
"Hahaha... Bukankah penawaranku ini menarik? Dibandingkan dengan menjadi seorang prajurit kekaisaran, akan lebih menguntungkan jika kalian bergabung bersamaku menjadi kelompok Bandit." ucap ketua bandit itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Para prajurit yang mendengarnya saat ini hanya bisa menyunggingkan seringaian tipis.
"Satu kereta barang tidak cukup untuk kami, bagaimana jika kau memberikan kami 7 kereta barang dan 3 kereta yang tersisa untukmu beserta seluruh anak buahmu." tanya salah seorang prajurit itu.
Ketua bandit langsung memelototkan matanya, ternyata para prajurit kekaisaran jiahu jauh lebih serakah dibandingkan anak buahnya.
"Ciih! kalian pikir kalian siapa? Hanya kumpulan orang-orang serakah yang tidak memiliki kemampuan yang sebanding dengan kelompok bandit, berani sekali kalian mengajukan penawaran yang merugikan untuk kami?" ucap salah seorang anak buah bandit itu sambil mengacungkan pedangnya.
Dia saat ini benar-benar merasa sangat emosi, karena ternyata para prajurit kekaisaran jiahu menganggap remeh kemampuan yang dimiliki oleh kelompok bandit itu. Padahal selama ini siapapun yang bertemu dengan mereka bahkan tak ada yang berani melawan, namun saat ini mereka seolah dianggap angin lalu oleh para prajurit itu.
Melihat kelakuan anak buah bandit itu, sontak membuat para prajurit langsung tertawa terbahak-bahak, sepertinya mereka masih belum mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh para prajurit kekaisaran jiahu, apalagi untuk prajurit elit yang dilatih secara langsung oleh Putri Xuan Jian.
Brak...
Brak...
Brak...
Kesepuluh kereta barang itu pun akhirnya hancur, saat ini mata para bandit itu terlihat melotot, karena ternyata isi dari kereta itu bukanlah harta berharga seperti yang mereka harapkan. Di hadapan mereka saat ini terlihat 200 orang pria berpakaian hitam tengah membawa pedang dan menatap dengan penuh kemarahan, sepertinya memang ada seseorang yang telah mengganti isi dari kereta itu.
__ADS_1
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Putri Xuan Jian? Saat ini gadis itu bahkan tengah tertawa cekikikan di atas dahan pohon sambil memperhatikan kelakuan para bandit.
Pada saat kereta-kereta itu akan melintasi tempat para perampok, Putri Xuan Jian memang sengaja mengganti kereta yang dibawa oleh para prajurit itu, sedangkan kereta yang asli yang berisi koin emas dan juga perhiasan saat ini telah dibawa kembali menuju istana kekaisaran.
Bahkan mereka telah berhasil merampok banyak sekali dari markas para perampok sebelum dihancurkan, hingga akhirnya Putri Xuan Jian memerintahkan kepada para prajuritnya untuk mengambil kembali dua kereta barang, untuk tempat mengangkut seluruh harta kekayaan milik para perampok itu.
"Apakah kalian sungguh-sungguh berpikir jika para prajurit kekaisaran jiahu tidak memiliki kemampuan apa-apa? Lihatlah! Saat ini 200 orang pria yang berada di hadapan kalian merupakan pasukan elit kekaisaran jiahu dan mereka siap untuk memberikan pelajaran kepada kalian semua." ucap Xuan Jian sambil meloncat dari dahan pohon yang sejak tadi dijadikan tempat duduk olehnya.
Para bandit pun menoleh ke arah gadis kecil itu, sejenak mereka mengerutkan dahi. Bagaimana mungkin gadis kecil itu bisa berada di sana, sedangkan sejak tadi mereka bahkan tidak menyadari kehadirannya?
Akhirnya para prajurit kekaisaran jiahu segera memacu kudanya untuk membawa selir Xiao Xia kembali ke istana kekaisaran, sedangkan ke 200 orang pasukan elit dari kekaisaran jiahu saat ini terlihat berdiri dengan sangat tenang, mereka masih menunggu perintah dari Putri Xuan Jian.
"Bagaimana menurut kalian? Apakah kami terlalu bodoh, sehingga harus menyerahkan seluruh harta yang kami miliki untuk kalian semua? Sepertinya saat ini kamilah yang harus merampas seluruh harta dan kekayaan yang kalian miliki." ucap Putri Xuan Jian.
