Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 109


__ADS_3

Kaisar Wei Huang melangkahkan kakinya menuju singgasana, pria itu sama sekali tidak melirik ke arah para tamu yang hadir di dalam aula dan fokus untuk bergerak ke arah depan, bukan karena dia tidak menghargai kedatangan dari tamu undangan, melainkan dirinya memang tidak pernah bersikap ramah terhadap siapapun, bahkan itu keluarganya sekalipun.


Hanya Putri Xuan Jian sajalah yang telah berhasil membuat sang Kaisar melirik ke arahnya, bahkan Qing Yuan sendiri sebagai putra satu-satunya dari permaisuri Xue Yi, hingga saat ini masih belum bisa membuat sang Kaisar menatapnya.


Pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu masih berpikir bahwa, calon pemimpin masa depan kekaisaran jiahu haruslah seseorang yang memiliki strategi yang kuat, ketahanan fisik yang bagus dan juga memiliki kecerdikan seperti Xuan Jian, sedangkan Qing Yuan hingga saat ini masih belum bisa menunjukkan hal tersebut, sehingga dia masih menimbang-nimbang untuk menjadikan Pangeran Qing Yuan sebagai seorang putra mahkota.


Namun atas desakan dari Putri Xuan Jian, akhirnya Kaisar Wei Huang pun memutuskan untuk mengikuti keinginan sang anak dan menjadikan putranya, yaitu pangeran Qing Yuan sebagai putra mahkota. Meskipun nantinya akan terjadi pro dan kontra dari sebagian rakyat, pembesar maupun kekaisaran lain, mengingat keadaan Sang putra tidaklah sesempurna Putri Xuan Jian.


Qing Yuan memiliki bentuk tubuh yang tidak sempurna, meskipun wajah dari pemuda itu benar-benar jiplakan wajah Kaisar Wei Huang, Hal itulah yang seringkali membuat sang Kaisar merasa sangat tidak beruntung, karena Putra satu-satunya mengalami kecacatan.


Sehingga hal itu akan mempersulit pemuda itu untuk mendapatkan kepercayaan dari semua orang, pada masa di mana kekaisaran jiahu berkuasa, semua orang lebih mementingkan penampilan daripada kemampuan yang dimiliki oleh orang tersebut.


"Zhen menerima salam dari kalian. Silahkan duduk dan nikmati sajian yang telah disediakan oleh para pelayan kekaisaran jiahu." ucap Kaisar Wei Huang dengan sangat ramah, meskipun nada suaranya sangat datar dan juga dingin.


Para tamu undangan yang sudah mengetahui sikap dan sifat yang dimiliki oleh kaisar Wei Huang sama sekali tidak tersinggung dengan ucapannya, mereka justru begitu bahagia karena sang Kaisar mempersilahkan mereka dengan sangat sopan. Kemudian seluruh tamu undangan pun kembali duduk di kursi mereka masing-masing, tanpa mengeluarkan satu patah kata sekalipun.

__ADS_1


Tak lama salah seorang kasim langsung maju di hadapan semua orang, kemudian segera mengambil sebuah gulungan kertas yang berada di lengan hanfunya. Kasim itu sepertinya akan segera memberikan pengumuman yang mungkin akan membuat semua orang kaget, namun karena ini merupakan sebuah tugas yang diembannya, mau tak mau pria tua itu pun harus bersiap menerima teriakan dari para tamu yang hadir di dalam Aula pesta istana kekaisaran jiahu.


"Selamat datang di kekaisaran jiahu, untuk semua tamu undangan. Izinkan saya kasim Ming untuk memberitahukan beberapa titah, yang telah dikeluarkan oleh yang mulia Kaisar Wei Huang, sebelum acara ulang tahun Putri Xuan Jian dan juga pangeran Qing Yuan dimulai." ucap sang Kasim menjeda ucapannya, dia pun mencoba untuk menelan salivanya dengan susah payah, mengingat saat ini para tamu undangan mulai berbalik arah dan menatap wajahnya.


"Di hari yang berbahagia ini, yang mulia Kaisar Wei Huang telah memberikan beberapa pengumuman, yang akan segera disampaikan. Yang pertama, bahwa pada hari ini akan dilaksanakan acara penobatan pangeran Qing Yuan sebagai putra mahkota sekaligus calon penerus Tahta kekaisaran jiahu." ucap sang kasim.


Semua yang hadir di aula istana saling memandang, mereka seolah tak percaya karena ternyata Kaisar Wei Huang memilih seorang pangeran cacat untuk menjadi ahli warisnya, menduduki tahta kekaisaran.


Sedangkan saat ini Putri Xuan Jian yang memiliki kemampuan luar biasa masih hidup. Bukankah seharusnya putri Xuan Jian yang menaiki tahta? atau menunggu sampai kedua orang putra putrinya itu memiliki seorang Putra, sebagai penerus pemimpin kekaisaran?


