
Dua orang pelayan dan juga dua orang prajurit kepercayaan permaisuri, saat ini tengah berjalan menuju ke luar dari istana kekaisaran, mereka beralasan ingin mencari obat untuk permaisuri, sehingga para penjaga gerbang istana pun membukakan pintu dan mempersilahkan keempat orang itu untuk keluar.
Namun nampaknya keempat orang itu tidaklah pergi menuju ke toko obat ataupun ke pasar, melainkan berjalan menuju ke arah hutan. Saat ini ada sesuatu yang harus diselesaikan oleh keempat orang itu.
Perjalanan dari istana menuju ke hutan membutuhkan waktu sekitar tiga kali pembakaran hio atau setara dengan 4,5 jam jika menggunakan perhitungan waktu zaman modern.
Mereka terlihat sangat terburu-buru, hal itu bisa dilihat dari bagaimana mereka berjalan dengan langkah yang lebar dan juga sangat cepat. Meskipun tubuh ke 4 orang itu terlihat telah berkeringat, karena jauhnya perjalanan yang harus mereka tempuh, tapi tak menyurutkan semangat mereka untuk terus melaju ke arah hutan.
Setelah tiba di kedalaman hutan tertentu, akhirnya mereka pun berhenti, salah seorang pelayan itu pun bertanya kepada kawannya.
"Apakah kau yakin membuang bayi itu di tempat ini, Yun?" tanyanya.
"Benar! Meskipun saat itu malam hari, tapi aku bisa melihat dan mengingat dengan jelas, jika saat itu aku telah membuang Pangeran mahkota di tempat ini."ucap pelayan yang dipanggil Yun itu.
"Jika seperti itu, kemungkinan besar Pangeran mahkota telah mati akibat dimakan binatang buas." ucap kawannya lagi.
Pelayan yang bernama Yun itu pun segera berjalan ke sana kemari untuk mencari sesuatu, namun dia tak dapat menemukan petunjuk apapun, hingga akhirnya dia langsung terduduk di bawah sebuah pohon yang sangat besar.
"Sebenarnya aku merasa sangat berdosa karena telah membuang Pangeran mahkota di tempat ini, hanya saja yang mulia permaisuri tidak bisa menerima kehadiran putranya itu karena cacat." ucap Yun.
"Apa maksudmu, Yun?" tanya salah seorang prajurit yang mengikuti mereka.
__ADS_1
"Benar... 10 tahun yang lalu permaisuri melahirkan seorang anak laki-laki, tapi karena dia cacat akhirnya permaisuri pun meminta agar aku segera membuangnya di tempat ini." ucap pelayan Yun.
Ketiga orang yang Mendengar hal itu pun terbelalak kaget, mereka tak menyangka jika ternyata permaisuri tega membuang Putra kandungnya sendiri.
"Tapi mengapa yang mulia permaisuri membuang Pangeran mahkota?" tanya prajurit yang satunya lagi.
"Saat dilahirkan, kaki kiri dari pangeran mahkota tersangkut sehingga dia cacat, kemungkinan besar kakinya akan tinggi sebelah." ucap pelayan yang bernama Yun itu menjelaskan kepada ketiga orang kawannya.
"Tapi bagaimana jika sampai ada seseorang yang menemukan bayi itu?" ucap pelayan yang satunya.
"Kalaupun dia masih hidup, kuharap dia tidak akan pernah mengetahui, jika dia merupakan Pangeran mahkota dari kekaisaran jiahu." ucap Yun sambil menarik nafas lelah.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya kedua orang prajurit itu bersamaan.
"Apa? Bagaimana mungkin?" tanya kedua orang prajurit dan satu orang pelayan lainnya bersamaan.
"Tentu saja karena wajah pangeran mahkota sangat mirip dengan Kaisar, berbeda dengan kedua pangeran yang lain. Pangeran Wei Jin dan juga pangeran Wei Jun memiliki wajah yang jauh berbeda dengan yang mulia Kaisar, bahkan kedua pangeran itu pun memiliki sifat yang bertolak belakang dengan ayahnya." ucap pelayan Yun.
Akhirnya Ketiga orang kawannya pun menganggukkan kepala, mereka juga sangat yakin jika memang sifat dan juga paras wajah kedua pangeran itu, sangat berbeda dengan Kaisar Wei Huang.
"Apa mungkin jika kedua pangeran itu bukan putra kandung dari yang mulia Kaisar?" tanya salah seorang prajurit.
