Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 104


__ADS_3

Ming Xiu Ya diam-diam pergi meninggalkan istana kekaisaran, dia bergerak dengan sangat cepat memacu kuda yang ditungganginya, menuju ke sebuah desa yang berada di pelosok wilayah kekaisaran jiahu.


Kepergiannya ternyata diikuti oleh beberapa orang prajurit yang terlatih, mereka meloncat loncat dari satu bumbungan rumah menuju bubungan yang lain, terkadang melewati dahan-dahan pohon sambil sesekali menyembunyikan aura keberadaannya.


Ming Xiu Ya sepertinya tidak terlalu mewaspadai adanya orang-orang yang akan mengikuti langkahnya, karena merasa khawatir dengan seluruh anggota keluarganya, Jenderal muda dari kekaisaran jiahu itu terus saja bergerak dengan sangat cepat, agar bisa sampai di rumah tempat di mana mantan Kaisar Tianzhu itu saat ini berada.


Sedangkan Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan dan juga Xuan Jian saat ini telah masuk ke dalam sebuah kereta mewah milik istana kekaisaran jiahu, sebelumnya ketiga orang itu pun telah memperingatkan kepada tiga orang selir kaisar untuk tidak memakan apapun, masakan yang dibawa oleh para pelayan dari dapur istana.


Saat ini beberapa orang pelayan terpilih milik Xuan Jian bahkan telah menyediakan hidangan yang lebih sehat di paviliun anggrek, 10 orang prajurit dipilih untuk menjaga Ketiga orang selir Kaisar, sedangkan 185 orang prajurit kini telah duduk di atas kuda mereka dengan sangat gagah, mengikuti kereta mewah milik istana kekaisaran jiahu.


Sepuluh ribu orang prajurit berada di belakang barisan, mereka akan menggunakan jalan lain untuk bisa sampai di perbatasan, sehingga tidak menarik perhatian dan juga kecurigaan dari orang-orang yang memang memihak anggota istana kekaisaran tianzhu.


Mereka semua menyamar seperti seorang pengelana, bahkan ada beberapa juga diantara prajurit yang sengaja berpakaian seperti layaknya gelandangan dan juga pengemis, agar bisa bergerak bebas menuju desa di mana seluruh anggota kekaisaran tianzu saat ini berada.


Xiu Lan nampak gagah di atas kudanya gadis pelayan itu sama sekali tidak ingin duduk bersama dengan sang majikan di dalam kereta, dan lebih memilih untuk menaiki kuda bersama kedua orang saudara laki-lakinya.


Gadis itu telah lama tidak meregangkan otot-ototnya, sehingga berpikir untuk sesekali ikut dalam pertempuran yang sebenarnya, agar bisa merasakan sendiri bagaimana sensasi berada dalam keadaan terdesak antara hidup dan mati.


Perjalanan Ming Xiu Ya menuju desa terpencil itu begitu lancar, tidak ada satu orang pun rakyat kekaisaran yang mengetahui jika pemuda yang memacu kudanya dengan sangat cepat itu merupakan Jenderal muda kekaisaran, mengingat saat ini Ming Xiu Ya sengaja menggunakan cadar berwarna hitam dan juga caping dengan warna yang senada dengan pakaian yang digunakannya.


Tap...


Tap...


Tap...


Setelah menghabiskan waktu selama dua kali pembakaran hio, akhirnya Ming Xiu Ya sampai di desa terpencil itu, setelah mengikat kudanya di sebuah pohon yang lumayan rindang, pemuda itu pun segera bergerak dengan sangat cepat menuju sebuah rumah yang cukup besar, tempat di mana seluruh anggota keluarganya saat ini bernaung.


Dia harus segera menemui seluruh anggota kelompoknya, untuk kembali mendiskusikan rencana besar yang akan mereka lakukan malam ini, kekhawatiran akan adanya masalah terlihat di wajah Jendral Muda itu, apalagi setelah dia mendengar tentang titah yang dikeluarkan oleh kaisar Wei Huang, membuatnya semakin gelisah.


