Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 156


__ADS_3

Akhirnya hari pernikahan antara pangeran Lin Xiu Ya dan juga Xiu Lan diputuskan, Kaisar Wei Huang sendiri yang akan mengantarkan gadis pelayan itu menuju kekaisaran tianzu menggunakan kereta mewah yang dimiliki oleh istana kekaisaran jiahu. Baginya Xiu Lan bukanlah sekadar pelayan, melainkan sahabat sekaligus saudara dari putri kesayangannya yaitu Xuan Jian.


Tapi masalah seolah tidak ingin meninggalkan Putri Xuan Jian, saat ini dirinya merasakan kepanasan yang luar biasa. Dia bahkan tak mampu untuk menggerakkan badannya, padahal selama ini Putri Xuan Jian terkenal sebagai seorang gadis yang memiliki kekuatan luar biasa.


Selain stamina tubuh, dia juga merupakan seorang yang memiliki pemikiran menakjubkan, berbagai macam rencana dan juga strategi berhasil dibangun oleh gadis kecil itu, dia mampu menaklukkan berbagai macam rintangan, bahkan bisa membuat Kaisar Wei Huang akhirnya bertekuk lutut, tak berkutik di hadapannya.


Namun dia seolah kehilangan kekuasaan atas tubuh yang ditempatinya, sehingga berkali-kali Xuan Jian mengerang, seolah tengah merasakan kesakitan yang luar biasa.


Hal itu tentu saja disadari oleh permaisuri Xuan Yang, dia merasakan keanehan yang terjadi pada putri kecilnya itu, bagaimana bisa putri Xuan Jian yang selama ini terkenal tangguh, tiba-tiba saja berubah menjadi gadis yang penakut dan lemah seperti saat ini?


Putri Xuan Jian tiba-tiba saja berlari ke arah permaisuri Xuan Yang, kemudian memeluk wanita yang merupakan ibu kandungnya itu, tangisnya pecah dengan sangat kencang, seolah dia begitu merindukan wanita yang selama ini telah melahirkannya.


Dia bahkan berkali-kali menciumi pipi permaisuri Xuan Yang kiri dan kanan, menunjukkan kasih sayang yang begitu mendalam. Permaisuri Xuan Yang hanya bisa terdiam, tangannya terulur untuk mengelus surai hitam milik sang putri. Entah apa yang saat ini dipikirkan oleh Xuan Jian, sehingga dia bertindak seolah-olah dirinya telah lama pergi meninggalkan permaisuri Xuan Yang dan baru saja kembali.


Kedua orang selir kaisar pun terlihat memiringkan kepalanya, mereka merasa sangat aneh dengan kelakuan Putri Xuan Jian, apalagi saat melihat keduanya mendatangi paviliun anggrek, putri Xuan Jian terlihat bersembunyi di belakang tubuh permaisuri Xuan Yang.


"Apa yang terjadi denganmu Jian'er?" tanya permaisuri Xuan Yang, dia benar-benar dibuat heran setengah mati dengan kelakuan putrinya, yang tiba-tiba saja berubah menjadi seperti orang lain.


"Putri Xuan Jian? Ada apa?" kedua orang selir itu nampak saling memandang, dahi mereka berkerut menunjukkan rasa penasaran yang sangat tinggi.

__ADS_1


Tapi putri Xuan Jian hanya menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang selir itu, hingga akhirnya selir Xiao Xia pun segera bertanya kepada permaisuri Xuan Yang.


"Apa yang terjadi, permaisuri? Kenapa putri Xuan Jian menjadi seperti ini?"


Permaisuri Xuan Yang hanya menggelengkan kepalanya, saat ini dia juga benar-benar bingung dengan tingkah laku Xuan Jian yang berubah total, namun gadis kecil itu saat ini terlihat melirik ke arah ibunya, seolah dia tengah penasaran dengan sebutan kedua orang selir itu terhadap ibu kandungnya.


"Per-permaisuri?" Xuan Jian bertanya dengan suara yang gagap, dia seolah kaget mengetahui kenyataan bahwa saat ini selir Xuan Yang telah menjadi permaisuri kekaisaran jiahu.


Namun ketiga orang wanita yang saat ini berada di depannya menjadi semakin tidak mengerti, mungkinkah jika putri Xuan Jian tiba-tiba saja kehilangan ingatannya? Sehingga dia berubah menjadi orang lain? Ataukah memang gadis kecil itu salah memakan sesuatu, hingga menjadikan dia seorang yang bodoh dan juga pengecut seperti saat ini?


