
Xuan Jian langsung melirik ke arah pria yang mengajukan pertanyaan kepadanya, namun tak menyurutkan kewaspadaan gadis itu terhadap serangan dari orang-orang berpakaian hitam. Bahkan saat ini dia terlihat menjentikkan jarinya, sehingga para prajurit kekaisaran pun segera melakukan penyerangan besar-besaran terhadap ke-500 orang pria berpakaian hitam.
Sementara Xuan Jian berusaha untuk menarik tubuh pemuda yang memiliki wajah sangat mirip dengan Kaisar Wei Huang, meskipun hingga saat ini gadis itu masih belum bisa memaafkan kesalahan yang dibuat oleh orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu, nyatanya dia pun tidak akan membiarkan saudara satu ayahnya itu mati begitu saja di tangan pria-pria berpakaian hitam.
Terlebih dia juga menyadari bahwa pemuda itu jauh lebih menderita daripada dirinya, yang masih bisa tetap tinggal bersama sang ibu, sedangkan pemuda itu harus menjalani hidupnya dengan susah payah karena jauh dari kedua orang tua.
Qing Yuan melirik ke arah gadis yang saat ini menolongnya, meski di dalam hati dia pun bertanya-tanya tentang identitas gadis kecil yang berusia sama seperti dirinya, namun dia tak banyak bicara dan bergegas membantu gadis itu melepaskan ikatan tangan dan juga kakinya.
"Siapa kau?" tanya Qing Yuan.
"Jangan banyak bicara! Saat ini semua orang berusaha untuk bisa menyelamatkanmu, lebih baik kau pergi dari tempat ini dan segera mencari tempat bersembunyi." jawab Xuan Jian.
Qing Yuan mengerutkan dahinya, sepertinya gadis yang berada di hadapannya saat ini belum mengetahui, jika dia juga memiliki kemampuan untuk bertarung. Hanya saja pria-pria berpakaian hitam itu menculiknya saat dirinya tengah tertidur dengan menggunakan obat bius, sehingga membuat Qing Yuan akhirnya tertangkap.
Beberapa orang pria berpakaian hitam terlihat berlari menuju ke arah Xuan Jian dan juga Qing Yuan, mereka mulai mengangkat pedang dan berusaha untuk melukai kedua anak Kaisar Wei Huang itu. Namun ternyata Qing Yuan dengan sangat cepat, segera menggerakkan kakinya untuk memberikan tendangan, bahkan dia tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada pria-pria berpakaian hitam itu.
Tanpa ragu-ragu Qing Yuan menunjukkan kemampuannya di hadapan Xuan Jian dan semua orang, dia dengan begitu cekatan membunuh satu persatu pria berpakaian hitam yang telah berusaha untuk mencelakai dirinya dan juga Xuan Jian, bahkan saat ini Xuan Jian pun terlihat membelalakkan matanya, dia tak menyangka jika pemuda yang ditolongnya ternyata memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Awalnya dia berpikir mungkin saja Qing Yuan adalah seorang pemuda lemah yang tidak pernah belajar ilmu bela diri. namun saat dia melihat gerakan yang dilakukan oleh pemuda itu membuat Xuan Jian sangat yakin bahwa Qing Yuan adalah seorang petarung yang sangat tangguh dan juga hebat.
Itu artinya pria-pria berpakaian hitam itu telah membuat trik licik untuk bisa menangkapnya. Saat ini Xuan Jian bahkan hampir tak percaya, Qing Yuan dikeroyok oleh beberapa orang pria berpakaian hitam, namun hal itu tak membuat dia mundur, bahkan dengan sangat cepat Qing Yuan mengambil salah satu pedang milik dari pria berpakaian hitam itu dan langsung melakukan kibasan yang sangat kuat.
Bilah pedang itu pun langsung melayang begitu saja dan membabat pria-pria berpakaian hitam dalam sekali serang.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Kaisar Wei Huang hampir saja tak percaya, saat ini dia baru saja melihat kemampuan yang dimiliki oleh putra mahkotanya yang terbuang. meskipun secara fisik pemuda itu memiliki kekurangan, namun tidak mengurangi sedikitpun kelincahan dan juga kekejamannya.
