
Xuan Jian segera menghentikan tawanya ketika sosok Xiu Lan telah menghilang dibalik dinding, dia pun segera mengambil sikap waspada karena saat ini merasakan ada seseorang yang tengah mengawasinya, dari arah yang tak terlalu jauh dari tempat dia saat ini berdiri.
Namun Xuan Jian bukanlah orang yang bodoh, dia tidak akan pernah memberikan serangan terlebih dahulu, jika orang itu tidak memulainya. Dia pun masih tetap berdiri dengan sangat tenang, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah belakang paviliun bobrok.
Swush...
Swush...
Dua sosok melayang dari dahan sebuah pohon kemudian segera berpindah ke dahan pohon yang lain, Xuan Jian pun menyunggingkan senyuman tipis, dia nampak membungkukkan badannya dan mengambil sesuatu yang berada di atas tanah, kemudian dengan gerakan yang sangat cepat dan juga lincah, gadis itu segera melemparkan apa yang ada di tangannya ke arah 2 sosok yang saat ini masih terus mengawasinya itu.
Pletak...
Pletak...
Ternyata Xuan Jian mengambil batu sebesar ibu jari dan dia lemparkan ke arah kedua orang itu hingga akhirnya terdengar bunyi peletak, saat batu itu menghantam dahi kedua orang yang saat ini tampak meringis menahan sakit.
Apalagi Xuan Jian sengaja melemparkan batu itu dengan menggunakan seluruh kekuatannya, sehingga mau tak mau kedua orang yang saat ini tengah bersembunyi itu pun akhirnya menampakkan diri mereka.
Xuan Jian tertawa terbahak-bahak melihat dua orang pemuda dengan dahi yang benjol itu, keduanya segera membungkuk di hadapan Xuan Jian seraya memberikan salam.
"Salam kepada tuan putri Xuan Jian." ucap keduanya dengan sangat hormat.
"Siapa kalian? Dan kenapa terus mengikutiku?" tanya Xuan Jian dengan wajah yang dingin dan juga tatapan datar.
"Kami adalah orang-orang kepercayaan yang mulia kaisar, yang ditugaskan untuk menjaga tuan putri." ucap salah seorang dari mereka.
__ADS_1
"Sejak kapan kalian mengikutiku?" tanya Xuan Jian lagi.
"Sejak tuan putri masih kecil, hanya saja kami tidak diperkenankan untuk membantu tuan putri dan juga selir Xuan Yang untuk melawan permaisuri Xue Yi." ucap pria itu lagi.
"Oh.. Ternyata kalian utusan dari pria brengsek itu? lebih baik mulai sekarang kalian pergi jauh-jauh dariku, jika tidak, akan kupatahkan satu persatu tangan dan juga kaki kalian agar tak bisa lagi bergerak untuk terus mengawasiku lagi." ucap Xuan Jian dengan mata menatap nyalang, mengungkapkan ancaman kepada kedua orang pria itu.
"Tapi tuan putri, yang mulia sangat mengkhawatirkan anda dan juga selir Xuan Yang." ucap pemuda itu lagi.
"Jika kalian hanya ditugaskan untuk mengawasi kami, apa bedanya? Bukankah selama ini kalian juga tak pernah menolong di saat aku dan juga Ibuku mengalami masalah? Bahkan aku hampir saja mati saat itu? di mana kalian?" tanya Xuan Jian.
Kedua orang pemuda itu pun hanya menundukkan kepala mereka, tak bisa membantah ucapan dari Xuan Jian.
"Pergilah! Aku tak membutuhkan penjaga bayangan atau apapun yang lemah dan tak punya kemampuan seperti kalian, aku bisa menjaga diriku sendiri dan juga ibuku. Dan katakan juga pada Kaisar bodoh itu, jika aku tidak memerlukan dia sama sekali." ucap Xuan Jian seraya berbalik meninggalkan kedua orang pemuda yang saat ini terbengong di tempatnya.
Mereka tak menduga jika Xuan Jian akan mengatakan kata-kata yang begitu kasar dan juga menyakitkan, memang benar selama ini mereka berdua tidak pernah berbuat apa-apa, tapi setidaknya jika ada seseorang yang ingin menyerang selir Xuan Yang dan juga Xuan Jian, kedua orang itulah yang terus melenyapkan orang-orang yang didatangkan selama ini.
.
.
.
