
Akhirnya hari yang dinanti-nantikan oleh semua orang pun datang, tepat di hari ini seluruh keluarga besar dari kekaisaran tianzi yang masih hidup akhirnya melangkahkan kaki di istana kekaisaran jiahu, sesuai dengan perkataan dari Putri Xuan Jian.
Mereka awalnya belum menyadari kedatangan dari para pejabat dan juga Kaisar yang berasal dari kekaisaran lain, namun sesaat mereka pun akhirnya menghentikan langkah, entah apa yang saat ini tengah direncanakan oleh Putri Xuan Jian, sehingga akhirnya mengundang begitu banyak orang untuk hadir di istana kekaisaran.
Karena penasaran, Lin Xiu Ya segera mendekat ke arah salah seorang pelayan, yang memang memiliki tugas untuk menyambut para tamu undangan yang hadir.
"Apakah hari ini ada perayaan di istana, sehingga yang mulia Kaisar mengundang begitu banyak orang?" tanya Lin Xiu Ya.
Pelayan itu pun segera melirik dan melihat Jenderal muda mereka saat ini tengah berdiri dengan sangat tegak di hadapannya, dengan penuh hormat pelayan itu pun segera membungkukkan badannya.
"Salam Jenderal muda, hari ini adalah ulang tahun Putri Xuan Jian dan pangeran Qing Yuan, sekaligus pengesahan kekaisaran tianzi kepada pemilik yang sebelumnya." ucap sang pelayan.
Mendengar hal itu, Lin Xiu Ya langsung menganggukan kepalanya, akhirnya dia mengerti maksud dari Xuan Jian mengundang semua orang untuk datang ke istana kekaisaran, selain untuk merayakan ulang tahunnya, dia juga ingin agar semua orang mengetahui sebuah kenyataan perdamaian, antara kekaisaran tianzi dan juga kekaisaran jiahu.
"Baiklah." ucap Lin Xiu Ya sambil bergerak kembali ke arah keluarganya, kemudian dia pun menyampaikan apa yang tadi diucapkan oleh pelayan itu.
Kaisar Lin Feng langsung menganggukan kepalanya, kemudian mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju aula pesta, yang saat ini akan segera digelar di kekaisaran jiahu.
Kedatangan Kaisar Lin Feng beserta keluarga, langsung disambut oleh beberapa orang pembesar ke kaisaran Jiahu, mereka yang merupakan orang-orang terbaik milik kekaisaran jiahu yang telah dipersiapkan oleh Putri Xuan Jian, untuk membantu kembali membangun kekaisaran tianzi, agar bisa menjadi kuat dan dipandang seperti sebelumnya.
__ADS_1
Kaisar Lin Feng sejenak mengerutkan dahinya, kemudian dia pun segera bertanya maksud dari para pejabat itu menyambut kedatangan mereka.
"Apakah kalian tidak salah menyambut kedatangan kami? tanyanya.
Para pejabat itu pun menggelengkan kepala, sambil tersenyum manis. "Setelah surat perdamaian di tandatangani oleh kedua belah pihak, maka kami akan terikat dengan kekaisaran tianzi. Kami adalah orang-orang kepercayaan Kaisar Wei Huang dan juga Putri Xuan Jian, yang dipersiapkan untuk membantu mengembalikan stabilitas keamanan dan ekonomi dari kekaisaran tianzi, serta membentuk kemakmuran untuk semua rakyatnya."
Mendengar hal itu tentu saja membuat Kaisar Lin Feng hampir saja terkena serangan jantung, dia tak menyangka jika ternyata putri Xuan Jian telah membuat pengaturan sebesar itu, sehingga dirinya tak perlu lagi susah payah mencari orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Karena saat ini ada 10 orang pejabat dari kekaisaran jiahu yang akan segera diberangkatkan menuju kekaisaran tianzi guna membantunya, untuk kembali membangun kekaisaran itu dari awal.
"Zhen benar-benar tak menyangka, ternyata Putri Xuan Jian akan membuat pengaturan sebesar ini." ucap Kaiser Lin Feng sambil menggelengkan kepalanya dengan tak berdaya.
"Tuan Putri tidak pernah mengingkari janjinya, dia akan selalu menaati apa yang telah dia ucapkan, dan berusaha untuk membantu sebisa dia." ucap salah seorang pejabat itu, kemudian segera mempersilahkan untuk seluruh anggota keluarga dari kekaisaran tianzi menempati meja yang telah disediakan oleh kekaisaran jiahu.
