
Aaargh...
Terdengar teriakan keputusasaan dari semua orang yang saat ini berada di dalam kamar milik Putri Xuan Jian, mereka seakan tak berdaya dan kehilangan akal, bagaimana caranya membawa gadis itu kembali ke sisi mereka? Haruskah saat ini mereka menghunuskan pedang ke jantung milik Xuan Jian yang asli, agar jiwa yang kuat kembali pada tubuh fananya?
Kaisar Wei Huang bahkan dibuat tidak berdaya, dia tak tahu harus meminta pertolongan pada siapa. Mungkinkah pangeran Zhang Liang mengetahui sesuatu, sehingga pemuda itu berhasil mengenali putri Xuan Jian yang asli dan yang palsu? Dengan secepat kilat, penguasa kekaisaran jiahu itu memerintahkan para prajuritnya, agar segera pergi menuju kekaisaran bailu dan menyerahkan surat yang baru saja ditulisnya untuk pangeran Zhang Liang.
Sementara permaisuri Xuan Yang beserta kedua orang selirnya masih terus saling menguatkan satu sama lain, meskipun wajah mereka mulai sembab karena terus saja menangis, namun saat ini mereka mulai merasakan ketenangan. Yang harus dipikirkan saat ini, bagaimana caranya menyelesaikan masalah dengan sebaik-baiknya? Mereka harus menguatkan diri, agar tidak terjebak dalam masalah yang lebih besar ke depannya.
Sementara Putri Xuan Jian hanya bisa tertunduk, dia melihat begitu besar kasih sayang dan juga rasa kehilangan yang dialami oleh seluruh anggota keluarganya. Seandainya saja dia tahu akan terjadi hal seperti itu, jika dia mengambil kembali tubuh fana-nya, mungkin dia tak akan pernah memaksa Xuan Jian yang palsu untuk keluar dari tubuhnya.
Namun saat ini nasi telah menjadi bubur, walau bagaimanapun dia telah kembali kepada tubuh fana-nya, tugasnya saat ini menjadi semakin berat, karena putri Xuan Jian telah mengubah cara pandang semua orang, dia bahkan berhasil membangun strategi keamanan dan pelatihan prajurit dengan sangat menakjubkan, sedangkan dirinya sendiri bahkan tak bisa melakukan hal itu.
"Kau terlalu sempurna, sehingga aku sendiri bahkan kesulitan untuk menggantikan tugasmu. Semoga saja mereka menemukan cara agar bisa mengembalikan mu kembali, agar aku tak perlu lagi melihat kecemasan dan juga kesedihan di wajah semua orang." gumam putri Xuan Jian seraya menarik kembali kain hitam dan menutup cermin besar itu.
__ADS_1
Pangeran Zhang Liang baru saja melangkahkan kakinya, dia akan memasuki istana kekaisaran, begitu para prajurit yang dikirimkan oleh kaisar Wei Huang datang. Pemuda itu mengernyitkan dahinya, apakah ada sesuatu yang terjadi? sehingga membuat Kaisar Wei Huang begitu terburu-buru? Namun setelah melihat gulungan surat yang dibawa oleh para prajurit itu, akhirnya dia pun mengerti, mungkin saat ini kekaisaran jiahu membutuhkan bantuannya.
Pangeran Zhang Liang segera saja mengambil gulungan surat yang dibawa oleh para prajurit itu dan membacanya, sesekali dahi pemuda itu terlihat berkerut, kata-kata yang tertulis di dalam surat itu benar-benar membuatnya tak percaya. Mungkinkah ada kejadian yang seperti itu? Sehingga gadis yang saat ini dicintainya terjebak dalam sebuah cermin kehidupan? Sedangkan gadis lain yang merupakan pemilik asli tubuh yang selama ini ditempatinya kembali.
Kaisar Zhang Wei yang melihat perubahan raut wajah putranya langsung merebut gulungan surat itu, kemudian membacanya.
Begitu juga dengan permaisuri, pasangan suami istri itu langsung saling memandang, keduanya saat ini seolah memiliki pemahaman yang sama. Tak lama kemudian dia pun segera mengajak Pangeran Zhang Liang untuk pergi menuju ruang kerjanya, sedangkan para prajurit dari kekaisaran jiahu dipersilahkan untuk kembali dan menyampaikan kabar kepada kaisar Wei Huang bahwa mereka akan datang sedikit terlambat.
