Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 93


__ADS_3

Xuan Jian yang baru saja kembali dari aula pesta, langsung mendudukkan diri di atas sebuah kursi, sambil memandang ke arah luar. Gadis kecil itu sengaja ingin menikmati suasana yang berbeda, di dalam paviliun yang telah disediakan oleh kaisar Tian Wo beserta keluarganya.


Selir Xuan Yang memandang wajah sang putri, sambil sesekali menghela nafas pelan, sepertinya saat ini dia tengah merasa gelisah, setelah mendengar permintaan dari Kaisar Tian Wo untuk menjadikan putri kecilnya sebagai calon permaisuri pangeran kedua.


Bukan dia tidak menyukai pangeran Tian Li Wei, hanya saja setelah melihat tindakan yang dilakukan oleh permaisuri Chu Rong Xie membuat selir Xuan Yang harus berpikir ulang untuk menempatkan putri kesayangannya itu di dalam istana, yang dipenuhi dengan intrik politik dan juga perebutan kekuasaan.


Qing Yuan mendekat ke arah Xuan Jian sambil sesekali pemuda itu pun menepuk pundak saudara satu ayahnya, dia merasa keberatan jika Xuan Jian menjadi permaisuri pangeran kedua, bukan karena gadis kecil itu tidak akan menjadi seorang wanita nomor satu di kekaisaran longzu di masa depan, melainkan dia telah melihat bagaimana ambisi dan juga kekuasaan telah menguasai hati dan pikiran permaisuri Chu Rong Xie sehingga bisa saja suatu saat nanti wanita itu melukai saudara kecilnya.


"Apa kau yakin akan melakukan pertunangan dengan pangeran kedua, Jian'er?" tanya Qing Yuan.


Xuan Jian pun menoleh ke arah saudaranya, kemudian mengangkat kedua bahunya sambil sesekali tertawa.


"Menurutmu?" tanya gadis kecil itu dengan santainya.


Qing Yuan hanya bisa mengerutkan dahi, mungkinkah jika saat ini saudara kecilnya itu tengah mempermainkan perasaan pangeran kedua? Selir Xuan Yang segera mendekat ke arah kedua orang putra-putrinya itu, dia pun ikut duduk bergabung dengan Xuan Jian dan juga Qing Yuan yang saat ini tengah berbincang.


"Kau harus memikirkan kembali keputusanmu, Jian'er! Ibu tidak ingin kau terluka, apalagi setelah melihat bagaimana kebencian dari permaisuri Chu Rong Xie terhadapmu, membuat ibu semakin khawatir jika suatu saat wanita itu akan menyakitimu." ucap selir Xuan Yang menyampaikan isi hatinya.


Xuan Jian sejenak melirik ke arah sang ibu, kemudian melengkungkan senyuman tipis dan segera menenangkan ibunya.


"Tenanglah ibu, putrimu saat ini berada di tangan orang yang tepat. Pangeran kedua tidak mungkin membiarkan Jian'er mendapatkan masalah apapun dari permaisuri Chu Rong Xie. Kalian semua bisa melihat bagaimana cara dia menyelesaikan masalah dengan keluarga bangsawan Zhang saat mereka menuduh keluarga kita melakukan tindakan yang semena-mena terhadapnya." jawab Xuan Jian sambil menyesap teh yang baru saja dihidangkan oleh Mei Ling.


Dia pun mengajak kedua orang pelayannya untuk duduk bersama. "Dimana kedua ibu selir?" tanya Xuan Jian.


Tak lama nampak dua orang wanita memasuki paviliun itu dengan sangat terburu-buru, sepertinya saat ini keduanya mendapatkan suatu informasi buruk, terkait permaisuri Chu Rong Xie.


"Dengarkan ibu, kau tidak boleh meneruskan Perjodohan ini, Jian'er." ucap selir Feng Ling sambil bertolak pinggang di hadapan semua orang.

__ADS_1


Mendengar hal itu tentu saja Xuan Jian pun langsung mengerutkan dahinya, Sejak kapan Ibu selirnya itu berani memutuskan secara sepihak, apa yang harus dia lakukan? Tak lama selir Xiao Xia pun mengatakan hal yang sama.


"Ibu pun tidak setuju, jika kau menikah dengan pangeran kedua." ucapnya.


Selir Xuan Yang langsung melirik ke arah kedua orang selir Kaisar Wei Huang itu sambil mengerutkan dahinya, bukankah selama ini selir Feng Ling dan selir Xiao Xia selalu menuruti seluruh keinginan dari Xuan Jian? Lalu kenapa tiba-tiba saja kedua orang itu seperti setengah kesurupan dan langsung meminta agar Xuan Jian membatalkan perjodohannya dengan pangeran kedua?