"Dasar gadis sialan! Matilah kau." teriak anak buah bandis itu Seraya berlari Mengayunkan pedangnya dan berniat untuk melukai Putri Xuan Jian.
Trang...
Trang...
Trang...
__ADS_1
Sebelum pedang itu mendarat di tubuh Putri Xuan Jian, saat ini pasukan elit kekaisaran jiahu telah keluar dari kereta yang mereka tempati tadi, kemudian menghadang serangan yang diberikan oleh anak buah bandit itu dengan pedang yang berada di tangan mereka.
Hingga akhirnya membuat benturan kedua benda logam keras itu terdengar dengan sangat nyaring, para prajurit elit itu dengan santainya membalas serangan-serangan yang dilakukan oleh anak buah bandit, gerakan mereka terlihat begitu cepat, bahkan kilatan tajam pedang mereka terlihat seperti cahaya.
Ketua bandit saat ini memelototkan matanya, dia baru saja menyadari kemampuan para prajurit elit itu ternyata jauh berkali-kali lipat lebih lihai dan juga lebih cepat dibandingkan anak buah bandit itu sendiri, ternyata ucapan dari mata-matanya itu benar, para prajurit kekaisaran jiahu bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh oleh mereka. Bahkan saat ini bisa saja kelompok bandit dengan jumlah 5 kali lipat lebih banyak dibandingkan para prajurit elit itu mati dengan mudah.
Menyadari hal itu, ketua bandit pun berusaha untuk menghentikan pasukannya, dia tidak ingin anak buahnya itu mati sia-sia, apalagi saat ini lawan yang dihadapi bukanlah para prajurit biasa, mereka adalah orang-orang dengan kemampuan khusus yang nyatanya jauh lebih berbahaya dibandingkan para prajurit biasa.
Peringatan yang diberikan oleh ketua bandit tak membuat anak buahnya berhenti, mereka saat ini bahkan mengayunkan pedangnya kembali dengan sangat membabi buta, beberapa orang anak buah bandit terlihat terluka, tubuh mereka dihiasi dengan sayatan sayatan pedang, hingga akhirnya darah segar pun mengucur dari luka sobekan itu.
Mencium bau darah segar yang mengalir, membuat ke 200 orang prajurit elit kekaisaran jiahu bergerak lebih cepat lagi, saat ini jiwa-jiwa psikopat dan juga haus darah telah muncul, hingga mereka tak lagi memikirkan konsekuensi yang harus ditanggung jika sesekali mengalami kekalahan.
Yang ada di pikiran para prajurit saat ini adalah mengalahkan bandit-bandit hutan itu dan merampok seluruh harta kekayaan yang mereka miliki, bahkan kini para prajurit kekaisaran jiahu telah berhasil menerobos masuk ke dalam markas yang dimiliki oleh para bandit itu.
Ketua bandit itu terlihat tertegun, dia tak menyangka dengan kemampuan yang dimiliki oleh pasukan elit kekaisaran jiahu, akan sanggup mengalahkan pasukannya, bahkan saat ini telah banyak anak buah bandit yang terluka dan juga terbunuh, akibat tak tahan saat terkena tebasan pedang dari para prajurit kekaisaran jiahu itu.
Ketua bandit itu terlihat akan melarikan diri, namun dengan sangat cepat para prajurit segera menangkap pria tua itu. Mereka tentu saja tidak akan menyisakan musuh, meski hanya satu orang. Seperti instruksi yang diberikan oleh Xuan Jian, bahwa musuh tetaplah musuh dan mereka harus melenyapkan batu penghalang itu, sehingga tidak melukai kakinya.
Bruk...
Tubuh ketua bandit itu saat ini tersungkur di atas tanah, tepat di hadapan kaki Putri Xuan Jian. dia merangkak mencoba mendekat ke arah kaki Xuan Jian dan berusaha untuk mengubah pemikiran gadis kecil itu, agar tidak melenyapkan nyawanya.
__ADS_1
Namun Xuan Jian hanya tersenyum tipis, dia bahkan tidak memerlukan seseorang yang setiap kali berhadapan akan selalu berlutut ataupun bersujud di hadapan seorang penguasa kekaisaran.
"Bagaimana menurutmu kejutan yang kuberikan Bukankah ini sangat menyenangkan tanya Putri kuanjian ketua Bandit itu hanya menggelengkan kepalanya perlahan sepertinya saat ini dia telah salah mencari lawan.