Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 132


__ADS_3

Mendengar teriakan dari salah seorang prajurit, membuat rekan prajurit itu pun bergegas berlari ke arahnya, mereka saat ini tengah dibayang-bayangi berbagai macam pertanyaan yang sangat rumit dan tidak diketahui jawabannya.


Entah siapa sebenarnya orang yang memiliki niat buruk pada anggota keluarga bangsawan Ma, padahal keluarga itu selama ini terkenal sangat baik dan juga dermawan. Bahkan mereka seringkali memberikan bantuan kepada rakyat kecil yang membutuhkan.


Bangsawan Ma memang selalu menjadi orang yang terdepan dalam setiap kejadian, dia seringkali bertindak sebagai penolong, padahal dirinya hanya mencari nama ataupun sekedar melambungkan nama keluarganya agar dikenal oleh semua orang.


Akhirnya para prajurit itu pun sampai di depan paviliun yang ditempati oleh tuan besar mereka, saat ini ada sekitar 20 orang berpakaian hitam keluar dari kediaman itu dengan membawa masing-masing sebuah kantung besar berwarna hitam, yang mereka yakini sebagai hasil jarahan dari dalam kamar milik majikan mereka.


"Siapa kalian? dan apa yang kalian semua lakukan di dalam paviliun milik majikan kami?" tanya salah seorang prajurit sambil menunjuk ke 20 orang pria berpakaian hitam itu.


"Apakah aku harus menjawab pertanyaan dari seorang prajurit rendah sepertimu? Sepertinya itu bukanlah hal yang baik, apalagi majikan kalian telah banyak mengambil hak milik orang lain, sehingga kami memutuskan untuk mengambil kembali hak itu dan menikmatinya sendiri." ucap salah seorang pria berpakaian hitam itu dengan tidak tahu malunya.


Mendengar ucapan dari pria itu, sontak seluruh prajurit yang saat ini berada di depan paviliun milik tuan besar bangsawan Ma itu langsung memelototkan matanya, mereka benar-benar tak menduga akan bertemu orang-orang yang serakah dan tidak tahu malu.


"Kembalikan seluruh barang yang telah kalian ambil dari paviliun milik majikan kami! Jika tidak, kami tidak segan-segan untuk melenyapkan kalian satu persatu." ancam salah seorang prajurit yang berjaga di kediaman bangsawan Ma.


Tangan kanannya dengan cepat langsung menarik pedang yang saat ini terpasang dengan sangat apik di pinggang bagian kanannya, kelompok pria berpakaian hitam itu hanya tertawa terbahak-bahak, menyaksikan tingkah bodoh yang dilakukan oleh para prajurit itu.


Walau bagaimanapun mereka memiliki kemampuan yang jauh di atas para prajurit itu, lagi pula selain 20 orang pria yang saat ini berhadapan dengan mereka, masih ada puluhan pria lain yang saat ini berada di paviliun sebelah, dan menggasak seluruh harta kekayaan milik anggota keluarga bangsawan Ma.


Sebenarnya orang-orang itu bisa saja keluar dengan sangat mudah, dari kediaman bangsawan Ma, namun sepertinya mereka ingin sedikit bermain-main dengan para prajurit dan memberikan ancaman kepada bangsawan Ma, yang telah berani memiliki keinginan untuk melenyapkan putri Xuan Jian.


Apalagi setelah perbincangan keempat orang bangsawan itu saat berada di sebuah rumah makan, membuat para prajurit kekaisaran jiahu mengetahui, bahwa keempat orang bangsawan itu ternyata memang mengincar putri Xuan Jian.

__ADS_1


Hanya karena gadis kecil itu telah membeberkan seluruh kesalahan dan juga kebobrokan dari permaisuri Chu Rong Xie, sehingga menyebabkan wanita nomor satu di kekaisaran longzhu itu, akhirnya mendapatkan hukuman mati dari Kaisar Tian Wo.


Drap...


Drap...


Drap...


Para prajurit yang lain tiba-tiba saja berdatangan, begitu juga dengan bangsawan Ma beserta seluruh anggota keluarganya, setelah mendengar teriakan dari salah seorang gadis pelayan, membuat mereka semua bersiaga dan langsung menuju tempat di mana asal suara gadis kecil itu, dan kini mereka bisa melihat sendiri, 20 orang pria berpakaian hitam yang tengah membawa kantung besar di belakang punggungnya.


