
Akhirnya ketiga orang selir itu pun sampai di aula istana kekaisaran, kemudian mereka segera masuk dan melangkahkan kakinya ke arah Kaisar Wei Huang, ketiganya segera membungkukkan badan seraya memberikan hormat, diikuti oleh Xuan Jian dan juga kedua orang pelayan setianya.
Setelah itu mereka pun kembali duduk di kursi masing-masing, saat ini mata dari ketiga selir menatap ke arah Qing Yuan yang duduk di sisi kiri Kaisar, pemuda itu terlihat sangat mirip dengan Kaisar Wei Huang.
Entah kenapa selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia merasa bahwa pemuda yang saat ini tengah duduk santai di hadapan mereka, merupakan ancaman besar bagi keduanya, sehingga harus disingkirkan secepat mungkin.
Berbeda jauh dengan sikap yang ditunjukkan oleh Xuan Jian, dengan santainya gadis itu malah langsung mendudukkan dirinya di samping Qing Yuan. Beberapa orang pejabat dan juga pembesar istana terlihat memelototkan matanya, karena kelancangan yang dilakukan oleh putri dari selir Xuan Yang itu.
Bukankah kursi yang didudukinya saat ini merupakan kursi seorang putri mahkota kekaisaran? Namun kedua selir nampak tersenyum manis, keduanya saat ini merasa jika Xuan Jian akan membantu mereka untuk menyingkirkan pangeran cacat itu, apalagi dengan tindakannya saat ini, sudah menunjukkan Jika putri dari Kaisar Wei Huang itu tidak akan mundur begitu saja dan pasti akan bertaruh untuk mendapatkan posisi putri mahkota kekaisaran.
Kaisar Wei Huang pun segera memperkenalkan putranya itu dengan Ketiga orang selirnya, dia ingin agar Qing Yuan memiliki kedekatan tersendiri dengan salah seorang selirnya, meskipun ketiganya tidak mungkin bisa menerima kehadiran pemuda itu begitu saja.
"Pangeran Qing Yuan, mereka adalah selir-selir zhen, yang ini selir Xuan Yang, ibu dari putri Xuan Jian, yang itu selir Feng Ling dan yang terakhir adalah selir Xiao Xia." ucap Kaisar Wei Huang sambil menunjuk ke arah ketiga orang selirnya.
Qing Yuan berdiri dari kursi yang didudukinya, kemudian bergerak ke arah ketiga orang selir dan membungkukkan sedikit badannya.
"Qing Yuan memberi salam kepada ketiga ibu selir." ucapnya dengan sopan.
Selir Xuan Yang langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, dia pun segera merentangkan tangan ke arah Qing Yuan, melihat hal itu tentu saja membuat pemuda itu berkaca-kaca, dia pun segera bergerak untuk menyambut selir Xuan Yang dan memeluknya dengan sangat erat.
"Selamat datang kembali di rumahmu, Putraku." ucap selir Xuan Yang.
Dia bahkan tak segan-segan untuk menganggap Qing Yuan sebagai putranya sendiri, meskipun ibu kandung dari pemuda itu merupakan orang yang selama ini banyak sekali membuatnya terluka, bahkan berkali-kali Selir Xuan Yang hampir saja kehilangan nyawa.
__ADS_1
"Terima kasih ibu." ucap Qing Yuan, pemuda itu sama sekali tidak menganggap selir Xuan Yang sebagai seorang selir kekaisaran, melainkan sebagai seorang ibu dari putra mahkota.
Melihat hal itu selir Xiao Xia dan juga selir Feng Ling hanya bisa mengepalkan tangan dibalik hanfunya, kedua orang wanita itu sama sekali tidak ingin menyambut kedatangan dari Qing Yuan, apalagi jika mereka mengingat apa yang telah dilakukan oleh ibu dari pemuda itu, membuat keduanya menggeram marah dan ingin sekali menendang pemuda itu secepatnya dari dalam istana kekaisaran.
Qing Yuan menyadari tatapan kedua selir yang lain, kemudian dia pun segera melengkungkan senyuman tipis ke arahnya.
"Mohon maafkan kesalahan ibunda permaisuri, Pangeran ini mengetahui jika apa yang telah dilakukan oleh Ibunda, mungkin menyakiti hati kedua Ibu selir." ucap King Yuan sambil menundukkan kepalanya.
Selir Xiao Xia dan selir Feng Ling hanya bisa saling berpandangan, sepertinya mereka mulai merasa jika Qing Yuan berbeda dengan permaisuri Xue Yi, namun bisa saja jika saat ini pemuda itu tengah mengenakan topeng, agar dianggap sebagai orang yang baik hati, oleh semua orang yang hadir di aula istana.
