
Dikekaisaran Jiahu saat ini, semua orang masih terduduk dengan sabar menunggu pangeran Zhang Liang kembali sadar, setelah mendapatkan perawatan dari Xuan Jian, bahkan gadis kecil itu telah memerintahkan kepada semua tabib yang ada untuk tidak menyentuh sedikitpun tubuh pangeran dari kekaisaran bailu itu, dia sepertinya telah mengklaim bahwa pemuda yang saat ini tengah terluka itu adalah miliknya.
Sehingga siapapun tidak boleh mendekatinya, apalagi menyentuh sehelai rambut sekalipun. Permaisuri Ye Hua dan juga Kaisar Zhang Wei saling menatap, keduanya terlihat menyunggingkan senyuman manis, setelah menyaksikan sendiri bagaimana posesifnya Xuan Jian terhadap putra kesayangan mereka.
Sangat jauh berbeda dengan raut wajah Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan, kedua orang pria berbeda usia itu terlihat berwajah kecut saat menyaksikan, bagaimana gadis kecil itu merawat pangeran Zhang Liang dengan sepenuh hati.
Apalagi setelah melihat Xuan Jian yang mengusir seluruh tabib istana kekaisaran, bahkan saat ini hanya Xuan Jian beserta kedua orang pelayannya saja yang boleh melakukan perawatan terhadap Pangeran dari kekaisaran bailu itu.
Kaisar Zhang Wei mengerutkan dahinya saat netranya tanpa sengaja melihat raut wajah Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan yang menghitam, dia bertanya-tanya dalam hati, apa sebenarnya yang membuat kedua orang pria berbeda usia itu terlihat sangat marah? Namun setelah mengikuti arah pandang dari kedua orang pria itu, akhirnya penguasa kekaisaran bailu itu terkekeh pelan, sepertinya saat ini dia baru saja menyadari jika Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan tengah cemburu pada putranya.
Mungkin saja kedua orang pria itu berpikir jika saat ini Zhang Liang telah mengambil hati putri kecil kesayangan mereka, sehingga di masa depan bisa saja Xuan Jian akan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama calon tunangannya itu, dibandingkan dengan ayah dan juga saudara laki-lakinya.
Permaisuri Ye Hua yang melihat kelakuan sang suami ikut memiringkan kepalanya, namun setelah melihat kode yang diberikan oleh kaisar Zhang Wei, membuat wanita nomor satu di kekaisaran bailu itu turut serta menyaksikan kedua orang pria yang saat ini tengah makan cuka, dia benar-benar dibuat sangat takjub dengan kelakuan dari keduanya.
Bahkan ketiga orang selir Kaisar Wei Huang saat ini terlihat menahan tawa, mereka benar-benar merasa sangat lucu melihat raut wajah Kaisar Wei Huang dan juga pangeran Qing Yuan, yang seolah merasa marah karena mainan mereka diambil oleh pangeran Zhang Liang.
Tunggu saja setelah Pangeran Zhang Liang kembali sadar dan sehat seperti sedia kala, pasti akan terjadi keributan di dalam istana kekaisaran jiahu antara ketiga orang pria itu, yang pasti akan memperebutkan Xuan Jian dengan sekuat tenaga.
Bahkan sepertinya saat ini Kaisar Wei Huang dan juga Qing Yuan telah bekerjasama untuk menjauhkan Xuan Jian dari pemuda itu, mereka tentu saja tidak ingin Xuan Jian pergi dari istana kekaisaran jiahu, meskipun saat ini masih ada waktu sekitar 5 tahun lagi, namun tetap saja hal itu membuat mood Kaisar Wei Huang dan juga pangeran Qing Yuan berubah menjafi buruk.
'Kau tidak akan pernah bisa merebut putri Xuan Jian dari tangan zhen, pangeran Zhang Liang. Lihat saja apa yang bisa zhen lakukan untuk membuatmu pergi, huuh..' gumam kaisar Wei Huang dalam hati sambil melirik sinis ke arah pangeran Zhang Liang yang masih terlentang diatas tempat tidur.
'Apa bagusnya pemuda itu? Ciih..! Aku tak akan membiarkan dia mendekati saudaraku, awas saja kau! Pangeran ini pasti akan segera menghajarmu setelah kau sembuh nanti' gumam Qing Yuan sambil mengepalkan tangannya.
Setelah menunggu selama hampir tiga kali pembakaran hio, akhirnya pangeran Zhang Liang pun menggerakkan kelopak matanya, perlahan-lahan pemuda itu membuka mata dan melihat Xuan Jian yang saat ini tertidur sambil duduk di samping pembaringannya.
Jemari gadis kecil itu berada diatas lengan sang pemuda, hingga membuat dia tersenyum penuh arti melihat perlakuan dari Xuan Jian terhadapnya.
Semua orang yang berada di dalam kamar itu pun akhirnya bergerak ke arah peraduan, mereka benar-benar bersyukur karena Pangeran Zhang Liang masih diberikan kesembuhan.
__ADS_1
Berbeda jauh dengan pangeran Qing Yuan dan juga Kaisar Wei Huang, kedua orang pria berbeda usia itu langsung tertawa terbahak-bahak, mereka benar-benar merasa sangat senang hati, karena akhirnya bisa memisahkan Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang.
"Syukurlah kau sudah sadar, sepertinya saudaraku sangat lelah saat ini, akan lebih baik jika aku segera membawanya untuk beristirahat di dalam paviliun anggrek, agar tidak terganggu oleh suara apapun." ucap Qing Yuan seraya beranjak dan mendekat ke arah Xuan Jian.
