Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 76


__ADS_3

Bruk...


Menteri tua itu langsung menjatuhkan dirinya di atas lantai, sepertinya dia benar-benar telah menyesali kata-katanya, karena telah berani menyinggung Xuan Jian, Sedangkan para pejabat yang lain menunjukkan tatapan seolah mengasihani keluarga dari menteri itu.


"Maafkan kesalahan hamba karena telah berani menyinggung tuan putri Xuan Jian. Mohon untuk tidak memperpanjang masalah ini." ucap menteri itu seraya menggerakkan badannya.


Dia akan mencoba untuk memperbaiki ucapannya terhadap Xuan Jian, namun hal itu tak membuat gadis kecil yang saat ini berdiri di hadapannya bergeming, dia masih tetap menunjukkan tatapan permusuhan dan juga meremehkan.


"Menteri tua sepertimu telah berani menentang ku, maka sudah saatnya bagimu turun dari posisi menteri dan bersiap untuk tinggal di perbatasan, melayani orang-orang yang memang telah dipekerjakan di sana! Akan kupastikan jika seluruh wanita di keluargamu juga masuk ke rumah bunga, supaya mereka mengenal dimana letaknya langit dan juga bumi, jadi di masa depan tak ada lagi ucapan kotor dan juga kata-kata umpatan kasar yang keluar dari mulut seorang pejabat istana kekaisaran terhadap putri dari seorang selir." ucap Xuan Jian.


Gadis itu terlihat sangat marah terhadap menteri tua, dia yang selama ini dipekerjakan di wilayah yang sangat jauh sepertinya tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Xuan Jian sehingga berani mengatakan kata-kata yang sangat tabu untuk didengar oleh putri dari selir Xuan Yang itu.


Tak pelak hal itu membuat menteri tua langsung menundukkan wajahnya, dia yang tadinya ingin terlihat seperti seorang pahlawan, di hadapan Kaisar Wei Huang akhirnya merutuki nasib buruk yang sebentar lagi akan menimpanya.


Jika saja dia mengetahui bahwa gadis kecil yang saat ini berada di hadapannya itu, merupakan iblis betina yang selama ini dibicarakan orang-orang, maka dia pun tak akan pernah berani untuk menyinggung bahkan memberikan nasihat padanya.


Nasi telah menjadi bubur, meskipun dia berusaha untuk bisa menyelamatkan nasib dirinya dan juga seluruh keluarga, namun dia tak akan pernah bisa selamat dari Xuan Jian karena nyatanya gadis itu saat ini telah mulai menunjukkan tatapan permusuhannya.

__ADS_1


''Bersiaplah! Esok pagi aku beserta para prajuritku akan mendatangi kediamanmu, persiapkan mentalmu dan juga seluruh keluargamu agar tidak mati sebelum waktunya." ucap Xuan Jian dengan sangat sarkas.


Mendengar hal itu tentu saja membuat menteri tua semakin ketakutan, dia tak menyangka jika kata-katanya itu akan berhasil memprovokasi Putri Xuan Jian sehingga membuat putri dari Kaisar Wei Huang dan Selir Xuan Yang itu akhirnya naik darah dan langsung memutuskan untuk memberantas keluarganya dari seluruh wilayah kekuasaan kekaisaran jiahu.


Kaisar Wei Huang hanya bisa melirik sedih ke arah menterinya, dia hingga saat ini masih belum bisa mendapatkan hati dari putri Xuan Jian, namun bodohnya lagi menteri tua itu telah berani membuat putri kecilnya menjadi semakin murka yang akhirnya menuai karma tersendiri.


"Akan lebih baik untukmu jika segera kembali ke kediaman! Kau tidak pernah mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh Putri Xuan Jian. Di masa depan, jangan pernah mencari muka di hadapan siapapun. Apalagi jika itu berhadapan dengan putriku yang hingga saat ini masih diliputi kemarahan dan juga dendam karena semua yang telah aku perbuat di masa lalu." ucap Kaisar Wei Huang dengan sangat bijak sambil menatap ke arah menteri tua yang saat ini hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menunjukkan penyesalan yang sangat mendalam.


Qing Yuan yang mendengar ucapan dari Kaisar Wei Huang terlihat mengerutkan dahi, sepertinya memang saudara satu ayahnya itu memiliki perangai yang jauh berbeda, namun kenapa gadis kecil itu berusaha untuk menyelamatkannya saat berada dalam sekapan pria-pria berpakaian hitam?


