
Disebuah rumah besar yang terletak di pelosok desa, terlihat sekitar 20 orang pria tengah berunding saat ini, setelah mendapatkan kabar dari mata-mata tentang titah yang dikeluarkan oleh kaisar Wei Huang, membuat mereka harus memikirkan kembali langkah yang akan dilakukan pada malam nanti.
Meskipun putra dari kaisar tianzu yang bernama Lin Xiu Ya saat ini berada di dalam istana kekaisaran jiahu dan menjadi seorang jenderal muda, tetap saja pengumuman yang mereka terima hari ini, membuat kekhawatiran semakin mendalam.
Terlebih dengan adanya sayembara bagi siapapun yang mengetahui pemilik dari token prajurit keluarga Xue dan juga keberadaan para prajuritnya, tentu akan membuat rakyat dan juga para prajurit asli dari kekaisaran jiahu semakin bersemangat untuk memburu mereka demi mendapatkan 10 keping emas.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini? Apakah akan melanjutkan rencana yang telah dibuat oleh pangeran Lin Xiu Ya untuk menyerang istana kekaisaran ataukah kita harus menunda kembali rencana besar kita? Sampai semua orang melupakan tentang keberadaan dari token dan juga prajurit keluarga Xue?" tanya salah seorang pria kepada mantan Kaisar tianzu.
Sang Kaisar terlihat menghela nafas berat, meskipun putranya telah meyakinkan mereka bahwa rencana ini akan berjalan dengan lancar, namun dengan kemunculan kerikil tajam yang disebarkan oleh kaisar Wei Huang, membuat mereka harus menjaga kewaspadaan, agar rencana mereka tidak terbongkar.
Terlebih dengan kemunculan sayembara itu, membuat seluruh prajurit keluarga Xue harus bersembunyi terlebih dahulu, agar tidak menjadi bahan perebutan dari seluruh rakyat dan prajurit istana kekaisaran jiahu.
"Mari kita tunggu sampai Pangeran Lin Xiu Ya kembali, setelah itu kita akan kembali menyusun siasat agar bisa secepatnya menjatuhkan Kaisar Wei Huang dari tahta." ucap mantan kaisar itu sambil mengangkat cangkir yang ada di atas meja.
Meskipun saat ini pikirannya tengah kalut, dia tetap berusaha untuk menjaga wibawanya di hadapan semua bawahannya, dia tak mungkin menunjukkan perasaan takut dan bimbang yang kini tengah menggelayuti pikirannya.
Sementara itu di istana kekaisaran jiahu saat ini, terlihat seorang prajurit berlari dengan tergopoh-gopoh menuju ke paviliun yang ditempati oleh Jenderal muda Ming Xiu Ya, dia yang baru saja mendengar kabar tentang titah yang dikeluarkan oleh kaisar Wei Huang, merasa perlu memberitahukan hal itu terhadap Sang Jenderal muda.
Apalagi dirinya merupakan bawahan langsung yang dibawa dari kekaisaran tianzu, untuk memuluskan rencana mantan Pangeran mereka dalam membalaskan dendam terhadap Kaisar Wei Huang beserta seluruh keluarganya, dia juga telah kehilangan banyak sekali anggota keluarga, akibat dari keserakahan penguasa kekaisaran jiahu itu.
"Jenderal..! Jenderal..!" teriak prajurit itu sambil medobrak pintu Paviliun yang ditempati oleh Ming Xiu Ya.
Pemuda itu pun segera bangkit dengan dahi yang berkerut, setelah melihat kelakuan salah seorang kepercayaannya yang ikut serta menjadi prajurit kekaisaran jiahu, demi untuk bisa membalaskan dendam kepada kaisar Wei Huang dan seluruh anggota keluarga istananya.
__ADS_1
Dia belum pernah melihat raut wajah pucat dan juga kekhawatiran prajuritnya itu, namun kali ini dia menyaksikan sendiri bagaimana prajurit itu terpontang-panting, berlari dengan tak tentu arah hanya untuk menyampaikan berita besar yang telah dia terima sesaat setelah dirinya pergi menuju balai kota.
"Ada apa?" tanya Ming Xiu Ya setelah prajurit itu sampai di dalam paviliunnya.
Dengan segera prajurit itu pun mendekat ke arah Sang Jenderal muda, kemudian memberitahukan informasi penting yang dia dapatkan dengan cara berbisik. Dia juga melirik ke kiri dan ke kanan, karena merasa takut ada seseorang yang secara tidak sengaja menguping pembicaraan yang mereka lakukan.
Ming Xiu Ya langsung memelototkan matanya, setelah mendengar berita yang dibawa oleh prajuritnya itu, dia tak menyangka jika ternyata Kaisar Wei Huang telah selangkah lebih maju daripada dirinya. Padahal dia telah merencanakan penyerangan itu dari jauh-jauh hari, namun pada saat waktunya tiba, dia harus menelan kepahitan karena ternyata Kaisar Wei Huang jauh lebih licik dan lebih licin dibanding yang ada di dalam pikirannya.
"Sial! Bagaimana bisa Kaisar Wei Huang melakukan hal itu? Mungkinkah dia mengetahui rencana yang kita buat saat ini?" tanya Ming Xiu Ya pada prajurit itu.
Namun orang yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya perlahan.
"Segera pergi ke dapur istana dan beritahukan kepada orang kita di sana, untuk mencampurkan racun itu agar seluruh anggota keluarga istana kekaisaran Jiahu secepatnya mati." ucap Ming Xiu Ya.
