
Mendengar ucapan dari Xuan Jian, akhirnya semua orang pun langsung menganggukkan kepala, mereka mau tak mau harus menyetujui usulan dari gadis kecil itu, karena jika Xuan Jian telah bergerak, maka mereka semua bahkan tidak akan memiliki kemampuan untuk mengangkat wajahnya di hadapan semua orang.
Xuan Jian selalu memiliki cara untuk membuat semua orang tunduk di bawah pengaruhnya, bahkan meskipun itu Kaisar Wei Huang, dia tidak memiliki kekuatan untuk berdebat dengan Putri kecilnya itu.
Akhirnya semua orang pun menyampaikan persetujuannya dan meminta agar Kaiser Lin Feng berjanji, tidak akan mengganggu usaha yang selama ini mereka jalankan di wilayah kekaisaran tianzi.
Para bangsawan bahkan bersedia untuk menyalurkan beberapa persen dari hasil penjualan milik mereka untuk kemakmuran dan juga kesejahteraan kekaisaran Tianzi, asalkan kaisar Lin Feng bersedia untuk tidak mengganggu dan juga menyentuh seluruh usaha yang dimiliki oleh rakyat yang berasal dari kekaisaran jiahu.
Mendengar permintaan dari para bangsawan, Kaisar Lin Feng langsung menganggukkan kepalanya, dia menyanggupi permintaan yang dilayangkan oleh para bangsawan yang siap untuk membantu, agar kekaisarannya kembali stabil seperti dulu.
Bahkan saat ini pria paling berkuasa di kekaisaran tianzi itu terlihat berkaca-kaca, dia begitu takjub dengan kemampuan dari Putri Xuan Jian, tak hanya membiarkan dia kembali mendapatkan haknya sebagai seorang Kaisar, namun dia juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki struktur organisasi kekaisarannya yang terlalu rapuh selama ini, karena banyaknya orang-orang yang tidak berkompeten.
Sehingga membuat banyak sekali kehancuran pada rakyatnya, tak hanya karena gagal panen yang menyebabkan rakyat akhirnya jatuh pada kemiskinan, namun juga pajak yang sangat tinggi yang diterapkan oleh beberapa orang pejabat istananya, membuat rakyat kekaisaran akhirnya tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap penguasa mereka.
"Terima kasih." ucap kaisar Lin Feng dengan suara yang bergetar.
Xuan Jian hanya melirik sekilas ke arahnya, sambil melengkungkan senyuman tipis membalas ucapan terima kasih yang diucapkan oleh pria nomor satu di kekaisaran Tianzi itu.
Tak lama kasim pun meminta agar Kaisar Wei Huang dan juga Kaisar Lin Feng untuk berdiri, kemudian keduanya dituntun untuk mendekat ke sebuah meja, di mana sebuah peraturan telah dibuat.
__ADS_1
Sang kasim meminta agar kedua orang Kaisar itu sama-sama membaca perjanjian yang telah dibuatnya, setelah yakin bahwa tidak ada sedikitpun hal yang akan merugikan kedua kekaisaran, akhirnya kedua orang pria yang paling berkuasa itu diwajibkan untuk memberikan cap, sebagai sebuah bentuk persetujuan sekaligus kerjasama yang erat antara kekaisaran tianzi dan juga kekaisaran jiahu.
Semua orang yang hadir di dalam aula itu bertepuk tangan menyambut perdamaian antara dua kekaisaran, meskipun saat ini kekaisaran jiahu mendapatkan sedikit kerugian karena melepaskan wilayah kekaisaran tianzi kembali kepada pemilik asalnya ,namun mereka juga mendapatkan keuntungan dengan 1000 orang prajurit yang akan dikirim oleh kekaisaran tianzi dan juga hasil bumi yang didapatkan oleh kekaisaran tianzi akan dibagi dua dengan kekaisaran jiahu.
Kedua orang Kaisar itu pun akhirnya berhadapan, keduanya sama-sama mengulurkan tangan untuk saling berjabatan, sebagai tanda bahwa mulai hari ini perdamaian di antara kedua kekaisaran akan dimulai.
Kaisar Lin Feng hampir saja tak bisa menahan air mata yang tiba-tiba saja meluncur dengan sangat deras dari pelupuk matanya, dia tak menyangka akan adanya hari ini, di mana tanpa harus melakukan sebuah pertempuran, Kaisar Wei Huang dengan senang hati mengembalikan miliknya, tanpa adanya sebuah pertentangan ataupun perdebatan.
Kerjasama di antara kedua kekaisaran itupun disambut dengan bahagia oleh seluruh tamu undangan yang hadir, wajah mereka terlihat sangat sumringah, terlebih untuk anggota keluarga dari kekaisaran tianzi yang saat ini turut hadir di dalam aula pesta, sesuai dengan undangan yang diberikan oleh Xuan Jian.