Para prajurit pun segera bergegas untuk kembali menuju kekaisaran jiahu, setelah menerima persetujuan dari Kaisar Zhang Wei. Saat ini mereka tak berpikir lebih banyak dan hanya mengutamakan tugas mereka yang telah selesai.
Pangeran Zhang Liang mengikuti langkah kedua orang tuanya, meskipun saat ini pikirannya masih berkecamuk memikirkan keadaan calon permaisurinya, namun demi untuk mendapatkan sebuah cara, dia pun tak segan-segan untuk mendengarkan ucapan dari Kaisar Zhang Wei dan permaisuri Yin Hua.
Ketiganya memasuki sebuah lorong yang sangat sempit, mereka berjalan dengan sangat perlahan dan beriringan memasuki tempat itu. Tak lama kemudian, sebuah pintu yang tertutup oleh batu terlihat, Kaisar Zhang Wei menggerakkan tangannya untuk memutar sebuah tombol yang ada di dalam batu itu, sehingga akhirnya batu pun bergeser dan menunjukkan sebuah ruangan yang sangat besar.
__ADS_1
Pangeran Zhang Liang langsung memelototkan matanya, dia baru saja mengetahui sebuah rahasia besar tentang sisi lain dari ruang kerja milik kaisar. Namun yang membuatnya benar-benar merasa takjub adalah keberadaan sebuah peti yang seluruh bagiannya ditutupi oleh es, sehingga membuatnya bertanya-tanya, peti siapa sebenarnya itu?
Kaisar Zhang Wei berjalan ke arah peti itu, kemudian membuka tutupnya, dan memperlihatkan sesuatu yang sangat menakjubkan, di dalam peti terdapat sesosok tubuh gadis berusia 18 tahun yang sangat cantik jelita, kulitnya putih dan halus, matanya terpejam, rambutnya berwarna keperakan, namun tubuhnya mengeluarkan bau yang sangat harum dan begitu memabukkan.
Pangeran Zhang Liang benar-benar sangat takjub dengan penampakan itu, dia baru saja melihat sosok dewi yang sangat mengagumkan, namun wajahnya langsung berubah keheranan. Bagaimana bisa mayat gadis yang begitu cantik, tetap berada di tempat itu? Meskipun telah sekian lama, bahkan keadaan fisiknya sama sekali tidak berkurang. Dia tetap cantik dan cantik.
"Ayah..!" pangeran Zhang Liang ingin mengajukan pertanyaan kepada kaisar Zhang Wei, namun tangan permaisuri Yin Hua langsung menutup mulut pangeran itu menggunakan telapak tangannya. Wanita itu juga menggelengkan kepala, agar pangeran Zhang Liang tidak mengeluarkan suara apapun.
Sedangkan Kaisar Zhang Wei saat ini mulai mengambil sebuah kertas yang terisi dengan sebuah tulisan kuno mirip dengan mantra. Tak lama kemudian, dia pun menggores tangannya menggunakan ujung pedang yang berada di pinggangnya, darah dari kaisar Zhang Wei menetes sedikit demi sedikit ke dalam kertas itu hingga akhirnya menutup seluruh permukaan tulisan.
Kaisar Zhang Wei segera saja menempelkan kertas itu pada wajah gadis yang masih terlelap di dalam peti mati, dia bahkan mengucapkan sebuah mantra pemanggilan, yang membuat Pangeran Zhang Liang langsung membelalakkan mata tak percaya.
Tulisan mantra itu kembali muncul, namun kini warnanya kembali berubah menjadi merah. Tak lama sebuah cahaya keperakan keluar dari dahi gadis itu, sehingga Kaisar Zhang Wei dengan sangat cepat langsung menutup kembali peti itu.
__ADS_1
Dia pun melirik ke arah putranya dan segera mengucapkan sebuah kalimat, dengan sangat tegas. "Kita harus segera pergi menuju ke kaisaran jiahu dan membawa peti ini, pastikan kau menyiapkan pasukan dengan jumlah yang cukup besar! Jangan sampai kepergian kita membuat orang-orang berbondong-bondong untuk merampok."
Pangeran Zhang Liang langsung menganggukkan kepalanya, tak lama kemudian pemuda itu pun segera keluar dari tempat itu dan mengumpulkan para prajurit. Dia segera memberitahukan mereka tentang rencananya untuk mengunjungi kekaisaran jiahu, bahkan saat ini sebuah pasukan besar dipersiapkan untuk mengiringi kepergian mereka.