Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 121


__ADS_3

Trang...


Trang...


Trang...


Ayunan pedang yang sangat kencang dan juga penuh tenaga dari para prajurit itu langsung dihadang oleh barisan pasukan elit kekaisaran jiahu pimpinan Xuan Jian.


Sedangkan gadis kecil itu hingga saat ini masih tetap berdiri diam di tempatnya, dia tidak menggerakkan kakinya sedikitpun, karena mengetahui jika saat ini para pasukan elitnya telah melirik kepada para prajurit yang tiba-tiba saja langsung melarikan diri dari arena pertarungan, kemudian menyerang Xuan Jian secara bersamaan.


Pangeran Zhang Liang yang baru saja diseret oleh pasukan elit kekaisaran jiahu bersama dengan pangeran Qing Yuan saat ini memelototkan mata, melihat kemunculan dari calon tunangannya itu di tengah-tengah medan pertempuran.


Dia tak menyangka jika putri Xuan Jian pada akhirnya akan mendatangi tempat itu, dan turut serta menyerang para perusuh yang didatangkan oleh orang-orang yang memiliki dendam tersendiri terhadap gadis itu.


Pemuda itu pun dengan segera bangkit dan berniat untuk kembali ke arena pertarungan, demi untuk bisa melindungi calon tunangannya. Namun beberapa orang pasukan elit dari paviliun anggrek segera mencegahnya.


Mereka saat ini telah membawa beberapa macam pil beserta obat-obatan untuk menyembuhkan pangeran Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang, awalnya Zhang Liang menolak, namun Qing Yuan meyakinkan pemuda itu, bahwa Xuan Jian akan tetap baik-baik saja.


Gadis kecil itu tidak mungkin terluka sedikitpun, terlebih saat ini di sampingnya telah berdiri 200 orang prajurit elit, yang siap mengorbankan nyawa untuknya.


"Lebih baik kau obati dulu lukamu, agar bisa segera sembuh. Setelah itu kita bisa kembali membantu Jian'er melawan para perusuh yang datang untuk menyerang kekaisaran jiahu itu." ucap Qing Yuan seraya menyerahkan beberapa obat untuk pangeran Zhang Liang.


Pemuda itu pun menganggukkan kepalanya, dia juga menyadari jika saat ini tubuhnya terasa sangat lemah. Apalagi setelah banyaknya darah yang keluar akibat luka yang diakibatkan oleh tebasan dan juga sayatan para prajurit itu.


Dengan sangat cepat, Pangeran Zhang Liang pun menelan beberapa pil yang memang berguna untuk kesembuhannya, dia mengistirahatkan tubuhnya sebentar, sambil matanya terus saja memperhatikan Xuan Jian yang saat ini masih berdiri dengan kesombongannya, di hadapan pria tambun yang menjadi pemimpin para perusuh yang didatangkan di wilayah kekaisaran jiahu.


"Kuharap dia baik-baik saja." ucap pangeran Zhang Liang, dia membaringkan tubuhnya pada akar pohon yang sangat besar.

__ADS_1


Qing Yuan yang mendengar gumaman dari pemuda itu hanya melengkungkan senyuman tipis, sepertinya saat ini saudara perempuannya telah menemukan orang yang benar-benar bisa menjadi sandaran hidup untuk kedepannya.


Pangeran Zhang Liang tak hanya merupakan seorang calon kaisar besar, namun memiliki hati yang begitu tulus menyayangi dan menerima Xuan Jian yang bahkan pernah mengalami kekecewaan di dalam hidupnya.


"Kau tidak perlu terlalu memikirkan Jian'er! Fokus saja pada kesehatanmu untuk saat ini." ucap Qing Yuan.


"Aku hanya merasa takut terjadi sesuatu pada Jian'er saat ini." jawab Pangeran Zhang Liang sambil menghembuskan nafas lelah.


Qing Yuan hanya menggelengkan kepalanya perlahan, dia pun melirik ke arah pangeran Zhang Liang. Meskipun beberapa waktu yang lalu dirinya terus saja bersaing untuk mendapatkan perhatian dari gadis kecil itu, tapi saat ini dia mengerti bahwa tak selamanya mencintai harus bisa memiliki.


