Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 150


__ADS_3

Hanya membutuhkan waktu sekitar satu kali pembakaran hio, akhirnya para prajurit dari kekaisaran jiahu sampai di markas para bandit hutan itu berada, mereka disambut dengan sangat ramah sehingga para prajurit itu pun langsung mengernyitkan dahi.


Sejak kapan para bandit itu bisa bersikap baik di hadapan orang lain? Sedangkan selama ini bahkan mereka seringkali mengganggu ketenangan dan kenyamanan orang-orang yang melewati hutan itu, apalagi jika tidak ada yang memasuki hutan, para bandit itu akan berkeliaran ke desa-desa untuk melakukan perampokan. Mereka juga tak segan-segan untuk membunuh siapapun yang berani menentang keinginannya.


Melihat raut keheranan di wajah para prajurit, membuat ketua bandit itu terkekeh, dia pun segera mengajak para prajurit untuk minum teh bersama sebagai bentuk perayaan kerjasama, karena telah membawakan 10 kereta barang dengan utuh ke tempat mereka.


Apalagi setelah salah seorang anak buah bandit itu melihat adanya koin emas yang sangat banyak di dalam salah satu kereta yang dibawa oleh para prajurit, tentu saja membuat sang ketua semakin senang hati.


"Mari minum teh bersama kami." ajak ketua bandit itu kepada para prajurit.


"Dimana selir Xiao Xia?" tanya salah seorang prajurit.


Tak lama ketua bandit itu pun segera memberikan kode kepada anak buahnya untuk menjemput selir Xiao Xia, para prajurit dengan tenang menunggu kedatangan orang itu, mereka pun mendudukkan diri di tempat yang telah dipersiapkan oleh para bandit.


Selir Xiao Xia muncul, keadaan wanita itu jauh berbeda dengan selir Feng Ling yang terlihat lusuh dan juga mengalami kekerasan, sedangkan selir Xiao Xia sepertinya diperlakukan dengan sangat baik oleh para bandit itu, sehingga para prajurit langsung menganggukkan kepala.


Mereka benar-benar merasa senang, karena ternyata bandit hutan itu jauh lebih bertanggung jawab, dibandingkan para perampok yang sebenarnya.


"Baiklah, kami akan segera pergi dari tempat ini dan membawa selir Xiao Xia kembali ke istana dan kalian bisa menikmati seluruh harta yang telah dibawakan dari kekaisaran." ucap salah seorang prajurit sambil bangkit dari kursi yang didudukinya.


Kemudian bergerak dengan sangat cepat menuju selir Xiao Xia, dia harus meyakinkan diri bahwa saat ini sang selir dalam keadaan baik-baik saja.


Salam yang mulia, bagaimana keadaan anda?" tanya prajurit itu sambil membungkuk di hadapan selir Xiao Xia.

__ADS_1


Wanita itu pun segera tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja, seperti yang kalian lihat." ucapnya.


Prajurit itu pun langsung mengangguk, kemudian segera menuntun selir Xiao Xia untuk kembali ke antara para prajurit kekaisaran jiahu. Sementara saat ini salah seorang anak buah bandit itu langsung maju ke arah prajurit, dia meminta izin untuk melihat isi dari kereta yang dibawa oleh mereka.


Salah seorang prajurit pun segera mempersilahkan, bahkan dia dengan senang hati membawa anak buah bandit itu ke salah satu kereta yang di bawanya, kemudian menunjukkan isi dari dalam kereta itu.


Mata anak buah bandit itu langsung melotot, melihat banyaknya koin emas beserta perhiasan yang saat ini berserakan di dalam kereta yang dibawa oleh para prajurit dari kekaisaran jiahu itu. Raut kerakusan nampak di wajahnya, sepertinya dia juga harus mendapatkan bagian dari sang ketua, karena ternyata setiap kereta memiliki jumlah harta yang berbeda-beda dan juga sangat banyak.


Ketua bandit itu bertanya dengan mengangkat salah satu alisnya, kepada anak buah yang tadi telah melihat penampakan dalam kereta, kemudian anak buahnya segera menganggukkan kepala, dia sangat yakin bahwa ke-10 kereta yang saat ini berada di hadapan mereka, merupakan barang-barang yang sangat berharga dan mungkin juga setelah ini mereka akan menjadi seorang bangsawan.


Meskipun tidak memiliki penghasilan dan juga keahlian apa-apa, yang terpenting saat ini hanyalah bagaimana caranya untuk semakin memperkaya diri meskipun harus menempuh jalan yang salah.


