Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 162


__ADS_3

Setelah menyelesaikan seluruh persiapan, akhirnya pangeran Zhang Liang beserta Kaisar Zhang Wei dan permaisuri Xi Hua meninggalkan istana kekaisaran bailu untuk mengunjungi kekaisaran jiahu, ada sekitar 10.000 orang prajurit yang mereka bawa dan beberapa kereta barang.


Namun yang paling mencolok adalah keberadaan sebuah kereta mewah yang sangat besar, di mana seluruh anggota keluarga istana kekaisaran duduk bersama di dalamnya, tak lupa dengan sebuah peti yang kini turut menghiasi tempat itu.


Sementara di tempat lain, seorang pemuda tampan saat ini terlihat menggeram marah, matanya memerah dengan tangan yang terkepal setelah mendengar informasi yang dibawa oleh salah seorang mata-matanya. Bagaimana bisa Pangeran Zhang Liang bertindak dengan begitu kasar terhadap gadis yang dia cintai? Bahkan selama ini dia telah berusaha untuk menjauh dari Xuan Jian hanya karena tak ingin gadis kecil itu mendapatkan masalah dari pemuda yang sebentar lagi akan segera menjadi suaminya.


Namun sepertinya apa yang dia lakukan sama sekali tak berarti, sehingga Pangeran Zhang Liang dengan sesuka hatinya memperlakukan Putri Xuan Jian dengan sangat buruk.


Akhirnya Pangeran Tian Li Wei memutuskan untuk melakukan berbagai macam cara, agar bisa mendapatkan Maaf dari seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu sekaligus meraih cinta Xuan Jian untuk yang kedua kalinya.


Meskipun di masa lalu dirinya pernah melakukan kesalahan dengan membiarkan permaisuri Chu Rong Xie memperlakukan Putri Xuan Jian dengan sangat buruk, tapi kali ini apa yang dilakukan oleh pangeran Zhang Liang bahkan jauh lebih tidak berprikemanusiaan daripada dirinya.


Sehingga dia pun memutuskan dengan cara bagaimanapun, dia harus membebaskan putri Xuan Jian dari ikatan yang akan menyakiti gadis itu, dan membawanya kembali untuk menjadi calon permaisuri masa depan kekaisaran tianzu.


Kaisar Tian Wo yang saat itu melintas, melihat perubahan raut wajah putra mahkotanya, dengan sangat cepat pria itu pun segera menuju ke tempat dimana saat ini pangeran Tian Li Wei berdiri dengan penuh kemarahan.


"Ada apa putraku?" tanya kaisar Tian Wo.


Pangeran Tian Li Wei pun segera menceritakan semua informasi yang telah dilaporkan oleh salah seorang mata-mata terpercayanya, dia bahkan terlihat sangat marah sehingga membuat Kaisar Tian Wo akhirnya memutuskan untuk ikut serta memulai perjalanan menuju kekaisaran jiahu.

__ADS_1


Dia bahkan akan membawa sekitar 10.000 orang prajurit untuk berjaga-jaga, bisa saja orang-orang dari kekaisaran bailu saat ini berada di tempat itu, dan mencari tahu segala sesuatu tentang Putri Xuan Jian.


Akhirnya Pangeran Tian Li Wei dan juga Kaisar Tian Wo bersiap-siap, salah seorang jenderal saat ini bahkan mengerahkan 10.000 orang prajurit dengan persediaan senjata yang cukup, jangan sampai ada sesuatu yang akan menghalangi jalan majikan mereka saat berada di kekaisaran jiahu nanti.


Dua pasukan besar saat ini mulai bergerak dari istana kekaisaran mereka menuju wilayah kekaisaran jiahu, meskipun jarak diantara kedua kekaisaran itu begitu jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama.


Kaisar Tian Wo beserta Pangeran Tian Li Wei membutuhkan waktu sekitar 14 hari menggunakan kuda, sedangkan Kaisar Zhang Wei beserta seluruh anggota keluarganya membutuhkan waktu sekitar 9 hari untuk bisa sampai di kekaisaran Jiahu.


Sementara di kekaisaran jiahu sendiri saat ini suasana masih sangat suram seperti di hari-hari sebelumnya, bahkan Kaisar Wei Huang sama sekali tak mau melirik ke arah Putri kandungnya, dia saat ini masih terus saja memikirkan, bagaimana caranya agar jiwa gadis asing itu bisa kembali hidup dan menjadi putri kesayangannya.


Dia sudah terlanjur menyayangi gadis itu seperti putri kandungnya sendiri, apalagi selama ini dia telah banyak berkontribusi dalam kemajuan dan juga kesejahteraan seluruh rakyat wilayah kekaisaran jiahu.


