Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 75


__ADS_3

Qing Yuan dan Xuan Jian mengikuti langkah Kaisar Wei Huang menuju ke aula istana, keduanya sama sekali tidak mengeluarkan suara apapun dan tetap fokus untuk melangkah. Bahkan saat ini beberapa orang pejabat, prajurit dan juga kasim kaisar merasakan aura yang sangat dingin dikeluarkan oleh sepasang putra dan putri Kaisar Wei Huang itu.


"Duduklah! Ada yang ingin zhen sampaikan pada kalian berdua." ucap Kaisar Wei Huang, begitu mereka menampakkan kaki di aula istana.


Qing Yuan masih berdiri di tempatnya, sedangkan Xuan Jian saat ini segera menuju kursi miliknya, dia tak ingin terlalu lama berbicara dengan Kaisar Wei Huang, mengingat saat ini dia meninggalkan sang ibu di paviliun anggrek beserta beberapa orang pelayan dan juga prajurit pribadinya.


Melihat Qing Yuan yang hanya berdiri tanpa menggerakkan badan, membuat Kaisar Wei Huang akhirnya mau tak mau tersenyum tipis, dia pun segera menunjukkan tempat di mana Qing Yuan harus duduk.


Kursi yang diduduki oleh Qing Yuan berada di sebelah kiri Kaisar Wei Huang, setingkat lebih rendah dibandingkan penguasa nomor 1 di kekaisaran jiahu itu. Sedangkan kursi yang diduduki oleh Xuan Jian setingkat lebih rendah dibandingkan Qing Yuan, karena dia merupakan putri dari seorang selir.


Qing Yuan melirik ke arah Xuan Jian, sepasang alis pemuda itu bertaut. Dia masih belum mengerti pengaturan istana kekaisaran, namun dengan segera Xuan Jian memuntahkan kata-kata yang sangat pedas dan lagi menusuk.


"Kau adalah seorang putra dari permaisuri kekaisaran, jadi tempatmu lebih tinggi satu tingkat dariku yang hanya merupakan putri dari seorang selir yang terbuang!" ucap Xuan Jian dengan sangat sarkas.


Mendengar hal itu tentu saja membuat mata Qing Yuan melotot, dia tak menyangka jika Xuan Jian juga mengalami nasib tak menyenangkan di dalam istana kekaisaran.


Meskipun dirinya telah dibuang oleh permaisuri Xue Yi di tengah hutan, tapi setidaknya dia memiliki saudara dan juga guru yang begitu mencintainya, berbeda jauh dengan Xuan Jian yang setiap hari harus menerima penghinaan dan juga penyiksaan dari Kaisar Wei Huang dan juga permaisuri Xue Yi sehingga hidupnya begitu mengenaskan.


Eheem...

__ADS_1


Kaisar Wei Huang berdehem untuk menetralkan situasi, dia tak menyangka jika putri kecilnya itu akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin saja akan menjadi beban pikiran bagi putranya yang baru saja kembali. Namun dia juga tak bisa menyalahkan apa yang diucapkan oleh Xuan Jian, setidaknya gadis itu telah mengungkapkan apa yang selama ini menjadi penyebab dari kesakitannya.


"Selamat datang kembali di rumahmu, Putra mahkota. Zhen bahagia melihat kedatanganmu di tempat ini." ucap Kaisar Wei Huang sambil merentangkan tangannya ke arah Qing Yuan.


Sepertinya saat ini dia ingin memeluk putra kecilnya, yang sejak lahir tak pernah dilihatnya. Namun Qing Yuan masih duduk di tempatnya, dia sama sekali tidak tergerak untuk mendekat ke arah Kaisar Wei Huang, matanya nampak menyorot tajam ke arah Ayah kandungnya itu, hatinya saat ini memberontak setelah mendengar ucapan dari gadis kecil yang telah menyelamatkannya tadi.


Meskipun dia terlahir dari rahim seorang wanita yang memiliki perangai yang buruk dan hati yang pahit, setidaknya Qing Yuan adalah seorang pemuda yang memiliki naluri, layaknya manusia Biasa. Dia tak bisa begitu saja memaafkan Kaisar Wei Huang, terlebih selama bertahun-tahun sang Kaisar juga tidak pernah sekalipun mencoba untuk mencari keberadaannya.


Lalu di mana letak kesalahan Putri Xuan Jian? Jika putri dari kekaisaran jiahu itu sanggup memuntahkan kata-kata pedas maka Qing Yuan juga sanggup mengucapkan kata-kata yang sangat pahit, kenyataan bahwa dirinya tinggal di dalam hutan selama 10 tahun terakhir, membuat Qing Yuan tak lagi menjadi seorang pemuda lemah.


