
Tuan muda Zhang Ye melirik ke arah suara seorang gadis kecil, yang tertangkap oleh indra pendengarannya, matanya terbelalak kaget ketika menyaksikan sendiri, jika saat ini seluruh anggota istana kekaisaran jiahu berada di dalam aula pesta, padahal dirinya telah berharap bahwa sang Kaisar akan segera melakukan tindakan pada keluarga itu, karena telah berani membuat dirinya malu saat berada di sebuah restoran.
Apalagi dengan permintaan dari Putri Xuan Jian terhadap pangeran kedua, yang telah membuat kerugian yang sangat besar untuk seluruh anggota keluarga bangsawan Zhang.
Menyadari perubahan raut wajah sang putra, bangsawan Zhang segera mengikuti arah pandang dari tuan muda Zhang Ye, dia baru saja menyadari jika saat ini di hadapannya Kaisar Wei Huang beserta seluruh keluarga nampak tengah menyilangkan kedua tangan mereka di depan dada.
Pria paruh baya itu pun segera meneguk salivanya dengan susah payah, dia berpikir jika kedatangan anggota keluarga kekaisaran jiahu hanya untuk bersenang-senang, semua orang dari keluarga bangsawan Zhang sepertinya belum menyadari, bahwa kedatangan dari keluarga itu adalah untuk memenuhi undangan yang telah diberikan oleh kaisar Tian Wo.
Pangeran kedua segera menggerakkan tubuhnya, pemuda itu berdiri di hadapan semua orang sambil menetap tajam ke arah bangsawan Zhang dan juga tuan muda Zhang Ye yang saat ini masih menundukkan wajah mereka, di hadapan Kaisar Tian wo.
Sepertinya dia harus segera meluruskan masalah ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak keluarga istana kekaisaran.
"Apa kau berfikir jika pangeran ini melakukan hal itu karena merasa iri? Jika saja kau tidak berbuat ulah dengan mencari masalah di dalam restoran, dengan keluarga besar dari kekaisaran jiahu, maka pangeran ini juga tidak akan memberikan hukuman yang begitu berat."
"Hanya saja kau terlalu sombong, padahal kau hanyalah putra dari seorang bangsawan, namun berani meninggikan suaramu bahkan mengusir seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu." ucap pangeran kedua dengan sangat lantang di hadapan semua orang.
__ADS_1
Mendengar hal itu tentu saja semua orang pun langsung menyorot sinis ke arah bangsawan Zhang dan juga tuan muda Zhang Ye, apalagi mereka juga sangat mengetahui bagaimana perangai dari pemuda itu, yang selalu bertindak sesuka hati dan merasa jika dirinya adalah seorang tuan muda yang patut untuk dimuliakan.
Dia tidak menyadari jika di dalam sebuah istana kekaisaran, masih ada seorang pangeran dan juga putri yang jauh lebih tinggi derajatnya, dibandingkan sekedar seorang tua muda.
Kaisar Tian Wo, melirik ke arah pangeran kedua kemudian meminta agar putranya itu segera menjelaskan maksud dari ucapannya. Pangeran kedua dengan sangat santai, mengumumkan di depan semua orang, kesalahan yang telah diperbuat oleh Tuan Muda Zhang Ye beserta para pengawalnya, yang telah dengan begitu sombongnya mengusir seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu dari dalam sebuah restoran, hanya karena dia ingin makan.
Bahkan beberapa orang prajurit dari kekaisaran jiahu digertak dengan sangat tidak hormat oleh para pengawalnya, sehingga membuat Xuan Jian akhirnya mengambil tindakan dengan melemparkan sepasang sumpit ke arah mata dari salah seorang pengawalnya.
Mendengar penjelasan yang sangat mendetail dari mulut pangeran kedua, membuat semua orang merasa yakin, jika Xuan Jian tidak melakukan kesalahan apapun, bahkan pangeran kedua hanya melakukan hal itu, sebagai bentuk tindakan pencegahan agar di masa depan Tuan Muda Zhang Ye tak lagi bersikap arogan di hadapan orang lain, hanya karena dia merasa sebagai seorang tuan muda yang kaya raya.