Hal itu tentu saja membuat Qing Yuan semakin penasaran, dia benar-benar tertarik dengan adik tirinya itu. Kaisar Wei Huang melirik ke arah Qing Yuan, dia pun segera memerintahkan beberapa orang pelayan untuk membawa Qing Yuan beristirahat di paviliun bangau putih.


Qing Yuan membungkukan badannya untuk memberi hormat kepada kaisar Wei Huang, kemudian mengikuti langkah para pelayan yang akan membawanya menuju ke paviliun bangau putih. Dia akan mengunjungi Putri Xuan Jian nanti, untuk sementara ini dirinya ingin segera beristirahat, mengingat banyak sekali luka yang dia alami karena siksaan dari pria-pria berpakaian hitam yang telah berhasil di Babat habis oleh dirinya dan juga Xuan Jian di lapangan tadi.


"Di mana paviliun tempat tinggal putri Xuan Jian?" Tanya Qing Yuan kepada beberapa orang pelayan yang saat ini menemaninya menuju ke paviliun bangau putih.


Salah seorang pelayan pun langsung menunjukkan dengan jari ke arah paviliun anggrek. "Tuan Putri Xuan Jian tinggal di paviliun anggrek beserta selir Xuan Yang dan juga beberapa orang pelayan dan prajuritnya." ucap pelayan itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Apakah prajurit yang dimaksud bukan termasuk prajurit kekaisaran?" tanya Qing Yuan yang saat ini merasa sangat penasaran dengan ucapan pelayannya itu.


"Benar pangeran, pada awalnya prajurit-prajurit itu merupakan prajurit kekaisaran. Hanya saja tuan putri Xuan Jian memintanya kepada kaisar Wei Huang untuk melatih sendiri 200 orang prajurit dan akan segera dijadikan prajurit elit paviliun anggrek, sebagai pelindung dari selir Xuan Yang." ucap pelayan itu.


"Bisakah kau memberitahuku tentang putri Xuan Jian?" tanya Qing Yuan kembali.


Sang pelayan hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun segera menjawab perkataan dari tuan barunya itu.


"Hamba bersedia menceritakan tentang Putri Xuan Jian setelah kita sampai di paviliun bangau putih, akan sangat beresiko jika kita membicarakannya di tempat ini, mengingat istana memiliki banyak sekali telinga di mana-mana. Hamba hanya takut jika tuan putri Xuan Jian menganggap hamba sebagai seorang penggosip." ucap pelayan itu.


Qing Yuan pun langsung menganggukkan kepalanya, dia mengerti dengan ketakutan yang dialami oleh pelayan itu, mengingat apa yang telah dia lihat pada saat berada di aula istana membuat dirinya pun terus bertanya-tanya tentang sikap yang ditunjukkan oleh Putri Xuan Jian terhadap Kaisar Wei Huang.


"Ini paviliun anda, Pangeran." ucap pelayan itu sambil menunjukkan ke arah sebuah paviliun besar yang sangat megah.


Qing Yuan mengedarkan pandangannya, nampak wajah pemuda itu pun sumringah. Dia menganggukkan kepalanya pertanda puas dengan pengaturan yang dilakukan oleh ayahnya.


"Sekarang katakan padaku, apa yang kau tahu tentang Putri Xuan Jian?" tanya Qing Yuan.

__ADS_1


Akhirnya para pelayan itu pun segera menceritakan tentang masa kecil dari Putri Xuan Jian, sejak lahir hingga akhirnya berusia 10 tahun. Hal itu tentu saja membuat Qing Yuan langsung memelototkan matanya, dia tak menyangka jika ternyata ibu kandungnya sendiri berani melakukan hal itu terhadap putri dari selir Xuan Yang itu, padahal dirinya selama ini belumlah mati, melainkan sengaja dibuang oleh permaisuri Xue Yi.


"Ternyata wanita yang melahirkanku itu benar-benar seorang yang tidak memiliki hati nurani, pantas saja jika Xuan Jian akan bersikap dingin terhadapku. Dia mungkin berpikir jika aku akan memiliki tindakan yang sama seperti yang dilakukan oleh permaisuri Xue Yi." ucap Qing Yuan sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja.


__ADS_2