
Malam harinya seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu terlihat telah berkumpul di ruang makan, beserta Kaisar Zhang Wei dan juga permaisuri Ye Hua. Mereka masih menunggu kedatangan dari Kaisar Wei Huang dan juga pangeran Qing Yuan yang hingga saat ini masih belum juga menunjukkan batang hidungnya.
Krieeet...
Pintu aula besar itu pun terbuka, menampilkan dua sosok pria berbeda usia yang saat ini mulai memasuki aula makan, keduanya berjalan dengan sangat tegap dan langsung menempati kursi milik mereka masing-masing.
Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan melirik ke arah pangeran Zhang Liang yang saat ini duduk diantara kedua orang tuanya, alis mata kedua orang pria itu terlihat bertautan, mereka masih belum mengerti apa yang saat ini tengah dilakukan oleh pemuda itu, sehingga bergabung bersama keluarga besar istana kekaisaran jiahu. Sementara dirinya masih terluka dan membutuhkan banyak sekali istirahat.
"Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya saat ini kau beristirahat di kamarmu, agar bisa segera sembuh?" tanya Qing Yuan yang tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
Pangeran Zhang Liang melirik ke arah putra mahkota kekaisaran jiahu itu, sebelum akhirnya dia menjawab dengan sangat datar dan juga singkat.
"Hanya ingin." jawabnya.
Semua orang mengerutkan dahi, kemudian melirik ke arah Zhang Liang yang terlihat masa bodoh dengan pemikiran orang-orang, baginya saat ini yang terpenting berada di meja makan yang sama dengan Xuan Jian, namun sayangnya hingga detik ini gadis kecil itu masih belum terlihat, entah dia masih tertidur di kamarnya ataukah tengah berada di luar istana kekaisaran, sehingga membuatnya terlambat untuk ikut makan malam bersama keluarganya.
"Dimana putri Xuan Jian?" tanya kaisar Wei Huang sambil menatap Ketiga orang selirnya secara bergantian.
Selir Xuan Yang langsung angkat bicara, "Mungkin Jian'er akan terlambat datang ke aula makan, hingga saat ini dia masih saja terlelap dalam tidurnya."
Kaisar Wei Huang hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak akan pernah memerintahkan kepada para prajurit ataupun pelayannya untuk mengganggu ketenangan dan juga kenyamanan Putri Xuan Jian. Apalagi saat ini di meja makan ada pangeran Zhang Liang yang sepertinya tengah menunggu kedatangan gadis kecil itu.
Kaisar Wei Huang melirik dengan ujung matanya ke arah Zhang Liang, seraya melukiskan sebuah seringaian tipis terhadap calon menantunya itu, dia saat ini lebih terlihat sebagai seorang rival dibandingkan keluarga.
Apalagi Qing Yuan mulai memeletkan lidahnya, sepertinya dia merasa sangat puas karena Zhang Liang tidak bisa memandang gadis kecil yang merupakan saudara perempuan satu-satunya itu.
__ADS_1
"Itu lebih bagus, biarkan saja Jian'er makan di paviliunnya, dengan begitu Pangeran Zhang Liang tidak akan terus menempel kepada gadis kecilku itu." fikir Qing Yuan saat ini.
Dia tidak mungkin begitu saja memberikan restu untuk pangeran Zhang Liang mendekati adiknya, terlebih setelah kejadian 2 bulan yang lalu saat berada di kekaisaran longzhu, yang membuat Xuan Jian terlihat begitu terpukul, hingga akhirnya gadis kecil itu mengurung diri di dalam kamarnya selama beberapa hari.
Hal itu tentu saja membuat semua orang langsung menutup mulut mereka untuk menahan tawa, ketiga orang pria itu memiliki alasan sendiri-sendiri mengapa mereka bersikap begitu posesif tehadap Xuan Jian.
Krieeet...
Pintu aula makan kembali terbuka, saat ini Xuan Jian berjalan dengan sangat tenang, menuju ke arah di mana selir Xuan Yang beserta kedua orang selir Kaisar Wei Huang yang lain saat ini tengah duduk, dengan santainya gadis kecil itu segera menjatuhkan dirinya di atas kursi, sambil sesekali melihat ke arah seluruh anggota keluarganya yang saat ini hanya terdiam di tempat.
''Apa yang terjadi? Kenapa kalian semua terlihat seperti baru saja bertemu dengan hantu?" tanya Xuan Jian.
Kaisar Wei Huang langsung tersadar dari lamunannya, kemudian segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Putri Xuan Jian itu dengan sangat lancar.