Banyak sekali pertanyaan yang saat ini menggelayuti pikiran ketiga orang wanita itu, permaisuri Xuan Yang selaku ibu kandung dari Putri Xuan Jian bahkan tak bisa mengatakan apa-apa, melihat keadaan putrinya. Matanya menatap nanar ke arah Xuan Jian, dengan bibir yang bergetar. Dia saat ini begitu khawatir, takut kalau kalau terjadi sesuatu terhadap Putri kecilnya.


Kedua orang selir itu berlari dengan sangat terburu-buru, sehingga para pelayan yang mengikuti mereka cukup kesulitan, karena harus bergerak dengan sangat cepat mengikuti langkah kaki majikannya.


Kaisar Wei Huang yang saat ini tengah menerima tamu yang berasal dari kekaisaran bailu sedikit mengerutkan dahi, melihat tingkah selir Feng Ling yang tiba-tiba saja menerobos masuk melewati para prajurit yang berjaga di pintu.


Dia seolah berubah menjadi seorang wanita yang tidak memiliki tata krama, sehingga tidak meminta izin terlebih dahulu untuk bisa memasuki ruang kerja Kaisar. Sedangkan selir Feng Ling tetap acuh, yang terpenting untuk wanita itu saat ini adalah keadaan Xuan Jian yang menurutnya sangat memprihatinkan.


"Salam yang mulia.." ucap selir Feng Ling sambil membungkukkan badan.

__ADS_1


Kaisar Wei Huang melirik dengan ujung matanya, kemudian menganggukan kepala. Selir Feng Ling mendekat dan membisikkan sesuatu yang membuat Kaisar Wei Huang akhirnya langsung terbangun dari kursi yang didudukinya, dengan mata melotot sangat tajam.


"Apa itu benar?" tanya Kaisar Wei Huang.


Selir Feng Ling hanya menganggukan kepalanya, tanpa menjawab ucapan dari Kaisar Wei Huang, sedangkan Kaisar Zhang Wei dan juga pangeran Zhang Liang yang saat ini tengah berkunjung ke istana kekaisaran terlihat saling memandang. Mungkinkah jika saat ini terjadi sesuatu yang sangat menegangkan, sehingga Kaisar Wei Huang memberikan reaksi yang begitu spontan?


Kaisar Wei Huang segera melirik ke arah dua orang tamu yang saat ini masih duduk di kursi mereka, kemudian berpamitan untuk segera pergi meninggalkan ruang kerjanya. Kaisar Zhang Wei langsung mengikuti langkah Kaisar Wei Huang, saat ini dia diliputi rasa penasaran yang teramat sangat, melihat kelakuan dari pria yang paling berkuasa di kekaisaran jiahu itu.


Langkah mereka akhirnya sampai di paviliun anggrek, saat ini terlihat seorang tabib tua tengah memeriksa Putri Xuan Jian, dia berkali-kali menggelengkan kepalanya, seolah tidak bisa mendeteksi penyakit apa yang sebenarnya telah menimpa Putri dari kekaisaran Jiahu itu.


Zhang Liang yang berdiri di belakang Kaisar Zhang Wei hanya mengerutkan dahinya, dia bahkan tidak melihat kesalahan dari Putri Xuan Jian, gadis itu masih terlihat seperti biasanya, cantik dan selalu menyenangkan mata yang memandang.


Namun sepertinya pemuda itu mulai merasakan sebuah perbedaan, tingkah laku putri Xuan Jian saat ini benar-benar jauh berbeda dengan yang waktu itu ditemuinya. Dia seolah-olah berubah menjadi orang lain yang tidak dia kenali.


Apalagi saat mata gadis itu menangkap keberadaan Kaisar Wei Huang, netranya menyiratkan ketakutan yang sangat mendalam, seolah dia seringkali mendapatkan perlakuan buruk atau pun hukuman dari penguasa kekaisaran jiahu itu.


Pangeran Zhang Liang berjalan dengan sangat perlahan, dia mendekat ke arah peraduan milik Putri Xuan Jian, pemuda itu segera menyunggingkan senyuman manis, namun tak lama dia pun menatap wajah putri Xuan Jian dengan sangat tajam.


Gadis kecil itu terlihat menundukkan kepalanya, dia seolah takut dengan pandangan pangeran Zhang Liang yang saat ini tak lepas dari wajahnya. Namun jauh di lubuk hatinya, dia benar-benar merasa bahagia, karena ternyata pemuda itu adalah calon suami yang telah dipilihkan keluarganya.

__ADS_1


Dia seolah lupa, bahwa saat itu dia sendirilah yang memilih Pangeran Zhang Liang sebagai calon suaminya, setelah mendapatkan serangan yang hampir saja merenggut nyawa pemuda itu. Pangeran Zhang Liang menarik nafas panjang, tak lama dia pun segera pergi meninggalkan paviliun itu, seolah benar-benar kecewa dengan gadis kecil yang baru saja ditemuinya.


__ADS_2