Dia dididik dan dilatih oleh sang guru untuk menegakkan keadilan dan memberikan hukuman kepada siapapun yang berani berbuat tindak kejahatan.


Saat ini dia terlihat seperti seorang jenderal kekaisaran yang memberikan hormat kepada sang penguasa, hal itu tentu saja membuat wajah Kaisar Wei Huang menjadi semakin kecut, dia telah kehilangan kesempatan untuk bisa menjadi ayah dari putra-putrinya.


Tak hanya putri Xuan Jian saja yang berani menolak perintahnya, bahkan saat ini Qing Yuan yang baru saja kembali ke istana kekaisaran pun menunjukkan aura permusuhan yang sama. Sepertinya putranya terlalu kecewa karena dia selama ini selalu mengulur waktu, untuk bisa mencari dan menemukan keberadaannya.


"Maafkan zhen yang terlambat mencari Keberadaanmu." ucap Kaisar Wei Huang sambil menundukkan wajahnya, sepertinya saat ini orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu telah dipenuhi dengan kesedihan.


Qing Yuan hanya menatap datar ke arah sang ayah, kesedihan dan juga kemarahan yang terlihat dari mata putri Xuan Jian membuat dia mengerti, jika sebenarnya Kaisar Wei Huang tidaklah seperti yang terlihat. Mungkin saja dia bisa berpura-pura menjadi seorang ayah yang baik di hadapan semua orang, namun mata Qing Yuan tidak akan pernah bisa untuk dibohongi.

__ADS_1


Dirinya mengerti jika saat ini penguasa kekaisaran jiahu itu sepertinya memiliki niat tersendiri, terhadap putra-putrinya. Xuan Jian segera bangkit dari kursi yang didudukinya, saat ini dia ingin segera menemui sang ibu yang berada di paviliun anggrek. Dia tak lagi melirik ke arah Kaisar Wei Huang dan langsung berjalan dengan sangat santai, tanpa mengindahkan pandangan mata dari semua pejabat istana yang saat ini menyorot marah terhadap kelakuannya.


Xuan Jian memang tak pernah menunjukkan hormat sama sekali terhadap Kaisar Wei Huang, bahkan di depan para pembesar dan juga prajurit istana kekaisaran jiahu sekalipun. Dirinya tetap menjadi seorang Xuan Jian yang tak pernah takut kepada siapapun, meskipun dia seorang penguasa sekalipun.


Salah seorang menteri langsung berdiri dari kursinya, dia ingin sekali menyemburkan kata-kata pedas terhadap putri dari Kaisar Wei Huang yang tidak memiliki tata krama itu.


Sepertinya hingga saat ini dia masih belum mendengarkan rumor tentang jatuhnya kekuasaan dari bangsawan Chao yang telah berhasil dirampok habis-habisan oleh Xuan Jian dan diberikan hukuman yang sangat berat, sehingga membuat para pejabat dan bangsawan yang berada di seluruh wilayah kekaisaran jiahu akhirnya tak ada satu orang pun yang berani menentang putri dari selir Xuan Yang itu.


"Apakah seperti ini sikap seorang putri kekaisaran terhadap Sang Penguasa? Sepertinya anda harus belajar kembali tata krama seorang putri, agar bisa lebih dihargai untuk kedepannya." ucap menteri itu seraya menunjukkan tatapan permusuhan terhadap Xuan Jian.


Gadis itu pun segera menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menatap ke arah seorang menteri tua yang saat ini menatapnya dengan penuh kemarahan. Xuan Jian pun segera menjawab pertanyaannya.


"Akan lebih baik jika seorang pria tua sepertimu tetap tinggal di rumah dan menjaga mulutnya agar tidak berurusan denganku, atau kau menginginkan aku mengunjungi kediamanmu dengan membawa banyak kereta barang yang kosong untukku isi dengan hasil jarahan dari rumah besarmu itu?" ucap Putri Xuan Jian.


Jedeeer...


Mendengar hal itu tentu saja membuat mata dari Menteri itu langsung melotot tajam, dia baru menyadari tentang rumor yang beredar selama ini bahwa bangsawan Chao berhasil dirampok habis-habisan oleh seorang putri dari Kaisar Wei Huang.


Karena selama ini dirinya ditempatkan di wilayah yang sedikit jauh dari istana kekaisaran, sehingga membuat dia tidak mengenal satu persatu anggota keluarga istana itu.

__ADS_1


__ADS_2