Setelah selesai berbasa-basi dengan ketiga orang selir itu, akhirnya Qing Yuan pun segera kembali bergerak ke arah kursinya. Dia mendudukkan dirinya di samping Xuan Jian.
Kaisar Wei Huang tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh Xuan Jian, dia memilih untuk diam dan mengabaikan semua kelakuan dari putri kecilnya itu, asalkan dia tidak membuat masalah di dalam istana kekaisaran.
Mendengar hal itu tentu saja membuat selir Feng Ling dan juga selir Xiao Xia menjadi sangat bersemangat, keduanya bahkan saat ini telah melupakan kompetisi perebutan posisi permaisuri kekaisaran.
"Karena pesta itu diadakan 18 hari dari sekarang, zhen memutuskan untuk mengundur kompetisi penentuan permaisuri. Karena besok pagi-pagi sekali kita semua akan berangkat menuju kekaisaran longzu." ucap Kaisar Wei Huang.
Semua orang yang mendengar hal itu pun menganggukkan kepala, perjalanan dari kekaisaran jiahu menuju kekaisaran longzu memang membutuhkan waktu sekitar 16 hari jika menggunakan kereta.
Hal itu sangat jauh berbeda jika menggunakan kuda, yang hanya membutuhkan waktu sekitar 7 harian saja. Selir Feng Ling dan selir Xiao Xia langsung menganggukkan kepalanya, keduanya terlihat begitu antusias, mendengar jika mereka akan segera menghadiri pesta ulang tahun Kaisar.
Lagi pula sejak keduanya menginjakkan kaki di istana kekaisaran jiahu hingga hari ini, bahkan tidak pernah sekalipun Kaisar Wei Huang mengajaknya untuk bepergian jauh, terlebih untuk menghadiri pesta besar di wilayah kekaisaran lain.
__ADS_1
Karena selama ini permaisuri Xue Yi akan selalu melarang keduanya untuk ikut bersama. Selir Xuan Yang hanya bisa menarik nafas panjang, sebenarnya dia sangat enggan untuk bepergian, terlebih menghadiri pesta besar.
Dia yang sudah terbiasa dalam kesendirian tentu saja tidak menyukai keramaian, dia sangat yakin jika bisa saja di dalam acara itu, akan muncul orang-orang yang berniat buruk ataupun mempermalukan dirinya.
Kaisar Wei Huang melirik ke arah selir Xuan Yang, sepertinya dia mengerti kegelisahan yang dialami oleh selirnya itu, kemudian sang Kaisar pun segera mengungkapkan isi hatinya.
"Tidak perlu merisaukan apapun, selir Xuan Yang. Percayalah... Zhen akan melindungi kalian semua." ucapnya dengan sangat yakin.
Xuan Jian hampir saja muntah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kaisar Wei Huang, itu dia benar-benar habis fikir dengan ayah kandung dari pemilik tubuh yang ditempatinya.
"Bagaimana mungkin kau bisa melindungi ibuku? Bahkan selama ini kau adalah alasan di balik semua kesakitan dan kepahitan yang dia terima." ucap Xuan Jian seraya melotot ke arah Kaisar Wei Huang.
Mendengar ucapan yang sarkas dari mulut putrinya itu, tentu saja membuat sang kaisar langsung terdiam, tak lama kemudian pun langsung berdehem untuk menetralkan kembali suasana di aula.
"Zhen harap kalian semua bisa bersiap, mengingat besok pagi-pagi sekali kita harus segera berangkat." ucap Kaisar Wei Huang seraya melangkahkan kakinya keluar dari dalam aula istana kekaisaran.
Xuan Jian hanya mengangkat kedua bahunya dengan acuh, dia tak peduli dengan apapun yang dirasakan oleh ayah kandung pemilik tubuhnya itu, baginya yang terpenting saat ini adalah memberikan pelajaran kepada kaisar Wei Huang selama 10 tahun ke depan, sebagaimana dia mengabaikan dirinya beserta sang ibu dalam 10 tahun ke belakang.
"Ayo kita pergi, ibu." ajak Xuan Jian seraya bangkit dari kursi yang didudukinya. Gadis itu pun segera mengulurkan tangannya kearah selir Xuan Yang.
...----------------...
Selamat hari raya idul fitri, 1 syawal 1444H untuk semua reader tercinta, mohon maaf lahir dan bathin 🙏🙏🙏.
__ADS_1
Untuk saat ini autor belum bisa berinteraksi kembali di dalam kolom komentar, kemungkinan dalam 2 hari kedepan autor akan membalas semua komentar yang masuk ya readers.