Xuan Jian tertunduk lesu, saat ini dia benar-benar merasa bersalah karena telah mengambil alih kembali tubuh fana-nya, andai saja dia mengetahui sejak awal, bahwa seluruh anggota keluarganya saat ini begitu menyayangi gadis asing itu, mungkin dia tidak akan menggunakan berbagai macam cara untuk merebut kembali tubuh itu.


Sayangnya saat ini dia tidak memiliki cukup kekuatan untuk bisa keluar dari tubuh yang ditempatinya dan berganti dengan jiwa yang saat ini berada di dalam cermin.


Putri Xuan Jian bisa melihat kebencian dan juga kemarahan di wajah Kaisar Wei Huang ataupun Qing Yuan, bahkan kedua orang selirnya dengan terang-terangan menunjukkan aura permusuhan terhadapnya.


Saat ini hanya permaisuri Xuan Yang saja yang menerimanya di istana itu, sedangkan yang lain hanya menganggapnya sebagai makhluk astral yang tak kasat mata.

__ADS_1


Dia kembali diabaikan dan tidak dianggap oleh semua orang, sehingga membuatnya frustasi Dan menganggap bahwa dirinya adalah pembawa sial, saat ini dia telah merampas kebahagiaan seluruh anggota keluarganya dan memberikan mereka kesedihan yang mendalam.


Kaisar Wei Huang hingga saat ini masih belum menginjakkan kakinya di paviliun anggrek, dia terlihat begitu sibuk mencari cara penyembuhan untuk jiwa asing yang selalu dirindukannya.


Apalagi Qing Yuan yang sejak beberapa hari belakangan selalu saja pergi secara diam-diam dari istana kekaisaran, sepertinya dia mencari seseorang yang akan bisa memecahkan semua permasalahan yang saat ini tengah dihadapi oleh seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.


Hari berlalu, pagi ini sebuah pasukan besar memasuki wilayah kekaisaran jiahu, sehingga membuat para prajurit bersiaga, mereka menyangka bahwa saat ini kekaisaran jiahu mendapatkan penyerangan dari kekaisaran lain, namun begitu mereka melihat kehadiran pangeran Zhang Liang dan juga seluruh keluarganya, para prajurit pun segera menurunkan senjata mereka kemudian menginterogasinya.


"Salam yang mulia Kaisar! Salam yang mulia permaisuri! Salam Pangeran! Ada gerangan apa sehingga ketiga orang mulia ini menginjakkan kakinya di wilayah kekaisaran jiahu dengan membawa pasukan yang sangat banyak?" tanya salah seorang prajurit dengan sangat tegas.


Kaisar Zhang Wei segera menjawab pertanyaan prajurit yang bertugas itu, dengan memberikan sebuah gulungan surat yang dikirim oleh kaisar Wei Huang, sehingga akhirnya para prajurit pun bergegas untuk membuka pintu gerbang dan membiarkan pangeran Zhng Liang beserta seluruh anggota keluarganya dan juga pasukan yang berjumlah 10.000 orang itu memasuki wilayah istana kekaisaran jiahu.


Mereka disambut dengan wajah gembira dari Kaisar Wei Huang beserta seluruh anggota keluarganya, saat ini semua orang berharap agar kedatangan Pangeran Zhang Liang bisa mengubah kenyataan dan mengembalikan jiwa asing itu ke sisi mereka.


Setelah berbasa-basi sejenak, akhirnya kaisar Wei Huang segera mengajak pangeran Zhang Liang beserta seluruh anggota keluarganya untuk mengunjungi paviliun anggrek, dia akan menunjukkan masalah yang saat ini dihadapinya beserta seluruh keluarga dan berharap bahwa kedatangan dari ketiga orang anggota keluarga istana kekaisaran bailu itu, bisa membuahkan penyelesaian yang baik untuk mereka.


Kaisar Wei Huang membuka kain hitam yang menutup cermin, kemudian menunjuk dengan jarinya ke arah seorang gadis yang tengah terduduk dengan santai, membuat Kaisar Zhang Wei beserta permaisuri Xi Hua langsung memelototkan mata tak percaya. Apakah ini sebuah kebetulan? Ataukah memang ini sudah takdir dan kehendak dari yang di atas?


"Zhen bisa membantumu, hanya saja saat ini ada beberapa hal yang harus kita rundingkan terlebih dahulu, sebelum ritual penarikan jiwa dilakukan." ucap Kaisar Zhang Wei.

__ADS_1


Bruk...


__ADS_2