Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 98


__ADS_3

Bruk...


Tubuh permaisuri Chu Rong Xie luruh dilantai, dia tak menyangka bahkan Kaisar Tian Wo tidak sedikitpun melirik ke arahnya dan lebih memilih untuk mengabulkan permintaan dari Kaisar Wei Huang.


Sepertinya saat ini kesalahan yang dilakukan oleh wanita itu terlalu berat, sehingga sang suami tak lagi menaruh iba terhadapnya, bahkan berpikir untuk segera melenyapkannya dari dunia ini.


Mata permaisuri Chu Rong Xie terlihat berkaca-kaca, dia melirik ke arah putra mahkotanya yang saat ini terlihat acuh tak acuh, bahkan tak mau peduli sedikitpun dengan sang ibu.


Sedangkan pangeran kedua sejak tadi masih berwajah muram, selain marah dengan perangai sang ibu yang selalu bertindak sesuka hati, dia juga masih tersinggung atas ucapan dari Xuan Jian yang menganggap dirinya sebagai seorang pemuda yang tidak memiliki tanggung jawab sama sekali.


"Tolong jangan lakukan ini, yang mulia. Permaisuri ini mengetahui kesalahan yang telah dilakukan, mohon pengampunan dari yang mulia, agar tidak memberikan hukuman yang berat." ucap permaisuri Chu Rong Xie menghiba di hadapan Kaisar Tian Wo.


Namun sepertinya sang suami tak lagi memperdulikannya, ini bukanlah yang pertama kalinya permaisuri Chu Rong Xie berbuat sesuka hati hingga merugikan orang lain, bahkan saat ini bisa saja kekaisaran longzu diserang secara sepihak oleh pasukan dari kekaisaran jiahu, yang terkenal sangat beringas dan juga kejam.


"Kau tak hanya menyakiti perasaan putri Xuan Jian, namun juga telah membuat kekacauan di seluruh wilayah kekuasaan zhen. Jika sampai gadis itu meminta agar ayah dan juga saudara laki-lakinya menyerang kekaisaran longzhu, maka seluruh rakyat dan juga penghuni wilayah kekaisaran ini akan menjadi korban atas kesalahan yang kau perbuat." jawab kaisar Tian Wo sambil menunjuk wajah permaisuri Chu Rong Xie.


"Harusnya sejak lama zhen menendangmu dari istana, tapi zhen Masih memikirkan nasib keluargamu jika sampai kau dikembalikan. Tapi saat ini kelakuanmu telah melebihi batas dan kau telah mengibarkan peperangan antara kekaisaran longzu dan juga kekaisaran jiahu, mulai saat ini kau akan dikurung di dalam penjara bawah tanah, sebelum zhen memutuskan kapan hari yang terbaik untuk melenyapkanmu!" ucap kaisar Tian Wo.


Wajah pria nomor 1 di kekaisaran longzhu itu terlihat menghitam, dia benar-benar sangat marah sekaligus benci dengan kelakuan dari permaisurinya yang tidak pernah mau berubah. Padahal selama ini dia telah mendapatkan segala yang dia inginkan, namun sepertinya wanita itu terlalu serakah, sehingga ingin menguasai istana kekaisaran dan juga memberikan perintah layaknya seorang Kaisar.


Permaisuri Chu Rong Xie hanya bisa menundukkan wajahnya, dia sudah tak memiliki kekuatan lagi untuk bisa menyanggah ucapan dari Kaisar Tian Wo, apalagi saat ini di hadapan seluruh tamu undangan, dirinya dipermalukan habis-habisan.


Hal itu tentu saja membuat permaisuri Chu Rong Xie benar-benar menyimpan dendam terhadap suaminya yang dia rasa tidak adil, bahkan seluruh anggota keluarga dari kekaisaran jiahu begitu mengagungkan Xuan Jian dan bersedia untuk pasang badan, demi gadis itu.

__ADS_1


Namun pria yang saat ini ada di hadapannya dan berstatus sebagai suami sahnya, sama sekali tidak memiliki hati nurani sedikitpun, bahkan dengan entengnya mengatakan untuk melenyapkan dirinya.


Hati sang permaisuri dirundung pilu, dia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan nasib buruk setelah dirinya mempermalukan Xuan Jian di hadapan semua orang, bahkan gadis yang dianggap mampu untuk melawan putri dari kekaisaran jiahu itu saat ini masih terpuruk meratapi nasibnya, yang akan segera dinikahkan dengan pria jelek dan juga miskin, atas perintah dari Qing Yuan yang juga telah mendapatkan persetujuan dari Kaisar Wei Huang.


"Kalian benar-benar tidak memiliki hati nurani sama sekali!" teriak permaisuri Chu Rong Xie.


Kaisar Tian Wo melirik ke arah sang permaisuri, kemudian dengan cepat dia pun mengangkat tangannya dan memberikan sebuah tamparan yang sangat kuat di pipi kiri milik permaisuri dari kekaisaran longzu itu.


Plak...


Suara tamparan itu terdengar begitu menggema di dalam aula pesta, sehingga membuat semua orang pun langsung melirik ke arah permaisuri Chu Rong Xie yang saat ini terlihat meneteskan air matanya, sambil memegang pipinya yang terasa kebas dan juga sakit.


