Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 94


__ADS_3

Xuan Jian dikejutkan dengan kedatangan Xiu Lan yang terlihat sangat terburu-buru, gadis pelayan itu hampir saja menabrak pintu saat memasuki paviliun milik putri dari selir Xuan Yang itu.


"Ada apa denganmu, Xiu Lan?" tanya Xuan Jian.


Alis gadis itu bertautan, karena baru pertama kali melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Xiu Lan saat ini.


"Ada sesuatu yang sangat penting yang harus Xiu Lan sampaikan kepada tuan putri." ucap gadis pelayan itu dengan sangat sopan.


Xuan Jian segera menutup pintu paviliunnya, untuk menghindari adanya seseorang yang mendengarkan pembicaraan keduanya, kemudian segera mendekati gadis pelayan itu.


Tak lama Xiu Lan pun segera membisikkan sesuatu yang membuat Xuan Jian hampir melompat dari kursi yang didudukinya, seringaian tipis muncul dari wajah gadis itu, sambil melirik ke arah Xiu Lan, tak lama kedua orang gadis itu pun tertawa terbahak-bahak.


Diluar kediaman yang ditempati oleh Xuan Jian, saat ini pangeran kedua terlihat mondar-mandir, dia ingin menjumpai calon tunangannya itu, namun tidak memiliki alasan, sehingga membuatnya maju mundur tak karuan.


Qing Yuan yang melihat kelakuan dari pangeran kedua kekaisaran longzu itu pun mengerutkan dahi, Apa yang dilakukan oleh pangeran Tian Li Wei di depan paviliun yang ditempati oleh Xuan Jian? Fikir Qing Yuan.


Tak lama Xuan Jian dan Xiu Lan pun keluar dari dalam paviliunnya, mata kedua orang gadis kecil itu pun terbelalak kaget melihat kehadiran Pangeran kedua yang nampak masih belum menyadari kehadiran mereka.


Dia terus berjalan mondar-mandir sambil menggendong tangannya, seperti orang yang tengah frustasi. Xuan Jian pun segera mendekat dan bertanya.


"Apa yang kau lakukan di sini, pangeran?" tanya Xuan Jian.


Pangeran kedua yang mendengar suara Xuan Jian pun langsung menoleh, pipi pemuda itu terlihat memerah hingga ke telinganya. Sepertinya saat ini dia benar-benar merasa malu, karena ketahuan oleh calon tunangannya.


"Hanya memastikan bahwa kau baik-baik saja di dalam sana." ucapan pangeran kedua, meskipun di dalam hatinya dia ingin sekali mengatakan bahwa saat ini dirinya ingin mengajak Xuan Jian untuk berjalan-jalan, namun ternyata mulutnya mengeluarkan alasan yang lain.


Xuan Jian tertegun mendengar jawaban yang diucapkan oleh pangeran kedua, dia tak menyangka jika calon tunangannya itu memiliki perhatian yang begitu besar, sehingga menjaganya di luar kediaman.

__ADS_1


Xuan Jian segera mengajak Xiu Lan untuk segera pergi, namun ternyata pangeran kedua mengikuti langkah kedua orang gadis itu, sehingga akhirnya membuat Qing Yuan segera mendekat, dia tidak ingin pangeran kedua memiliki banyak waktu dan juga kesempatan untuk berduaan dengan Xuan Jian, karena sudah pasti Xiu Lan akan pergi jika pangeran kedua memintanya.


Pangeran kedua hanya tersenyum kecut melihat kedatangan dari Qing Yuan, sejak awal dia telah menyadari jika Qing Yuan tidak menyukainya, apalagi melihat dia berduaan dengan Xuan Jian, pasti pemuda itu akan terus menempel pada calon tunangannya.


"Apakah Pangeran kedua tidak memiliki pekerjaan lain, selain menguntit saudaraku?" tanya Qing Yuan dengan sangat pedas.


Tian Li Wei melirik ke arah calon iparnya itu, sepertinya saat ini dia harus menunjukkan otoritasnya sebagai seorang pangeran kedua dari kekaisaran longzu, sekaligus tuan rumah yang tengah disinggahi oleh Qing Yuan.


"Apakah pangeran Qing Yuan membutuhkan seseorang untuk menunjukkan jalan? Jika memang benar, aku akan segera memanggil beberapa orang pelayan agar pangeran Qing Yuan bisa berjalan-jalan, mengitari seluruh istana kekaisaran." jawab pangeran kedua dengan sangat santai.


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh pangeran kedua, membuat Qing Yuan langsung memelototkan matanya, sepertinya calon iparnya itu sangat tidak menyukai kehadiran dia yang saat ini terus saja menempel kepada Xuan Jian.


"Kau tidak perlu melakukan itu, pangeran kedua. Aku bisa berjalan-jalan bersama dengan Xuan Jian." ucap Qing Yuan sambil menggandeng tangan saudara perempuannya itu.


Xuan Jian hanya mengerutkan dahi, melihat kedua orang pemuda yang ada di hadapannya saat ini terus saling menyerang dengan kata-kata, sementara dirinya masih tetap berjalan dengan sangat santai, berdua dengan Xiu Lan.