Merelakan Xuan Jian untuk menjadi pasangan hidup dari pangeran Zhang Liang adalah jalan yang terbaik, karena mungkin saja di masa depan mereka tidak akan pernah bisa bertemu dengan pemuda yang memiliki hati begitu tulus, meskipun selama ini semua orang selalu mengatakan bahwa pangeran dari kekaisaran Tianlu itu sangat dingin dan juga kasar.


"Lihatlah kesana!" ucap Qing Yuan sambil menunjuk kearah Xiu Lan.


Pangeran Zhang Liang menggerakan matanya mengikuti jari telunjuk dari Qing Yuan, seketika dia baru menyadari jika saat ini bahkan Xiu Lan, sang gadis pelayan masih berdiri dengan tegak di tempatnya, dia terus menggempur seluruh pasukan dari kekuatan musuh yang berusaha untuk menyerang dirinya.


"Jika gadis pelayan saja bisa setangguh itu, maka pikirkan bagaimana besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Xuan Jian. Bahkan 200 orang prajurit elit yang berada di paviliun anggrek yang saat ini kau lihat, adalah bukti dari bagaimana ketegasan dan juga kemampuan yang dimiliki oleh gadis kecil itu dalam mendidik dan juga melatih orang-orangnya." ucap Qing Yuan menjelaskan dengan panjang lebar.


Zhang Liang membelalakkan matanya berkali-kali, dia menatap ke arah Qing Yuan. Namun pemuda di hadapannya hanya tersenyum tipis, seolah tidak ingin mengulang kembali ucapannya.


Qing Yuan segera memperlihatkan bagaimana cara dari kedua ratus orang prajurit elit itu dalam menghadapi ribuan prajurit, yang memang telah dikerahkan oleh seseorang untuk bisa menghancurkan wilayah kekaisaran jiahu, khususnya untuk membunuh Xuan Jian.


Mata pangeran Zhang Liang lagi-lagi melotot, dia baru menyadari jika pasukan elit itu sejak tadi tidak ada satu orang pun yang terluka, meskipun harus melawan ribuan prajurit yang sudah terlatih.


Terlebih saat ini Xuan Jian telah berada di tengah-tengah arena pertempuran, gadis kecil itu telah memegang pedang di tangan kanannya, sambil sesekali melirik ke arah para prajurit elit bawahannya.


"Bersiaplah..!" Xuan Jian berteriak dengan sangat lantang.

__ADS_1


Tiba-tiba saja para prajurit elit tersebut langsung berlarian dengan sangat kencang, mereka berdiri dengan tegak di belakang tubuh Xuan Jian yang saat ini terlihat seperti seorang pemimpin.


Qing Yuan dan Pangeran Zhang Liang mengerutkan dahi, keduanya masih belum mengerti, rencana apa sebenarnya yang akan dibuat oleh gadis itu? Namun tiba-tiba saja mereka langsung melongo, karena saat ini ternyata Xuan Jian membuat sebuah formasi penyerangan, yang membuat prajurit musuh Harus berpikir ulang untuk mencari masalah dengannya.


Apalagi dengan formasi yang dia buat tentunya pasti akan mengakibatkan kekacauan yang lebih parah lagi.


"Formasi bintang! Bersiaplah..!" teriak Xuan Jian.


"Siap..!"


Sepuluh orang prajurit yang telah membuat formasi bintang pun langsung menyambut teriakan dari pemimpin mereka, kemudian badan mereka mulai dicondongkan dan tangan kanannya merogoh anak panah yang berada di punggung mereka.


Dengan mata yang menyorot tajam ke arah para prajurit musuh, saat ini 5 anak panah telah berada di masing-masing busur dan bersiap untuk menembakkan serangan besar.


"Lepaas..!" teriak Xuan Jian.


Syuuut...


Syuuut...


Syuuut...


Lima puluh anak panah mulai melesat ke arah pasukan musuh, namun ternyata tidak ada satupun yang mengenai tubuh para prajurit itu, dan hanya menancap ditanah, sehingga membuat mereka langsung tertawa terbahak-bahak dan berpikir bahwa para pasukan elit yang dibawa oleh Xuan Jian tidak memiliki kemampuan dalam hal memanah.


Mereka bahkan tidak menyadari kemunculan satu anak panah lain, yang membuat seluruh anak panah yang tadi menancap di atas tanah tiba-tiba saja langsung mengeluarkan asap berwarna hitam, sehingga membuat kabut yang sangat tebal di sekeliling para prajurit itu.


Uhuk...

__ADS_1


Uhuk...


__ADS_2