Bahkan akibat tamparan itu membuat sebuah tanda berbentuk tangan yang sangat besar, milik dari kaisar Tian Wo yang benar-benar merasa sangat marah terhadap permaisuri, yang tidak juga Jera dan berpikir logis tentang apa yang telah dia lakukan.


"Bahkan saat ini seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu berpikir jika Pangeran Tian Li Wei adalah seorang yang sangat pengecut, karena tidak bertanggung jawab terhadap putri Xuan Jian. Padahal semua orang juga tahu jika pangeran itu tetap diam karena masih menghargaimu sebagai ibu yang telah melahirkannya." ucap sang kaisar.


Permaisuri Chu Rong Xie melirik ke arah Pangeran kedua yang hingga saat ini masih termenung di tempatnya, sepertinya putra keduanya itu benar-benar sangat kecewa, sehingga tidak ingin melihat wajahnya.


Sang permaisuri mencoba untuk bergerak ke arah putra keduanya itu, namun tiba-tiba saja beberapa orang prajurit segera datang dan menarik kedua lengan milik wanita nomor satu di kekaisaran longzu itu, kemudian segera menyeretnya keluar dari aula pesta.


Permaisuri Chu Rong Xie terus berteriak meminta dilepaskan, dia saat ini ingin meminta pertolongan pada pangeran Tian Li Wey, Dia sangat yakin jika putra keduanya itu pasti akan melakukan segala macam cara, demi untuk mendapatkan perhatian dan juga kasih sayangnya seperti selama ini.


Pemuda itu tidak mungkin menaruh dendam ataupun sakit hati terhadapnya, karena dia terlalu menyayangi permaisuri Chu Rong Xie, sebagai ibu yang telah melahirkannya ke dunia ini.

__ADS_1


Tak seberapa lama pangeran kedua pun segera bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan keluar dari dalam aula pesta, tanpa mengeluarkan satu patah kata pun. Saat ini pikirannya benar-benar tengah gamang, dia berada dalam titik terendah di hidupnya.


Kekecewaan terhadap permaisuri Chu Rong Xie membuatnya membenci wanita yang telah melahirkannya itu, tak hanya telah banyak bertindak kejam dan juga jahat di belakang Kaisar Tian Wo, namun wanita itu juga saat ini telah menggagalkan rencananya untuk bisa bertunangan dengan satu-satunya gadis yang telah mampu menaklukkan hatinya.


Dia benar-benar tak mengerti dengan sikap dari permaisuri Chu Rong Xie, yang selalu membeda-bedakan kasih sayang dan juga perhatian terhadapnya. Padahal selama ini pangeran kedua selalu saja melakukan apapun yang diinginkan oleh wanita itu, tanpa pernah membantah.


Namun sepertinya hal itu tidak cukup untuk membuktikan pengabdiannya sebagai seorang putra, terhadap permaisuri Chu Rong Xie, sehingga wanita itu lebih memilih putra mahkotanya sendiri dan menyerahkan dia yang merupakan putra kedua kepada selir Agung.


Kekesalan itu saat ini semakin menggunung di dalam hati pangeran kedua, apalagi setelah melihat tatapan permusuhan yang dilayangkan oleh Qing Yuan dan juga seluruh keluarga istana kekaisaran jiahu terhadapnya.


Apalagi Xuan Jian yang saat ini terlihat begitu kecewa dan juga sangat marah, entah apakah dia masih memiliki kesempatan untuk bisa kembali dan bersama dengan gadis kecil itu atau tidak.


Sementara kereta kuda yang saat ini ditumpangi oleh seluruh anggota kekaisaran jiahu telah keluar dari wilayah kekaisaran longzu, Kaisar Wei Huang sengaja memerintahkan kepada kusir kereta agar menjalankannya dengan sangat cepat, dia tak ingin terlalu banyak menghabiskan waktunya di jalan, agar bisa segera kembali bersama dengan seluruh keluarganya.


Apalagi saat ini putri kecilnya itu tengah mengalami kekecewaan, akibat sikap masa bodoh yang ditunjukkan oleh pangeran kedua terhadapnya.


Qing Yuan melirik ke arah Kaisar Wei Huang yang saat ini terlihat wajahnya menghitam, dia sangat mengerti dengan permasalahan yang dialami oleh ayah kandungnya itu, sehingga segera mengungkapkan pemikirannya.


"Haruskah kita mengerahkan seluruh pasukan kekaisaran jiiahu untuk menyerang kekaisaran longzhu dalam waktu dekat?" tanya Qing Yuan.


Kaisar Wei Huang hanya menggelengkan kepalanya, kemudian menjawab pertanyaan dari putranya itu.


"Kita Serahkan semuanya kepada putri Xuan Jian, jika dia memang menginginkan kehancuran untuk kekaisaran longzhu, maka zhen akan segera memerintahkan seluruh pasukan untuk bersiap melakukan penyerangan besar-besaran terhadap wilayah kekaisaran longzhu." jawabnya dengan sangat tenang.

__ADS_1


Qing Yuan hanya menganggukkan kepalanya, dia juga mengerti dengan keputusan yang diambil oleh sang ayah, mengingat selama ini putri Xuan Jian terkadang tidak menerima bantuan dari orang lain, dan hanya ingin menyelesaikan seluruh permasalahan hidupnya sendiri.


__ADS_2