Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 64


__ADS_3

Mendengar ucapan Xuan Jian, akhirnya para prajurit pun saling pandang. Setelah itu mereka pun bergegas untuk menyerang ke arah Xuan Jian yang saat ini telah bersiap dengan kuda-kuda terbaiknya.


Hiyaaaaa...


Terdengar suara teriakan para prajurit disusul dengan suara gesekan pedang antara milik para prajurit dengan pedang Xuan Jian.


Trang...


Trang...


Trang...


Ming Xiu Ya memelototkan matanya melihat kekuasan fisik dan juga kehebatan berpedang milik Xuan Jian, bahkan kaisar Wei Huang telah berada disisi lain lapangan karena ingin melihat kemampuan sang putri.


Trang...


Trang...


Trang...


Sret...


Sret...


Sret...


Beberapa orang prajurit terlihat sudah terhuyung ke belakang, karena tak mampu membendung serangan yang diberikan oleh Xuan Jian. Meskipun fisiknya hanyalah seorang gadis kecil yang baru berusia 10 tahun, tapi nyatanya dia memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan 100 orang prajurit yang saat ini tengah menyerangnya.


Bahkan Xuan Jian masih belum memiliki luka satupun, sedangkan para prajurit terlihat mulai mengeluarkan darah akibat sayatan yang diberikan oleh Xuan Jian, bahkan beberapa orang prajurit saat ini telah terpental hingga beberapa mi ke belakang karena terkena tendangan dan juga pukulan yang penuh tenaga dari gadis itu.


Kaisar Wei Huang menatap takjub ke arah putri kandungnya itu, dengan tatapan tak percaya. Gadis yang selama ini dia abaikan ternyata tak hanya memiliki kesombongan abadi yang lebih tinggi dibandingkan permaisuri Xue Yi sekalipun, namun dia memiliki kekuatan tubuh yang sangat dahsyat, sehingga mampu menumbangkan 100 orang prajurit hanya dalam waktu sekejap saja.


"Kalian mundur! Cepat obati luka kalian. Seratus orang lagi, ayo maju..!" teriak Xuan Jian menyadarkan kaisar Wei Huang dan juga jendral Ming Xiu Ya yang hingga saat ini masih saja terpaku melihat ketangkasan dan juga kelincahan gadis itu.


Akhirnya seratus orang prajurit lain pun mulai maju dan menyerang gadis itu.


Trang...


Trang...


Trang...

__ADS_1


Sret...


Sret...


Buak...


Duagh...


Xuan Jian menahan serangan pedang para prajurit menggunakan pedangnya yang berada ditangan kanan, sedangkan tangan kirinya memberikan tinjuan maut pada prajurit lain yang mencoba menyerangnya dari sisi lain. Kedua kaki gadis itu pun ikut memberikan tendangan-tendangan yang sangat keras dan langsung menghantam prajurit yang mencoba mengecohnya dengan memberikan serangan dari arah belakang.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Akhirnya prajurit-prajurit itu pun mulai berjatuhan dengan posisi bertumpuk, saling menindih satu sama lain saat Xuan Jian bersalto di udara dan melayangkan tendangan bergantian dengan kedua kakinya, dalam posisi melayang.


Kaisar Wei Huang menahan nafas saat menyaksikan sendiri kehebatan dari sang putri, bahkan dirinya belum tentu sanggup mengeksekusi jurus tingkat tinggi, dimana menggabungkan jurus peringan tubuh dengan tendangan beruntun.


"Dia benar-benar sangat hebat, zhen tak keberatan jika suatu hari nanti putri Xuan Jian menggantikan posisi zhen sebagai kaisar di kekaisaran jiahu ini. Tapi sebelum itu, zhen harus bisa menjadikan selir Xuan Yang sebagai permaisuri, karena anak seorang selir tidak mungkin diterima oleh semua orang saat dia naik tahta." guman kaisar Wei Huang seraya melengkungkan senyuman tipis.


Wajahnya terlihat sangat bahagia dan juga bangga dengan kemampuan yang dimiliki oleh putri kecilnya itu. Sedangkan Xuan Jian tetap masa bodoh, dia tak peduli dengan pemikiran siapa pun, saat ini yang terpenting untuknya adalah menemukan 500 orang prajurit yang cukup tangguh dan pantas untuk mengikutinya.


Karena saat ini juga dia akan segera mengajak semua prajurit itu untuk merampok harta benda milik keluarga bangsawan Chao. Xuan Jian tentu saja tidak ingin jika keberadaan para prajurit itu nantinya akan menyulitkan jalannya, mengingat gadis itu tidaklah sebaik yang dilihat dari luar, dia tak mungkin mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan seorang prajurit, jika memang tidak benar-benar merupakan orang-orangnya.


Xuan Jian berpikir, setelah menyelesaikan urusan dengan bangsawan Chao, dia akan menjadikan 200 orang prajurit itu sebagai orang-orang pilihannya, yang akan dia latih sehingga menjadi seorang prajurit tangguh, prajurit elit paviliun anggrek, pelindung selir Xuan Yang.


