Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 37


__ADS_3

Setelah berbicara beberapa kata, akhirnya Xiu Lan segera berpamitan kepada pemuda yang baru saja dikenalnya itu, untuk segera kembali ke tempat tinggalnya.


Si Pemuda sama sekali tidak mencurigai jika gadis kecil itu sebenarnya adalah seorang pelayan dari istana kekaisaran, mengingat penampilan dari si gadis kecil itu yang berpakaian lusuh.


Membuat Jenderal muda itu berfikir jika Xiu Lan sengaja mencari informasi agar bisa memasuki istana kekaisaran, untuk menjualnya kepada kaisar Wei Huang. Sehingga dengan sangat cepat dia pun kembali melemparkan satu kantong koin emas, agar gadis itu tutup mulut.


"Ambil semua koin emas itu dan pergilah, mulai saat ini kau harus berhati-hati dan jika kau menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera temui aku di tempat ini." ucap Ming Xiu Ya.


Gadis itu pun menganggukkan kepalanya. Setelah yakin jika tempat itu telah aman, akhirnya Xiu Lan pun segera melesat pergi dari tempat itu, meninggalkan Ming Xiu Ya yang hingga saat ini masih terpaku di tempatnya, kelincahan gerak dari gadis itu membuat Ming Xiu Ya memiliki pemikiran tersendiri untuk merekrutnya.


Jika Xiu Lan menjadi salah satu bagian dari anggota kelompoknya, pasti akan sangat menguntungkan. Dia akan segera menemui keluarga Lin yang berada di pelosok desa untuk membicarakan masalah tentang perekrutan itu.


Xuan Jian terlihat tengah berdiri di samping jendela kamarnya, gadis itu menatap ke arah kejauhan, dia mengingat pemuda yang sangat tampan yang tak sengaja berpapasan dengannya, saat dia berjalan-jalan di taman.


Wajah gadis itu terlihat memerah, mengingat kembali kebodohannya yang tersandung. Sehingga sang Pemuda akhirnya mau tak mau menolong dirinya yang saat itu hampir saja tersungkur di tanah.


Xuan Jian merasa jika ada sesuatu yang berbeda dengan pemuda itu, tidak mungkin jika dia hanyalah seorang prajurit biasa, mengingat wajahnya yang begitu tampan dan juga memiliki tubuh yang sangat kekar, sehingga dia meyakini bahwa pemuda itu memang telah terlatih dengan berbagai macam ilmu beladiri dan juga pernah melewati penempaan fisik yang cukup lama.


Hap...


Tiba-tiba saja Xiu Lan telah berdiri dihadapan Xuan Jian yang masih termenung dalam lamunannya, sepertinya putri dari selir Xuan Yang itu masih belum menyadari jika saat ini, Xiu Lan telah berdiri disampingnya dan memperhatikan segala macam tingkah polahnya.


Ehem...

__ADS_1


Xiu Lan tiba-tiba saja berdehem dengan sangat keras, sehingga membuat Xuan Jian terperanjat kaget dan akhirnya gadis itu pun segera mendengus dan mengerucutkan bibirnya, karena Xiu Lan telah mengganggu Lamunan indahnya.


Xuan Jian masih belum menyadari jika saat ini dirinya telah terperangkap dalam tubuh seorang gadis kecil berusia 10 tahun, sehingga dia tanpa ragu-ragu menjatuhkan pilihannya pada seorang pemuda yang nampaknya telah berusia lebih dari 25 tahun itu.


Jika saja ada orang yang mengetahui apa yang dia pikirkan saat ini, mungkin mereka akan muntah darah dan segera terjun dari lantai tertinggi istana jiahu, saking terkejut sekaligus aneh, karena gadis kecil telah memikirkan seorang pemuda yang sangat tampan.


"Apakah Tuan Putri sedang melamun?" tanya Xiu Lan. Gadis pelayan itu tersenyum mengejek ke arah Xuan Jian.


"Apa kau sudah mendapatkan informasi?" tanya Xuan Jian mengalihkan pembicaraan.


"Sepertinya tuan putri sangat terburu-buru, bukankah lebih baik kita duduk bersantai sejenak untuk membicarakan masalah ini?" tanya Xiu Lan sambil menaik turunkan kedua alisnya membuat Xuan Jian kembali melengos.


Sepertinya gadis pelayan ini memang ingin mendapatkan hukuman, sehingga terus saja menggodanya sejak tadi. Xuan Jian pun melotot menunjukkan ketidakpuasannya, namun hal itu tidak ditanggapi oleh Xiu Lan.


Gadis pelayan itu langsung saja mendudukkan dirinya di atas kursi, memang selama ini Xuan Jian tidak menganggap Xiu Lan sebagai seorang pelayan, baginya Xiu Lan adalah sahabat sekaligus rekan kerjanya, karena gadis pelayan itu memiliki kemampuan yang sama seperti dirinya.