Prajurit itu pun segera keluar dari paviliun Sang Jenderal muda, kemudian berlari ke arah dapur istana untuk memberitahukan pesan dari Sang Jenderal, dia benar-benar harus ekstra hati-hati agar tidak ketahuan, terlebih saat ini para prajurit telah bersiaga untuk mencari keberadaan dari prajurit yang telah dilatih oleh keluarga bangsawan Xue.
Dia mendapatkan sebuah pesan rahasia yang telah dikirimkan oleh Ming Xiu Ya melalui prajurit itu, untuk segera melaksanakan rencana besar mereka, agar seluruh anggota keluarga kekaisaran Jiahu meregang nyawa dengan secepatnya.
Wanita itu pun segera menganggukkan kepalanya, kemudian kembali ke dapur dengan sangat santai, tidak ada satu orang pun yang mencurigai wanita itu, selain dia menggunakan sebuah topeng kulit yang membuat wajahnya mirip dengan koki istana.
Dia juga memiliki keahlian dalam menyamar, sehingga dari cara dia bergerak, berbicara dan juga menyapa orang-orang yang berada di istana ,membuat semua orang yakin bahwa yang berada di hadapan mereka merupakan kepala koki yang selama ini telah bekerja di istana kekaisaran selama hampir 10 tahun.
"Dimana bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat makanan bagi seluruh anggota keluarga istana kekaisaran?" tanya wanita itu kepada beberapa orang pelayan yang membantunya di dapur.
__ADS_1
Para pelayan itu pun segera bergerak untuk mengambil bahan-bahan yang diminta oleh Kepala koki, kemudian menyerahkannya.
"Kalian berdua cepat potong sayuran itu! Kita harus bergerak dengan sangat cepat, apalagi saat ini Putri Xuan Jian tengah sakit, buatkan bubur dengan tambahan beberapa sayur dan juga bumbu rempah-rempah agar tuan putri segera membaik." ucapnya memberi perintah kepada para koki yang berada di dapur itu.
Tak lama kemudian, semua orang pun segera bergerak dengan sangat cepat. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan berbagai macam hidangan yang akan disajikan di meja makan istana kekaisaran, apalagi sekarang kepala koki telah memerintahkan untuk membuat bubur sebagai tambahan, yang akan dikirimkan menuju Paviliun anggrek tempat di mana Putri Xuan Jian saat ini tengah beristirahat.
"Pastikan kalian semua membuat hidangan itu dengan baik, rasakan terlebih dahulu sebelum mengangkatnya." ucap kepala koki memberikan perintah kepada orang-orangnya.
Hal itu tentu langsung diangguki oleh semua pekerja bagian dapur itu, mereka telah terbiasa dengan perlakuan kepala koki yang terkadang bersikap dingin, namun hal itu tidak menyurutkan semangat semua orang dalam bekerja, mengingat banyak sekali anggota keluarga mereka yang membutuhkan koin-koin perak dan juga emas, untuk bisa bertahan hidup dan mengisi perutnya.
Sebagai seorang kepala keluarga dan juga putri dari sebuah keluarga kecil, sudah menjadi kewajiban mereka semua untuk bisa menghasilkan koin itu, agar bisa memenuhi seluruh kebutuhan keluarga mereka.
Kesibukan para pekerja di dapur saat ini, diawasi oleh seseorang yang memang sejak tadi tengah tengkurap di bubungan dapur itu, dia sengaja membuat sebuah celah kecil untuk bisa mengawasi pergerakan dari orang-orang yang bekerja di dapur kekaisaran.
Seorang gadis berusia 12 tahun terlihat memiringkan kepalanya, saat netranya menatap seorang pekerja yang merupakan kepala koki menaburkan sesuatu yang berbentuk serbuk ke dalam makanan, yang akan dikirimkan menuju paviliun dan juga ruang makan istana kekaisaran.
Dia sangat yakin jika serbuk yang ditaburkan itu merupakan racun yang mematikan, yang memang telah dipersiapkan oleh Ming Xiu Ya dan juga seluruh orang-orangnya yang ternyata telah menyusup dan menjadi bagian dari para prajurit kekaisaran jiahu.
Bahkan Xiu Lan baru menyadari, jika ternyata kepala koki yang bekerja di dapur itu, merupakan orang yang dibawa oleh Ming Xiu Ya untuk melancarkan rencana jahatnya, dalam menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran jiahu dan membunuh anggota keluarga istana kekaisaran.
...----------------...
Yang masih mau mengikuti give away dipersilahkan untuk mengirimkan dukungan sebanyak-banyaknya, untuk karya autor yang berjudul Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa. author akan memilih 3 orang penyumbang terbanyak, untuk mendapatkan hadiah sebagai apresiasi author terhadap keaktifan readers.
__ADS_1
Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 15 Mei 2023 pada pukul 12.00 siang, untuk selanjutnya autor tidak akan membuat give away kembali, namun setiap bulan akan diadakan surprise gift untuk reader setia. Untuk itu jangan lupa klik tombol like dan tinggalkan jejak kalian di komentar, agar admin karya mengetahui bahwa kalian merupakan readers sejati di karya author.
Khusus bulan ini telah dipilih 3 orang readers yang akan mendapatkan surprise gift yang akan diumumkan pada chapter terakhir karya author yang berjudul Dikira Babu Ternyata Ratu.