
Keesokan harinya, beberapa orang pelayan terlihat mendatangi paviliun anggrek yang ditempati oleh selir Xuan Yang dan juga Putri Xuan Jian, mereka datang untuk menyampaikan undangan yang diberikan oleh selir Feng Ling untuk sarapan pagi bersama di paviliunnya.
Undangan itu tentu saja diterima baik oleh selir Xuan Yang, dia segera memberitahukan hal itu pada Xuan Jian, keduanya akhirnya segera bergerak untuk pergi menuju ke paviliun yang ditempati oleh selir Feng Ling, sesampainya di sana nampak selir Feng Ling tengah menunggu dengan sabar seraya menyunggingkan senyum tipisnya.
Akhirnya undangan yang dia kirimkan berhasil membuat kedua orang yang sangat berarti di hati Kaisar Wei Huang itu mendatanginya, dengan segera selir Feng Ling pun menyambut kedatangan keduanya dan langsung mengajaknya menuju ruang makan yang ada di paviliun miliknya.
Mereka nampak begitu akrab dan juga sangat dekat, namun selir Xuan Yang sedikit mengerutkan dahinya, karena biasanya selir Feng Ling akan selalu bersama dengan selir Xiao Xia, namun hari ini dia nampak hanya sendiri, sehingga karena penasaran, akhirnya selir Xuan Yang pun segera mempertanyakan hal itu kepada selir Feng Ling.
''Dimana selir Xiao Xia? Bukankah biasanya kalian akan selalu berdua?" tanya selir Xuan Yang.
Selir Feng Ling hampir saja menyemburkan teh yang ada dimulutnya, namun sesaat kemudian dia pun segera tersenyum dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh selir Xuan Yang.
"Tadi malam ada beberapa orang pembunuh bayaran yang memasuki paviliun milik selir Xiao Xia, untung saja para prajurit berhasil menangkapnya. Aku sengaja tidak mengundang dia datang saat ini, agar bisa beristirahat dengan tenang, takutnya dia belum beristirahat sejak malam tadi." jawab selur Feng Ling.
Selir Xuan Yang pun menganggukan kepalanya, dia juga sempat mendengar berita itu tadi pagi, dari para pelayan yang bekerja di paviliunnya.
"Kau benar! Semoga selir Xiao Xia baik-baik saja." ucap selir Xuan Yang dan langsung diangguki selir Feng Ling.
Saat ini aula rapat istana kekaisaran terlihat ramai, para prajurit telah menggiring beberapa orang pembunuh bayaran yang telah berhasil mereka ringkus malam tadi, saat akan menyelinap ke dalam paviliun milik selir Xiao Xia.
Namun sayangnya, Kaisar Wei Huang tidak bisa mendapatkan pengakuan apapun dari para pembunuh bayaran itu, mengingat saat ini seluruh pembunuh bayaran ternyata telah mengalami kekerasan di dalam tahanan. Lidah mereka dipotong dengan sengaja oleh seseorang, yang membuat keseluruhan dari para pembunuh bayaran itu akhirnya bisu.
Brak...
Kaisar Wei Huang menggebrak meja dengan sangat kasar, dia pun mengusap wajahnya, saat ini orang nomor satu dari kekaisaran jiahu itu nampak sangat frustasi dengan keadaan yang terjadi di dalam istana kekaisaran, entah siapa yang saat ini memiliki niat buruk, dengan mengirimkan para pembunuh bayaran itu ke dalam paviliun milik salah seorang selirnya.
__ADS_1
Hingga membuat selir Xiao Xia hingga saat ini belum berani keluar dari dalam kamarnya, selir itu terus saja mengurung diri, karena merasa begitu takut kalau-kalau ada pasukan lain yang datang dan memiliki niat untuk menghabisinya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh para prajuritnya itu, akhirnya Kaisar Wei Huang pun segera memerintahkan agar seluruh pembunuh bayaran segera dieksekusi, setelah itu dia pun segera bergegas untuk pergi menuju ke paviliun yang ditempati oleh selir Xiao Xia.
Saat ini dia harus mendapatkan pengakuan dari selirnya itu, tentang siapa yang sebenarnya tengah bersinggungan dengannya. Karena tidak mungkin jika tiba-tiba saja ada para pembunuh bayaran yang memasuki wilayah istana kekaisaran dan berniat untuk membunuh seseorang, jika memang tidak ada masalah dengan orang yang bersangkutan.
Kedatangan Kaisar Wei Huang langsung disambut oleh para pelayan di paviliun milik selir Xiao Xia, dengan segera mereka pun membukakan pintu dan mempersilahkan orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu untuk masuk menemui majikan mereka, yang hingga saat ini masih tertidur di atas tempat tidurnya dengan sangat nyaman.
Kedatangan Kaisar Wei Huang tentu saja membuat selir Xiao Xia segera membuka matanya, setelah memberikan hormat kepada sang Kaisar, selir Xiao Xia pun segera memerintahkan para pelayannya untuk menyiapkan makanan dan juga minuman untuk menjamu Kaisar Wei Huang di paviliunnya.