Mei Ling tiba-tiba saja datang ke kamar Xuan Jian dengan membawa nampan yang berisi 2 cangkir teh dan juga sepiring cemilan untuk berikan kepada majikannya, karena sejak pagi tadi gadis itu masih saja memikirkan tentang Kaisar Wei Huang yang tidak tahu malu dan mendatangi paviliun anggrek untuk ikut bergabung merayakan acara ulang tahun Ibunya.


Sehingga membuat pesta kejutan yang dibuat oleh Xuan Jian pun akhirnya berujung berantakan. Xuan Jian langsung kehilangan mood baiknya, sejak tadi dia hanya berdiri di samping jendela sambil menerawang jauh kedepan.


Dia ingin sekali memberikan pelajaran kepada orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu, namun untuk saat ini dia masih harus terus bersabar dan mengendalikan dirinya, karena beberapa saat yang lalu Xuan Jian tanpa sengaja telah mendengar sebuah rencana besar, tentang kudeta yang akan segera dilancarkan oleh perdana menteri Xue terhadap kekuasaan Kaisar Wei Huang.


Meskipun gadis itu sangat membenci ayah kandung dari si pemilik tubuh yang sebelumnya, namun mengingat jika permaisuri Xue Yi akan semakin berkuasa di istana kekaisaran, membuat dia berpikir untuk membantu Kaisar Wei Huang melenyapkan satu persatu hama, yang hingga saat ini masih tinggal di istana dan menikmati berbagai macam kemewahan yang ada.

__ADS_1


Tak lama Xiu Lan pun segera memulai pembicaraan, dia memberitahu Xuan Jian tentang hubungan antara tuan muda Mu Cheng Yi dengan permaisuri, bahkan gadis pelayan itu pun mengeluarkan beberapa bukti tertulis, tentang kedekatan kedua orang itu, tanpa sepengetahuan siapapun.


Xuan Jian terlihat menyunggingkan senyuman iblisnya, saat ini dia telah memiliki rencana untuk menjebak kedua orang itu, agar hubungan keduanya bisa diketahui oleh semua orang, dia pun segera membisikkan sesuatu kepada Xiu Lan, hingga membuat gadis pelayan itu akhirnya tertawa terpingkal-pingkal mendengar rencana yang diucapkan oleh Xuan Jian.


Meskipun selama ini Xiu Lan sangatlah tangguh, namun jika untuk menyangkut rencana besar, dirinya memang masih kalah jauh dibandingkan dengan Xuan Jian, yang selalu berhasil membuat berbagai macam rencana, bahkan hingga saat ini belum ada satupun rencana yang dibuat oleh Xuan Jian yang meleset atau pun berujung kegagalan.


"Jadi, Apakah kau akan membantuku Xiu Lan?" tanya Putri Xuan Jian. Gadis pelayan itu pun segera menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, ini pasti akan sangat menyenangkan, dan kita akan membuat sebuah tontonan yang sangat menarik untuk bisa dilihat oleh semua orang." ucap gadis pelayan itu sambil tersenyum tipis ke arah Xuan Jian yang kini mulai tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Xiu Lan.


"Kau memang benar-benar sahabat yang terbaik, Jadi bagaimana jika kita mulai membuat perencanaan dari sekarang?" ucap Xuan Jian.


"Tentu saja, tapi sebelum itu aku harus kembali ke paviliun milik selir Xiao Xia untuk mengganti pakaianku, agar tidak menjadi sorotan para prajurit dan juga pelayan yang lain, kurasa kita juga harus sedikit berwaspada terhadap mereka, kita tak pernah tahu, jika bisa saja salah satu diantara mereka merupakan orang suruhan permaisuri Xue Yi untuk mengawasi kita semua." jawab Xiu Lan.


"Kau benar, baiklah! sekarang pergilah ke Paviliun selir dan segera kembali lagi ke sini." ucap Xuan Jian yang langsung diangguki oleh Xiu Lan.


Akhirnya Xiu Lan pun segera pergi meninggalkan Paviliun bobrok untuk segera berganti pakaian, dan memberitahukan selir Xiao Xia tentang perkembangan informasi yang diinginkan oleh majikannya itu.


...----------------...


Mohon maaf sebelumnya, berhubung author mengikuti tantangan marathon menulis karya baru selama 1 bulan, novel ini kemungkinan akan up 1 bab perhari, namun jika kedepannya author memiliki waktu yang cukup, insya allah akan di up 2 bab lagi perharinya.


Jangan lupa untuk mampir di novel terbaru author yang berjudul "Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa" yang mengusung tema kerajaan masa lalu, dan mengambil genre petualangan-transmigrasi.

__ADS_1


Pecinta time travel, yuks merapat kembali ☺️☺️.



__ADS_2