__ADS_1
"Huss! Jangan membuat rumor yang tidak-tidak, kita bahkan tidak tahu apa-apa." ucap Yun.
"Baiklah, kalian bertiga segera bantu aku, kita harus segera menemukan petunjuk mengenai keberadaan pangeran mahkota. Apakah dia masih hidup ataukah telah mati? bagaimanapun juga akan sangat menyulitkan jika sampai pangeran mahkota kembali ke istana, karena selama ini yang mulia Kaisar sama sekali tidak pernah mengetahui jika sebenarnya pangeran pertama atau Pangeran mahkota itu masih hidup. Dia sangat mempercayai ucapan dari yang mulia permaisuri jika pangeran mahkota telah mati, dan hal itu merupakan kesialan yang dibawa oleh Putri Xuan Jian, karena terlahir bersamaan dengan putra mahkota." ucap Yun.
Akhirnya keempat orang itu pun segera berpencar untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan bukti ataupun petunjuk, untuk mereka menemukan pangeran mahkota yang dicari.
Sementara tanpa sepengetahuan keempat orang itu, saat ini di atas dahan pohon seorang pemuda yang sangat tampan namun memiliki raut wajah yang sangat dingin, terlebih matanya yang setajam elang tengah mengepalkan tangannya, setelah telinganya mendengar sendiri apa yang diucapkan oleh kedua orang pelayan beserta kedua orang prajurit yang saat ini tengah Mencari keberadaannya.
Pemuda berusia 10 tahun itu memiliki raut wajah yang sama bahkan jika dibandingkan dengan Kaisar, pemuda itu merupakan jiplakan 100% wajah Kaisar Wei Huang, namun sayangnya dia memiliki kekurangan, karena memang seperti yang diucapkan oleh pelayan Yun, kaki kiri milik pemuda itu lebih pendek daripada kaki kanannya.
Dia baru saja mengetahui jika dirinya ditemukan di hutan itu oleh sang guru beberapa hari ke belakang, namun hari ini ada hal yang lebih membuat dirinya syok, setelah mendengar jika dia merupakan seorang putra mahkota yang sengaja dibuang oleh ibu kandungnya sendiri, hanya karena cacat.
Meskipun hatinya saat ini benar-benar dipenuhi dengan amarah dan juga kebencian, pemuda itu masih tak bergeming di tempatnya, dia tetap duduk di atas dahan pohon sambil memperhatikan keempat orang yang hingga saat ini masih terus berkeliling, untuk mencari petunjuk keberadaannya.
Untung saja dia tinggal di balik bukit sebelah barat, jika saja sang guru mendirikan tempat tinggal di sebelah utara, mungkin saat ini dirinya telah ketahuan.
Sebenarnya pemuda itu tengah dihukum oleh gurunya, karena selalu membangkang. Sehingga dia haruskan untuk mengambil air dari sungai sebanyak 150 kali, hanya saja karena merasa sangat lelah, pemuda itu akhirnya menaiki pohon besar dan merebahkan tubuhnya di atas dahan pohon itu.
Dia berniat untuk beristirahat sejenak, menghilangkan rasa lelah yang sejak tadi terus menderanya, namun ternyata hal itu berujung dengan sebuah kesakitan yang sangat mendalam.
Akhirnya dia pun mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya, meskipun selama ini sang guru memperlakukannya dengan sangat baik, nyatanya setelah dia mengetahui jika dia bukanlah anak dari gurunya itu, dia berpikir untuk mencari keberadaan kedua orang tua kandungnya.
__ADS_1
Namun setelah mendengar ucapan dari keempat orang yang saat ini tengah berlari ke sana ke sini, dia pun berfikir untuk meningkatkan kemampuannya hingga suatu saat nanti dia bisa menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan akan mengunjungi istana kekaisaran jiahu untuk bertemu dengan sang ayah yang merupakan orang nomor satu sekaligus Kaisar di kekaisaran itu, dia juga harus memberikan pelajaran kepada ibu kandungnya yang dengan teganya membuang dia di tengah hutan.
Andai saja saat itu gurunya tidak menyelamatkan dia, mungkin saat ini pemuda berusia 10 tahun itu telah tinggal nama, nasib baik ketika itu sang guru yang merupakan intensitas terkuat di bukit yinying melewati tempat itu dan menemukan keberadaannya.