
Putri Xuan Jian langsung bangun dari tempat tidurnya, kemudian berlari mengejar pangeran Zhang Liang yang saat ini melangkahkan kakinya menuju ke arah taman, wajah pemuda itu terlihat menghitam, seolah dia tengah memendam kekesalan yang sangat mendalam.
Xuan Jian berlari dengan sangat cepat, seolah dia tak ingin kehilangan Pangeran Zhang Liang. Namun dia juga merasakan sebuah perasaan kecewa, melihat tindakan yang dilakukan oleh pemuda itu, seolah tidak memperdulikannya sama sekali.
Padahal semua orang yang ada di istana kekaisaran jiahu terlihat begitu peduli dan sangat khawatir terhadapnya, namun pemuda itu seolah abai dan tidak memikirkannya sama sekali.
"Pangeran..!" panggil Xuan Jian sambil mendekat ke arah Zhang Liang, yang saat ini duduk di sebuah gazebo kecil yang ada di taman depan istana kekaisaran.
Zhang Liang hanya melirik sekilas, kemudian memalingkan pandangannya ke arah lain. Dia seolah tidak ingin melihat gadis kecil yang selama ini terus saja mengganggu tidurnya.
"Apa yang kau lakukan, Putri Xuan Jian? Bukankah saat ini kau sedang sakit? Akan lebih baik bagimu untuk tetap berada di dalam kamar dan beristirahat yang cukup, mungkin dengan cara itu kau akan segera kembali pulih seperti semula." ucap Pangeran Zhang Liang,meskipun ucapannya terdengar sangat perhatian, namun diucapkan dengan nada yang sangat datar.
Xuan Jian terpaku di tempatnya, mungkinkah jika saat ini pemuda itu telah berpaling pada orang lain, sehingga dia sama sekali tidak menginginkan kehadirannya lagi? Padahal selama ini pemuda itu telah berjuang keras untuk mendapatkan restu dari anggota keluarga istana kekaisaran jiahu.
Hal itu tentu saja membuat Xuan Jian kecewa, dia benar-benar tak percaya jika Pangeran Zhang Liang yang dikenalnya sebagai seorang calon tunangan, akhirnya bersikap demikian.
"Ada apa denganmu, pangeran? Kenapa kau berubah? Apakah saat ini kau tidak menginginkan diriku lagi?" tanya Xuan Jian, wajahnya terlihat sendu, dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Gadis kecil itu saat ini menahan tangis yang hampir saja tumpah dari matanya.
__ADS_1
Pangeran Zhang Liang sama sekali tidak melirik ke arah Xuan Jian, saat ini dia bahkan menarik nafas panjang, seolah-olah baru saja mengeluarkan semua beban yang menumpuk di hatinya.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, tuan putri? Siapa kau sebenarnya dan kenapa harus berpura-pura menjadi seorang Xuan Jian? Orang lain mungkin bisa kau tipu, lain halnya denganku. Aku mengenal dengan baik seperti apa calon tunanganku, meskipun wajah kalian sama tapi aku mengetahui bahwa kau bukanlah Jian'erku. Kau bukan gadis kecilku ataupun calon tunanganku, kau hanyalah orang lain yang serupa dengannya."
Mendengar jawaban yang panjang lebar dari mulut pangeran Zhang Liang, membuat dada Xuan Jian langsung terasa sesak, dia tak menyangka jika pemuda yang saat ini berada di hadapannya akan mengatakan hal yang begitu menyakitkan.
Padahal selama ini dia telah berusaha untuk merebut kembali tubuh yang dimilikinya dari jiwa lain, yang selama ini menghuninya, agar bisa bersanding dengan pangeran Zhang Liang, tapi ternyata perkiraannya meleset, pemuda itu sama sekali tidak mencintai tubuhnya, melainkan jiwa yang mengisi tubuh itu di hari-hari kemarin.
"Apa maksudmu, pangeran Zhang Liang? Aku adalah Xuan Jian, aku Jian'ermu. Kenapa tiba-tiba saja kau berubah seperti orang lain?" tanya Xuan Jian, dia masih tetap bersikukuh untuk mengakui dirinya sebagai gadis yang sangat dicintai oleh Zhang Liang.
Pemuda itu hanya melengkungkan senyuman tipis, sudut bibirnya terangkat ke atas, menunjukkan seringaian sinis. Gadis kecil yang saat ini berada di hadapannya benar-benar tengah memainkan sandiwara yang sangat menakjubkan, dia hampir saja terperdaya saat melihatnya. Namun Zhang Liang memiliki sesuatu yang tidak diketahui oleh Xuan Jian, sehingga serapat apapun gadis kecil itu menutupi jati dirinya, dia akan tetap mengenali pujaan hatinya.
