
Para pembunuh bayaran yang telah berhasil dilumpuhkan itu, akhirnya segera digiring oleh para prajurit kekaisaran, menuju penjara bawah tanah dan keesokan harinya akan segera dibawa ke aula agar segera di sidang oleh kaisar Wei Huang.
Hal itu tentu saja membuat selir Feng Ling semakin kelabakan, dia benar-benar sangat takut jika sampai para pembunuh bayaran itu buka mulut, maka dia akan mendapatkan masalah. Kemungkinan besar Kaisar Wei Huang tidak akan memberikan kesempatan untuk dirinya mengikuti kompetisi untuk calon permaisuri terbaru kekaisaran jiahu.
Selir Feng Ling segera saja menyuruh salah seorang pelayan kepercayaannya untuk mencari informasi dimana para prajurit menempatkan para pembunuh bayaran itu saat ini, jika memungkinkan dia akan segera mengeluarkan seluruh pembunuh bayaran itu, agar bisa menghilangkan jejak. Jika tidak, kemungkinan besar maka selir Feng Ling harus melakukan cara lain untuk membunuh para pembunuh bayaran itu sebelum diinterogasi oleh kaisar Wei Huang.
Pelayan suruhan selir Feng Ling pun segera mencari tahu informasi, dengan mengendap-ngendap diantara dinding penghubung antara istana kekaisaran dengan beberapa paviliun, dia sengaja mendengarkan percakapan dari para prajurit yang saat ini tengah berjaga.
"Apa kau tahu kenapa para pembunuh bayaran itu mengincar yang mulia selir Xiao Xia?" tanya prajurit A.
"Entahlah... Semoga saja ini tidak berhubungan dengan kompetisi yang akan diadakan oleh yang mulia kaisar." ucap prajurit B.
"Apa kau mencurigai seseorang?" tanya prajurit A lagi.
"Di istana, apa pun bisa saja terjadi. Kita tidak boleh gegabah membicarakan sesuatu jika masih ingin hidup." jawab prajurit B.
Dia masih mengingat kejadian saat Xuan Jian menyiksa dan juga membunuh salah seorang pelayan yang lancang membicarakan kejelekan para selir, sehingga mulai mengingatkan kawannya untuk tidak membicarakan tentang para penghuni istana kekaisaran, agar tidak bernasib sama seperti yang dialami oleh beberapa orang pelayan.
Prajurit A langsung menganggukkan kepalanya, dia juga masih mengingat kejadian itu, sehingga akhirnya kedua orang prajurit itu pun kembali bungkam, mereka tidak boleh terlalu banyak bercerita, karena setiap dinding istana memiliki telinga sehingga salah sedikit saja nyawa mereka akan menjadi taruhannya.
Pelayan suruhan selir Feng Ling kembali mengendap-endap ke tempat lain, dia harus segera mendapatkan informasi tentang para pembunuh bayaran yang telah digiring oleh para prajurit itu, karena di tempat ini dia tidak mendapatkan informasi sesuai yang diharapkan, maka dia pun mencoba untuk mencari dimana para prajurit saat ini berkumpul.
Setelah mencari beberapa lama, akhirnya dia pun menemukan perkumpulan para prajurit yang tengah membicarakan tentang para pembunuh bayaran yang telah ditangkap.
__ADS_1
"Apakah kau yakin jika para pembunuh bayaran itu tidak apa-apa kita tempatkan di penjara bawah tanah?" tanya prajurit C.
"Tenang saja, lagi pula ada beberapa orang yang berjaga di sana. Tak mungkin jika mereka melarikan diri dan menyerang para prajurit. Bukankah kita semua sudah melihat sendiri bagaimana mereka saat ini? bahkan untuk menggerakkan badan saja mereka tak sanggup, itu artinya kita tak perlu terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk, jika mereka melarikan diri dari penjara." ucap prajurit D.
"Semoga saja semuanya segera terungkap, aku merasa kasihan dengan selir Xiai Xia, dia pasti sangat terpukul saat ini, mengetahui jika nyawanya terancam." ucap prajurit E.
"Kau benar! Padahal selama ini selir Xiao Xia begitu baik, entah siapa yang memiliki niat buruk terhadapnya! Aku pasti sangat bersyukur jika selir Xiao Xia yang terpilih menjadi permaisuri di kekaisaran ini." ucap prajurit F.
