Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 90


__ADS_3

Ehem...


Terdengar suara Kaisar Tian Wo berdehem, sepertinya pria nomor satu di kekaisaran longzhu itu baru saja menyaksikan sebuah aksi laga yang memukau dari calon menantunya, hingga membuat pria paruh baya itu membelalakkan mata tak percaya.


Dia yang selama ini telah menjadi seorang kaisar, namun baru kali ini bisa menyaksikan sendiri aksi heroik yang dilakukan oleh Xuan Jian. Bahkan dia begitu terkagum-kagum dengan gadis kecil itu, pantas saja jika putra keduanya pernah memaksa untuk bisa dijodohkan dengan putri dari Kaisar Wei Huang, nyatanya saat ini dia juga mengakui bahwa Xuan Jian adalah seorang gadis yang sangat langka, bahkan di seluruh daratan tidak mungkin ada yang bisa menyamainya.


Tak hanya memiliki paras wajah yang sangat cantik, bentuk tubuh yang mungil dan juga sangat indah, dia juga dilengkapi dengan kemampuan olah tubuh yang sangat mumpuni, sehingga membuat siapapun harus berpikir ulang untuk bisa berurusan dengan gadis kecil itu.


Jika suatu hari nanti Xuan Jian bisa menjadi seorang permaisuri kekaisaran, sudah dipastikan bahwa seluruh wilayah kekaisaran longzu pasti akan sangat makmur, terlebih tidak akan ada satu orang pun yang berani memberontak terhadap kekuasaannya, setelah mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh gadis kecil itu.


Seandainya saja permaisuri putra mahkota bisa menjadi gadis yang kuat dan hebat seperti Xuan Jian, sudah bisa dipastikan bahwa masa depan kekaisaran longzu akan semakin cerah.


Sepertinya saat ini Kaisar Tian Wo harus mulai memikirkan kembali, pengangkatan calon Kaisar pengganti dirinya kelak, mengingat permaisuri dari putra mahkotanya itu merupakan seorang wanita yang sangat boros dan juga penuh tipu daya.


"Jebloskan Perdana Menteri Shen ke dalam penjara bawah tanah, dan pastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa mengunjunginya." ucap Kaisar Tian Wo dengan sangat berwibawa.


Para prajurit pun segera mencengkram kedua pergelangan tangan milik mantan Perdana Menteri kekaisaran longzu itu, kemudian segera menyeretnya menuju penjara bawah tanah.


Meskipun pria tua itu terlihat terus saja memberontak, namun para prajurit tidak kunjung melepaskannya. Mereka malah semakin mempererat cengkraman di tangan mantan Perdana Menteri itu, agar tidak terlepas.


Hal itu tentu saja membuat Xuan Jian tersenyum tipis, sepertinya calon mertuanya itu cukup bijaksana dalam memutuskan sesuatu hal.


Tiba-tiba saja beberapa orang prajurit yang menjaga gerbang istana kekaisaran berlarian menuju ke aula pesta dan segera melapor kepada kaisar Tian Wo, sepertinya saat ini ada sesuatu hal yang sangat darurat sehingga membuat para prajurit itu lancang membuka pintu dengan sangat kencang dan langsung berlari ke arah sang Kaisar.

__ADS_1


"Mohon maafkan kelancangan hamba yang mulia, saat ini ada sebuah berita buruk yang harus hamba sampaikan kepada yang mulia." ucap prajurit itu seraya membungkukkan badannya, memberikan hormat kepada kaisar Tian Wo.


Mendengar hal itu tentu saja membuat sang Kaisar langsung mengerutkan dahinya, kemudian pria paruh baya itu pun segera bertanya kepada prajurit yang melapor padanya.


"katakan!"ucap sang kaisar.


"Mohon maafkan hamba yang tidak becus menjaga pintu gerbang istana kekaisaran, saat ini seluruh anggota keluarga bangsawan Zhang berada di luar gerbang dan mencoba untuk menyusup ke dalam istana agar bisa bertemu dengan yang mulia." ucap prajurit itu.


Kaisar Tian Wo terlihat mengerutkan dahinya, sebenarnya beberapa waktu yang lalu dia juga mengundang keluarga bangsawan Zhang untuk hadir di acara ulang tahunnya, hanya saja entah apa yang terjadi dengan keluarga itu, sehingga mereka berhalangan hadir.


Kaisar Tian Wo segera mengibaskan lengan hanfunya, kemudian dia pun memerintahkan kepada prajurit itu agar segera mempersilahkan bangsawan Zhang untuk menghadap.


Prajurit yang telah mendapatkan perintah itu pun segera berlari kembali menuju ke pintu gerbang, untuk memberitahukan keluarga dari bangsawan Zhang jika kunjungan mereka telah diterima oleh kaisar Tian Wo.