"Pangeran.." panggil salah seorang pria berusia 35 tahun sambil membungkuk, dengan sangat hormat di hadapan Ming Xiu Ya.


Pemuda itu pun segera menganggukkan kepalanya, kemudian bergerak cepat memasuki aula rapat di mana saat ini seluruh anggota kelompoknya tengah berdiskusi kembali.

__ADS_1


"Salam pangeran." sambut semua orang yang hadir di dalam aula rapat itu setelah melihat kemunculan dari Ming Xiu Ya yang mulai menginjakkan kakinya di tempat mereka berada saat ini.


Ming Xiu Ya hanya menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian pemuda itu pun segera berjalan menuju kursi tempat di mana dirinya biasa duduk, setelah itu segera mempertanyakan kesiapan dari pasukan yang selama ini telah dia himpun dengan susah payah, untuk bisa membantu dalam melancarkan serangan menuju istana kekaisaran jiahu.


"Bagaimana persiapan para prajurit kita?" tanya Ming Xiu Ya.


Salah seorang pria segera menjawab, "Semua telah bersiap pangeran, hanya saja mata-mata kita menyampaikan bahwa Kaisar Wei Huang telah mengeluarkan titah bagi siapa saja yang mengetahui tentang kepemilikan dari token prajurit milik keluarga bangsawan Xue dan juga keberadaan dari para prajurit itu akan mendapatkan hadiah yang sangat besar, apalagi mereka yang berhasil memenggal kepala para prajurit dari keluarga bangsawan Xue akan mendapatkan 10 koin emas dari setiap orangnya."


Ming Xiu Ya menganggukkan kepala, dia juga telah mendengar tentang berita itu dari salah seorang prajurit kepercayaannya, jadi sudah tidak kaget lagi saat mendengar hal itu dari mulut orang-orangnya.


"Di mana para prajurit milik keluarga bangsawan Xue?" tanya Ming Xiu Ya kembali.


"Saat ini mereka berada di kediaman yang ada di perbatasan, kita tidak bisa menyuruh mereka untuk kembali saat ini, mengingat bisa saja prajurit dan juga rakyat kekaisaran mengenali wajah mereka semua." ucap seorang pria yang merupakan ayah dari Ming Xiu Ya.


Pemuda itu pun segera menganggukkan kepalanya, dia mengerti dengan sangat jika hal itu pasti akan menyulitkan pergerakan mereka semua, saat ada rakyat ataupun prajurit kekaisaran jiahu yang mengenali wajah dari orang-orang itu.


"Sepertinya kita harus menunda kembali rencana untuk menyerang istana kekaisaran jiahu, mengingat saat ini pergerakan kita semakin terancam!" putus Ming Xiu Ya.


Semua orang yang hadir di dalam aula itu pun menganggukkan kepala, mereka juga menyadari jika saat ini kekuatan yang dimiliki oleh pasukan dari kekaisaran Tianzi masih belum sebanding dengan pasukan prajurit istana kekaisaran jiahu, terlebih keberadaan 5000 orang prajurit yang merupakan didikan bangsawan Xue, ternyata tidak bisa mereka gunakan sekalipun.


Akhirnya semua orang pun mulai membahas cara lain, mereka harus memiliki rencana cadangan untuk bisa menggempur istana kekaisaran jiahu, apalagi setelah mengetahui keadaan dari putri Xuan Jian yang tengah sakit keras, membuat istana kekaisaran jiahu kehilangan salah seorang pilar kekuatan besar mereka.


Saat mereka tengah berdiskusi, seorang prajurit tiba-tiba saja berlari dengan sangat cepat, nafasnya terlihat memburu, dia pun memasuki aula tempat diskusi dengan sangat terburu-buru.


Ming Xiu Ya melihat prajurit itu sambil mengerutkan kedua alisnya, dia benar-benar sangat kesal karena ternyata sang ayah tidak berhasil mendidik para prajurit dari kekaisaran tianzi menjadi seorang yang memiliki tata krama tinggi selain kekuatan berpedang mereka.


Dengan wajah menghitam, Ming Xiu Ya langsung bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian menunjuk ke arah prajurit itu dengan mata yang nyalang.


