
Tuan muda Zhang Ye begitu marah, karena merasa direndahkan oleh ucapan para prajurit dari kekaisaran jiahu, dia berniat untuk menyerang para prajurit yang telah berani menertawakan keadaan pengawalnya saat ini.
"Berhenti tertawa dan cepat tinggalkan tempat ini!" ucap tuan muda Zhang Ye dengan sangat sombong.
Para prajurit itu hanya saling bertatapan kemudian kembali tertawa melihat kelakuan dari tuan muda yang tak tahu malu itu, tuan muda Zhang Ye semakin emosi, dia pun segera menarik pedang yang ada di pinggangnya, kemudian menodongkannya kepada salah seorang prajurit kekaisaran jiahu yang hingga saat ini masih santai menikmati makanan yang ada di meja.
"Kalau kalian tertawa sekali lagi, akan kupastikan jika kepala rekan kalian ini akan segera terlepas dari badannya." ucap tuan muda itu sambil menyeringai.
Para prajurit dari kekaisaran jiahu itu hanya bisa melengkungkan senyuman tipis, sepertinya tuan muda itu telah salah sasaran, karena orang yang saat ini dirinya gertak adalah kakak dari Xiu Lan yang merupakan prajurit terbaik dari seluruh prajurit yang ada di kekaisaran jiahu.
Krak...
Aaaargh...
Tiba-tiba saja tuan muda itu langsung berteriak seraya memegangi tangan kanannya, tanpa banyak bicara kakak dari Xiu Lan yang bernama Xiu Chen berhasil mematahkan lengan kanan milik tuan muda itu, sehingga membuat pedang yang saat ini berada di tangannya langsung terjatuh.
Tuan muda itu pun terus berteriak ke arah para pengawalnya, seraya menyodorkan tangan yang saat ini terlihat patah, keadaan pun kembali ramai, saat ini semua orang terlihat membelalakkan matanya dengan keberanian yang dilakukan oleh prajurit kekaisaran jiahu terhadap salah seorang tuan muda dari bangsawan Zhang.
Tiba-tiba saja beberapa orang prajurit kekaisaran longzu muncul dan segera mencari tahu tentang keributan yang terjadi di dalam restoran mewah itu, mereka seolah telah diberikan komando oleh seseorang sehingga langsung bergerak dengan sangat cepat.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya salah seorang prajurit, kemudian pengawal dari tuan muda Zhang Ye pun segera menjawab.
"Para prajurit rendahan itu telah berani mencari masalah dengan tuan muda kami, bahkan dia telah mematahkan tangan milik tuan muda kami." ucap pengawal itu sambil menunjuk ke arah Xiu Chen.
Prajurit kekaisaran longzu pun langsung menatap ke arah Xiu Chen, sorot mata mereka menyiratkan kebencian yang mendalam, karena prajurit itu telah berani mencari masalah dengan keluarga bangsawan terkaya yang ada di kekaisaran longzu.
"Apa kau tahu konsekuensi apa yang akan kau terima setelah berani mencari masalah dengan tuan muda dari keluarga bangsawan Zhang?" tanya prajurit kekaisaran longzu sambil menunjuk ke arah Xiu Chen.
Pemuda itu hanya melirik dengan ujung matanya, kemudian kembali menunduk dan melanjutkan untuk menikmati makanan yang saat ini masih tersisa di piringnya. Melihat Xiu Chen yang seolah acuh, prajurit dari kekaisaran longzu pun segera menarik pedang miliknya dan bergegas ke arah pemuda itu untuk memberikan serangan.
__ADS_1
Namun dia segera saja dihentikan oleh suara seseorang yang terdengar sangat dingin.
"Hentikan!" ucapnya.
Semua orang pun langsung melirik ke arah kedatangan pemuda itu, tak lama mereka pun langsung membungkukkan badan dan memberikan hormat.
"Salam kepada pangeran kedua." ucap mereka semua.
Xuan Jian hanya melirik sekilas, kemudian gadis kecil itu kembali menikmati makanannya, sambil sesekali menyerocos mengkritik orang-orang yang berada di kekaisaran longzu.
"Ciiih! Ternyata orang-orang di kekaisaran longzu ini benar-benar tidak memiliki malu, setelah mencari masalah dengan para prajuritku, mereka sekarang malah menyalahkan dan ingin menghukumnya. Benar-benar menyebalkan! ucap Xua Jian seraya menyuapkan makanan yang ada di hadapannya.
Pangeran kedua yang baru saja menyadari keberadaan dari Xuan Jian langsung tersenyum tipis, sepertinya gadis yang selama ini menjadi impiannya itu telah melangkahkan kaki di wilayah istana kekaisarannya.
"Apa maksudmu, tuan putri Xuan Jian?" tanya pangeran kedua.
