Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 39


__ADS_3

Xuan Jian segera bergerak dengan mengendap-ngendap, dia harus segera kembali menuju ke paviliun bobrok, setelah mendengar percakapan dari permaisuri Xue Yi dan juga Perdana Menteri Xue.


Akhirnya Xuan Jian pun mengetahui rencana yang dibuat oleh sepasang ayah dan anak itu, untuk menguasai istana kekaisaran dan menyingkirkan Kaisar Wei Huang dari singgasananya.


Sebenarnya Xuan Jian masih sangat marah terhadap Kaisar Wei Huang, namun jika mengingat bahwa permaisuri saat ini berniat untuk melengserkan posisi Kaisar Wei Huang, dan menggantikannya dengan dirinya sendiri, membuat Xuan Jian pun akhirnya berfikir untuk membantu Kaisar Wei Huang memberantas para pengkhianat yang selama ini terus merongrong pemerintahannya.


Xuan Jian masih belum mengetahui jika saat ini di balik tembok yang sama, ada seseorang yang juga menguping pembicaraan permaisuri Xue Yi dan juga Perdana Menteri Xue, orang itu menggunakan pakaian yang serba hitam, bahkan wajahnya pun ditutup oleh cadar hitam, dia pun segera bergegas untuk pergi dari tempat itu dan segera menyampaikan apa yang telah dia dengar kepada majikannya.


.


.


.


Sedangkan Xiu Lan, saat ini baru saja sampai di istana kekaisaran, gadis pelayan itu nampak mengerutkan dahinya, dia harus memutar otak agar bisa menghadapi taktik yang dilancarkan oleh permaisuri Xue Yi, bahkan hingga saat ini rencananya untuk mempermalukan permaisuri Xue Yi dan juga tuan muda Mu Cheng Yi belum mendapatkan kemajuan.


"Tuan Putri..! Tuan putri." teriak Xiu Lan dari luar. Xuan Jian yang mendengar suara cempreng milik pelayan dari selir Xiao Xia itu pun segera bergegas, untuk keluar dari paviliun bobrok dan langsung menemui Xiu Lan.


''Ada apa denganmu?" tanya Xuan Jian, tapi Xiu Lan tidak mengeluarkan suara apapun, dia hanya menyodorkan sebuah gulungan surat yang dia simpan di dalam lengan hanfunya.


Xuan Jian pun segera mengambil gulungan itu kemudian membacanya, matanya membulat seketika saat mengetahui rencana licik yang akan digunakan oleh permaisuri untuk bisa menjatuhkan tahta Kaisar Wei Huang dari singgasana.


"Baiklah, kita akan membicarakan masalah ini nanti, untuk sementara Kau bisa kembali ke paviliun, aku yakin malam ini kita akan memiliki banyak pekerjaan Xiu Lan." ujar Xuan Jian.


Akhirnya Xiu Lan pun segera menganggukkan kepalanya. Dan pergi dari paviliun bobrok untuk kembali menuju paviliun milik majikannya.


Sementara saat ini di tempat lain, Kaisar Wei Huang tengah mendapatkan informasi yang dibawa oleh salah seorang kepercayaannya yang memang, telah dia tugaskan untuk mengawasi gerak-gerik permaisuri Xue Yi.

__ADS_1


Tangan kaisar itu terkepal hingga memucat, matanya menatap tajam ke arah paviliun mawar tempat sang permaisuri berada. Dia tak menyangka akan ada wanita yang begitu licik dan juga bermuka dua. Dan berniat buruk pada dirinya dan juga seluruh keluarganya.


Semua orang yang tinggal di istana, masih belum percaya jika kaisar Wei Huang adalah seorang tiran, tak seperti para prajuritnya yang telah menyaksikan sendiri jika kaisar itu tengah di medan pertempuran.


"Tetap awasi dia! Dan laporkan semua kegiatannya padaku."ucap kaisar Wei Huang. Pria berpakaian serba hitam itu pun menganggukan kepalanya dan segera keluar dari ruang kerja sang kaisar, dia akan kembali mencari tempat yang terbaik untuk bisa memantau seluruh kegiatan Permaisuri Xue Yi.


Kaisar Wei Huang segera memanggil salah seorang jenderal kepercayaannya, saat ini dia harus segera berdiskusi dengan jenderal kekaisaran itu, tentang penyerangan yang akan dilakukan oleh Perdana Menteri Xue dan juga permaisuri Xue Yi.