"Ada apa ibu?" tanya Xuan Jian sambil menggeser 2 buah kursi, agar kedua orang ibu selirnya itu ikut duduk dan bergabung bersama mereka.


Selir Feng Ling dan selir Xiao Xia saling berpandangan, kemudian keduanya pun mendekat ke arah Xuan Jian dan mendudukkan diri di samping kiri dan kanan gadis kecil itu.


"Kau harus segera membatalkan rencana pertunangan dengan pangeran kedua, Jian'er! Ibu tidak ingin kau terluka. Saat kami akan kembali ke paviliun, ternyata kami tersesat dan memasuki paviliun milik permaisuri Chu Rong Xie, secara tidak sengaja kami mendengar rencana dari wanita itu beserta kelima orang istri dari putra mahkota, untuk segera menyingkirkanmu." ucap selir Feng Ling sambil menatap ke arah Xuan Jian.


Meskipun beberapa waktu yang lalu, dirinya bermusuhan dengan selir Xiao Xia, nyatanya jika itu berurusan dengan Xuan Jian, dia juga tidak bisa berpangku tangan begitu saja, tanpa melakukan sesuatu untuk bisa membahagiakan gadis kecil yang telah dianggap putri olehnya.


Begitupun dengan selir Xiao Xia, dia segera menceritakan seluruh ucapan yang dia dengar dari mulut permaisuri Chu Rong Xie dan juga ke-6 orang istri dari putra mahkota.


"Kedua orang ibu selirmu itu benar, Jian'er! Kau harus segera mengambil keputusan yang tepat, jangan sampai membuat kami semua menjadi khawatir terhadapmu." ucap selir Xuan Yang sambil menatap nanar ke arah putri kecilnya itu.


"Aku akan segera menemui pangeran kedua untuk membicarakan hal ini." tugas Qing Yuan seraya berdiri dari kursi yang didudukinya.


Xuan Jian meraih pergelangan tangan saudaranya itu, kemudian menariknya dengan pelan.


"Tenanglah..!" ucap gadis itu.


Akhirnya Qing Yuan pun kembali duduk di kursinya namun pandangan mata pemuda itu jelas menyiratkan tidak suka dengan tindakan yang dilakukan oleh saudara perempuannya.


"Jian'er sudah menempatkan Xiu Lan, jadi kalian semua tidak usah khawatir." ucap gadis itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Jian'er?" tanya mereka dengan serempak, setelah mendapatkan jawaban dari mulut Xuan Jian yang tidak dimengerti oleh mereka.


Xuan Jian hanya tersenyum kecil, kemudian gadis itu pun segera menceritakan rencananya kepada seluruh keluarga. Tak lama gelak tawa terdengar dari paviliun itu, membuat Kaisar Wei Huang yang baru saja akan melangkahkan kaki langsung terdiam.


Sepertinya saat ini seluruh keluarga besarnya tengah berkumpul, di paviliun yang ditempati oleh putri kecilnya. Sehingga membuat orang nomor satu di kekaisaran jiahu itupun langsung memasuki ruangan, untuk bisa ikut serta dalam kebahagiaan mereka.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya kaisar Wei Huang.


Semua orang langsung melirik ke arah asal suara, kemudian bangkit dari kursi yang mereka duduki dan serentak memberikan penghormatan kepada kaisar Wei Huang, setelah melihat orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu mengibaskan lengan hanfunya, semua orang pun kembali duduk di kursi masing-masing.


.


.


.


Sementara di tempat lain saat ini permaisuri Chu Rong Xie masih membahas rencana besarnya dengan keenam orang istri dari putra mahkota, dia tidak menyadari jika saat ini ada seseorang yang tengah menguping pembicaraannya, sambil sesekali berdecak kesal.


Karena kelakuan dari wanita nomor satu di kekaisaran longzhu itu ternyata tidak lebih baik, dibandingkan mendiang permaisuri Xue Yi di masa lalu.


Bahkan sepertinya kedua orang permaisuri itu memiliki sifat dan juga pandangan yang sama, termasuk dalam hal kekuasaan dan ambisi, untuk menjadi seorang yang disegani oleh seluruh rakyat kekaisaran.


"Dasar wanita ular..!" gumam seorang gadis yang tengah menguping sambil sesekali mencebikkan bibirnya.


...----------------...


Author hari ini cuma bisa up 2 chapter ya. Jangan lupa like, subscribe dan komentarnya. Jika berkenan silahkan lempar vote dan gift nya juga 🙏🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2