Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 152


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua permasalahan dengan para perampok dan bandit hutan, akhirnya para prajurit dan juga Xuan Jian kembali menuju istana kekaisaran, mereka harus membahas tentang penjagaan istana yang sepertinya kurang ketat, sehingga orang-orang seperti perampok dan juga bandit bisa dengan bebas keluar masuk wilayah kekaisaran jiahu meskipun dengan cara menyamar.


Hutan bambu bukanlah bagian dari kekaisaran jiahu, melainkan wilayah terpisah yang merupakan perbatasan dengan kekaisaran tianzu. Karena kekosongan kepemimpinan selama beberapa tahun terakhir yang membuat para bandit dan perampok itu akhirnya menjamur, mereka merasa bahwa selama ini kekaisaran Tianzu tidak memiliki kekuatan apapun, sehingga mereka bebas untuk berbuat semaunya.


Hanya saja ketika mereka melakukan hal itu di wilayah kekaisaran jiahu, sepertinya mereka terkena kutukan tersendiri, karena para prajurit yang dilatih dan dididik oleh Putri Xuan Jian nyatanya bukanlah prajurit biasa, melainkan mereka yang telah memiliki kemampuan di atas prajurit lainnya.


Apalagi saat ini kekaisaran tianzu telah kembali kepada pemiliknya, Kaisar Lin Feng kembali berkuasa didampingi oleh Putra semata wayangnya yang bernama Pangeran Lin Xiu Ya. Meskipun kekaisaran itu saat ini merupakan bawahan dari kekaisaran jiahu, namun mereka diberikan kesempatan untuk mengembangkan seluruh wilayah kekaisaran, bahkan Kaisar Wei Huang memberikan bantuan untuk membangun kembali kekaisaran Tianzu yang telah lama hanya tinggal nama.


Tak hanya memberikan lebih dari 10.000 orang prajurit, Kaisar Wei Huang juga menggelontorkan da*a dalam jumlah yang lumayan banyak untuk kembali membangun rumah-rumah rakyat kekaisaran tianzu, termasuk untuk memperkuat istana kekaisaran. Bahkan beberapa orang sarjana juga dikerahkan untuk membantu pembangunan kekaisaran Tianzu kembali agar bisa bersaing dengan kekaisaran lainnya.


Meskipun saat ini rakyat yang tinggal di kekaisaran Tianzu hanyalah beberapa puluh orang saja, namun itu cukup untuk Kaisar Lin Feng memberikan keadilan untuk mereka. Dia membangun kembali taman-taman yang megah, jalanan yang bagus dan juga rumah-rumah penduduk.


Bahkan mereka semua diberikan kesempatan untuk bekerja di dalam istana kekaisaran, sebagai prajurit atau pun pelayan, dengan diberikan gajii yang lumayan banyak. Hal itu tentu saja disambut oleh rakyat kekaisaran tianzu, mereka benar-benar bersyukur karena pada akhirnya kaisar Lin Feng bisa kembali menduduki tahta meskipun itu merupakan sebuah pemberian atau hadiah dari Kaisar Wei Huang.

__ADS_1


Selama beberapa bulan terakhir, kekaisaran Tianzu hidup dalam kedamaian, banyak sekali prajurit dari kekaisaran jiahu yang dikirimkan oleh kaisar Wei Huang untuk membantu agar bisa memperkuat pasukan mereka. Bahkan beberapa orang juru masak dan juga pembesar ataupun pejabat istana kekaisaran mulai didatangkan, untuk membantu agar bisa mendapatkan pencapaian dalam kebijakan.


Hal itu tentu saja disambut dengan tangan terbuka oleh kaisar Lin Feng dan juga pangeran Lin Xiu Ya, keduanya benar-benar sangat bersyukur dengan adanya Putri Xuan Jian yang telah merubah pemikiran dari Kaisar Wei Huang, sehingga saat ini kekaisaran tianzu bisa kembali berdiri dengan sangat megah dan memiliki kepemimpinan sendiri, meskipun nyatanya mereka masih tetap harus tunduk di bawah kekuasaan kekaisaran jiahu.


