Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 163


__ADS_3

Bruk...


Xuan Jian tiba-tiba saja menjatuhkan tubuhnya di hadapan Kaisar Zhang Wei, dia tidak ingin bertukar tempat dengan jiwa asing itu. Walau bagaimanapun saat ini dirinya ingin merasakan kasih sayang dan juga kebahagiaan, yang selama ini telah dirasakan Xuan Jian yang palsu.


Kaisar Zhang Wei hanya mengerutkan dahi melihat kelakuan gadis yang saat ini berada di hadapannya, dia tak menyangka jika Xuan Jian bahkan bersedia untuk menjatuhkan dirinya, hanya untuk sebuah ketidakpastian.


Padahal sejak tadi dirinya masih belum mengungkapkan rencana yang akan segera dijalankan, sebagai ritual pemanggilan. Namun gadis itu telah salah paham dan berpikir bahwa saat ini Kaisar Zhang Wei akan mengirimnya ke dalam cermin itu, dan menarik jiwa asing yang berada di dalamnya untuk kembali memasuki tubuh fana milik putri Xuan Jian.


"Apa yang kau lakukan, tuan putri?" tanya Kaisar Zhang Wei.


"Yang mulia, izinkan Xuan Jian tetap hidup dan tinggal bersama seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu. Xuan Jian ingin merasakan kebahagiaan, seperti yang dia rasakan selama ini. Tolong jangan kirim Xuan Jian kembali ke dalam cermin itu." mohonnya dengan wajah yang menunjukkan ketakutan sekaligus kesedihan yang mendalam.


Kaisar Zhang Wei hanya menggelengkan kepalanya, gadis kecil itu terlalu banyak berpikir, sehingga dia lupa bahwa saat ini ada sebuah jiwa yang membutuhkan penyelamatan lebih cepat. Kalau sampai mereka mengulur waktu terlalu lama, bisa saja jiwa gadis itu akan hilang untuk selamanya.


"Berdirilah, tuan putri. Zhen tidak berniat untuk mengirimkanmu ke dalam cermin itu, saat ini zhen hanya berpikir bagaimana cara untuk mengeluarkan gadis yang berada di dalam cermin, agar bisa kembali hidup berdampingan dengan semua anggota keluarga istana kekaisaran jiahu." jawab kaisar Zhang Wei Seraya melangkahkan kakinya mengikuti langkah Kaisar Wei Huang menuju ruang kerjanya.


Sedangkan pangeran Zhang Liang hanya berdiri sambil menatap ke arah cermin, tatapannya menunjukkan perasaan rindu yang mendalam, betapa dia merindukan gadis kecilnya, meskipun saat ini ada seseorang yang berada di sisinya, namun dia tidak mengharapkan sama sekali. Jian'er bukanlah Xuan Jian, melainkan gadis yang berada di dalam cermin kehidupan.

__ADS_1


Putri Xuan Jian hanya bisa menatap nanar ke arah pemuda itu, betapa miris nasibnya saat ini, dia merindukan seorang yang sama sekali tidak pernah menganggap keberadaannya. Bahkan selama ini dia telah berusaha keras untuk bisa mengambil alih kembali tubuhnya, hanya demi bisa berdampingan hidup dengan pangeran Zhang Liang yang telah membuatnya jatuh cinta.


Hanya berselang satu kali pembakaran hio, akhirnya Kaisar Wei Huang dan Kaisar Zhang Wei telah kembali menginjakkan kaki mereka di paviliun anggrek, para prajurit di belakang terlihat mendorong sebuah peti besar yang sangat mewah, sehingga membuat semua orang yang hadir bertanya-tanya.


Apa yang sebenarnya dibawa oleh para prajurit itu? Namun karena saat ini ritual pemanggilan akan segera dilaksanakan, seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu diharuskan untuk keluar dari kamar itu.


Kaisar Wei Huang dan Kaisar Zhang Wei saat ini berdiri berhadapan, di tengah-tengah mereka peti itu sengaja dibuka, hingga akhirnya membuat mata Kaisar Wei Huang langsung membulat tak percaya, dari mana Kaisar Zhang Wei bisa mendapatkan tubuh gadis cantik itu? Dia benar-benar sangat mirip, bahkan bisa dikatakan persis dengan gadis yang saat ini berada di dalam cermin.