Jenderal kekaisaran terbelalak kaget, mendengar ucapan dari Kaisar Wei Huang, dia tak menyangka jika permaisuri Xue Yi memiliki niat buruk terhadap suaminya sendiri, terlebih saat ini keduanya telah dianugerahi dua orang pangeran yang sangat tampan.


Kaisar Wei Huang meminta kepada Jenderal kekaisaran, agar bergerak secara diam-diam, untuk mengumpulkan lebih banyak prajurit lagi dan melatihnya, dia juga meminta agar penjagaan di istana kekaisaran semakin ditingkatkan, jangan sampai ada orang luar yang mendatangi tempat itu.


"Apakah semuanya sudah siap?" tanya perdana mentri Xue pada 300 orang prajurit yang akan segera dia berangkatkan, untuk mencari gadis yang mengetahui rencana dan juga rahasia dari permaisuri.


Dia harus segera membungkam gadis itu, agar tidak membuka mulut, sehingga rahasia yang selama ini ditutup rapat, tidak akan ketahuan oleh kaisar We Huang.


Akhirnya para prajurit itu pun segera pergi untuk menyebar ke seluruh wilayah kekaisaran, guna mencari gadis yang dimaksud oleh perdana menteri.


.


.


.


Uhuk... Uhuk...


Permaisuri tiba-tiba saja terbatuk, dia merasakan sesak di dalam dadanya, terlebih saat ini dia kembali merasakan pusing dan juga mual. Sedangkan menurut tabib yang kemarin dipanggil ke istana, saat ini permaisuri Xue Yi hanya mengalami kelelahan dan membutuhkan banyak istirahat.

__ADS_1


Desas-desus tentang kehamilan permaisuri yang terlanjur menyebar luas pun segera dipatahkan oleh para pelayan setianya, mereka mengatakan jika ada kesalahan dalam mendiagnosa penyakit yang dibuat oleh tabib istana, tapi orang-orang tak kunjung berhenti membicarakannya, apalagi saat ini permaisuri Xue Yi terlihat sedikit gemuk, perutnya pun agak buncit.


Uhuk... Uhuk...


Permaisuri kembali terbatuk, namun kali ini terlihat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, sepertinya wanita nomor satu di seluruh kekaisaran jiahu itu mengalami luka dalam, sehingga membuat dia terlihat semakin lemah dan juga pucat.


Beberapa orang tabib pun segera dipanggil oleh para pelayan, mereka takut jika terjadi sesuatu kepada junjungan mereka, sehingga bergerak dengan sangat cepat untuk mencari bantuan. Bahkan ada satu orang pelayan yang telah keluar dari istana untuk memberitahu perdana mentri Xue jika saat ini kesehatan permaisuri telah menurun drastis.


Perdana Menteri Xue menyangka, jika mungkin saat ini putrinya terlalu banyak fikiran dan juga stress karena terlalu memikirkan gadis kecil, yang telah mengetahui sebuah rahasia besar tentang dirinya, sehingga membuat tubuhnya drop dan akhirnya dia pun jatuh sakit.


Kaisar Wei Huang yang telah diberitahu tentang kesehatan permaisuri yang menurun, hanya diam membisu, orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu sama sekali tidak memperdulikan kesehatan permaisurinya, terlebih setelah dia mengetahui sebuah informasi rahasia, yang diberikan oleh salah seorang kepercayaannya.


.


.


.


Xuan Jian hampir saja menyemburkan teh yang ada di mulutnya, saat mendengar celotehan dari Xiu Lan yang mengatakan jika saat ini permaisuri Xue Yi sedang jatuh sakit karena terlalu banyak berbuat jahat terhadap orang lain.


Gadis pelayan itu juga mengatakan, jika mungkin saat ini Dewa tengah marah padanya, yang selalu berbuat semena-mena terhadap orang lain, dan menganggap bahwa dirinya yang paling benar.


Sedangkan Xuan Jian hanya tersenyum tipis, tentu saja dia mengetahui apa yang terjadi pada orang nomor dua di kekaisaran jiahu itu, karena dirinyalah biang kerok yang menyebabkan permaisuri mengalami keracunan.


Dia telah menyimpan bunga beracun dikamar permaisuri Xue Yi, sehingga jika permaisuri sering menghirup aroma wangi dari bunga itu, perlahan-lahan akan membuat dirinya digerogoti oleh penyakit yang sangat mematikan.


Dan tentu saja hal itu akan membuat permaisuri tersiksa sepanjang waktu, karena reaksi racunnya baru akan terlihat setelah si penderita mengalami berbagai macam gejala. Sehingga pengobatannya pun sedikit sulit, karena racunnya telah menyebar.

__ADS_1


__ADS_2