Xuan Jian begitu terpesona dengan cara pangeran kedua menyelesaikan permasalahan, dia tak menyangka jika calon tunangannya itu, ternyata akan membelanya di hadapan semua orang, bahkan dirinya yang memang ingin merampok harta milik keluarga bangsawan Zhang, akhirnya dianggap sebagai seorang pahlawan, karena telah berani melakukan tindakan terhadap tuan muda yang arogan itu.
Xuan Jian memiringkan kepalanya sambil tersenyum tipis, sedangkan pangeran kedua hanya menganggukan kepala, sambil sesekali melirik ke arah gadis kecil itu. Apa yang tidak bisa dia lakukan untuk seorang Xuan Jian? bahkan jika harus melawan seluruh dunia saja, dia sanggup melakukannya.
Kaisar Wei Huang menggelengkan kepalanya, dia baru menyadari persamaan diantara pangeran kedua dan juga Putri Xuan Jian, sepertinya mereka memang cocok dan sangat pantas untuk disandingkan.
__ADS_1
Tak hanya pandai meraba hati pasangannya namun juga menutupi kesalahan yang dilakukan olehnya, kemudian menjadikan sebuah alasan, untuk membuat semua orang terkagum atas tindakan yang dilakukan oleh orang yang dicintainya itu.
Qing Yuan sejenak berfikir, entah apa maksud dari pangeran kedua mengatakan hal itu, namun jelas di dalam hati pemuda itu mengagumi cara dari pangeran Tian Li Wei dalam menyelesaikan permasalahan.
Saat ini bahkan semua orang yang hadir di dalam aula pesta itu menganggukkan kepala, sambil menyunggingkan senyuman manis kepada Xuan Jian yang dianggap seorang pahlawan, padahal sebenarnya gadis itu tidaklah seperti yang diucapkan oleh pangeran kedua, dia bahkan memiliki niat untuk merampok seluruh harta benda milik anggota keluarga bangsawan Zhang itu sebagai kompensasi, karena dirinya merasa tersinggung atas tindakan yang dilakukan oleh Tuan Muda Zhang Ye.
Kaisar Wei Huang mengangguk-anggukkan kepalanya, sepertinya orang nomor satu di kekaisaran longzhu itu mengerti dengan tindakan yang dilakukan oleh Putra keduanya, dia juga tidak menyalahkan Xuan Jian yang telah melemparkan sumpit, ke arah pengawal dari tuan muda Zhang Ye.
Mengingat saat ini beberapa orang tamu undangan yang hadir di dalam aula pun turut membenarkan, sikap dan juga tindakan tuan muda Zhang Ye di luaran.
Mereka acap kali dibuat kesal, karena kesombongan dari tuan muda itu yang selalu saja merasa bahwa dirinya adalah yang paling kaya dan berkuasa, di seluruh wilayah kekaisaran longzhu.
Wajah bangsawan Zhang semakin menghitam, dia tak menyangka jika kedatangannya ke dalam aula pesta akan berbalik, membuat nama keluarganya menjadi semakin buruk. Bahkan saat ini dia menjadi bahan cibiran semua orang, karena memiliki seorang putra yang tidak tahu diri dan selalu bertindak sesuka hati.
Sementara permaisuri Chu Rong Xie saat ini diam-diam memandang ke arah Xuan Jian, dia benar-benar sangat tidak menyukai gadis kecil itu, karena ternyata tidak sesuai dengan rumor yang beredar.
__ADS_1
Jika saja dirinya tahu bahwa Xuan Jian merupakan seorang gadis yang sangat cerdas, mungkin dia akan menolak permintaan dari pangeran kedua untuk menjadikannya sebagai pasangan hidupnya, dan lebih memilih untuk menjadikan Xuan Jian sebagai selir keenam dari putra mahkotanya sehingga dia bisa mengatur gadis itu.