Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 50


__ADS_3

Selama beberapa minggu, istana kekaisaran jiahu kembali damai, namun kini huru-hara kembali terjadi, para bangsawan dan juga pejabat istana kekaisaran terus saja mendesak agar Kaisar Wei Huang segera mengangkat permaisuri yang baru, mengingat saat ini posisi permaisuri kekaisaran masih kosong.


Kaisar Wei Huang pun dibuat sakit kepala, karena keinginan dari para pembesar istananya, meski begitu dia telah memutuskan dalam hati jika akan menjadikan selir Xuan Yang sebagai permaisuri terpilihnya, walau bagaimanapun dialah wanita yang selama ini berhasil mengambil hatinya, sehingga membuat Kaisar Wei Huang benar-benar jatuh cinta terhadapnya.


Sang Kaisar berharap dengan cara seperti ini, dia bisa mendapatkan maaf dari selir Xuan Yang dan juga putri Xuan Jian.


Setelah melalui pertimbangan yang sangat matang, akhirnya Kaisar Wei Huang segera melangkahkan kakinya menuju ke paviliun anggrek, untuk menemui selir Xuan Yang dan juga putrinya.


.


.


.


"Ibu selir, bolehkah Jian'er meminta sesuatu?" tanya Xuan Jian pada selir Xiao Xia.


Saat ini di paviliun anggrek kedua selir itu tengah berkunjung, mereka menikmati beberapa macam cemilan yang baru saja berhasil dibuat oleh Mei Ling dan juga sebuah minuman hangat yang menenangkan, tentu saja itu dibuat oleh Xuan Jian.


"Katakan, apa yang kau inginkan putri?" tanya selir Xiao Xia, saat ini mereka terlihat semakin dekat dan sudah seperti saudara, bahkan ketiga selir itu seringkali bercengkrama bersama ataupun berjalan-jalan mengelilingi istana kekaisaran bertiga, sehingga tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka.


Bahkan Xuan Jian telah menganggap selir Xiao Xia dan juga selir Feng Ling sebagai ibunya juga. Hal itu tentu saja disambut baik oleh kedua selir yang memang tidak memiliki putri, mereka sangat bahagia karena Xuan Jian mau menganggap mereka berdua sebagai ibunya.


"Bisakah ibu melepaskan Xiu Lan? Jian'er ingin menjadikan dia sebagai saudara." ucap Xuan Jian.

__ADS_1


Karena selama ini Xiu Lan adalah seorang budak yang telah dibebaskan oleh selir Xiao Xia, sehingga dia harus mengabdi seumur hidupnya kepada orang yang telah menebusnya itu.


Selir Xiao Xia hampir saja menyemburkan minuman yang ada di dalam mulutnya, dia tak menyangka jika Xuan Jian memiliki keinginan seperti itu, Tak lama kemudian selir Xiao Xia pun segera tersenyum ke arahnya, dia menganggukkan kepala menyetujui permintaan dari Putri kecilnya itu.


"Terima kasih ibu! Terima kasih banyak. Ibu selir Xiao Xia memang yang terbaik" ucapkan Xuan Jian sambil memeluk tubuh selir Xiao Xia.


Selir Feng Ling langsung saja membuang muka, kemudian dia pun mengerucutkan bibirnya dan langsung mengeluarkan kata-kata pedas. "Sepertinya hanya Ibu selir Xiao Xia saja yang baik." ucapnya seraya berpura-pura merajuk.


"Hahaha... Tidak! Bukan seperti itu ibu! Ibu selir Feng Ling juga yang terbaik!" ucap Xuan Jian seraya memeluk kedua ibu selirnya itu secara bergantian.


Akhirnya gelak tawa pun terdengar dari paviliun Anggrek saat ini, selir Xuan Yang begitu bahagia melihat putrinya yang semakin hari terlihat semakin ceria, karena keberadaan dari kedua orang selir Kaisar yang baru itu ternyata berhasil membuat sang putri semakin bersemangat dalam menjalani harinya.


"Yang mulia kaisar Wei Huang memasuki ruangan!" teriak salah seorang prajurit yang berjaga di depan pintu Paviliun Anggrek mengejutkan semua orang yang saat ini tengah bergembira.


Bahkan Xuan Jian langsung mengerucutkan bibirnya, dia benar-benar tak suka dengan kehadiran Kaisar Wei Huang yang tak tahu waktu dan selalu saja mengganggu kesenangannya.


Kaisar Wei Huang segera mengibaskan lengan hanfunya, kemudian dia pun segera mendudukkan diri di atas sebuah kursi yang sejak tadi digunakan oleh Xuan Jian, sehingga membuat si empunya kembali menggembungkan pipinya, karena merasa sangat kesal terhadap kelakuan dari Kaisar Wei Huang yang selalu saja merebut semua yang dia miliki.