Semua orang pun langsung membelalakkan matanya, mereka tak menyangka jika pangeran kedua dari kekaisaran longzu ternyata telah mengenal putri dari kekaisaran jiahu yang bernama Xuan Jian.
Xuan Jian langsung mendelik ke arah pangeran kedua, dia pun segera memuntahkan ucapan yang sangat sarkas. "Tuan muda Zang Ye itu telah mengusir kami semua dari tempat ini, lalu bagaimana aku menghitungnya, pangeran kedua?" tanya Xuan Jian.
Tuan muda Zhang Ye yang mendengar ucapan dari gadis itu langsung menelan salivanya dengan sangat kasar, dia tak menduga jika orang yang dia singgung ternyata merupakan tamu Istimewa dari kekaisaran jiahu.
"Apa yang kau inginkan?" tanya pangeran kedua seraya melangkahkan kakinya ke arah Xuan Jian.
"Bukankah selama ini orang kepercayaanmu telah banyak mengikutiku? Sepertinya kau sudah mengerti apa yang kuinginkan saat ini." jawab Xuan Jian sambil menaik turunkan alisnya.
Pangeran kedua hanya tersenyum tipis kemudian segera memanggil para prajuritnya.
"Prajurit!" panggil pangeran kedua, para prajurit pun segera berdatangan, mereka membungkuk di hadapan pangeran kedua dari kekaisaran longzu itu.
__ADS_1
''Kami, pangeran!" jawab para prajurit.
"Bawa 500 orang prajurit menuju rumah bangsawan Zhang, pastikan bahwa keluarga bangsawan itu membayar semua kerugian yang dialami oleh Tuan Putri Xuan Jian dengan seluruh harta milik keluarga mereka, pastikan tidak ada yang kurang sekalipun. Jika perlu bawa sekitar 15 kereta barang dari istana kekaisaran." ucap pangeran kedua dengan sangat tegas.
Glek...
Semua orang pun langsung terhenyak, mereka menelan salivanya dengan sangat susah mendengar ucapan dari Pangeran kedua, mereka tak menduga jika saat ini putra kedua dari Kaisar Tian Wo itu akan merampok harta milik bangsawan Zhang hanya karena tuan muda Zhang ye telah berani menyinggung Putri Xuan Jian dari kekaisaran jiahu.
Kaisar Wei Huang segera mempersilahkan Pangeran kedua untuk ikut duduk bersama dan menikmati makanan, sementara Xuan Jian tetap acuh meskipun saat ini pangeran kedua telah melakukan apa yang dia inginkan.
"Tian Li Wei memberi salam kepada yang mulia Kaisar Wei Huang." ucap Pangeran kedua seraya membungkukkan badannya di hadapan orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu.
Kaisar Wei Huang hanya tersenyum tipis, kemudian mempersilahkan agar Pangeran kedua ikut duduk bersamanya.
"Duduklah, Mari nikmati makanan ini bersama-sama." ucap Kaisar Wei Huang.
Pangeran kedua pun langsung duduk berdampingan dengan Xuan Jian yang saat ini terlihat berwajah masam.
"Apa ada yang salah, Tuan Putri?" tanya pangeran kedua sambil melirik ke arah Xuan Jian. Gadis itu hanya tersenyum kecut kemudian dia pun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pangeran kedua.
"Kau memang telah menghitung kerugianku dari bangsawan Zhang, tapi sepertinya aku juga harus berhitung denganmu, karena kau telah memerintahkan orang kepercayaanmu untuk mengikutiku selama ini." ucap Xuan Jian.
Uhuk...
Uhuk...
Pangeran kedua langsung terbatuk, dia tak menyangka jika putri Xuan Jian mengetahui bahwa dirinya telah mengirimkan orang kepercayaannya, untuk terus mengikuti gadis itu. Hanya saja saat ini sepertinya Xuan Jian salah, karena mengungkapkan hal itu di hadapan seluruh keluarga dan juga prajurit dari kekaisaran jiahu.
"Ehem...! Mari kita bicarakan nanti." ucap pangeran kedua sambil berdehem untuk menetralkan detak jantungnya saat ini.
__ADS_1
Sedangkan semua orang yang hadir di tempat itu saat ini membelalakkan matanya, mereka tak menyangka jika ternyata diam-diam pangeran kedua telah memerintahkan orang kepercayaannya, untuk melindungi Xuan Jian.
Itu artinya apa yang sejak tadi dipikirkan oleh kaisar Wei Huang adalah kebenaran, bahwa undangan yang dia dapatkan saat ini, bukan hanya semata-mata untuk menghadiri acara ulang tahun Kaisar Tian Wo, melainkan pembahasan tentang pertunangan di antara kedua putra putri mereka.