Hanya selang beberapa saat saja, akhirnya sebuah gerombolan memasuki aula pesta kekaisaran longzu, terlihat tuan muda Zhang Ye saat ini menunduk dengan wajah yang memerah, sedangkan bangsawan Zhang menunjukkan kekesalan di wajahnya.


"Katakan!" ucap Kaisar Tian Wo dengan suara yang datar dan juga dingin.


Bangsawan yang segera melirik ke arah pangeran kedua dengan penuh aura permusuhan, Sepertinya dia tengah merasa kesal atas perlakuan para prajurit suruhan pangeran kedua yang telah berani mengobrak-abrik seluruh kediaman keluarga dan merampok seluruh harta benda milik mereka.


Bruk...


Bangsawan Zhang segera menjatuhkan dirinya di hadapan sang Kaisar, kemudian pria tua itu pun segera menyampaikan unek-unek yang saat ini berada di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mohon berikan keadilan untuk hamba beserta keluarga, yang mulia. Saat ini ada sekitar 200 orang prajurit kekaisaran yang telah mendapatkan perintah dari pangeran kedua, untuk mengosongkan seluruh harta benda milik keluarga kami, tanpa ada masalah dan juga sebab yang jelas." ucap bangsawan Zhang sambil mengucurkan air mata.


Sedangkan Xuan Jian yang melihat hal itu, hanya mencibir kelakuan dari si pria tua. Sepertinya dia sangat bosan dengan drama-drama yang tidak penting, apalagi nampak dari sudut mata Xuan Jian, jika saat ini bangsawan Zhang tengah menyunggingkan seringaian sinis terhadap pangeran kedua.


Mendengar laporan dari bangsawan Znang, Kaisar Tian Wo segera melirik ke arah putra keduanya, sepertinya saat ini dia tengah meminta penjelasan dari sang pangeran. Namun belum sempat pangeran kedua mengucapkan perkataannya. Tiba-tiba saja...


Bruk...


Tuan muda Zhang Ye langsung ikut berlutut di hadapan sang Kaisar, seraya menunjukkan tangannya yang patah.


"Mohon yang mulia memberikan keadilan kepada tuan muda ini, saat ini tangan kanan milik tuan muda ini telah patah, akibat dari perbuatan salah seorang prajurit kekaisaran jiahu yang kurang ajar. Mereka sengaja membuat tuan muda ini menjadi cacat karena merasa iri, atas kemuliaan yang tuan muda ini miliki." ucap tuan muda Zhang Ye dengan tidak tahu malu seraya menundukkan wajahnya.


Sepertinya ayah dan anak ini sangat pandai dalam bersandiwara, mereka bahkan tidak melirik ke sekeliling sehingga membuat Xuan Jian langsung tertawa terbahak-bahak.


Semua orang yang berada di aula pesta itu pun segera melirik ke arah putri dari Kaisar Wei Huang itu, sepertinya saat ini mereka tengah bertanya-tanya, hal apakah yang membuat sang putri dari kekaisaran jiahu itu gembira.


Padahal di hadapan mereka saat ini tuan muda Zhang Ye tengah meminta keadilan kepada kaisar Tian Wo.


Permaisuri Chu Rong Xie segera mendelik ke arah Xuan Jian, sepertinya wanita nomor satu di kekaisaran longzu itu benar-benar sangat tidak menyukai sikap dari Xuan Jian yang tidak memberikan muka sama sekali kepada kaisar Tian Wo, padahal saat ini tengah banyak sekali tamu yang berada di dalam aula pesta itu.


Pangeran kedua hanya bisa menatap pasangan ayah dan anak itu dengan sangat dingin, dia benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan tuan muda Zhang Ye yang tengah melemparkan kesalahannya terhadap orang lain.


"Apa yang kau pikirkan, Tuan Putri Xuan Jian? Apa kau tidak melihat jika saat ini di dalam aula pesta tengah banyak sekali tamu dan kau tertawa dengan begitu lepas seolah tengah berada di dalam hutan." cibir permaisuri Chu Rong Xie sambil tersenyum sinis ke arah calon menantunya itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari sang permaisuri, Xuan Jian pun segera melirik, kemudian dia kembali tertawa dengan sangat lepas.


"Aku hanya merasa heran dengan manusia-manusia yang selalu menggunakan topeng, mereka bahkan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang diperbuatnya sendiri." ucap Xuan Jian membuat semua orang bertanya-tanya, kesalahan apakah sebenarnya yang telah dibuat oleh Tuan Muda Zhang Ye sehingga membuat pangeran kedua sangat marah, hingga akhirnya memberikan hukuman yang sangat berat?


__ADS_2