
Xuan Jian baru saja melangkahkan kakinya menuju ke paviliun anggrek, namun langkahnya segera diberhentikan oleh Mei Ling yang saat itu telah diberikan pesan oleh Xiu Lan sebelumnya. Gadis pelayan itu segera mendekat dan membisikkan sesuatu, yang membuat wajah Xuan Jian langsung memucat, matanya terlihat melotot, sambil sesekali terdengar decakan kesal dari mulut gadis kecil itu.
"Sial..!" umpatnya.
Xuan Jian segera mengumpulkan ke 200 orang pasukan elit miliknya, kemudian bergegas menuju tempat yang telah ditunjukkan oleh Mei Ling sebelumnya, dia harus segera menghentikan tindakan bodoh yang akan dilakukan oleh Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang.
Bagaimana bisa kedua orang pemuda itu bertindak gegabah, tanpa memperhitungkan terlebih dahulu kemungkinan terburuk yang bisa saja mereka terima? Jika menyerang tanpa membawa pasukan yang cukup. Xuan Jian segera mengambil kuda miliknya, kemudian bergerak dengan sangat cepat diikuti oleh 200 orang prajurit elit menuju ke bukit, di mana saat ini Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang berada.
Drap...
Drap...
Drap...
Kuda yang ditunggangi oleh Xuan Jian dan juga seluruh pasukannya bergerak dengan sangat cepat, hingga membuat kepulan debu yang sangat tebal di setiap jalan yang mereka lewati sebelumnya.
Perasaan khawatir terhadap kedua orang pemuda itu, membuat Xuan Jian terus saja bersungut-sungut, semenjak keluar dari istana kekaisaran.
Bahkan saat ini dia lupa untuk berpamitan dengan keluarganya, mungkin saja saat kembali menuju ke istana kekaisaran nanti, Ibu kesayangannya, selir Xuan Yang akan memberikan ceramah yang panjang lebar, selama seharian penuh akibat kecerobohan yang dibuat oleh gadis kecil itu.
"Itu mereka, tuan putri!" tunjuk salah seorang prajurit setelah melihat keberadaan Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang yang saat ini tengah bertempur dengan sangat sengit, melawan para prajurit yang telah dikirim oleh seseorang untuk membunuh Putri Xuan Jian.
Mata gadis kecil itu melotot, setelah melihat kedua orang pemuda yang telah diklaim sebagai miliknya itu saat ini terluka, beberapa sayatan pedang nampak dengan sangat jelas di tubuh keduanya.
__ADS_1
Bahkan saat ini Pangeran Qing Yuan beserta Pangeran Zhang Liang telah mulai kepayahan, karena mendapatkan penyerangan dari begitu banyak prajurit yang terlatih. Jauh berbeda dengan Xiu Lan, gadis pelayan itu masih bertahan, meskipun telah memiliki beberapa luka di tubuhnya.
"Cepat selamatkan mereka! Aku akan menghadapi ketuanya!" ucap Xuan Jian sambil menarik tali kekang kudanya, dia melaju dengan sangat cepat menuju ke tempat di mana saat ini seorang pria bertubuh tambun tengah tertawa terbahak-bahak, melihat keadaan dari pangeran Qing Yuan dan juga pangeran Zhang Liang.
Amarah dan juga nafsu membunuh memancar di mata gadis kecil itu, apalagi setelah dia mendengar ejekan yang dikeluarkan oleh pria bertubuh tambun itu, yang seolah merasa bahwa dirinya yang paling kuat dan memiliki kekuasaan, sehingga bisa membunuh siapapun yang dikehendakinya.
"Kalian berdua hanyalah pangeran lemah, bahkan untuk menghadapi seluruh pasukan ku saja kalian tidak memiliki kemampuan! Ini benar-benar di luar dugaanku, ku pikir kekaisaran jiahu akan mengirimkan setidaknya 10.000 orang prajurit untuk melawan pasukanku." ejeknya dengan suara lantang.
Xuan Jian mengambil pisau lipat yang selalu tersemat di balik pinggangnya, kemudian gadis kecil itu melemparkannya dengan sangat tepat dan langsung menancap pada betis pria tambun, yang saat ini langsung membelalakan matanya karena merasa kaget, sekaligus sakit yang menjalar akibat tajamnya ujung pisau itu menembus daging betisnya.
"Badjingan mana yang berani menyerang secara diam-diam? Keluar kau! Atau aku sendiri yang akan menghajarmu sampai mati!" teriak pria itu.
Xuan Jian langsung tertawa terbahak-bahak, sambil menunjuk wajah pria tambun itu, kata-katanya mengandung provokasi, hingga membuat wajah si pria langsung menghitam.