"Cih! Dasar Kaisar tidak tahu diri! Dia datang ke sini di saat kami semua tengah menikmati cemilan dan juga minuman hangat, dan sekarang Lihatlah kelakuannya! Dia malah duduk di tempatku!" rutuk Xuan Jian sambil melangkahkan kakinya ke belakang, dia tak ingin ikut campur dengan masalah istana kekaisaran.


Kaisar Wei Huang pun segera mengumumkan maksud kedatangannya, di hadapan ketiga selir.


"Saat ini para pejabat istana dan juga bangsawan terus saja mendesak zhen agar segera mengangkat permaisuri baru, mengingat mendiang permaisuri Xue Yi telah tiada lebih satu bulan. Zhen sudah memutuskan jika akan segera melakukan hal itu dalam dua minggu ke depan. Zhen harap agar selir Xuan Yang bersedia diangkat menjadi permaisuri yang baru."ucap Kaisar Wei Huang sambil melirik ke arah selir Xuan Yang yang saat ini memelototkan matanya karena merasa kaget atas keputusan yang diambil secara sepihak oleh kaisar.

__ADS_1


"Tidak bisa! Kau tidak boleh menjadikan ibu selir Xuan Yang sebagai permaisuri! Jika kau mau, kau bisa menjadikan salah satu diantara kedua ibu selirku yang lain, tapi tidak dengan ibuku." ucap Xuan Jian yang baru saja muncul kembali dengan membawa nampan berisi beberapa macam kue yang baru saja dibuatnya.


Kaisar Wei Huang mengerutkan dahinya, kemudian bertanya kepada putri Xuan Jian.


"Apa maksudmu, putri Xuan Jian? Kenapa selir Xuan Yang tidak boleh menjadi seorang permaisuri?" tanya Kaisar Wei Huang.


"Tentu saja! Jika kau pikir aku tidak mengetahui apa yang ada di dalam otak kecilmu itu, maka kau salah! Bukankah kau melakukan hal itu demi mendapatkan Maaf dari ibuku? Dan satu hal lagi, aku tidak akan pernah memberikanmu celah untuk bisa mendekati Ibuku kembali!"


"Jadi jangan coba-coba berfikir untuk menjadikan ibuku sebagai seorang permaisuri kekaisaran ini, hanya agar kau bisa dekat kembali dengannya." ucap Xuan Jian dengan sangat tegas menolak keinginan dari Kaisar, sehingga membuat sang Kaisar akhirnya mau tak mau langsung mengubah raut wajahnya menjadi sangat serius.


"Jika memang selir Xuan Yang tidak boleh menjadi seorang permaisuri, Lalu siapa yang akan kau calonkan kepada zhen?" tanya Kaisar Wei Huang.


Xuan Jian terlihat berfikir sejenak, kemudian dia pun segera mengungkapkan idenya.


"Itu masalah gampang! Kau hanya harus melakukan sebuah kompetisi untuk kedua Ibu selir dan siapapun yang berhasil memenangkan kompetisi itu, maka dialah yang berhak menjadi seorang permaisuri." ucap Xuan Jian.


Kaisar Wei Huang mengerutkan dahinya, dia mencoba untuk mencerna kata-kata yang diucapkan oleh Xuan Jian, sedangkan kedua selir itu saat ini telah deg-degan, mereka sangat takut jika sang kaisar tidak mengabulkan permintaan dari Xuan Jian.


Dalam hati kedua wanita itu tentunya sangat berharap bisa menjadi pendamping Kaisar Wei Huang, dalam menjalankan pemerintahan. Apalagi dengan menjadi seorang permaisuri, mereka akan memiliki posisi yang satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan selir.


Tak lama Kaisar Wei Huang pun segera bangkit dari tempat duduknya, dia akan segera melangkahkan kakinya keluar dari paviliun anggrek, sehingga membuat wajah kedua selir itu akhirnya sangat sedih.


Namun belum juga sang Kaisar sampai di pintu, dia segera membalikkan kembali tubuhnya dan memberikan keputusan di hadapan semua orang.

__ADS_1


"Baiklah! Kalian berdua persiapkan diri mulai sekarang! 3 hari ke depan zhen akan memberikan sebuah kesempatan bagi kalian berdua, siapapun yang bisa memenangkan kompetisi yang akan zhen adakan, maka dialah yang akan menjadi permaisuri kekaisaran ziahu ini." ucap Kaisar Wei Huang.


Wajah kedua selir itu pun akhirnya sumringah, di dalam hati mereka telah memikirkan berbagai rencana untuk bisa menyingkirkan saingan mereka masing-masing, kini tak ada lagi persaudaraan di antara keduanya, karena lagi-lagi kedudukan selalu menjadi alasan untuk seseorang saling menjatuhkan.


__ADS_2