Hari-hari bahagia pun mulai dirasakan oleh kaisar Lin Feng beserta seluruh rakyat kekaisaran Tianzu, mereka hidup dalam kedamaian dan juga kesejahteraan. Hal itu tentu saja merupakan sebuah pencapaian terbaik yang dilakukan oleh orang-orang dari kekaisaran jiahu.


.


.


.


Selir Xiao Xia saat ini telah menunjukkan taringnya, dia terus saja menyudutkan selir Feng Ling, hanya karena wanita itu telah ternoda dan disentuh oleh ketua perampok saat dirinya disekap. sedangkan dirinya merupakan seorang wanita yang masih bersih, karena dia tidak diperlakukan secara tidak senonoh oleh para bandit.

__ADS_1


Mengingat hal itu tentu saja membuat selir Feng Ling lagi lagi emosi, dia kembali mengingat kejadian yang membuatnya merasa menjadi seorang wanita yang sangat kotor, namun beruntungnya Kaisar Wei Huang sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, dia tetap menerima selir Feng Ling apa adanya.


Hal itu jugalah yang membuat wanita itu akhirnya menyadari, bahwa dia memang tak pantas untuk menjadi pasangan dari Kaisar Wei Huang, sehingga diam-diam dia pun membuat sebuah rencana besar, agar bisa menjadikan selir Xuan Yang sebagai permaisuri kekaisaran, dia tak ingin melihat selir Xiao Xia naik tahta, karena nyatanya wanita itu tak cukup baik untuk dijadikan Ibu kekaisaran.


Kaisar Wei Huang sebenarnya mengetahui seluruh rencana yang saat ini dibuat oleh selir Feng Ling, karena dia menempatkan beberapa orang mata-matanya untuk mengawasi kedua orang selirnya itu. Pria itu sangat yakin, jika saat ini akan terjadi sebuah pertikaian besar di antara kedua orang selirnya, namun dia cukup puas hati karena ternyata selir Feng Ling akhirnya bisa berubah, kejadian itu membuat selir Feng Ling benar-benar menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.


Kini Kaisar Wei Huang tak perlu lagi memikirkan cara untuk menyingkirkan selir Feng Ling, dia hanya berfokus pada selir Xiao Xia yang saat ini mulai menunjukkan sikap aslinya, dia tak lagi berpura-pura menjadi seorang wanita yang baik, bahkan Kaisar Wei Huang juga mengetahui bahwa selir Xiao Xia telah mengancam selir Feng Ling agar mundur dari pemilihan calon permaisuri dan membiarkan dirinya naik tahta.


Namun kali ini dia dibuat pusing, bagaimana caranya untuk meyakinkan selir Xuan Yang agar bersedia diangkat menjadi permaisuri kekaisaran? Apalagi Putri Xuan Jian pasti menolak hal itu, dia tak ingin ibunya menjadi sasaran kejahatan dari kedua orang selir lainnya.


Meskipun dia bisa menjamin bahwa mulai saat ini selir Feng Ling tak mungkin berbuat sesuatu, yang akan menyakitkan, hanya saja selir Xiao Xia masih harus diperhitungkan dengan sebaik-baiknya perencanaan.


Kaisar Wei Huang akhirnya memanggil Qing Yuan, dia ingin membahas tentang masalah itu dengan putra satu-satunya, karena dia tak bisa mempercayakan hal itu kepada pejabat kekaisaran. Dia mengetahui dengan sangat jelas, bahwa selir Xiao Xia menjalin hubungan baik dengan para pejabat dan juga pembesar istana, sehingga dia juga harus berjaga-jaga agar masalah ini tak membuat sebuah perpecahan.

__ADS_1


Wing Yuan mendengarkan semua permasalahan yang saat ini dialami oleh kaisar Wei Huang dengan sangat cermat, pemuda itu terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, dia juga sangat senang jika selir Xuan Yang bersedia menjadi seorang permaisuri kekaisaran, yang suatu hari nanti pasti akan menjadi seorang ibu suri, dibandingkan dengan kedua orang selir yang lainnya.


Meskipun pemuda itu telah melihat perubahan dari selir Feng Ling, namun dia masih memiliki keraguan. Apakah wanita itu benar-benar berubah ataukah ini merupakan rencana baru lagi, untuk menarik simpati dari semua orang?


__ADS_2