata disambut oleh para rakyat, saat ini mereka nampak berdiri di pinggir jalan sambil menundukkan kepala, seolah telah ada yang mengomando sebelumnya.


Kaisar Wei Huang hanya melirik sekilas dari jendela keretanya, kemudian penguasa kekaisaran jiahu itu kembali memalingkan wajahnya ke depan, seolah tak melihat keberadaan rakyat yang saat ini begitu antusias mengiringi kepergiannya.


Perjalanan yang ditempuh menuju ke kaisaran longzu, membutuhkan waktu sekitar 16 hari, mereka pun melewati banyak sekali jalanan yang terjal dan sesekali melewati hutan yang dipenuhi dengan binatang buas ataupun para bandit dan juga perampok.


Namun hal itu tidak menyulitkan semua orang, karena sejak kejadian hari itu, para bandit dan juga perampok tidak ada yang berani memunculkan wajahnya, terlebih saat melihat adanya kereta istana kekaisaran jiahu.


Sepertinya mereka masih sangat menyayangi harta benda yang telah berhasil dikumpulkan selama ini, dan tidak ingin jika semua harta milik mereka dirampok oleh Xuan Jian.


Sedangkan Xuan Jian saat ini terlihat tengah tertidur, gadis kecil itu sama sekali tidak memperdulikan apapun pemikiran orang-orang, baginya yang terpenting adalah menikmati perjalanan dengan sangat nyaman.


Sedangkan Xiu Lan dan Mei Ling terlihat sangat waspada, kedua gadis pelayan itu seolah takut jika ada penyerangan tiba-tiba terhadap kedua majikan mereka, sehingga mereka selalu memasang kewaspadaan yang sangat tinggi agar tidak terkecoh oleh rencana dari musuh yang tidak diketahui.


Setelah melewati perjalanan selama 15 hari, akhirnya rombongan itu segera berhenti di sebuah tempat.


Akhirnya kereta pun berhenti di sebuah restoran mewah, Kaisar Wei Huang segera mengajak semua orang untuk masuk dan menikmati makanan, tak hanya anggota inti kekaisaran, para prajurit juga dipersilahkan untuk duduk di kursi yang masih tersedia, untuk menikmati makanan.


Xuan Jian sengaja menunjukkan kesetaraan di antara majikan dan juga bawahan, dia tak ingin terlihat seperti Kaisar Wei Huang yang selalu bersikap angkuh di hadapan para bawahannya.


Akhirnya mereka pun duduk di kursi yang telah tersedia, Kaisar Wei Huang sengaja memesan banyak sekali makanan, untuk dinikmati bersama seluruh anggota keluarganya. Bahkan para prajurit yang ikut serta, diberikan makanan yang sama atas usul dari Xuan Jian.


Kedatangan anggota istana kekaisaran, menarik perhatian warga sekitar yang juga ikut menikmati makanan di sana, bahkan beberapa orang bangsawan yang datang dari berbagai macam kekaisaran, turut melihat dengan sangat keheranan.


Hingga akhirnya beberapa orang pemuda dari keluarga bangsawan memasuki tempat itu, dan segera berteriak untuk menyuruh agar semua meja segera dikosongkan.


"Apakah tempat ini cocok untuk rakyat jelata seperti mereka? Bagaimana bisa pengelola restoran mahal ini memberikan tempat untuk orang-orang rendahan seperti itu?" cibir salah seorang tuan muda sambil melangkahkan kakinya ke dalam restoran.

__ADS_1


Sudut matanya terlihat melirik ke kiri dan ke kanan, karena saat ini seluruh meja telah dipenuhi oleh para prajurit istana kekaisaran jiahu, hal itu tentu saja memukul harga dirinya yang merupakan seorang bangsawan terkaya di kekaisaran longzu, namun saat ini dia bahkan tidak memiliki satu tempat pun untuk bisa menikmati makanan mewah, yang ada di restoran itu.


Beberapa orang pengawal yang ikut mengiringi tuan muda itu pun segera berteriak, dia tak ingin jika majikannya itu akan menjadi sangat marah, sehingga membuatnya segera memberikan peringatan pada semua tamu yang saat ini tengah menikmati makanan dengan sangat nyaman.


"Apa kalian semua buta? Cepat pergi dari tempat ini, saat ini tuan muda Zhang Ye datang untuk menikmati makanan di tempat ini, kalian orang-orang rendahan tidak pantas makan bersama dengan tuan muda kami!" teriak salah seorang pengawal itu kepada para prajurit kekaisaran jiahu yang saat ini masih santai menikmati makanan mereka.


"Dasar orang-orang bodoh! Apakah kalian semua tuli? Sehingga tidak mendengar peringatan yang diberikan oleh rekanku tadi? Cepat tinggalkan tempat ini atau aku akan membunuh kalian semua!" teriak pengawal yang lain sambil menarik pedang yang ada di pinggangnya.


Mendengar hal itu Xuan Jian pun langsung berang, dia tak menyangka ada seorang tuan muda yang berani mencari perkara dengan orang-orangnya. Tanpa banyak bicara, gadis itu pun segera mengambil sumpit dan melemparkannya ke arah pengawal yang sejak tadi terus saja berteriak itu.


Syuuut...


Clap...


Aaaaargh...


Terdengar suara teriakan dari salah seorang pengawal tuan muda itu, saat ini sepasang sumpit telah menancap dengan sangat cantik di kedua bola matanya, sehingga membuat sang pengawal langsung tersungkur di atas lantai sambil terus berteriak kesakitan.


Semua orang yang ada di sana pun langsung tertawa terbahak-bahak, apalagi melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Tuan Muda Zhang Ye yang terlihat sangat emosi karena kebodohan yang dilakukan oleh pengawalnya itu.


"Ciih! Bagaimana kau bisa membunuh kami semua? Sedangkan melawan sepasang sumpit saja kau tak sanggup. Lihatlah kebodohanmu itu, kawan!" ucap salah seorang prajurit dari kekaisaran Jiahu sambil menunjuk ke arah pengawal yang tengah berteriak histeris sambil tersungkur di atas lantai itu.


"Sepertinya bukan kami yang buta, tapi kaulah yang buta!" ucap prajurit yang lain ikut menimpali ucapan dari rekannya.


Mendengar cemoohan yang di ucapkan oleh para prajurit itupun membuat tuan muda Zhang Ye semakin emosi, dia segera mendekat ke arah para prajurit itu dan langsung menggebrak meja dengan sangat kencang.


Brak...

__ADS_1


"Dasar para prajurit sialan!" umpatnya dengan sangat kasar.


__ADS_2