"Orang hebat mana yang tidak bisa mengelak dari lemparan pisau cantikku? Sepertinya bicaramu terlalu tinggi, dibandingkan dengan kemampuanmu yang tidak seberapa, pria tua!" cibir Xuan Jian.
Namun bagaimana bisa gadis itu menemukan keberadaan dirinya? Sedangkan dia sejak tadi bersembunyi di balik pasukan besar yang dibawanya. "Siapa kau dan apa maksudmu menyerangku secara diam-diam?"
"Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu? Berapa banyak dia membayarmu, sampai kau berani mencari gara-gara dan mendatangi kekaisaran jiahu hanya untuk mencabut nyawa seorang gadis kecil, pria tua?" balas Xuan Jian.
Pria itu pun tertawa sambil sedikit meringis, rasa sakit di kakinya semakin lama semakin membuat tubuhnya menjadi lemah. Sepertinya dia terlalu meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh gadis kecil itu, nyatanya pisau yang saat ini menancap di betisnya ternyata mengandung racun yang sangat mematikan, sehingga lambat laun terlihat tempat yang terkena pisau itu mulai membiru.
"Kau curang, gadis kecil!" teriak pria itu sambil memelototkan matanya.
__ADS_1
"Tidak ada kata curang dalam sebuah peperangan, bahkan kau mengerahkan begitu banyak prajurit hanya untuk melawan dua orang pangeran dan satu orang pelayan dari kekaisaran jiahu. Apakah menurutmu itu bukan sebuah kecurangan? Jadi jika aku melemparkan sebuah pisau kecil yang mengandung racun padamu itu, juga bukanlah sebuah hal yang curang. hanya saja kau terlalu bodoh sehingga tidak bisa mengelak dari lemparan ku." cecar Xuan Jian sambil melengkungkan senyuman sinis di hadapan pria itu.
"Dasar badjingan kecil! Seharusnya sejak awal aku sudah mengenalimu, Kau pasti Putri Xuan Jian! Maka jangan salahkan aku, jika kau akan segera meregang nyawa di tangan para prajurit milikku." ucap pria itu dengan penuh kesombongan.
"Sepertinya kau telah melupakan sesuatu, pria tua! Meskipun aku mati, kau juga tidak akan pernah bisa hidup, karena racun yang berada di dalam pisau kecil itu, hanya aku sendiri yang mengetahui penawarnya." ucap Xuan Jian.
Pria itu kembali memelototkan matanya, sepertinya dia terlalu meremehkan gadis kecil itu, hingga lagi-lagi dia harus menelan salivanya dengan susah payah.
"Apa maksudmu?"
"Bukankah kau sendiri tidak menyadari, bahwa pisau itu memiliki racun? Tentu saja, karena racun yang mengendap di dalam pisau itu tidak berbau dan juga tidak memiliki warna, sehingga tabib manapun yang memeriksa kakimu nanti, dia tidak akan pernah bisa mengobati racun itu."
"Terlebih efeknya tidak akan secepat yang kau pikirkan, dia akan menghancurkan seluruh organ dalam tubuhmu hanya dengan 30 hari saja. Kau pasti akan mati, namun tanpa memiliki tulang satupun di tubuhmu." ucap Xuan Jian sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Pria itu segera mengerahkan seluruh prajuritnya untuk menyerang Xuan Jian, walau bagaimanapun dia tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan dari gadis kecil itu, menurutnya para tabib Istana pasti akan menemukan racun yang saat ini menyerangnya.
Mereka juga pasti berhasil menemukan penawar dari racun yang telah dilemparkan oleh Xuan Jian melalui pisau kecil, yang kini masih menancap dengan sangat indah di betis besarnya.
"Prajurit! Serang dan bunuh gadis kecil itu!" teriaknya.
Para prajurit itu pun segera menghentikan pertarungan mereka, kemudian melirik ke arah Xuan Jian. Meskipun yang berada di hadapan mereka saat ini hanyalah seorang gadis kecil, namun tidak menyurutkan keinginan membunuh yang kini semakin membuncah di dada mereka.
Dengan kekuatan penuh dan juga tekad yang sekuat baja, para prajurit itu pun segera bergegas ke arah Xuan Jian dan mulai mengayunkan pedangnya satu persatu, mereka berniat untuk menghabisi Xuan Jian dengan cara yang paling cepat, agar tidak terlalu banyak menguras energi dan juga tenaga mereka, terlebih saat ini mereka juga sudah mulai kelelahan akibat 200 orang pasukan elit yang dibawa oleh Xuan Jian, sejak tadi terus saja menyerang mereka dengan sangat membabi buta.
__ADS_1
Trang...
Trang...