Mereka benar-benar sangat terkesan dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh gadis kecil itu, tak hanya menghentikan pertempuran, namun saat ini mereka diberikan kesempatan kedua untuk kembali hidup di tanah tempat mereka dilahirkan, tanpa harus menjadi budak dari kekaisaran lain.
Bahkan dirinya selama ini berpikir jika hanya dengan melenyapkan seluruh anggota kekaisaran jiahu, maka dia bisa kembali menuju istana kekaisaran tianzi yang selama ini telah bertahun-tahun dia tinggalkan.
Kaisar Wei Huang melerai pelukan yang diberikan oleh kaisar Lin Feng, kemudian pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu segera melangkahkan kakinya menuju singgasana dan berniat untuk melanjutkan acara pesta ulang tahun kedua anaknya.
Dia masih belum menyadari tatapan dari seseorang yang duduk di ujung paling belakang kursi para tamu undangan, yang saat ini nampak menyunggingkan senyuman misterius terhadap Xuan Jian.
Sepertinya dia sangat terpukau dengan keahlian dari gadis kecil itu, sehingga berpikir untuk menjadikannya sebagai pendamping hidup Sang putra, yang dalam waktu beberapa tahun ke depan akan segera naik tahta menjadi Kaisar, menggantikan dirinya.
__ADS_1
Bahkan putranya yang selama ini dikenal tidak pernah mau berdekatan dengan seorang gadis sekalipun, saat ini nampak tak bisa mengedipkan mata, saking takjubnya terhadap Putri Xuan Jian. Dia berkali-kali melengkungkan senyuman tipis, melihat semua tindak-tanduk yang dilakukan oleh gadis kecil itu.
Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu oleh semua orang pun tiba, acara puncak sekaligus merupakan pesta ulang tahun dari pangeran Qing Yuan yang baru saja diangkat menjadi seorang putra mahkota dan juga Putri Xuan Jian. Keduanya terlihat duduk bersama saling berdampingan, dengan sangat akur sebagai sepasang saudara.
Bahkan Qing Yuan menggenggam erat tangan saudaranya itu, seolah dia tak ingin melepaskan gadis kecil yang berada di sisinya kepada pria manapun. Dia telah berjanji dalam hati, akan menjadi garda terdepan untuk menjaga Xuan Jian dari tatapan pria-pria yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyakiti hati saudaranya seperti pangeran Tian Li Wei beberapa bulan yang lalu.
Xuan Jian hanya melirik tipis ke arah Qing Yuan, dia telah merasakan sendiri bagaimana posesifnya saudara lelakinya itu terhadap dirinya. Bahkan saat ini Kaisar Wei Huang pun turut menunjukkan hal yang sama, keduanya seolah tidak akan melepaskan Xuan Jian untuk menjadi istri ataupun menantu dari kekaisaran manapun.
Mereka bagaikan iblis yang siap menerkam siapapun, yang berani merebut Xuan Jian dari tangannya.
Alunan musik dengan sangat merdu dan mendayu-dayu mulai diperdengarkan, bersamaan dengan kedatangan para penari yang mulai melenggang dengan gemulai, sambil sesekali menyapa para tamu undangan yang hadir.
Tak lama mereka pun langsung berbaris di tengah-tengah aula, dan bersiap untuk memperlihatkan pertunjukan yang sangat manis, untuk menemani para tamu undangan yang saat ini mulai mencicipi berbagai macam kue kecil dan juga minuman yang ada di atas meja mereka.
Para pelayan mulai mondar-mandir membawa berbagai macam nampan berisi kue dan juga minuman, kemudian segera menata dengan sangat rapi di meja-meja milik para tamu.
Hal itu tentu saja membuat seluruh tamu undangan semakin bersemangat, tak hanya karena hidangan yang sangat menakjubkan, namun juga tarian-tarian yang diperlihatkan di aula istana kekaisaran jiahu jauh berbeda dengan para penari di kekaisaran lainnya.
Xuan Jian memang sengaja melatih beberapa orang gadis yang memiliki keahlian dalam hal menari, dia melatih mereka tidak hanya untuk melenturkan tubuhnya, melainkan juga beberapa teknik yang biasa dia digunakan di kehidupan yang lalu, sebagai sebuah cara agar para penari itu pada akhirnya mendapatkan kehormatan, sehingga bisa dipersunting oleh orang-orang yang memiliki status sosial lebih tinggi dari mereka.
__ADS_1
Tidak ada yang tidak mungkin di tangan Xuan Jian, apapun yang tidak sanggup dilakukan oleh orang lain, mampu dilakukan gadis itu. Hal itulah yang menjadi semangat bagi para penari itu, mereka sangat yakin jika suatu hari nanti bisa mendapatkan seseorang yang akan mendampingi hingga hari tua.