Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 111


__ADS_3

pesta ulang tahun Xuan Jian dan juga pangeran Qing Yuan berlangsung dengan sangat meriah, semua orang nampak menikmati berbagai macam hidangan yang nampak asing, namun begitu lezat. Tarian yang disuguhkan juga membuat para tamu undangan berdecak kagum, apalagi dekorasi aula pesta dibuat semodern mungkin atas permintaan dari Xuan Jian, dia ingin agar ulang tahunnya dirayakan dengan sangat megah dan juga meriah.


Sebuah teriakan dari seorang prajurit yang berjaga di depan pintu aula pesta, membuat semua kegiatan yang berada di dalam ruangan itu berhenti untuk sementara, pandangan mereka terarah ke arah pintu masuk, di mana saat ini seorang Kaisar beserta seluruh keluarganya berdiri untuk memenuhi undangan dari Kaisar Wei Huang.


Namun karena ada beberapa hal yang terjadi pada mereka saat dalam perjalanan, sehingga membuat perjalanannya akhirnya terhambat dan mereka datang di saat acara telah dimulai.


"Yang mulia kaisar Tian Wo beserta keluarga memasuki aula."


Kaisar Tian Wo beserta selir Agung dan juga kedua orang pangeran saat ini berdiri, dengan penuh senyuman. Mereka berjalan sambil sesekali melayangkan pandangan ke arah para tamu undangan yang telah hadir dan duduk di meja mereka masing-masing.


Kaisar Wei Huang segera berdiri untuk menyambut tamu yang baru saja datang, meskipun sebenarnya di dalam hati masih menyimpan rasa sakit dan juga kesal, namun atas permintaan dari Xuan Jian untuk tidak meneruskan kembali dendam terhadap orang-orang dari kekaisaran Lingzhu, akhirnya mau tak mau Kaisar Wei Huang pun mengirimkan undangan, untuk Kaisar Tian Wo dan seluruh keluarganya.


"Selamat datang di kekaisaran jiahu, kaisar Tian Wo beserta seluruh keluarga." ucap Kaisar Wei Huang.


Tamu undangan yang baru datang itu pun akhirnya mengganggukan kepala, untuk menyambut keramah tamahan yang diberikan oleh tuan rumah. mereka segera dipersilahkan untuk duduk di meja yang telah dipersiapkan sebelumnya.


Setelah tamu yang baru saja hadir itu ikut duduk di meja mereka, akhirnya acara kembali dilanjutkan. Para penari kembali membuat seluruh tamu undangan tak berhenti menatap gerakan yang dibuatnya, mereka saat ini seolah terhipnotis oleh para penari yang terlihat begitu lihai meliuk-liukkan badannya dengan sangat anggun dan juga mempesona setiap mata yang melihatnya.


Pangeran Tian Li Wei melirik kearah putri Xuan Jian, Namun sepertinya gadis kecil itu sama sekali tidak tertarik untuk menatap ke arahnya. Dia dengan santai menyuapkan satu persatu kue kecil yang berada di atas meja, sambil bersenda gurau bersama Qing Yuan yang selalu berada di sampingnya.


Bahkan saat ini Pangeran mahkota kekaisaran jiahu itu terlihat memelototkan mata ke arah Pangeran kedua dari kekaisaran Lingzhu, karena terus-menerus menatap keberadaan saudara perempuannya.


Dia masih merasa sangat kesal dan juga menyimpan dendam, atas perbuatan dari permaisuri Chu Rong Xie yang telah membuat malu seluruh anggota kekaisaran jiahu dan juga menyakiti hati dari saudaranya tercinta, Xuan Jian.


Akhirnya acara penyerahan hadiah dari seluruh tamu undangan pun dimulai, saat ini satu persatu mulai maju dan memberikan hadiah untuk putri Xuan Jian dan juga Qing Yuan.

__ADS_1


Beberapa orang putri dari kekaisaran terlihat sesekali melirik ke arah Pangeran mahkota kekaisaran jiahu itu, meskipun mereka tahu kekurangan yang dimiliki oleh Qing Yuan, namun tidak menurunkan semangat mereka untuk bisa mendapatkan hati putra mahkota kekaisaran jiahu itu, mengingat sebentar lagi dia akan segera naik tahta dan menjadi seorang pemimpin kekaisaran besar.


Beberapa orang tuan muda dan juga pangeran, turut melirik ke arah Xuan Jian, meskipun dia hanya merupakan Putri kekaisaran, namun memiliki kekuatan dan kekuasaan yang sama besar dengan Kaisar Wei Huang.


Wajah pangeran kedua dari kekaisaran Lingzhu itu saat ini terlihat menghitam, saat menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri, bagaimana para tuan muda dan juga pangeran dari berbagai kekaisaran mencari perhatian dari gadis kecil yang merupakan calon tunangannya.


Andai saja dua bulan yang lalu permaisuri Chu Rong Xie tidak melakukan sesuatu yang menyakiti dan juga menyinggung perasaan seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu, mungkin saat ini dia akan mengusir tuan muda dan juga pangeran yang telah berani mencuri-curi pandang ke arah gadis kecilnya.


Dia sangat tidak suka ada pria lain yang mendekati Xuan Jian, terlebih dia bisa melihat sendiri ambisi dan juga niat buruk yang dimiliki oleh tuan muda maupun para pangeran itu terhadap gadis kecilnya.


Kedua tangan milik Pangeran Tian Li Wei mengepal di samping kiri dan kanan hanfunya, saat ini dia benar-benar harus menjaga harga dirinya agar tidak terjatuh di hadapan semua orang, setelah menyaksikan sendiri bagaimana pemuda-pemuda itu mencari muka di hadapan Xuan Jian.