Setelah dirasa cukup waktu beristirahat, Xuan Jian segera saja mempersiapkan diri, para prajurit itu juga sudah nampak gagah diatas kuda mereka masing-masing.


Dia dan jendral Ming Xiu Ya akan memimpin perjalanan, sedangkan para prajurit akan memacu kudanya disamping kiri dan kanan kereta barang, dan sisanya akan berjalan dibelakang.


Xuan Jian tak langsung mengunjungi kediaman bangsawan Chao, dia memilih untuk segera berangkat kehutan untuk mengambil seluruh harta benda milik keluarga bangsawan Chao yang telah disembunyikan didalam goa.


Gadis itu saat ini hanya fokus pada harta, setelah semua jadi miliknya nanti, baru dia akan memberikan pelajaran pada keluarga bangsawan Chao yang telah berani membangkang perintahnya.


Jendral Ming Xiu Ya hanya menatap datar punggung gadis kecil itu, kewaspadaan langsung dia bangun setelah melihat kemampuan yang tadi ditunjukkannya.


Dia harus segera memberi tahu seluruh keluarganya untuk tidak menyerang kekaisaran terlebih dahulu, mengingat saat ini ada seorang iblis berwujud gadis kecil yang memiliki kemampuan besar, yang akan menjadi batu sandungan mereka dalam membuat pemberontakan terhadap kaisar Wei Huang.


Ming Xiu Ya harus membuat rencana yang lebih matang lagi, karena saat ini dia baru mengetahui sebuah kenyataan jika gadis yang saat itu dia fikir sebagai seorang pelayan istana ternyata merupakan putri dari kaisar Wei Huang dengan selir Xuan Yang.

__ADS_1


Tak...


Tak...


Tak...


Akhirnya rombongan itu pun sampai dihutan, tepatnya didepan sebuah goa yang telah ditutupi dedaunan, sehingga tidak ada yang mengetahuinya.


"Kalian semua masuk! Dan ambil semua harta yang telah disembunyikan oleh bangsawan Chao itu!" ucap Xuan Jian pada semua prajuritnya.


Akhirnya para prajurit pun segera bergegas untuk membabat semua dedaunan dan juga dahan pohon yang sengaja dibuat oleh anggota keluarga bangsawan Chao, untuk menyamarkan keberadaan goa itu.


Para prajurit bergegas masuk kedalam goa, dan mulai memeriksa tempat itu dengan seksama, akhirnya mereka menemukan keberadaan dari peti-peti harta yang sengaja disembunyikan oleh bangsawan Chao dan mulai mengangkatnya satu persatu untuk dimasukan kedalam kereta barang.


Xuan Jian melengkungkan senyuman tipis, sebentar lagi dia akan segera menjadi orang terkaya diseluruh wilayah kekaisaran jiahu. Sementara para prajurit terus saja mengeluarkan satu persatu peti yang berisi koin emas dan juga perhiasan kedalam kereta barang.


Akhirnya seluruh peti-peti itu pun selesai dibereskan, saat ini masih ada 25 kereta barang yang masih kosong, Xuan Jian segera saja masuk kedalam salah satu kereta barang, dan mengganti pakaiannya dengan hanfu-hanfu mewah yang ada didalam peti. Dia juga memasangkan beberapa perhiasan ditubuhnya.


Ming Xiu Ya terlihat mengerutkan dahi, saat ini sepertinya jendral kekaisaran jiahu itu mulai penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Xuan Jian.


"Tuan putri? Kenapa kau memakai pakaian seperti itu? Bukankah ini akan menarik perhatian para perampok dan juga bandit untuk menyerang kita?" tanya Ming Xiu Ya.


"Haiss... Dasar jendral bodoh! Apa kau tak melihat jika saat ini kereta barang itu masih banyak yang kosong? Tentu saja kita akan merampok harta benda milik perampok yang tinggal dihutan ini untuk mengisinya." ucap Xuan Jian dengan santai.


Sedangkan Ming Xiu Ya langsung membelalakan matanya mendengar jawaban dari Xuan Jian, dia tak tahu harus menangis atau tertawa saat ini, ternyata Xuan Jian sengaja ingin memancing para perampok agar dia bisa menguras seluruh harta bendanya untuk mengisi ke 25 kereta kuda yang kosong itu.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Para prajurit langsung tersungkur ditanah, mereka benar-benar kaget dengan jawaban Xuan Jian. Apakah tuan putri mereka ini idiot? Hanya dewa saja yang mengetahui jawabannya. Sedangkan Xuan Jian masih acuh tak acuh, dia mulai menaiki kembali kudanya dengan sangat tenang.


"Ayo berangkat!" ucapnya yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari ke 200 orang prajurit dan juga jendral Ming Xiu Ya.


.


.


.

__ADS_1


"Gadis yang sangat menarik!" gumam seorang pemuda yang menggunakan topeng separuh wajah, sejak tadi dia memperhatikan semua yang dilakukan oleh gadis kecil itu sambil duduk bersandar di dahan pohon besar.


__ADS_2