"Apa?" teriak Kaisar Wei Huang begitu kedua orang pria itu memberikan informasi tentang putri Xuan Jian yang telah mengetahui keberadaan mereka.
Kaisar Wei Huang benar-benar tak menyangka, jika putrinya itu bisa merasakan kehadiran keduanya, bahkan selama ini selama bertahun-tahun, putri Xuan Jian tidak pernah mengetahui, jika sebenarnya Kaisar Wei Huang mengirimkan beberapa orang penjaga bayangan untuk menjaga dan mengawasi dirinya dan juga selir Xuan Yang.
__ADS_1
Bahkan saat kedua orang pria itu menunjukkan benjolan yang ada di dahi mereka, Kaisar Wei Huang pun terlihat menganga tak percaya, bagaimana mungkin putrinya itu bisa membuat kedua orang penjaga bayangannya itu terluka? sementara selama ini kedua orang itu merupakan orang yang paling kuat diantara semua yang ada di kekaisaran Jiahu.
"Bagaimana bisa kalian lalai, sehingga Putri Xuan Jian mengetahui keberadaan kalian?" tanya Kaisar Wei Huang.
"Tadi kami tengah mengawasi gerak-gerik sang putri saat sedang bercanda dengan salah seorang dayang dari selir Xiao Xia, kami takut jika terjadi sesuatu, karena itulah kami bergerak untuk mendekat ke arah tuan putri." ucap salah seorang pria itu menjelaskan kepada kaisar Wei Huang.
"Baiklah... Lebih baik mulai sekarang kalian tak perlu lagi mengawasi keadaan putri Xuan Jian." putus kaisar Wei Huang.
Akhirnya kedua orang kepercayaannya itu pun segera membungkuk untuk memberi hormat, sekaligus berpamitan untuk kembali ke tempat mereka. Namun belum juga mereka keluar dari ruang kerja milik Kaisar, tiba-tiba...
Brak...
Pintu ruang kerja Kaisar Wei Huang ditendang dengan paksa oleh seorang gadis kecil yang baru saja berusia 10 tahun, hal itu tentu membuat ketiga orang yang saat ini masih ada di ruangan pun melongo tak percaya.
Kekuatan Xuan Jian benar-benar di luar nalar, dia bahkan berhasil merobohkan pintu kayu yang begitu kuat, hanya dengan satu kali tendangan saja, bahkan para prajurit yang berjaga di luar ruang kerja Kaisar pun hampir saja terjatuh dari tempat mereka berdiri, saat melihat betapa buasnya sang putri mereka saat sedang marah.
Xuan Jian segera melangkahkan kakinya ke dalam ruangan, kemudian dia menunjuk wajah Kaisar Wei Huang dengan menggunakan jari telunjuknya.
"Berhenti mengganggu kehidupanku dan juga Ibuku! jika tidak, aku akan membuat hidupmu bahkan lebih tersiksa daripada di dalam neraka." ucap Xuan Jian melayangkan sebuah ancaman kepada kaisar Wei Huang, hingga membuat sang kaisar itu pun akhirnya murka.
"Lancang! Berani sekali kau berbicara seperti itu di hadapan seorang Kaisar! Apa kau sudah bosan hidup, putri Xuan Jian?" tanya Kaisar Wei Huang dengan suara yang dibuat sekeras mungkin.
Xuan Jian hanya melirik sinis ke arah Kaisar Wei Huang, "Manusia sepertimu hanya bisa memberikan hukuman kepada orang lain, tapi kau sendiri tak pernah memikirkan kelakuan burukmu itu. Apa kau merasa telah menjadi orang yang hebat, Kaisar Wei Huang?" tanya putri Xuan Jian.
Mendengar ucapan dari putrinya itu, tiba-tiba saja dada Kaisar Wei Huang terasa berdenyut nyeri, putri yang telah diabaikannya selama 10 tahun, akhirnya hari ini berada di depan matanya, mengeluarkan seluruh kebencian terhadap dirinya.
__ADS_1
"Mulai hari ini dan seterusnya, jauhi aku dan juga Ibuku! jika tidak, aku akan membalasmu atas semua penderitaanku dan juga Ibuku selama 10 tahun terakhir, dan ingatlah kau juga turut andil dalam setiap penderitaan yang aku tanggung bersama ibuku." ucap Xuan Jian seraya membalikkan badannya dan berniat untuk keluar dari ruang kerja Kaisar Wei Huang.