Ucapan yang keluar dari mulut pangeran Zhang Liang bagaikan petir yang menyambar di tengah hari, Xuan Jian langsung terjatuh di atas tanah, tubuhnya tersungkur dalam ketidakberdayaan.
Dia tak menyangka jika pemuda itu ternyata tidak benar-benar mencintainya dan hanya menganggapnya seperti orang lain, bahkan semakin dia berusaha untuk menjelaskan kebenaran, pangeran Zhang Liang seolah menutup mata dan telinga, sehingga lagi-lagi ucapannya dianggap sebagai angin lalu.
"Dengan cara apa aku harus membuktikan, bahwa akulah Xuan Jian? Kenapa kau terus meragukan ku, Pangeran Zhang Liang?" tanya gadis kecil itu dengan suara yang terpekik kencang.
__ADS_1
Saat ini hatinya benar-benar runtuh, akibat penolakan secara tidak langsung dari mulut Pangeran Zhang Liang, Kaisar Wei Huang beserta seluruh anggota keluarganya dan kaisar Zhang Wei yang kebetulan berjalan ke arah taman pun segera berhenti dan melihat perdebatan diantara kedua muda-mudi itu.
Tak lama mereka pun segera berjalan ke arah Xuan Jian dan membantu gadis kecil itu untuk bangkit kembali. Mata Kaisar Wei Huang terlihat sangat merah, dia begitu emosi saat mengetahui perlakuan dari pangeran Zhang Liang terhadap putri kecilnya. Padahal selama ini Xuan Jianlah yang telah menjaga dan merawat pemuda itu, hingga dirinya kembali sembuh. Namun balasan yang didapat oleh Xuan Jian hanyalah kesedihan dan juga kesakitan.
"Apa yang telah kau lakukan, pangeran Zhang Liang? Dimana etika dan juga tata kramamu sebagai seorang calon kaisar masa depan? Kau telah memperlakukan putri Xuan Jian dengan sedemikian buruk, bahkan saat ini kau terlihat seolah tidak peduli terhadap penderitaan yang dialami oleh putri Xuan Jian!" tanya Kaisar Wei Huang dengan emosi yang menggebu-gebu.
Pangeran Zhang Liang hanya tersenyum tipis sambil menatap ke arah Kaisar Wei Huang.
"Jika menurut yang mulia, pangeran ini bersalah, maka silahkan salahkan saja pangeran ini, namun satu hal yang perlu yang mulia ingat, bahwa dia bukanlah Jian'erku! Dia hanya gadis lain yang mirip dengan Putri Xuan Jian." jawab pangeran Zhang Liang.
Putri Xuan Jian langsung menangis dengan tersedu-sedu, saat ini hatinya benar-benar hancur, betapa teganya Pangeran Zhang Liang mengatakan hal itu di hadapan semua anggota keluarga istana kekaisaran, bahkan dia sama sekali tidak memikirkan perasaan Putri Xuan Jian.
"Kau benar-benar jahat, pangeran Zhang Liang!" teriak putri Xuan Jian sambil berlari menuju ke arah paviliun anggrek, gadis kecil itu menangis dengan sangat kencang, seraya menggerakkan kakinya, para pelayan dan prajurit yang melihat keadaan gadis itu pun segera mengejarnya, mereka takut terjadi sesuatu kepada putri Xuan Jian.
"Zhen benar-benar sangat menyesal karena telah menerima lamaranmu. Saat ini juga zhen memutuskan hubungan antara kekaisaran jiahu dan juga kekaisaran bailu, kita sudah tidak memiliki ikatan apapun lagi. Mulai saat ini pertunangan antara pangeran Zhang Liang dan juga putri Xuan Jian dibatalkan." ucap Kaisar Wei Huang sambil bergerak untuk pergi meninggalkan taman, dimana saat ini pangeran Zhang Liang masih berdiri dengan tenangnya.
"Aku juga sangat menyesal, karena ternyata kau telah gagal menjadi seorang ayah, yang mulia Kaisar Wei Huang. Kau bahkan tidak bisa mengenali putri kandungmu sendiri." jawab pangeran Zhang Liang dengan sangat tegas.
__ADS_1
Kaisar Wei Huang menghentikan langkahnya, kemudian melirik ke arah pangeran Zhang Liang, dahinya sedikit mengerut, seolah saat ini penguasa kekaisaran jiahu itu tengah memikirkan ucapan dari pangeran Zhang Liang, namun tak lama kemudian Kaisar Wei Huang kembali melanjutkan perjalanan menuju ruang kerja miliknya. Dia harus segera menyelesaikan masalah ini, agar putri Xuan Jian tak lagi-lagi terpuruk karena seorang pria.