Dia benar-benar sangat mirip dengan Kaisar Wei Huang, bahkan saat membunuh musuh pun tanpa mengedipkan matanya, hingga membuat para prajurit semakin bersemangat untuk terus berjuang melawan pria-pria berpakaian hitam itu.
Bahkan Xuan Jian pun saat ini telah mengambil salah satu pedang milik dari pria berpakaian hitam, dia langsung berlari ke arah Qing Yuan dan mencoba untuk membuat serangan pada pria-pria berpakaian hitam, sepertinya gadis itu telah menemukan alasan untuk bertarung, bukan untuk mendapatkan pujian atau ingin terlihat lebih dibandingkan dengan Qing Yuan, tapi untuk menunjukkan ketajaman dan juga kekejamannya yang tidak jauh berbeda daripada putra mahkota terbuang itu.
__ADS_1
Qing Yuan menatap tak percaya ke arah Xuan Jian yang saat ini terlihat seperti seorang Dewi kematian, bahkan gadis kecil itu dengan santainya memenggal kepala pria-pria berpakaian hitam itu dengan beringas.
Lapangan kekaisaran pun akhirnya dipenuhi dengan kepala kepala pria berpakaian hitam, Xuan Jian begitu menikmati pertarungan atau lebih tepatnya pembantaian secara sepihak, bahkan kini pria-pria berpakaian hitam itu berusaha untuk menghindari serangan-serangan yang dilancarkan oleh Xuan Jian dan juga Qing Yuan.
Mereka sepertinya baru menyadari jika putra-putri Kaisar Wei Huang merupakan orang-orang yang sangat berbahaya, tak jauh berbeda dari sang ayah, keduanya merupakan mesin pembantai yang tidak memiliki hati nurani dan juga dipenuhi dengan dendam dan kemarahan.
Qing Yuan yang selama ini selalu menahan diri akhirnya mendapatkan pelampiasan kepada pria-pria berpakaian hitam itu, dia yang merasa kecewa karena permaisuri Xue Yi telah menelantarkan sekaligus membuangnya di hutan belantara, akhirnya bisa menuntaskan seluruh sakit hati yang selama ini terus dipendamnya, dengan memberikan kematian yang sangat tragis kepada pria-pria berpakaian hitam.
Sedangkan Xuan Jian yang selama ini kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh kaisar Wei Huang, dia pun melakukan hal yang sama.
Kini semua orang bisa melihat sendiri bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh putra-putri kaisar Wei Huang, siapapun harus berpikir dua kali jika berurusan dengan mereka.
Bahkan guru tua yang sejak tadi hanya duduk di kursinya, saat ini terlihat memelototkan mata, dia memang merasa sangat tertarik dengan Xuan Jian, namun setelah melihat bagaimana Qing Yuan menghancurkan musuh-musuh dengan begitu beringasnya, membuat dia memiliki ketertarikan juga terhadap pemuda itu, sepertinya saat ini guru tua akan segera menjadikan kedua putra-putri dari Kaisar Wei Huang sebagai muridnya.
Akhirnya setelah melewati waktu hingga dua kali pembakaran hio, ke 500 orang pria berpakaian hitam itu pun berhasil dibunuh. Seluruh prajurit terlihat bersorak gembira, sedangkan Xuan Jian dan Qing Yuan saat ini menyunggingkan senyuman cerah, sepertinya keduanya telah kembali mendapatkan ketenangan, setelah berhasil membantai pria-pria berpakaian hitam itu.
Xuan Jian langsung mengajak Qing Yuan untuk menemui Kaisar Wei Huang, saat ini dia ingin agar pemuda itu bisa bertemu dengan ayah kandungnya, sementara dirinya akan segera kembali menuju ke pavilion anggrek, tempat di mana sang ibu berada.
__ADS_1
Kedatangan Xuan Jian dan juga Qing Yuan langsung disambut oleh kaisar Wei Huang, keduanya pun segera diajak menuju aula istana kekaisaran. Saat ini kaisar Wei Huang ingin sekali memeluk keduanya, yang telah berhasil membuat dirinya benar-benar bangga, setelah melihat kemampuan yang diperlihatkannya.