Sepertinya saat ini mereka ingin melayangkan sebuah protes, namun melihat tatapan tajam Yang dilayangkan oleh Putri Xuan Jian, membuat semua orang kembali terdiam.


Sang kasim pun kembali menyampaikan pengumuman yang kedua, setelah semua orang kembali tenang.


"Yang kedua, Kaisar Wei Huang akan mengembalikan kekuasaan yang dimiliki oleh kekaisaran tianzi kepada kaisar Lin Feng dan juga putranya, pangeran Lin Xiu Ya dengan syarat di masa depan, kekaisaran Tianzi adalah bagian dari kekaisaran Jiahu, sehingga diwajibkan untuk mengirimkan 1000 orang prajurit setiap tahunnya dan membagi seluruh harta kekayaan yang mereka miliki, separuhnya untuk kejayaan kekaisaran jiahu." ucap sang kasim.

__ADS_1


Semua orang tiba-tiba saja langsung ribut, setelah mendengar ucapan dari kasim itu. Bagaimana bisa kaisar Wei Huang mengembalikan kekaisaran tianzi yang telah dia rebut dengan susah payah di masa lalu? Bahkan saat ini tidak ada sebuah pertempuran sedikitpun, yang membuat sang Kaisar tiba-tiba saja langsung berubah pikiran dan memberikan kembali kekuasaan kepada pemilik yang sesungguhnya?


Hormat hamba yang mulia." ucap penasihat istana yang tiba-tiba saja maju ke hadapan Kaisar Wei Huang.


Pria tua itu sepertinya tidak setuju dengan keputusan yang telah diambil oleh sang Kaisar, sehingga membuat dirinya mau tak mau maju di hadapan semua orang, untuk mengingatkan kembali bagaimana sulitnya kekaisaran jiahu Pada masa itu untuk menghancurkan kekuasaan dari kekaisaran tianzi.


"Mohon pikirkan kembali keputusan yang telah yang mulia buat, saat ini kita telah memiliki banyak sekali harta dari kekaisaran tianzi. Selain tanah yang subur dan menghasilkan banyak sekali obat-obatan dan juga tanaman pangan, beberapa bangsawan kita juga memiliki usaha yang telah dibangun dengan susah payah di tempat itu. Jika yang mulia mengembalikan kekaisaran tianzi pada kaisar Lin Feng dan juga putranya, Pangeran Lin Xiu Ya, Lalu bagaimana dengan usaha kami semua?" ucap sang penasihat kekaisaran.


Para bangsawan pun turut mengganggukan kepalanya, mereka juga saat ini memiliki banyak sekali usaha yang dibangun di atas tanah yang berada di kekaisaran tianzi, sehingga mereka merasa khawatir dan was-was jika sewaktu-waktu Kaisar Lin Feng akan menutup usaha yang selama ini mereka bangun dan mengusir mereka semua dari wilayah itu.


Kaisar Wei Huang melirik ke arah Xuan Jian, gadis kecil itu pun akhirnya berdiri dan menyampaikan pendapatnya.


"Seluruh usaha yang selama ini kalian geluti di kekaisaran tianzi, akan tetap menjadi milik kalian. Bahkan tidak ada satu orang pun yang memiliki hak untuk mengusir kalian semua dari tempat itu, meskipun kaisar Lin Feng telah kembali ke tahtanya. Kekaisaran tianzi adalah bagian dari kekaisaran jiahu, sehingga rakyat dari kekaisaran jiahu yang tinggal di kekaisaran Tianzi akan tetap menjadi rakyat kedua kekaisaran, sehingga kenyamanan dan juga kemakmuran kalian semua akan menjadi pemikiran untuk seluruh pemimpin kekaisaran." jawab Xuan Jian.


Kaisar Lin Feng terbelalak tak percaya mendengar ucapan dari gadis kecil itu, bagaimana bisa seorang gadis yang masih berusia 11 tahun hari ini berbicara dengan begitu meyakinkan? Sehingga tidak ada satu orang pun yang meragukan ucapannya.

__ADS_1


Bahkan dirinya yang telah banyak makan asam garam kehidupan, harus mengakui kecerdasan yang dimiliki oleh gadis kecil itu, dia bukan hanya memiliki strategi perang yang hebat, namun bagaimana caranya untuk meyakinkan semua orang agar mengikuti keinginannya, membuat Kaisar Lin Feng harus mengacungkan jempol dua kepada gadis kecil itu.


Dia benar-benar takjub, sehingga mau tak mau dia pun mengakui ucapan dari putranya, bahwa Xuan Jian jauh lebih berkuasa dibandingkan Kaisar Wei Huang.


__ADS_2