
Xuan Jian hanya bisa meringis saat mendapatkan jeweran di telinganya. Gadis itu sama sekali tidak berniat untuk melawan, dia membiarkan sang Ibu yaitu selir Xuan Yang melakukan apapun yang dia sukai, meskipun saat ini dia merasakan sedikit kesakitan, namun baginya melihat sang ibu tersenyum ceria adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.
Hingga apapun itu, jika bisa membuat selir Xuan Yang menikmati hidupnya dengan penuh kebahagiaan, maka Xuan Jian bersedia untuk melakukannya.
"Berani sekali kau meninggalkan istana tanpa memberitahu siapapun, Jian'er! Sepertinya ibu harus lebih tegas lagi padamu mulai saat ini. Kau harus mendapatkan hukuman, atas kesalahan yang telah kau buat." ucap selir Xuan Yang sambil mendelikkan matanya.
Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang yang melihat hal itu, bergegas lari menuju Xuan Jian, keduanya langsung menyodorkan kepala ke arah selir Xuan Yang agar mendapatkan hukuman yang sama, kepergian Xuan Jian dari istana kekaisaran adalah akibat dari kelalaian mereka.
Jika saja keduanya tidak terburu-buru melakukan sesuatu, mungkin Xuan Jian tidak akan nekat pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu, kepada seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.
"Jian'er tidak bersalah Ibu selir, kamilah yang bersalah, kami berhak mendapatkan hukuman yang lebih besar dibandingkan dia." ucap Qing Yuan memohon di hadapan selir Xuan Yang.
Sedangkan Pangeran Zhang Liang langsung berdehem, kemudian segera menyampaikan permohonannya. "Ibu selir, Jian'er adalah tanggung jawabku, jika terjadi apa-apa terhadapnya, sudah sepatutnya jika Ibu selir menyalahkan pangeran ini. Mohon berikan hukuman yang besar untuk ku agar di masa depan bisa lebih menjaga putri Ibu selir dengan lebih baik."
Melihat tindakan yang dilakukan oleh kedua orang pemuda itu, semua orang langsung melengkungkan senyuman tipis, sepertinya saat ini Xuan Jian bukan hanya memiliki satu orang pelindung, namun dua orang pemuda yang siap mati untuknya.
Jika yang satu berstatus sebagai saudara laki-lakinya, sedangkan satunya lagi adalah calon tunangan sekaligus calon suami yang telah disepakati oleh seluruh anggota keluarga istana kekaisaran. Bahkan saat ini kedua keluarga besar telah bersepakat untuk melakukan pertunangan antara Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang dalam 3 bulan kedepan dan akan dilaksanakan di kekaisaran tianzu.
Kaisar Wei Huang yang melihat hal itu langsung berjalan mendekat ke arah selir Xuan Yang, dia pun segera meminta agar selirnya itu segera melepaskan Xuan Jian, walau bagaimanapun saat ini, hal itu dilihat oleh banyak orang sehingga mungkin saja putri kecilnya itu akan merasa sangat malu.
Namun berbeda dengan Xuan Jian, gadis itu berpikir bahwa apapun yang dilakukan oleh sang ibu adalah bentuk kasih sayangnya, terlebih selama ini selir Xuan Yang hanya memiliki putri Xuan Jian seorang dalam hidupnya selama 10 tahun terakhir.
"Selir Xuan Yang, lepaskan Putri Xuan Jian, kasihan dia... Jikka kau ingin menghukum seseorang, maka hukum saja zhen." ucap sang Kaisar.
__ADS_1
Semua orang langsung membelalakkan matanya, mereka tak menyangka jika pria nomor satu di kekaisaran jiahu itu akan melakukan hal yang sangat tidak masuk akal, walau bagaimanapun dirinya adalah seorang penguasa kekaisaran, namun demi membela sang putri kecilnya itu, dia bahkan rela telinganya dijewer oleh sang selir.
Selir Xuan Yang melirik ke arah Kaisar Wei Huang, tatapannya menyiratkan rasa tidak suka atas ucapan dari Sang Penguasa itu, tentu saja dia melakukan hal itu untuk membuat Xuan Jian lebih disiplin lagi, namun ternyata ketiga orang pria yang berada di sana malah membela kelakuan putri kecilnya yang kelewat barbar itu.
Padahal selir Xuan Yang hanya ingin melihat putrinya itu menjadi sosok seorang gadis yang lugu dan juga penuh kasih sayang, tak seperti yang saat ini, Xuan Jian bahkan terlihat seperti seorang anak laki-laki dibandingkan dengan gadis kecil.
"Haiss.. Sudahlah." ucap selir Xuan Yang seraya melepaskan jepitan tangannya dari telinga Xuan Jian.
Dia hanya bisa menarik nafas pasrah melihat ke posesifan yang ditunjukkan oleh ketiga orang pria itu, sepertinya mulai saat ini dia harus lebih hati-hati lagi jika ingin menghukum Xuan Jian, karena ketiga orang pria berbeda usia yang saat ini berdiri di hadapannya, sudah pasti akan membela putri kecilnya itu mati-matian, apapun yang telah dilakukannya.
