Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 77


__ADS_3

Setelah mengetahui kepedihan dan juga masa lalu Xuan Jian yang begitu menyakitkan, membuat Qing Yuan akhirnya memiliki keinginan untuk bisa melindungi saudara kecilnya itu, meski bagaimanapun keduanya terlahir bersamaan dan dia sebagai seorang laki-laki harus bisa melindungi saudara perempuannya.


Qing Yuan berjanji dalam hati, apapun yang terjadi di masa depan, salah ataupun benar Xuan Jian, dia akan tetap berada di sisi gadis kecil itu dan membelanya dari siapapun yang berani menyakitinya.


Qing Yuan benar-benar merasa sangat kagum dengan apa yang telah dilakukan oleh Xuan Jian, meskipun dirinya terlahir dari rahim seorang wanita yang telah begitu banyak menorehkan luka dan juga kesakitan di hati Xuan Jian dan juga selir Xuan Yang nyatanya saudara perempuannya itu tidak sedikitpun menyimpan dendam terhadap dirinya dan malah berusaha untuk menyelamatkannya, saat berada dalam sekapan orang-orang berpakaian hitam.


Hal itu tentu membuat Qing Yuan semakin bersemangat, dia akan segera membawa seluruh saudara dan juga gurunya untuk tinggal bersama di istana kekaisaran. Selain untuk merubah cara pandang semua orang, dia juga ingin ada orang-orang kuat yang akan melindungi saudara satu ayahnya itu.


"Aku akan segera kembali ke hutan untuk menemui seluruh saudara dan juga guruku. Setelah itu aku akan mengajaknya untuk tinggal di sini, paviliun ini terlalu besar jika aku menempatinya seorang diri." gumam Qing Yuan dengan suara pelan.


Namun hal itu masih bisa didengar oleh para pelayan yang saat ini mulai dipekerjakan oleh kaisar Wei Huang untuk melayani Qing Yuan.


"Apakah yang mulia pangeran ingin membersihkan diri?" tanya salah seorang pelayan.


Qing Yuan segera menganggukkan kepalanya, tak lama para pelayan itu pun segera keluar dari dalam paviliun untuk segera mempersiapkan air, agar majikan mereka bisa secepatnya membersihkan diri.


Pelayan-pelayan itu tersenyum manis, sepertinya mereka saat ini merasa sangat bahagia karena akhirnya mendapatkan majikan yang sangat baik seperti Qing Yuan, mereka tak menyangka jika putra dari permaisuri yang sangat jahat itu bahkan memiliki hati yang begitu tulus terhadap Xuan Jian.


Sesekali mereka pun terus bergosip, tentang apa yang telah diucapkan oleh majikannya. Tanpa disadari seseorang saat ini mendengar ucapan dari para pelayan itu, kemudian dengan sangat cepat dia pun bergegas menuju ke suatu tempat, di mana majikannya saat ini tengah bersantai.


Dia tak menduga jika akan ada masa di mana seorang putra mahkota kekaisaran kembali setelah dibuang oleh ibunya, dan hari ini pemuda itu bahkan telah berjanji untuk melindungi Xuan Jian dengan nyawanya sendiri.

__ADS_1


Di tempat lain juga saat ini terlihat seorang gadis yang tersenyum manis, dia benar-benar merasa sangat beruntung karena pada akhirnya dia tak lagi sendiri. Ada seseorang yang memang memiliki hati begitu baik dan ingin melindunginya, sehingga Xuan Jian akhirnya menarik nafas lega.


Awalnya dia berpikir, jika Qing Yuan akan memiliki perangai yang sama seperti ibu kandungnya. Namun ternyata Perkiraannya meleset, Qing Yuan bahkan begitu memperhatikan dirinya, saat ini dengan mata kepalanya sendiri dia bisa melihat dan mendengar ketulusan yang diucapkan oleh pemuda itu.


.


.


.


Brak...


Seorang gadis pelayan tiba-tiba saja menubruk pintu sebuah paviliun, kemudian dengan tergesa-gesa dia pun segera mendekat ke arah majikannya.


Apalagi pemuda itu telah berusia 10 tahun, kemungkinan besar dalam 8 sampai 10 tahun yang akan datang, pemuda itu akan segera naik tahta menjadi seorang kaisar yang baru. Sedangkan dirinya hingga saat ini masih belum mendapatkan posisi sebagai seorang permaisuri.