Apalagi Qing Yuan yang seolah sengaja menyambut pemuda-pemuda itu dengan turut memberikan candaan dan juga pujian-pujian halus terhadap para tamu yang menyerahkan hadiah itu.


"Salam yang mulia, hamba permaisuri Ye Hua dari kekaisaran bailu ingin memberikan hadiah yang kami bawa untuk pangeran Qing Yuan dan juga Putri Xuan Jian." ucap permaisuri Ye Hua sambil melirik ke arah para pelayannya.


Saat ini sebuah jubah megah diperlihatkan di hadapan semua orang, sebagai hadiah khusus yang telah dipesan oleh anggota istana kekaisaran bailu untuk Qing Yuan, jubah itu nampak berat dan mempesona dengan sulaman burung bangau yang sangat indah menghiasi, jubah itu telah dibuat oleh seorang penjahit ternama di kekaisaran bailu menggunakan benang perak yang sangat memukau, hingga siapapun yang memakainya pasti akan membuat kharisma yang luar biasa keluar dan terpancar dari tubuhnya.


Qing Yuan menatap kagum ke arah jubah yang dibawa oleh pelayan itu, kemudian segera berdiri dari kursi yang didudukinya dan menerima hadiah itu dengan suka hati. Diantara seluruh hadiah yang dibawa oleh para tamu undangan, jubah yang sangat indah pemberian dari keluarga besar istana kekaisaran bailu menjadi salah satu favorit bagi Qing Yuan.


Kaisar Wei Huang tersenyum puas melihat sang putra yang saat ini begitu mengagumi hadiah yang didapatkannya, dari anggota keluarga kekaisaran bailu. Sepertinya pria nomor satu di kekaisaran jiahu itu berpikir untuk memberikan hadiah yang sama, sebagai balasan karena telah membuat putra kesayangannya itu akhirnya bahagia.


Tak lama permaisuri Ye Hua pun berjalan ke arah Xuan Jian, kemudian segera melengkungkan senyuman manis kepada gadis kecil yang saat ini berada di hadapannya.


Salah seorang pelayan membuka tutup hadiah yang dibawa oleh permaisuri Ye Hua, sebuah gulungan surat terlihat di hadapan semua orang, membuat bisik-bisik diantara para tamu akhirnya terdengar. Entah apa yang dipikirkan oleh seluruh anggota kekaisaran bailu, sehingga menghadiahkan sebuah gulungan kertas kepada putri Xuan Jian.

__ADS_1


Sedangkan untuk Qing Yuan mereka telah menggelontorkan begitu banyak koin emas, agar bisa menyenangkan hatinya dengan memberikan sebuah jubah yang sangat berharga dan begitu menakjubkan.


"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa mereka memberikan sebuah gulungan kertas sebagai hadiah untuk putri Xuan Jian? Bukankah ini sebuah penghinaan, karena telah merendahkan tuan putri dari kekaisaran jiahu?" ucap salah seorang bangsawan yang saat ini berada di dalam aula istana, sambil mencubit lengan rekan di sebelah kursinya.


"Kau benar, sepertinya mereka telah kehilangan akal sehingga memberikan sebuah gulungan kertas yang tidak berharga sebagai hadiah untuk Tuan Putri Xuan Jian." balas rekannya.


"Apa permaisuri Ye Hua itu sudah gila? Lihatlah apa yang dia bawa sebagai hadiah untuk Putri Xuan Jian!"


"Benar-benar memalukan! Apakah kekaisaran bailu telah jatuh miskin, sehingga memberikan hadiah yang tidak berharga untuk putri Xuan Jian?"


"Sepertinya sebentar lagi kekaisaran jiahu akan segera berperang dengan kekaisaran bailu, karena permaisuri Ye Hua telah merendahkan putri Xuan Jian dengan memberikan hadiah berupa gulungan kertas."


"Ini benar-benar penghinaan yang sangat besar!"


Bisik-bisik di dalam aula pesta akhirnya menjadi sebuah kegaduhan yang sangat besar, mereka nampak sangat berang melihat permaisuri Ye Hua yang telah berani memberikan sebuah hadiah yang tidak berharga, untuk Putri Xuan Jian, padahal sebelumnya mereka begitu takjub dengan seluruh anggota keluarga kekaisaran bailu yang telah berhasil membuat Qing Yuan begitu bersemangat, karena mendapatkan hadiah yang sangat dia impikan.


Xuan Jian bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian mengulurkan tangan untuk mengambil gulungan kertas yang saat ini diberikan oleh permaisuri Ye Hua, sambil melengkungkan senyuman tipis.


Gadis kecil itu sama sekali tidak meremehkan apa yang diberikan oleh wanita nomor satu di kekaisaran bailu, mengingat sebelumnya dia bisa melihat sendiri betapa berharganya sebuah jubah kebesaran putra mahkota, yang diberikan untuk Qing Yuan.


Maka gulungan kertas itu haruslah sama berharganya, dengan hadiah pertama yang telah dia tunjukkan di hadapan semua orang.


"I-ini..!" mata Xuan Jian langsung terbelalak kaget setelah membaca tulisan yang ada di dalam gulungan kertas.


Dia tak menyangka akan mendapatkan hadiah yang begitu berharga dari permaisuri Ye Hua, sedangkan semua orang yang hadir di dalam aula saat ini masih terus bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan oleh Putri Xuan Jian, Setelah dia mendapatkan hadiah sampah dari permaisuri Ye Hua itu?

__ADS_1


__ADS_2