"Siapa yang menyuruh kalian semua untuk merampok di kediamanku?" tanya bangsawan Ma.


Matanya terlihat memerah dengan wajah yang berubah menghitam, dia benar-benar sangat kesal dengan tindakan lancang dari 20 orang pria berpakaian hitam itu, yang telah berani menjarah rumahnya. Padahal penjagaan di dalam kediaman sangatlah ketat, dia bahkan telah menempatkan 600 orang prajurit, untuk menjaga kediaman mewahnya.


"Apakah harus ada yang memerintahkan, sehingga kami semua datang dan merampok di kediamanmu? Sepertinya itu tidak penting! Kami bahkan bisa mendatangi kediaman manapun, untuk mendapatkan banyak harta berharga dan juga koin emas." ucap salah seorang pria berpakaian hitam sambil tertawa terbahak-bahak, diikuti oleh rekan-rekannya yang lain.


Bahkan saat ini ada sekitar 120 orang pria berpakaian hitam yang keluar dari setiap paviliun yang ditempati oleh anggota keluarga bangsawan Ma, mereka membawa kantung yang sama, sehingga membuat para prajurit akhirnya mulai saling berpandangan.


Mereka benar-benar dibuat cemas, entah bagaimana nasib yang akan menimpa para prajurit itu ke depannya, bangsawan Ma pasti tidak akan pernah melepaskan mereka begitu saja, apalagi mereka telah teledor sehingga menyebabkan para perampok itu bisa memasuki kediaman dengan sangat mudah.


"Siapa Kalian sebenarnya dan untuk apa kalian mendatangi kediamanku dan merampok seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh keluarga bangsawan Ma?"


Kini tuan besar itu sepertinya telah naik pitam, dia bahkan menarik pedang milik salah seorang prajurit dan mengacungkannya ke arah 20 orang pria berpakaian hitam, sementara para prajurit dari kediaman itu saat ini sudah mulai mengepung ke 140 orang pria berpakaian hitam.

__ADS_1


Mereka yang berjumlah 600 orang merasa berada di atas angin, mengingat jumlah para prajurit itu jauh lebih banyak, dibandingkan pria-pria berpakaian hitam.


"Ciih..! Hanya cecunguk kecil, tapi kalian berani mencari masalah dengan kami." ucap salah seorang pria berpakaian hitam dengan sangat sarkas, hingga membuat para prajurit akhirnya semakin berang dan berniat untuk segera melancarkan serangan yang sangat mematikan, terhadap ke-140 orang pria itu.


Bangsawan Ma yang mendengar penghinaan dari mulut salah seorang pria berpakaian hitam itu langsung melototkan mata, pria tua itu bahkan segera memberikan perintah, kepada para prajuritnya untuk segera menyerang.


"Habisi mereka semua! dan rampas kembali seluruh harta kekayaan milik keluarga Ma dari tangan orang-orang yang tidak tahu diri itu." ucapnya dengan sangat tegas.


Akhirnya para prajurit itu pun segera bergerak, mereka saat ini telah mengacungkan pedang yang berada di tangan kanan milik mereka, kemudian mulai membangun serangan untuk mengalahkan pria-pria berpakaian hitam itu, apalagi perintah dari tuan besar mereka adalah mutlak, dan tidak bisa diganggu gugat.


"Seraaaang...!"


Para prajurit itu berteriak dengan sangat kencang sambil mengayunkan pedang yang berada di tangan mereka, seringaian tipis tercetak dari wajah para prajurit itu, seolah meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh pria berpakaian hitam.


Padahal mereka masih belum mengetahui, identitas asli dari orang-orang yang saat ini berusaha untuk menjarah seluruh harta kekayaan milik majikan mereka itu, namun mengingat tuan besar mereka telah memberikan perintah, maka tidak ada alasan lagi untuk mundur.


Mereka harus segera membantai para penyusup itu dan memberikan mereka pelajaran yang setimpal, karena telah berani membuat kekacauan di dalam kediaman keluarga bangsawan Ma.


Hiyaaaa...


Trang..


Trang...

__ADS_1


Trang...


__ADS_2