Mendengar hal itu pelayan kepercayaan selir Feng Ling pun segera kembali menuju ke paviliun tempat di mana majikannya saat ini menunggu informasi yang dibawa olehnya, kemudian segera menyampaikan semua yang telah didengarnya dari para prajurit.
Selir Feng Ling terlihat sangat marah, apalagi saat pelayan itu mengatakan jika para prajurit begitu bersimpati terhadap selir Xiao Xia, membuat posisinya terancam.
Brak....
"Sial! Jika seperti ini caranya, aku harus kembali mencari cara untuk melenyapkan selir Xiao Xia." ucap selir Feng Ling lagi-lagi emosi.
Uhuk...
Uhuk...
Akhirnya selir Feng Ling pun kembali terbatuk, bahkan saat ini terlihat darah segar keluar dari sudut bibirnya.
"Sial! Ini pasti perbuatan dari putri Xuan Jian! Dia pasti sengaja meracuniku agar bisa menjadikan selir Xiao Xia sebagai permaisuri diistana ini." umpat selir Feng Ling dengan mata merahnya.
__ADS_1
Prang...
Prang...
Prang...
Dia pun mulai kembali menghancurkan semua barang yang ada didalam paviliunnya, untuk bisa meluapkan semua amarah yang saat ini menggunung di dadanya.
Selir Feng Ling merasa telah dicurangi oleh selir Xiao Xia, karena ternyata rivalnya itu telah memiliki pendukung lebih banyak dibandingkan dirinya, selain dari para prajurit, bahkan banyak sekali para pelayan yang juga turut mendukung selir Xiao Xia, dan yang lebih parahnya lagi saat ini, Putri Xuan Jian juga berada dibelakangnya.
Hal itu tentu saja membuat selir Feng Ling semakin emosi, dia harus segera mencari dukungan yang lebih banyak dibandingkan selir Xiao Xia, apalagi saat ini para bangsawan dan juga pejabat kekaisaran begitu dekat dengan rivalnya itu, dia harus segera mencari cara untuk bisa menjatuhkan selir Xiao Xia di hadapan semua orang, sehingga membuat nama baik selir itu hancur.
"Sial! Dasar bodoh! Awas saja kau putri Xuan Jian, aku pasti akan membalas perbuatanmu itu. Dasar gadis pembawa sial! Berani sekali kau bermain-main denganku!" umpat selir Feng Ling sambil mengepalkan tangannya.
Selama ini dia terlalu berharap akan segera menjadi seorang permaisuri kekaisaran, sehingga menyewa beberapa orang para pembunuh bayaran untuk bisa melenyapkan selir Xiao Xia,namun nampaknya selir Feng Ling tak bisa meremehkan rivalnya itu, karena kenyataannya saat ini para pembunuh bayaran yang telah dia sewa berhasil ditangkap oleh para prajurit.
Jika memang ini berhubungan dengan Putri Xuan Jian, nampaknya selir Feng Ling harus mulai mendekati selir Xuan Yang agar selir tertua dari Kaisar Wei Huang itu berada di pihaknya, dia harus membuat selir Xuan Yang bersimpati dan benar-benar mempercayainya, agar bisa mempengaruhi pemikiran Xuan Jian untuk ikut memusuhi selir Xiao Xia.
"Pelayan!" panggil selir Feng Ling.
"Hamba yang mulia." ucap seorang pelayan yang baru saja memasuki kamar milik selir Feng Ling.
"Cepat bereskan kembali kamarku, setelah itu aku ingin kau beserta seluruh pelayan yang ada di kediaman ini segera menyiapkan sesuatu. Besok pagi-pagi sekali aku akan segera mengundang selir Xuan Yang dan juga Putri Xuan Jian untuk makan pagi bersama di paviliun ini. Ingat! Jangan sampai terlambat."ucap selir Feng Ling.
__ADS_1
Para pelayan pun segera menganggukkan kepalanya, mereka mulai bergerak satu persatu untuk membersihkan ruangan tidur milik selir Feng Ling kemudian bergegas untuk memberitahu rekan-rekan pelayan yang lain, untuk mempersiapkan diri, agar segera menyiapkan menu untuk sarapan pagi bersama esok hari.