"Zhen hanya berpikir, jika kau akan menghabiskan waktumu di dalam paviliun anggrek, mengingat selama beberapa waktu terakhir ini kau terlalu banyak menghabiskan seluruh tenaga juga waktumu hanya untuk mengurusi kesehatan pangeran Zhang Liang, dan juga kenyamanannya." ucap Kaisar Wei Huang dengan bijaknya, namun jelas kata-katanya menyindir secara tidak langsung di hadapan semua orang bahwa selama ini Xuan Jian telah direpotkan oleh pangeran Zhang Liang.
Akhirnya acara makan malam pun dimulai, Kaisar Wei Huang mempersilahkan semua orang untuk mencicipi makanan yang saat ini telah terhidang di atas meja.
Mata semua orang langsung teralihkan pada begitu banyak lauk dan juga sayur yang saat ini telah dipersiapkan oleh para pelayan, namun sepertinya perang di antara ketiga orang pria itu baru saja akan dimulai, sehingga membuat semua orang langsung menggelengkan kepala dengan tidak berdaya.
"Makan lauk ini, kau pasti akan suka." ucap Pangeran Zhang Liang sambil menyumpitkan daging bakar dan menyimpannya di atas mangkuk milik Xuan Jian.
Melihat hal itu, kedua orang pria yang lain saling bertatapan, tak lama kemudian mereka pun turut melakukan hal yang sama.
"Sayur ini baik untuk kesehatanmu." ucap Qing Yuan sambil menyumpitkan beberapa sayuran dan menyimpannya diatas mangkuk milik Xuan Jian.
__ADS_1
"Kau harus banyak makan ikan, ini.." ucap kaisar Wei Huang seraya mengangkat sumpitnya dan mengambilkan ikan bakar yang sangat gemuk untuk Xuan Jian, kemudian menyimpannya di atas mangkuk milik gadis kecil itu.
"Tidak-tidak, sayuran lebih baik untukmu!" Qing Yuan kembali membuat ulah dengan mengambil beberapa macam sayur kemudian menumpuknya kembali di atas mangkuk milik Xuan Jian.
"Ikan ini menyehatkan, banyak vitamin dan juga proteinnya, sangat bagus untuk tubuh." ucap Kaisar Wei Huang, sambil lagi-lagi pria berusia 34 tahun itu mengambilkan beberapa macam ikan dan menyimpannya di atas mangkuk milik Xuan Jian.
Pangeran Zhang Liang memelototkan mata, melihat sepasang ayah dan anak itu yang terus saja saling berebut, mengambilkan makanan untuk calon permaisurinya, sehingga membuat mangkuk milik Xuan Jian akhirnya menggunung, penuh dengan ikan dan juga sayuran, yang diambilkan oleh keduanya.
Xuan Jian hanya bisa menarik nafas lelah, sepertinya sifat posesif yang ditunjukkan oleh kedua orang pria itu membuatnya benar-benar sangat muak.
Lihatlah.. Bahkan saat ini semua orang bisa makan dengan sangat tenang, namun dirinya masih belum bisa menyumpitkan satu makanan pun ke dalam mulut, karena semua mangkuk yang berada di hadapan Xuan Jian saat ini telah dipenuhi oleh makanan, akibat kelakuan Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan.
"Silakan dimakan..!" kaisar Wei Huang dengan santainya mempersilahkan semua orang untuk makan, dia masih belum menyadari jika seluruh sayur dan juga lauk yang berada di atas meja, telah berpindah ke mangkuk milik Xuan Jian semua, akibat ulahnya dan juga pangeran Qing Yuan yang sejak tadi terus saja berebut, agar terlihat lebih perhatian kepada gadis kecil itu.
Ehem...
Terdengar suara deheman kecil dari mulut Kaisar Zhang Wei, semua orang langsung melirik ke arah penguasa kekaisaran bailu itu, Kaisar Wei Huang mengerutkan dahi, namun tak lama kemudian netranya menangkap sebuah penampakan, yang membuat dia langsung tertegun dan menelan salivanya dengan susah payah.
Saat ini di atas meja seluruh sayur dan juga ikan telah tandas, berpindah ke atas mangkuk milik Xan Jian yang tengah bersedekap dada dengan mata yang melotot ke arahnya.
"Dasar konyol..!" umpat gadis kecil itu sambil menggembungkan pipinya.
Dia benar-benar sangat kesal dengan kelakuan Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan yang saat ini malah terlihat seperti orang bodoh. Keduanya terlihat menggaruk kepala yang tak gatal, sambil sesekali tersenyum salah tingkah akibat kelakuan konyolnya.
"Maafkan zhen..!" cicit kaisar Wei Huang dengan suara yang sangat pelan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, semua orang yang berada di aula makan pun langsung tertawa terbahak-bahak, mereka tak menyangka jika Kaisar yang terkenal tiran dan kejam itu ternyata bisa membuat ulah, yang membuat semua penghuni istana kekaisaran tertawa hingga mengeluarkan air mata.
"Hahaha..."