
Salah seorang prajurit saat ini berlari menuju ke ruangan bawah tanah, dimana bangsawan Jiang beserta keluarganya tengah sedikit bersantai, setelah mendapatkan rileksasi yang sangat menyenangkan, dan juga pijatan yang dilakukan oleh gadis-gadis pelayan yang mereka bawa.
Wajah semua orang terlihat sangat cerah, mereka sebenarnya cukup salut dengan yang dilakukan oleh kaisar Tian Wo, namun lagi-lagi ini adalah sebuah keharusan, sehingga pada akhirnya keluarga bangsawan itu memilih untuk mundur dari jabatannya sebagai salah seorang menteri, yang berada di kekaisaran longzhu.
"Tuan besaaar! Tuan besar..!"
Terdengar sebuah suara cempreng, saat ini salah seorang pelayan tengah berlari menuju ruangan yang mereka tempati, untuk menyampaikan informasi yang sangat penting, yang diketahui olehnya.
Tak hanya karena kemunculan 100 orang pria berpakaian hitam, namun juga karena mereka mendatangi kediaman itu dengan niat untuk merampok, seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh keluarga bangsawan Jiang.
Krieeet...
Pintu aula itu akhirnya terbuka, Seorang pria tua yang telah berumur sekitar 80 tahun kini berdiri dengan mata melotot ke arah gadis pelayan itu, dia tak menyangka akan datang seseorang yang berusaha untuk mengganggu kegiatan senang-senangnya, bersama seluruh anggota keluarga Jiang.
"Ada apa?"
Tuan besar Jiang menatap tajam ke arah gadis pelayan itu, yang kini mulai menundukkan wajahnya di hadapan pria tua itu.
Gadis itu langsung memberikan informasi yang telah dia terima dari salah seorang prajurit, yang pada awalnya ingin menghadap kepada bangsawan Jiang.
Namun mengingat saat ini dia merasa sedikit khawatir, dengan beberapa orang pria berpakaian hitam yang saat ini masih berhadapan dengan rekan-rekannya, membuat langkah prajurit itu akhirnya terhenti dan meminta bantuan kepada salah seorang gadis pelayan, untuk menyampaikan pesan penting yang dibawanya kepada tuan besar Jiang itu.
Tuan besar Jiang langsung memelototkan matanya, dia benar-benar merasa heran karena ada orang yang berani memasuki kediamannya tanpa permisi, apalagi saat ini orang-orang itu tengah berhadapan dengan para prajuritnya, karena telah berani mencuri barang-barang berharga dan juga koin emas yang dimiliki oleh keluarga bangsawan itu.
Bangsawan Jiang langsung saja mendatangi tempat dimana para prajurit saat ini tengah bertarung dengan pria-pria berpakaian hitam, dia benar-benar penasaran siapa sebenarnya orang-orang itu, sehingga berani membuat keonaran di dalam kediaman yang dijaga oleh 700 orang prajurit.
Mata bangsawan Jiang langsung tercengang, saat ini seluruh prajurit miliknya telah terkujur kaku di atas tanah, seluruh tubuh mereka dipenuhi oleh luka-luka yang menganga, sehingga darah segar pun mulai mengucur dari tubuh para prajurit itu.
"Katakan siapa orang yang telah berani mencari masalah dengan bangsawan ini?" tanya pria itu sambil melirik ke arah para prajuritnya yang masih bernyawa, meskipun dalam keadaan sekarat.
Para prajurit itu hanya menggelengkan kepalanya, mereka juga bahkan tidak mengetahui siapa sebenarnya musuh yang saat ini telah memasuki kediaman keluarga Jiang dan yang menjarah seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh orang itu.
Bangsawan Jiang hanya bisa menarik nafas kasar, dia benar-benar sangat kesal saat ini, setelah mengetahui bahwa seluruh harta kekayaan miliknya telah dibawa pergi oleh pria-pria berpakaian hitam itu.
Apalagi saat ini putri kesayangannya tengah menangis tersedu-sedu, setelah mengetahui seluruh perhiasan mahal yang dia miliki telah raib dari paviliunnya sendiri.
__ADS_1
"Ayaaah..!"
Gadis itu menggembungkan kedua pipinya, sambil menghentakkan kaki di atas tanah. Bagaimanapun juga perhiasan yang telah dibawa pergi itu, merupakan harta yang paling berharga miliknya.
Lalu bagaimana bisa dia menjalani hari-hari tanpa menggunakan perhiasan yang sangat banyak dan juga bergonta-ganti setiap hari? itu pasti akan membuat orang-orang berpikir, bahwa saat ini putri kesayangan bangsawan Jiang telah mengalami kebangkrutan, sehingga dia kehilangan seluruh hartanya.
Sedangkan bangsawan Jiang saat ini hanya bisa tersenyum kecut, dia bahkan tidak mengetahui siapa sebenarnya orang-orang yang telah membuat kekacauan di dalam kediaman miliknya? Terlebih orang-orang itu juga telah membunuh para prajurit, yang telah dia sewa untuk menjaga seluruh kediaman agar tidak terjadi masalah.
.
.
.