Para prajurit pun akhirnya berpamitan kepada bandit hutan itu, dengan menggiring selir Xiao Xia, kemudian salah seorang prajurit segera membantu untuk menaikkan selir itu ke atas punggung kuda, karena mereka tidak membawa satupun kereta mewah milik istana kekaisaran, setelah mengetahui jalanan becek menuju ke tempat itu.


"Apakah anda bisa menunggang kuda, yang mulia?" tanya prajurit itu.


Ia hanya menggelengkan kepalanya, selama ini dia memang tak pernah menunggang kuda sekalipun, sehingga akhirnya mau tak mau prajurit itu pun segera menaiki kudanya, dengan membawa selir Xiao Xia yang duduk di sebelah depan.


Baru saja para prajurit itu akan meninggalkan markas para bandit, tiba-tiba saja mereka dihentikan oleh sebuah suara yang sangat kencang, namun terkesan datar.


"Siapa yang menyuruh kalian datang dan pergi dengan seenaknya, aku bahkan belum memberikan kalian izin untuk meninggalkan tempat ini. Bukankah sejak tadi pria tua ini telah mengajak kalian semua untuk meminum teh?" ucap ketua bandit.


Para prajurit pun segera mengalihkan pandangan mereka ke arah pria paruh baya itu, salah seorang dari prajurit langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh ketua bandit.

__ADS_1


"Selir Xiao Xia telah ditunggu kedatangannya oleh yang mulia kaisar, lalu untuk apa kami berlama-lama berada di tempat ini, jika tugas kami masih belum selesai?" ucap prajurit itu yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan.


Ketua bandit hanya tertawa, sepertinya dia benar-benar merasa lucu dengan kelakuan para prajurit, yang tidak memiliki kewaspadaan sama sekali di hadapannya, padahal saat ini ada sekitar 1200 orang bandit hutan yang tengah mengelilingi tempat di mana mereka berada.


Jika mereka memiliki keberanian untuk melangkahkan kaki satu langkah saja dari wilayah itu, bisa jadi para bandit yang saat ini tengah bersembunyi itu akan segera keluar dari tempatnya dan menyerang para prajurit.


"Bukankah kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan?" tanya prajurit itu.


Pimpinan bandit pun akhirnya bangkit dari kursi yang didudukinya, sepertinya percuma saja jika dia berbicara terlalu formal terhadap para prajurit itu, nyatanya mereka sama sekali tidak mengerti dengan maksud dari ucapan si pria.


"Bagaimana jika aku mengajukan sebuah penawaran terhadap kalian?" tanya ketua bandit itu sambil berjalan dengan sangat santai, kedua tangannya terlipat di depan dada.


"Katakan." salah seorang prajurit tiba-tiba saja langsung menyahut.


Ketua bandit itu pun akhirnya tersenyum, ternyata tidak sulit untuk bisa mendapatkan seorang sekutu, bahkan saat ini para prajurit itu pun terlihat begitu penasaran dengan tawaran yang akan diajukan olehnya.


"Bagaimana jika kalian semua menjadi bagian dari para bandit bawahanku? Sepertinya kalian memiliki kemampuan yang cukup bagus, daripada hanya menjadi seorang prajurit biasa di kekaisaran jiahu."


Ucapan dari pria paruh baya itu sontak saja membuat para prajurit langsung saling memandang, ini memang di luar rencana mereka, bahkan jika mengikuti rencana awal, harusnya saat ini mereka telah bertempur dengan para Bandit itu. Tapi sepertinya ketua bandit memiliki penilaian lain terhadap para prajurit itu, sehingga akhirnya mengajak untuk bekerjasama.


"Aku akan memberikan satu kereta barang itu untuk kalian semua, dengan syarat kalian harus mengikuti perintahku dan tunduk menjadi bawahan para bandit." ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum senang.


Sedangkan para prajurit saat ini terlihat melengkungkan sebuah senyuman tipis, sepertinya otak kecil mereka telah berfungsi dengan sangat baik, sehingga sebuah rencana cadangan pun akhirnya meletus dan para prajurit bersiap untuk melancarkan serangannya terhadap bandit hutan itu.

__ADS_1


Ketua bandit itu langsung tertawa terbahak-bahak, melihat raut wajah para prajurit yang seolah tengah shock karena permintaannya, Namun pria itu sama sekali tidak memperdulikan apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang saat ini berdiri di hadapannya, yang terpenting baginya adalah para prajurit itu bisa pergi dengan selamat dan membawa selir Xiao Xia bersama dengan mereka kemudian kembali ke dalam hutan dan bergabung bersama anak buahnya yang lain.


__ADS_2