Hal itu tentu saja membuatnya semakin berang, jika saja di masa lalu dia tidak mendapatkan racun dari permaisuri Xue Yi sehingga membuatnya menjadi seorang wanita yang tak berguna dan tak bisa melahirkan seorang putra, maka saat ini mungkin dia tidak akan terlalu merasa dendam terhadap Qing Yuan.


"Tunggu saja jika besok atau lusa kaisar telah menetapkanku sebagai seorang permaisuri, akan kubuat pemuda itu keluar dari istana ini dalam keadaan dipermalukan." ucap wanita itu seraya menyimpan cangkir yang ada di tangannya, ke atas meja dengan sangat kasar.


Sepertinya dendam di dalam hatinya terhadap permaisuri Xue Yi yang telah membuatnya menjadi seorang wanita mandul, masih saja berlanjut. Meskipun wanita nomor satu di kekaisaran Jiahu di masa lalu itu telah tiada, paling tidak saat ini masih ada putranya yang masih hidup, jadi dia memiliki kesempatan untuk bisa membalas semua kejahatan yang telah dilakukan oleh wanita itu.

__ADS_1


Dia benar-benar tak menyukai kedatangan Qing Yuan, yang menurutnya akan merusak semua rencana yang telah dia buat selama ini. Apalagi setelah mendengar jika wajah pemuda itu benar-benar sangat mirip seperti Kaisar Wei Huang, sehingga dia tidak bisa memanfaatkan situasi untuk mengusir pemuda itu dengan alasan bahwa permaisuri Xue Yi bermain serong di belakang sang kaisar.


Wanita itu pun segera bangkit dari kursi yang didudukinya dan akan mengunjungi rivalnya, meskipun saat ini keduanya tengah dalam sebuah situasi yang sangat sulit, mengingat adanya persaingan untuk menjadi seorang permaisuri, namun tak membuatnya mundur. Dia akan meminta agar rivalnya itu turut membantunya dalam menyingkirkan Qing Yuan dari istana kekaisaran.


Dia benar-benar tak habis pikir dengan Kaisar Wei Huang yang bisa menerima begitu saja kedatangan dari Qing Yuan, bisa saja pemuda itu bukanlah putra dari permaisuri Xue Yi, hanya saja memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Kaisar Wei Huang di masa muda.


Kedatangan selir itu langsung disambut oleh para pelayan selir Feng Ling, meskipun mereka mengetahui saat ini bahwa majikan mereka tengah bersaing untuk mendapatkan posisi permaisuri kekaisaran dengan selir Xiao Xia, namun tak menyurutkan para pelayan itu untuk tetap menghormati keberadaan dari rival majikannya itu.


Dengan sangat cepat, mereka pun segera mengajak selir Xiao Xia untuk menuju ke sebuah gazebo, di mana saat ini selir Feng Ling tengah bersantai sambil menikmati secangkir teh, bersama beberapa orang pelayan setianya.


Awalnya selir Feng Ling mengerutkan dahi melihat kedatangan dari rivalnya itu, namun tak lama wanita itu pun segera merubah raut wajahnya menjadi sumringah. Dia tak mungkin menunjukkan perasaan tak suka di dalam hatinya, meskipun saat ini dia benar-benar merasa muak dengan kelakuan selir Xiao Xia yang selalu mencari muka di hadapan semua orang.


Selir Feng Ling tetap menyambut kedatangannya dengan sangat baik, dia pun segera bergegas bangkit dari kursi yang didudukinya dan mengajak rivalnya itu untuk duduk bersama dan menikmati teh di gazebo.


Beberapa orang pelayan segera saja menuangkan teh ke dalam cangkir yang masih kosong, kemudian membiarkan majikannya itu untuk berbicara berdua saja dengan selir Xiao Xia.


''Apa yang membuatmu datang kemari, selir Xiao Xia?" tanya selir Feng Ling.


Selir Xiao Xia pun segera mendekatkan dirinya pada selir Feng Ling, dia segera membisikkan sesuatu yang membuat mata selir Feng Ling langsung membulat dengan sempurna.


Bahkan wanita itu terlihat menggeram marah, setelah mendengar kabar yang dibawa oleh selir Xiao Xia, dengan sangat cepat dia pun segera memanggil salah seorang pelayannya untuk segera menyelidiki tentang kebenaran, dari berita yang dibawa oleh pelayan selir Xiao Xia itu.

__ADS_1


"Kalian berdua! Awasi pemuda yang saat ini tinggal di paviliun bangau putih dan laporkan semua hal yang kalian lihat dan juga kalian dengar tentang pemuda itu." ucap selir Feng Ling memberikan instruksi kepada dua orang pelayan kepercayaannya.


__ADS_2