Sepertinya saat ini dia memberikan kode bahwa wanita-wanita itu merupakan selir dan juga permaisuri dari putra mahkota yang tadi diberitahukannya, Xuan Jian langsung menganggukkan kepala, pertanda dia mengerti dengan kode yang diberikan oleh gadis pelayan itu, tak lama dia pun segera mengajak pangeran kedua untuk berjalan-jalan di hadapan keenam orang wanita milik putra mahkota.


Dia ingin menunjukkan jika pangeran kedua adalah miliknya yang tak akan bisa direbut oleh wanita lain, Xuan Jian saat ini telah mengetahui rencana yang dibuat oleh permaisuri beserta para selir dan juga permaisuri putra mahkota, yang akan segera mencarikan selir untuk pangeran kedua, namun jelas dia akan menentang habis keinginan dari permaisuri itu, dengan alasan bahwa pangeran kedua hanya menyukainya dan tidak menginginkan kehadiran dari wanita lain.


Terlebih jika wanita itu memiliki penampilan seperti ondel-ondel, dengan dandanan yang sangat tebal.


Kemunculan Xuan Jian beserta rombongannya tentu saja mengagetkan ke 6 orang wanita yang saat ini tengah bersantai di taman, wajah mereka terlihat menatap sinis ke arah Xuan Jian sambil sesekali melempar pandangan ke arah pangeran kedua.


Entah apa yang dilihat oleh pangeran itu sehingga tertarik pada Xuan Jian, sedangkan gadis itu saja memiliki postur tubuh yang sangat mungil.


Tiba-tiba saja ke 6 orang wanita itu bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan mendekat ke arah Xuan Jian dan rombongannya saat ini, dengan segera salah seorang dari selir putra mahkota itu berpura-pura terjatuh di hadapan Xuan Jian, sehingga membuat orang-orang yang melihat langsung menunjukkan wajah tidak suka terhadap gadis itu.

__ADS_1


Xuan Jian hanya menatap sinis ke arah selir putra mahkota yang saat ini terduduk di atas tanah, dia benar-benar sangat muak dengan drama murahan yang dimainkannya, jika memang Xuan Jian benar-benar mendorong wanita itu, dia tidak akan jatuh dalam posisi duduk, melainkan tersungkur dengan dengan wajah mencium tanah.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tahu jika dia adalah selir putra mahkota?" tanya permaisuri putra mahkota sambil menatap tajam ke arah Xuan Jian.


Sedangkan Xuan Jian beserta rombongannya hanya menunjukkan tatapan datar. Pangeran kedua yang berjalan di samping Xuan Jian pun segera menarik lengan gadis itu dan menyembunyikannya di belakang badan, kemudian dia pun segera pasang badan untuk melindungi Xuan Jian.


"Apa kalian tidak memiliki mata? Bahkan iblis saja tahu siapa yang menjebak siapa!" ucap pangeran kedua.


"Apa maksudmu pangeran? Sudah jelas jika gadis itu telah mendorong salah seorang selir dari putra mahkota." bela permaisuri putra mahkota itu.


"Sayangnya kalian terlalu bodoh! Jika calon tunanganku itu ingin mendorong selir murahan itu, maka dia tidak akan jatuh dalam kondisi duduk, melainkan tersungkur di atas tanah. Jika kau memang benar-benar tidak mempercayainya, maka aku sendiri sebagai seorang pangeran kedua, akan meminta kepada calon tunanganku untuk membuktikan betul atau tidaknya ucapan ku itu." ucap pangeran kedua sambil menarik kembali pergelangan tangan Xuan Jian dengan sangat lembut dan segera membiarkan gadis itu untuk berdiri di sampingnya.


Qing Yuan segera mendekat, kemudian turut membela Xuan Jian.


"Apa kalian lupa dengan kejadian di dalam aula pesta? Bahkan mantan perdana menteri kekaisaran longzu saja bisa dibuat babak belur oleh saudara perempuanku. Bagaimana mungkin dia mendorong selir itu dan keadaannya baik-baik saja? Jika tidak lebam, paling tidak wajahnya akan menjadi semakin jelek seperti babi." jawab Qing Yuan sambil menunjuk ke arah selir yang saat ini menundukkan kepalanya.


Pangeran kedua tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan yang sangat sarkas dari mulut Qing Yuan, kemudian dia pun turut memberikan cemoohan terhadap selir itu.


"Kau benar pangeran, dia bukan hanya memiliki wajah yang jelek, tapi juga memiliki kelakuan yang sangat buruk, entah apa yang dipandang oleh putra mahkota hingga dia mau menjadikan wanita menjijikan seperti itu sebagai selirnya." ucap pangeran kedua sambil menunjuk ke arah selir yang saat ini masih tetap duduk di atas tanah itu.


Selir Xing Ran benar-benar sangat marah karena dipermalukan di hadapan semua orang, bahkan para pelayan pun saat ini mulai berdatangan, untuk melihat hal itu. Sang selir mengutuk rencana yang dibuat oleh permaisuri putra mahkota, sehingga membuatnya benar-benar dipermalukan.


Sedangkan dia sendiri malah tersenyum tipis, meskipun dirinya benar-benar sangat kesal dengan reaksi yang ditunjukkan oleh juga pangeran kedua, setidaknya dia bisa memberikan pelajaran kepada salah seorang selir putra mahkota, yang selalu saja bersikap genit terhadap suaminya.


...----------------...


Mohon maaf hari ini autor hanya bisa up satu chapter saja, karena kondisi author sedang kurang sehat. Semoga besok bisa double up kembali seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2