Namun demi untuk segera menyelesaikan ritual pemanggilan, Kaisar Wei Huang pun tetap bungkam. Dia tidak menggerakkan bibirnya sama sekali dan menunggu apa yang saat ini akan dilakukan oleh kaisar Zhang Wei terhadap tubuh yang berada di dalam peti dan juga jiwa yang berada di dalam cermin.


Kaisar Zhang Wei mengambil beberapa kertas yang sengaja dia tulis dengan berbagai macam mantra menggunakan darahnya sendiri, dia sengaja melukai tangannya agar bisa membuat huruf-huruf kaligrafi menyala, pertanda ritual akan segera dilaksanakan.


Kaisar Zhang Wei mengirimkan sinyal kepada jiwa gadis tersebut, mengajaknya untuk memasuki tubuh manusia dan menemukan kebebasan yang lama ia rindukan. Dalam kesendiriannya, jiwa gadis itu menerima tawaran itu dan dengan izin yang kuat, memasuki tubuh Kaisar Zhang Wei.


Dengan demikian, gadis itu mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup. Tubuh kaisar memberinya kemampuan dan kehidupan yang baru, sementara jiwa gadis itu memberikan sentuhan kelembutan dan kehangatan dalam jiwa yang tegas dan berkuasa.


Namun, tidak ada kekuatan magis yang bisa bertahan selamanya. Lama kelamaan, penggabungan jiwa itu menjadi semakin tidak stabil. Kaisar Zhang Wei merasakan kekuatan dan identitasnya mulai luntur, dan gadis itu merasakan panggilan yang kuat dari tubuh yang saat ini berada didalam peti.

__ADS_1


Pada akhirnya, Kaisar Zhang Wei memutuskan untuk melepaskan jiwa gadis itu dari tubuhnya dengan harapan agar kembali ke peti dan menemukan kebahagiaan.


Dengan menggunakan mantra pemisahan yang sama kuatnya, kaisar melepaskan jiwa gadis itu dengan lembut dan mengizinkannya kembali ke dalam tubuh baru yang akan dihuninya.


Booom...


Tiba-tiba saja peti itu meledak dan menghasilkan kepulan asap hitam yang pekat, membuat Kaisar Wei Huang dan juga Kaisar Zhang Wei harus menjaga fokus ke arah tubuh gadis yang berada di dalam peti yang meledak itu.


Tak lama sebuah cahaya dengan warna yang sangat terang muncul, mengikuti tubuh gadis yang pelan-pelan terangkat, sinarnya benar-benar menyilaukan mata, membuat Kaisar Zhang Wei dan Kaisar Wei Huang harus menutup mata mereka menggunakan telapak tangannya.


Gadis itu saat ini berdiri di tengah-tengah, antara puing-puing peti yang meledak. Kakinya masih belum menapak di atas lantai, namun gerakannya terlihat begitu ringan dan luwes membuat siapapun yang melihatnya, pasti mengira jika saat ini ada seorang dewi yang tengah berdiri di hadapan mereka.


Perlahan-lahan gadis itu membuka matanya, menunjukkan iris berwarna biru laut yang sangat indah, rambutnya yang berwarna keperakan mulai meliuk-liuk terkena angin. Pakaiannya yang putih bersih, membuat penampilan gadis itu semakin menawan.


Kaisar Zang Wei saling melirik dengan Kaisar Wei Huang, kepuasan nampak di wajah kedua penguasa kekaisaran itu. Saat ini ritual pemanggilan jiwa telah selesai dilaksanakan, dan gadis itu telah kembali hidup dengan wadah yang baru.


Dia terlihat semakin memukau, membuat Kaisar Wei Huang menitikan sebutir bening dari matanya. Betapa dia merindukan gadis kecilnya itu, meskipun saat ini dia menggunakan penampilan fisik dan wajah yang berbeda, namun kasih sayang dari Kaisar Wei Huang sama sekali tak pernah tergantikan.

__ADS_1


"Selamat datang kembali, putriku." ucap kaisar Wei Huang seraya merentangkan kedua tangannya. Gadis itu pun segera menyambut Kaisar Wei Huang dengan sebuah gerakan kecil dari sudut bibirnya, dia berlari dengan sangat cepat dan langsung menabrakkan dirinya pada tubuh Kaisar Wei Huang yang kekar. Kerinduan telah terobati, Kaisar Wei Huang mendapatkan putrinya kembali.


Krieeeett...


__ADS_2