Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 84


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, semua orang saat ini telah berada di aula pesta istana kekaisaran longzhu. Banyak sekali nona muda maupun tuan muda yang terlihat begitu bersemangat, terlebih setelah mereka mengetahui bahwa Kaisar Tian Wo telah mengundang banyak sekali orang-orang penting dalam acara pesta ulang tahunnya yang ke-40.


Para nona muda dan tuan muda itu pun segera merapikan kembali pakaian yang mereka gunakan, agar terlihat semakin mempesona. Terlebih saat ini para tamu penting dari setiap kekaisaran sudah mulai memasuki aula pesta, dan menunjukkan keagungannya.


Hanya dua keluarga besar yang hingga saat ini masih belum juga menunjukkan batang hidungnya, selain dari anggota istana kekaisaran longzhu, seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu juga belum menampakkan kaki di atas lantai aula pesta, mereka saat ini masih bersiap-siap di paviliun masing-masing.


Pangeran kedua sepertinya saat ini sudah mulai bisa berdamai dengan keadaan, meskipun hatinya benar-benar sakit, namun dia harus bisa menerima kenyataan, jika memang ibu kandungnya itu jauh lebih mencintai putra mahkota dibandingkan dengan dirinya.


Entah apapun alasannya, yang jelas mulai saat ini pangeran kedua harus bisa lebih baik lagi dalam melindungi Xuan Jian dan juga selir agung agar tidak mendapatkan masalah dan juga dipermalukan oleh permaisuri Chu Rong Xie.


Para tamu undangan saat ini sudah mulai saling menyapa, mereka mulai mencari muka kesana kemari agar bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa memanjat semakin tinggi, terutama untuk para pejabat istana kekaisaran dan juga bangsawan yang tinggal di kekaisaran longzhu.


Mereka ingin sekali menjalin kerjasama dengan orang-orang penting dari kekaisaran lain, agar di masa depan keluarga mereka menjadi semakin terkenal.


Suara bisik-bisik di aula pesta itu pun akhirnya berhenti, saat salah seorang prajurit yang menjaga pintu meneriakan kedatangan dari sebuah keluarga besar, sehingga membuat mata semua orang akhirnya melirik ke arah pintu masuk aula pesta.


"Kaisar Wei Huang beserta keluarga memasuki aula pesta." teriak prajurit itu dengan sangat lantang, tak lama pintu aula pun terbuka dan muncullah Kaisar Wei Huang yang saat ini didampingi oleh Qing Yuan dan guru tua, di belakangnya terlihat ketiga orang selir dan juga Xuan Jian yang berjalan dengan sangat anggun.

__ADS_1


Mereka menunjukkan kesombongan yang nyata, sebagai anggota kekaisaran jiahu, terlebih untuk seorang Xuan Jian yang saat ini tidak ingin dipandang rendah oleh siapapun yang hadir di aula pesta itu.


Bahkan mereka menggunakan pakaian yang sangat mewah, meskipun Xuan Jian telah melarang semua anggota keluarganya untuk menggunakan perhiasan yang berlebih, agar tidak nampak seperti toko emas berjalan.


Namun dengan pakaian yang berbeda, membuat mata semua orang akhirnya langsung menatap dengan sangat takjub, karena penampilan dari seluruh anggota keluarga kekaisaran jiahu benar-benar sangat menawan, sehingga beberapa orang nona muda pun langsung melirik ke arah Qing Yuan yang saat ini berjalan dengan wajah datar bahkan aura dingin keluar dari tubuh pemuda itu.


Meskipun secara fisik Qing Yuan bukanlah seorang pemuda yang sempurna, namun melihat wajah dan juga saat bagaimana pemuda itu berjalan, membuat semua mata nona muda itu tak berkedip.


Apalagi para tuan muda yang saat ini melihat penampilan Xuan Jian yang begitu sempurna, mereka berpikir jika akan segera mendekati gadis itu agar bisa menjadikannya bagian dari keluarga mereka.


Kaisar Wei Huang yang menyadari pandangan dari semua orang segera menganggukkan kepalanya, Kemudian mereka pun di arahkan untuk menuju ke sebuah meja yang memang telah dipersiapkan secara khusus oleh kaisar Tian Wo untuk menyambut kedatangan keluarga dari kekaisaran jiahu.


Namun kali ini entah bagaimana Kaisar Tian Wo akhirnya menjalin hubungan persahabatan dengan kekaisaran jiahu, sehingga membuat seluruh anggota keluarga kekaisaran itu akhirnya muncul dan memperlihatkan wajah mereka.


Sebenarnya saat ini semua orang merasakan sangat tertekan, karena ternyata Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan mengeluarkan aura dingin yang sama dan hal itu benar-benar terasa mencekik leher semua orang.


Mereka memang telah mengenal bagaimana sepak terjang Kaisar Wei Huang dalam membasmi orang-orang yang berkhianat dan juga berniat untuk merebut kekuasaannya, namun baru kali ini mereka memiliki kesempatan untuk bisa berhadapan langsung dan menatap wajah orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu.

__ADS_1


Apalagi setelah mereka melihat wajah datar yang ditunjukkan oleh putra-putri kaisar Wei Huang, membuat mereka sangat yakin jika sikap dan juga kepribadian dari kedua orang anaknya itu, merupakan cerminan dari sang ayah.


Beberapa orang terlihat berbisik-bisik, mereka mulai membicarakan tentang kedatangan Kaisar Wei Huang, bahkan beberapa orang pembesar dan juga bangsawan tanpa ragu-ragu menyatakan niatnya untuk menjalin kerjasama dengan orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu. Mereka begitu tertarik dengan Qing Yuan dan juga Xuan Jian, sehingga berpikir untuk segera menikahkan putra-putri mereka dengan salah seorang dari anak orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu.


Akhirnya suara hiruk itupun segera berakhir, setelah seolah seorang prajurit meneriakan bahwa saat ini tuan rumah akan segera memasuki aula.


"Yang mulia, Kaisar Tian Wo beserta keluarga akan segera memasuki ruangan." teriak prajurit itu.


Sontak semua orang pun langsung berdiri untuk menunjukkan hormat, ke arah tuan rumah yang saat ini baru saja memunculkan dirinya. Mereka terlihat begitu kagum dengan keluarga dari istana kekaisaran longzhu yang terlihat sangat akur dan juga begitu harmonis, sehingga banyak sekali orang yang ingin menjadikan putri-putri mereka sebagai selir dari para pangeran kekaisaran.


"Hormat kami kepada yang mulia Kaisar Tian Wo beserta keluarga." ucap seluruh tamu undangan yang hadir di aula pesta itu, sambil membungkukkan badannya.


Kaisar Tian Wa segera mengibaskan lengan hanfunya, kemudian pria itu pun segera berjalan menuju ke kursi singgasananya. Sedangkan permaisuri dan juga para selirnya mengikuti dari belakang dan segera duduk di tempat masing-masing.


Begitu juga dengan pangeran kedua dan putra mahkota, saat ini keduanya pun telah mendudukkan diri di tempat yang telah dipersiapkan. Pandangan mata pangeran kedua tak terlepas dari sosok mungil Xuan Jian, yang saat ini terlihat begitu santai duduk di atas kursinya sambil menikmati cemilan yang telah tersedia.


Sedangkan putra mahkota sudah mulai jelalatan, dia melihat ke kiri dan ke kanan memperhatikan para nona muda yang saat ini terlihat sudah salah tingkah, karena merasa diperhatikan oleh calon Kaisar yang akan datang.

__ADS_1


"Mari kita mulai pestanya..!" ucap Kaisar Tian Wo.


__ADS_2