Lin Xiu Ya hanya tersenyum tipis mendengar jawaban sang ayah, sejak awal dia memang telah mengetahui sifat dan sikap yang dimiliki oleh Putri Xuan Jian, sehingga dirinya tak perlu merasa takut untuk menjalin kerjasama dengan gadis kecil itu, karena nyatanya Kaisar Wei Huang sendiri pun akan selalu memberikan persetujuannya atas keputusan yang dibuat oleh Xuan Jian.
Akhirnya seluruh tamu kekaisaran pun memasuki ruangan, banyak sekali para pejabat istana dan juga bangsawan yang telah menduduki kursi mereka, bahkan kini beberapa orang Kaisar dari kekaisaran lain nampak telah hadir dan bergabung bersama, dengan tamu undangan yang lainnya.
Pakaian-pakaian yang sangat megah dan juga mewah nampak mengiringi kedatangan dari para anggota istana kekaisaran lain, mereka datang dengan penuh kepercayaan diri seolah menjadi tamu khusus dari kekaisaran jiahu, para pangeran dan juga Putri saat ini mulai melirik ke arah tuan muda dan juga Nona muda, yang telah duduk dengan tenang di kursi mereka.
Senyuman tipis tersungging dari wajah belia pemuda-pemuda tampan dan juga gadis kecil yang cantik itu, mereka benar-benar merasa beruntung karena mendapatkan undangan dari Kaisar Wei Huang, ternyata pemandangan di dalam aula pesta itu benar-benar menyihir mata mereka, sehingga tak bisa untuk berkedip melihat keindahan gadis-gadis dari kekaisaran jiahu.
__ADS_1
Tak lama kemudian sebuah teriakan dari salah seorang prajurit, membuat semua orang yang saat ini telah berada di dalam aula pesta mulai melirik ke arah pintu aula, mereka kemudian berdiri, setelah mendengar kedatangan dari orang yang sejak tadi mereka tunggu.
"Selir Feng Ling, selir Xiao Xia dan selir Xuan Yang memasuki aula."
"Pangeran Qing Yuan dan putri Xuan Jian memasuki aula."
"Yang mulia kaisar Wei Huang memasuki aula." teriakan bersahut-sahutan dari tiga orang prajurit yang memberitahukan kedatangan dari para anggota istana kekaisaran jiahu, membuat semua orang langsung membelakakan mata, saking takjubnya dengan kedatangan tuan rumah yang telah memberikan undangannya untuk mereka.
Ketiga orang selir itu nampak begitu cantik dengan riasan sederhana, namun pakaian yang mereka gunakan sangatlah megah dan juga istimewa. Xuan Jian beserta Pangeran Qing Yuan muncul dengan pakaian yang sederhana, bahkan saat ini tuan putri dari kekaisaran jiahu itu hanya menggunakan satu tusuk rambut, sebagai hiasan.
Dia sama sekali tidak menggunakan perhiasan apapun di tubuhnya, namun tidak menghilangkan kecantikan yang dia miliki, malah dengan penampilan yang sangat sederhana itu berhasil menyihir semua mata, sehingga mereka berdecak kagum dengan kehadirannya.
Kaisar Wei Huang muncul menggunakan pakaian kebesaran seorang Kaisar, dengan jubah berwarna merah bersulam naga yang terbuat dari benang emas, membuat penampilan pria nomor satu di kekaisaran jiahu itu tampak seperti seorang pahlawan dari negeri dongeng.
Ketampanannya sudah tak diragukan lagi, meskipun saat ini sang Kaisar telah memasuki usia 32 tahun, pesonanya tidak pernah meredup, malah semakin lama semakin memabukkan. Bahkan beberapa orang selir para bangsawan tak bisa mengedipkan mata, saking terpananya oleh pesona yang menguar dari tubuh pria nomor satu di kekaisaran jiahu itu.
Mereka seolah telah melihat sesosok Dewa yang muncul di alam nyata, meskipun raut wajah yang dingin dan juga tatapan setajam elang diperlihatkan oleh kaisar Wei Huang, namun tak membuat para wanita itu merasa keberatan untuk menjadi bagian dari hidup sang Kaisar.
Bahkan kini beberapa orang terlihat mulai saling mengedipkan mata, sepertinya sebentar lagi akan segera ada kekacauan, karena satu persatu dari wanita itu sepertinya mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap sosok paling tiran dan kejam di kekaisaran jiahu.
__ADS_1
"Salam kepada yang mulia Kaisar, semoga diberkahi dengan umur yang panjang dan kebahagiaan." ucap semua orang yang hadir di dalam aula istana, seraya membukukan badan di hadapan Kaisar Wei Huang