Namun langkahnya kalah cepat dengan Kaisar Wei Huang yang saat ini langsung membopong tubuh gadis kecilnya itu dan membawanya dari paviliun dimana pangeran Zhang Liang dirawat. Pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu terlihat begitu gembira, sambil menenteng tubuh kecil putrinya itu dan membawanya di dalam pelukan.
Dia sangat senang hati karena akhirnya bisa memisahkan Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang yang sejak tadi terus saja menempel seperti perangko.
Pangeran Zhang Liang memelototkan matanya tak percaya melihat kelakuan kedua orang pria itu, dia tak menyangka jika Kaisar Wei Huang memiliki sisi bodoh, dimana dia sangat takut kehilangan putrinya.
Apalagi Qing Yuan yang saat ini berdecak kesal, karena sang ayah telah berani mendahuluinya untuk mengangkat tubuh mungil Xuan Jian, sehingga membuat pemuda itu berkali-kali menghentakkan kedua kakinya di atas lantai, sambil menggembungkan pipinya.
"Dasar ayah tidak waras! Dia benar-benar tidak memberikan kesempatan untukku membawa Jian'er! Lihat saja kau, aku pasti akan membalasmu." ucap Qing Yuan sambil mengepalkan tangannya.
Semua orang yang berada di dalam kamar itu pun akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan dari kedua orang pria itu, bahkan saat ini Zhang Liang terlihat melengkungkan senyuman tipisnya, dia baru saja mendapatkan tontonan yang sangat menarik, dimana seorang ayah dan seorang kakak telah memperebutkan gadis kecilnya.
"Benar-benar melelahkan." ucapnya sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.
Sedangkan Kaisar Zhang Wei dan juga permaisuri Ye Hua saat ini terkekeh perlahan, sambil menatap wajah lelah putra kesayangannya.
"Sepertinya kau harus bisa menaklukkan kedua orang pria itu terlebih dahulu, sebelum mengambil Putri Xuan Jian untuk menjadi permaisurimu." ucap Kaisar Zhang Wei.
Pangeran Zhang Liang hanya melirik dengan ujung matanya, dia pun mengerti dengan maksud dari perkataan sang ayah, sehingga tidak terlalu banyak mengeluarkan kata-kata.
Sedangkan ketiga orang selir Kaisar Wei Huang saat ini hanya bisa tersenyum kecut, melihat kelakuan kedua orang pria berbeda usia itu.
'Benar-benar sangat memalukan.' pikir mereka.
"Mohon maafkan kelakuan dari yang mulia Kaisar Wei Huang dan juga pangeran Qing Yuan,mereka memang terlalu posesif terhadap Xuan Jian, sehingga tidak akan membiarkan begitu saja putri kesayangan kami itu diambil oleh siapapun." ucap selir Xuan Yang dengan wajah memerah menahan malu.
__ADS_1
"Itu tidak masalah, selir Xuan Yang. Kau tenang saja, putra kesayangan kami pasti akan berhasil membuat Kaisar Wei Huang dan juga pangeran Qing Yuan memberikan restu untuk pertunangan mereka." jawab permaisuri Ye Hua sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Sedangkan Kaisar Wei Huang saat ini telah sampai di paviliun anggrek, dia pun segera meminta kepada para prajurit untuk membuka pintu Paviliun, agar bisa segera memindahkan Xuan Jian yang saat ini tengah tertidur ke tempat tidurnya.
Dia tidak ingin Putri kecilnya itu merasa tidak nyaman, karena terus tertidur dalam pangkuannya. Sementara para prajurit dan pelayan hingga saat ini masih berdiri di depan pintu paviliun, menunggu perintah dari Kaisar Wei Huang yang belum juga keluar dari kamar milik Putri Xuan Jian.
Tap...
Tap...
Tap...
Akhirnya Kaisar Wei Huang pun keluar dari kamar milik Putri Xuan Jian sambil menatap para prajurit dan juga pelayan yang berjaga di luar ruangan itu, sang Kaisar pun memberikan perintah untuk tidak membiarkan siapapun memasuki kamar milik Putri Xuan Jian, dia tidak ingin putri kecilnya itu merasa terganggu oleh apapun juga.
"Ingat! Jangan pernah biarkan siapapun memasuki kamar milik Putri Xuan Jian! Kalian mengerti?" anya Kaisar Wei Huang kepada para pelayan dan juga prajurit itu.
"Mengerti yang mulia." ucap mereka secara bersamaan.
Kaisar Wei Huang pun segera menganggukkan kepala, kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju aula istana, saat ini wajah sang Kaisar kembali sumringah, karena rencananya untuk memisahkan Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang akhirnya berhasil. Paling tidak dia telah mengulur waktu sehingga Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang tidak semakin dekat begitu saja.
"Huuh! Dia ingin merebut putri zhen? Lihat saja, zhen akan membuat mereka semakin jauh." ucap kaisar Wei Huang dengan suara yang sangat pelan sambil menyunggingkan senyuman sinis.
Hatciu...
Hatciu...
Pangeran Zhang Liang tiba-tiba saja bersin, dia menggosok hidungnya hingga memerah, entah siapa orang yang telah berani mengutuknya saat ini? Hingga membuat putra kesayangan dari permaisuri Ye Hua dan kaisar Zhang Wei itu benar-benar sangat kesal.
"Lihat saja! Pangeran ini pasti berhasil membuat putri Xuan Jian jatuh cinta. Ingin menjadi sainganku? Huh! Aku pasti akan menghajar kedua orang pria itu agar tidak mendekati gadis kecilku lagi." gumam pangeran Zhang Liang.
__ADS_1