"Apa yang kau lakukan? Tidakkah kau tahu saat ini kami tengah membahas rencana besar di dalam aula ini?"


Sang prajurit segera membungkuk dengan sangat hormat, di hadapan Ming Xiu Ya kemudian menyampaikan berita besar yang membuat semua orang langsung memelototkan matanya.


"Maafkan hamba pangeran, hanya saja saat ini sebuah kereta istana kekaisaran menuju ke desa ini." ucap prajurit itu.

__ADS_1


"Apa kau yakin?" tanya Ming Xiu Ya.


"Benar pangeran."


"Siapa sebenarnya orang yang berada di dalam kereta istana itu? Apakah mereka membawa banyak pasukan?" tanya Ming Xiu Ya kembali.


"Hanya ada sekitar 185 orang prajurit di belakangnya, tapi mereka menunggang kuda dan menggunakan zirah perang."


"Sial..!" ucap Ming Xiu Ya sambil mengepslkan tangannya.


Kaisar Tianzi yang melihat gerak-gerik mencurigakan dari sang putra, segera mengajukan pertanyaan dengan sangat cepat.


"Apa kau mengenali orang yang saat ini berada di dalam kereta itu, Putraku?"


Ming Xiu Ya langsung menganggukkan kepalanya, dia sangat yakin jika orang yang berada di dalam kereta mewah itu adalah Xuan Jian, mengingat 185 orang prajurit yang berada di belakangnya, pasti para prajurit elit yang telah mendapatkan pelatihan neraka, selama beberapa bulan dari gadis kecil itu.


Apalagi dirinya menyaksikan sendiri, bagaimana kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh para prajurit itu, sehingga akhirnya Kaisar Wei Huang sendiri memutuskan untuk menjadikan kedua ratus dua orang prajurit itu sebagai pasukan elit kekaisaran jiahu.


"Sial..! sepertinya gadis kecil itu telah mengetahui keberadaanku." umpat Ming Xiu Ya sambil mengedarkan pandangannya kepada semua orang yang hadir di aula rapat itu.


"Siapa dia?" tanya sang ayah.


"Putri Xuan Jian, dia adalah gadis yang paling berbahaya diantara semua orang yang berada di dalam istana kekaisaran jiahu." jawab Ming Xiu Ya dengan sangat yakin.


Semua orang yang berada di dalam aula rapat itu pun langsung membelalakkan matanya, mereka baru saja mengetahui, jika ternyata ada seseorang yang lebih berbahaya, dibandingkan dengan Kaisar Wei Huang itu sendiri dan ternyata orang itu merupakan putri kandung dari Kaisar Tiran itu.


"Apakah kita harus menghadang kedatangan dari gadis kecil itu agar tidak memasuki desa?" tanya mantan penguasa kekaisaran tianzi itu sambil menatap lekat wajah putranya.


"Tidak ada satu orang pun yang bisa menghentikan Putri Xuan Jian untuk mendatangi desa ini. Jika dia menginginkan, bahkan desa ini bisa dia hancurkan dengan sangat cepat." ucap Ming Xiu Ya.


Semua orang langsung tertegun mendengar jawaban dari pemuda itu, mereka tak menyangka Jika ternyata putri dari Kaisar Wei Huang jauh lebih mengerikan daripada ayahnya sendiri.


"Apa kau yakin, Pangeran?" tanya salah seorang pria, sepertinya saat ini dia masih belum mempercayai apa yang diucapkan oleh Ming Xiu Ya.

__ADS_1


"Itu benar, bahkan Kaisar Wei Huang sendiri tidak berdaya di hadapan Putri kandungnya." jawab Ming Xiu Ya sambil kembali mendudukkan dirinya di atas kursi.


"Sambut kedatangan Putri Xuan Jian di desa ini, jangan biarkan dia mengetahui jika kalian semua merupakan para prajurit dari kekaisaran tianzi." putus pemuda itu sambil memijat keningnya yang tiba-tiba saja terasa sangat pusing.


__ADS_2