Kaisar Wai Huang melihat wajah pucat sang selir, apalagi nampak beberapa kerutan di wajahnya, sepertinya selir Xiao Xia tengah banyak fikiran dan juga kurang istirahat. Melihat hal itu tentu saja membuat sang Kaisar menjadi sedikit perhatian, setidaknya dia menunjukkan jika dirinya masih peduli terhadap selir nya.
"Apa kau memiliki masalah dengan seseorang saat ini, selir Xiao?" tanya Kaisar Wei Huang.
Melihat hal itu, Kaisar pun segera tersenyum tipis. Sepertinya saat ini ada beberapa orang yang sengaja ingin menjauhkan selir Xiao Xia dari tahta sehingga mengundang para pembunuh bayaran itu untuk segera melenyapkannya.
Tak lama para pelayan pun segera datang, mereka menuangkan teh ke dalam cangkir, kemudian menghidangkannya untuk Kaisar dan juga selir Xiao Xia, tak lupa beberapa camilan telah terhidang sebagai teman untuk meminum teh pagi.
Setelah menikmati sarapan pagi bersama selir Xiao Xia, akhirnya Kaisar Wei Huang pun berpamitan untuk kembali ke ruang kerjanya, dia berjanji akan segera mengusut masalah ini agar selirnya itu bisa tenang.
Mendengar hal itu tentu saja sang selir pun langsung tersenyum manis, dia benar-benar merasa tersanjung, karena Kaisar Wei Huang ternyata masih memikirkan keselamatannya. Bahkan dia pun meluangkan waktu, untuk bisa sarapan pagi bersama di dalam paviliun miliknya, setelah mengetahui jika telah terjadi sebuah penyerangan di paviliunnya tadi malam.
Setelah beberapa saat Kaisar Wei Huang pergi meninggalkan paviliun yang ditempati oleh selir Xiao Xia, nampak 5 orang pria berpakaian hitam segera memasuki kediaman milik sang selir, mereka adalah pengawal bayangan yang telah ditugaskan oleh selir Xiao Xia untuk menjaga paviliunnya tadi malam.
"Salam kepada yang mulia selir Xiao Xia." ucap kelima orang pengawal bayangan itu.
__ADS_1
"Apakah kalian sudah melaksanakan tugas dengan baik?" tanya selir Xiao Xia.
"Sudah yang mulia, malam tadi kami langsung menyusup ke dalam penjara bawah tanah dan menghajar para pembunuh bayaran itu! Jami juga telah memotong lidah mereka, agar tidak bisa memberikan kesaksian." ujar salah seorang dari kelima pengawal bayangan itu.
"Bagus! Dengan begitu semua orang akan berpikir jika saat ini selir Feng Ling sengaja menghilangkan bukti agar dirinya terlihat bersih. Lalu bagaimana dengan keadaan para pembunuh bayaran itu sekarang?" tanya selir Xiao Xia kembali.
"Yang mulia Kaisar telah memutuskan untuk mengeksekusi mereka, mengingat saat ini seluruh pembunuh bayaran itu tidak ada satupun yang bisa memberikan kesaksian." jawab pengawal bayangannya lagi.
"Itu bagus! Aku menyukai kerja kalian, ambil ini!" ucap selir Xiao Xia seraya melemparkan beberapa kantung yang berisi koin emas.
"Tetaplah berjaga dan ingat selalu untuk mengawasi gerak-gerik dari selir Feng Ling, jangan sampai kita tidak mengetahui rencana yang dibuatnya." ucap selir Xiao Xia.
Akhirnya kelima orang pengawal bayangan itu pun segera pergi meninggalkan paviliun itu dan kembali melaksanakan tugas yang diberikan oleh sang selir, sedangkan selir Xiao Xia saat ini nampak tengah bahagia, dia pun segera memanggil beberapa orang pelayan untuk membantunya membersihkan diri.
Selir Xiao Xia ingin berendam untuk menenangkan fikirannya, agar tetap bisa fresh. Sehingga jika sewaktu-waktu selir Feng Ling melakukan penyerangan lagi terhadapnya, dia bisa menghadapinya dengan sangat santai.
***
"Yang mulia.. Yang mulia..!"terlihat seorang pelayan yang berlari dengan tergopoh-gopoh menuju paviliun yang ditempati oleh selir Feng Ling.
"Ada apa?" tanya selir Feng Ling keheranan.
Pelayan itu pun segera menyampaikan informasi yang baru saja dia dengar dari para prajurit istana kekaisaran, jika saat ini para pembunuh bayaran itu telah dieksekusi, karena tidak bisa memberikan kesaksian apapun setelah lidah mereka dipotong oleh seseorang, saat berada di dalam penjara bawah tanah.
Mendengar hal itu tentu saja membuat selir Feng Ling menjadi semakin bahagia, dia merasa jika saat ini ada seseorang yang telah membantunya dalam kegelapan. Tak lama dia pun memikirkan tentang Xuan Jian yang selalu memiliki berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, sehingga sang selir pun berpikir jika saat ini mungkin saja Xuan Jian yang telah menyelamatkannya dari hukuman yang bisa saja dijatuhkan oleh kaisar Wei Huang, karena telah berani mengirimkan para pembunuh bayaran untuk melenyapkan selir Xiao Xia.
__ADS_1