Ada sebuah kediaman yang terletak tak jauh dari alun-alun kota dan merupakan salah satu bangunan termewah dan juga termegah kedua, setelah istana kekaisaran longzu.
Tempat itu dikenal sebagai paviliun bunga salju, yang dibangun atas perintah permaisuri Chu Rong Xie, agar seluruh keluarganya turut serta merasakan kebahagiaan dan juga kekayaan, setelah dirinya naik tahta menjadi seorang wanita nomor satu di kekaisaran longzhu.
Tentu saja tempat itu merupakan sebuah kediaman dari keluarga Chu, bangsawan nomor satu yang memiliki harta kekayaan terbanyak, atas bantuan permaisuri Chu Rong Xie yang selalu saja menggelontorkan koin emas miliknya, untuk pembangunan gedung-gedung mewah yang dimiliki oleh keluarga bangsawan Chu.
Terlebih permaisuri Chu Rong Xie sengaja membangun sebuah gerbang yang sangat kuat dan juga kokoh, sebagai pintu masuk menuju paviliun bunga salju.
Sesekali pria-pria berpakaian hitam itu terlihat saling berpandangan, kemudian menganggukkan kepalanya perlahan.
Sepertinya mereka telah menemukan celah untuk bisa memasuki kediaman itu, tanpa menimbulkan kecurigaan dari para penjaga yang hingga saat ini masih mondar-mandir untuk berjaga di setiap paviliun yang ditinggali oleh anggota keluarga Chu.
Pria-pria berpakaian hitam itu mulai melompat satu persatu melewati pagar tinggi, yang membatasi kediaman keluarga bangsawan Chu dengan dunia luar. Gerakan mereka terlihat begitu lincah dan juga gesit, bahkan terkesan sangat ringan bagaikan hembusan angin.
Jendral dari kekaisaran jiahu itu memang sengaja mengirimkan prajurit lebih banyak, menuju kediaman yang ditempati oleh keluarga bangsawan Chu, mengingat luasnya kediaman itu ditambah ada sekitar 1200 orang prajurit yang dipekerjakan, untuk menjaga keamanan dan juga kenyamanan seluruh anggota keluarga bangsawan itu.
Namun apa yang tidak bisa dilakukan oleh pasukan elit kekaisaran jiahu itu? Melompati pagar tinggi bukanlah sesuatu hal yang sulit untuk mereka, terlebih saat ini mereka telah berdiskusi dan memutuskan untuk melakukan penyerangan secara terbuka.
Tak hanya untuk melatih mental dari pasukan baru, melainkan untuk menjadi bahan pertimbangan para bangsawan di kemudian hari, untuk tidak mencari masalah dengan orang-orang yang sebenarnya tak bisa mereka sentuh dengan sangat mudah.
Tap...
__ADS_1
Tap..
Tap...
Pria pria berpakaian hitam itu saat ini telah mendarat dengan sangat cantik di atas tanah, hingga membuat keterkejutan di mata para prajurit yang tengah berjaga.
Mereka baru saja menyadari bahwa ada begitu banyak penyusup yang datang untuk mengantarkan nyawa, sehingga tanpa berpikir panjang langsung saja menerobos menuju kediaman bangsawan Chu.
"Siapa Kalian?" tanya salah seorang prajurit yang berjaga dalam kediaman milik keluarga bangsawan Chu itu.
Meskipun dia telah menebak bahwa orang-orang yang saat ini datang di kediaman itu merupakan musuh yang tersembunyi, namun tidak ada salahnya jika dia sedikit memberikan pertanyaan, untuk meyakinkan kecurigaan yang saat ini terus saja membebani otaknya.
Pria-pria berpakaian hitam itu hanya tertawa terbahak-bahak, "Apakah para prajurit yang berjaga di kediaman ini terlalu bodoh? Sehingga tidak mengetahui kedatangan kami?"
Mendengar cibiran yang dilakukan oleh pria berpakaian hitam itu, tentu saja membuat para prajurit langsung memelototkan matanya dan menarik pedang yang berada di pinggang mereka. Sepertinya saat ini tidak ada gunanya berbasa-basi, namun langsung memberikan bukti, agar para penyusup itu menjadi jera.
"Seraaang...!"
Para prajurit tak lagi mengeluarkan suara, saat ini mereka mulai menatap tajam ke arah pria-pria berpakaian hitam itu, sambil mengarahkan pedang dengan sangat mantap, di hadapan para penyusup yang baru saja menjejakan kakinya di dalam kediaman milik keluarga bangsawan Chu.
Hiyaaa...
Trang...
Trang...
Trang...
...----------------...
Mohon maaf jika dalam 2 hari ini author sedikit terlambat update chapter terbarunya, saat ini author masih belum bisa berkonsentrasi penuh terhadap kelanjutan karya ini.
Bukan tidak berniat untuk melanjutkannya, hanya saja author terkena sakit gigi, jadi lebih banyak memanfaatkan waktu untuk beristirahat, dibandingkan mengetik kelanjutan ceritanya.
Mohon untuk readers tetap bersabar, Insya Allah author akan melanjutkan cerita ini hingga selesai, meskipun updatenya tidak beraturan seperti biasanya 🙏🙏🙏.
__ADS_1