Akhirnya mereka pun segera melangkahkan kaki menuju kereta istana kekaisaran, saat ini semua orang harus segera kembali, karena hari sudah menjelang petang.
Namun sebelum Kaisar Wei Huang melangkahkan kakinya, dia berbalik ke arah para prajurit dan langsung memberikan sebuah perintah dengan sangat mutlak.
"Bawa 5000 orang prajurit menuju kekaisaran longzhu dan pastikan bahwa seluruh keluarga Chu menghilang dari muka bumi ini, zhen tidak ingin mendengar berita kegagalan dari kalian semua."
Kaisar Wei Huang yang melihat hal itu sama sekali tidak merespon apapun, dia telah mengetahui tindakan yang dilakukan oleh salah seorang jenderalnya, yang tidak mungkin membiarkan para prajurit itu pergi bersendirian.
Setidaknya harus ada salah seorang jenderal yang menemani mereka, agar bisa mengkoordinasi seluruh serangan yang akan dibuat untuk menghancurkan seluruh keluarga Chu hingga ke akar-akarnya.
Akhirnya semua orang pun mulai meninggalkan bukit itu dan segera menuju tempatnya masing-masing, seluruh anggota keluarga istana kekaisaran telah menaiki kereta mewah milik istana kekaisaran jiahu untuk kembali menuju tempat tinggal mereka.
Sedangkan para prajurit saat ini bergegas menunggangi kuda dan bergerak dengan sangat cepat menuju kekaisaran longzu, mengingat perjalanan menuju ke tempat itu lumayan jauh, sehingga membutuhkan lebih banyak stamina dan juga persiapan yang sangat matang.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan, semua orang yang berada di dalam kereta mewah milik istana kekaisaran jiahu nampak terdiam, tidak ada satu orang pun yang berani membuka suara, terlebih saat ini di kereta pertama terlihat Kaisar Wei Huang beserta ketiga orang selirnya dan juga Xuan Jian tengah duduk dengan santai.
Sedangkan Qing Yuan terlihat memejamkan matanya, menikmati kedamaian yang baru saja diperolehnya, setelah tadi selir Xuan Yang nampak sedikit tersinggung dengan tindakan yang dilakukan oleh ketiga orang pria yang tiba-tiba saja menjadi pelindung bagi putri kecilnya.
Bahkan Kaisar Wei Huang yang dulu sangat membenci Xuan Jian kini berubah menjadi seorang ayah yang begitu peduli terhadap putrinya, bukan hanya melindungi dari orang-orang yang berniat buruk terhadapnya, melainkan benar-benar menjaga agar putrinya itu tidak kembali mendapatkan masalah seperti saat berada di kekaisaran longzhu.
"Apa yang kau fikirkan, Jian'er?" tanya selir Xiao Xia yang merasa begitu penasaran, setelah melihat raut wajah Xuan Jian tiba-tiba saja berubah menjadi muram.
Gadis itu segera melirik ke arah Qing Yuan sambil mengerutkan dahi, tak lama dia pun segera berujar, "Sepertinya kita telah melewatkan sesuatu, bukankah tadi seharusnya kita tidak meninggalkan jejak di sana? Akan sangat buruk akibatnya, jika ada orang yang melihat para prajurit yang mati, mengingat mereka menggunakan pakaian seragam prajurit kekaisaran longzhu.
Qing Yuan melirik ke arahnya, "Aku sudah memerintahkan para prajurit untuk menyingkirkan mayat dari orang-orang itu, tidak akan ada masalah di kemudian hari, kecuali jika mereka memang menginginkan peperangan dengan kekaisaran jiahu, pangeran ini dengan senang hati akan melayaninya."
.
.
.
Brak!
Sebuah meja tiba-tiba saja melayang akibat terkena hantaman tangan seorang pemuda, yang saat ini terlihat berwajah buruk. Dia benar-benar sangat kesal setelah mendengar berita yang dibawa oleh mata-matanya, betapa tidak? Dia bahkan telah mengeluarkan begitu banyak harta berharga miliknya dan juga seluruh peninggalan dari sang ibu, namun ternyata tak mampu membuat seorang gadis kecil yang merupakan putri dari Kaisar Wei Huang itu celaka.
Jangankan mati, bahkan gadis itu saat ini masih bisa menghirup nafas dengan sangat tenang, sedangkan dirinya hanya bisa meratapi nasib setelah melihat kematian sang ibu di tangan algojo kekaisaran longzhu.
__ADS_1
Apalagi saat ini Kaisar Tian Wo benar-benar telah membuang dirinya, dia tak hanya kehilangan nama baik dan juga marga namun saat ini telah kehilangan harga dirinya. Bahkan rakyat jelata sekalipun sama sekali tidak pernah memandangnya, mereka malah menganggap dirinya sebagai seorang pemuda pembawa masalah.
"Kumpulkan lebih banyak pasukan! Jangan sampai prajurit dari kekaisaran jiahu berhasil menyelesaikan misi mereka!" ucapnya sambil melemparkan satu buah kantung yang berisi koin emas kepada orang yang saat ini tengah membungkuk hormat di hadapannya.