
Kaisar Wei Huang baru saja diberitahu salah seorang pelayan permaisuri, jika saat ini keadaan permaisuri semakin memprihatinkan, penyakit yang diderita permaisuri hingga saat ini masih belum juga ditemukan penawarnya, bahkan sudah begitu banyak tabib yang diundang oleh para pelayan dari Paviliun mawar, namun hingga sekarang belum ada satu orang pun yang mampu menyembuhkannya.
Penyakit permaisuri semakin hari malah semakin bertambah parah, bahkan kini terlihat kondisi permaisuri yang semakin kurus. Mendengar laporan dari pelayan itu, akhirnya Kaisar Wei Huang pun segera melangkahkan kakinya menuju ke paviliun mawar, tempat permaisurinya.
Namun belum juga dia memasuki kediaman, tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya, begitu mendengar suara bisik-bisik para pelayan yang menceritakan tentang keburukan dari permaisurinya itu.
Kaisar Wei Huang benar-benar tak menduga ternyata permaisuri Xue Yi bukan hanya ingin menyingkirkan putra kandungnya, melainkan juga dia telah mencelakakan selir-selir dan juga putrinya, andai dia mengetahui hal itu sejak dulu, mungkin saat ini keberadaan keluarga Xue sudah tidak ada lagi dari kekaisaran jiahu ini.
Sayangnya dia terlambat mengetahui hal itu sehingga akhirnya keluarga dari penghianat itu masih bisa bersantai di wilayah kekuasaannya dan terus menghimpun kekuatan untuk bisa melengserkan dirinya dari Singgasana kekaisaran.
Perdana Menteri Xue yang baru saja keluar dari Paviliun permaisuri pun terlihat mengerutkan dahinya, saat netranya menangkap bayangan Kaisar Wei Huang yang berdiri bagaikan orang linglung di depan Paviliun, dia berpikir jika saat ini sang Kaisar tengah mengkhawatirkan putrinya, padahal Kaisar Wei Huang tengah memikirkan cara untuk bisa memberantas keluarga Xue dari kekaisarannya.
"Salam yang mulia." ucap Perdana Menteri Xue seraya berjalan menghampiri orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu, dia pun membungkukkan badannya untuk memberikan hormat.
Akhirnya Kaisar pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Perdana Menteri Xue yang baru saja muncul di hadapannya, dia hanya menganggukan kepala perlahan dengan wajah yang terlihat sangat datar.
Sesungguhnya saat ini Kaisar tidak menginginkan bertemu dengan seorang pria tua yang tak tahu diri seperti perdana menteri Xue, tapi sayangnya pria tua itu adalah mertuanya sendiri, sehingga dia pun harus berhati-hati, jangan sampai menjadikan rumor buruk karena dirinya telah menghukum keluarga dari istrinya itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan permaisuri?" tanya Kaisar pada Perdana Menteri Xue.
"Masih sama seperti sebelumnya Yang Mulia, bahkan saat ini tabib mengatakan jika mereka tidak bisa mengobati permaisuri, karena tidak mengetahui penyakit apa yang saat ini tengah dideritanya." ucap Perdana Menteri Xue dengan wajah yang memerah, nampaknya pria tua itu merasa sedikit khawatir terhadap keadaan putrinya yang semakin lama semakin memburuk.
Kaisar Wei Huang pun menganggukkan kepalanya, kemudian dia bergegas untuk masuk ke dalam paviliun mawar untuk melihat sendiri bagaimana keadaan permaisuri.
Aroma herbal menyeruak ke seluruh ruangan, begitu Kaisar Wei Huang melangkahkan kakinya ke dalam kamar milik permaisuri Xue Yi, nampak di hadapannya saat ini seorang wanita yang terbaring lemah di atas peraduannya, wajahnya terlihat pucat pasi bahkan tubuhnya pun semakin kurus.
Kaisar WeiHuang hanya memalingkan wajahnya sekejap, kemudian dia pun segera mendekati salah seorang tabib yang saat itu tengah meracik obat untuk permaisurinya.
"Bagaimana keadaan permaisuri, tabib?" tanya Kaisar Wei Huang.
Kaisar Wei Huang hanya menganggukkan kepalanya perlahan kemudian dia pun segera berbalik ke arah permaisuri yang saat ini tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
Permaisuri Xue Yi mengerutkan keningnya, melihat pandangan Kaisar Wei Huang terhadap dirinya, dia merasa seolah orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu saat ini begitu marah, bahkan dia merasakan tatapan kebencian dari Kaisar Wei Huang.
Namun sepertinya pria paling berkuasa nomor 1 di kekaisaran jiahu itu tak berniat untuk berbicara dengan permaisurinya, kemudian dia pun segera melangkah keluar dari paviliun mawar dan segera memberitahukan para prajuritnya untuk segera menangkap semua pelayan milik permaisuri.
__ADS_1
Kaisar Wei Huang ingin segera mengintrogasi satu persatu pelayan itu, agar dia memiliki bukti lebih dan juga saksi untuk menghukum permaisuri Xue Yi dan juga seluruh keluarga Xue.
Kaisar nampaknya tak ingin terlalu lama mempertahankan permaisurinya terus berada di dalam istana, sehingga memutuskan akan segera menghukum perdana menteri Xue dan juga permaisuri dalam waktu beberapa hari ke depan.
Baru saja Kaisar Wei Huang melangkahkan kakinya beberapa langkah dari paviliun mawar, tiba-tiba saja dua orang bocah laki-laki berusia 8 dan juga 6 tahun berlarian ke arahnya, sepertinya keduanya begitu merindukan sosok Kaisar Wei Huang yang telah sekian lama tak menjumpainya.
Mereka pun berteriak dengan sangat antusias, "Ayaaaaah..!" teriak keduanya bersamaan, namun Kaisar Wei Huang tak ingin memperdulikan kedua orang bocah, yang ternyata bukan putra kandungnya itu.
Dia tak tertarik untuk berbicara atau pun berbasa-basi dengan kedua anak itu, bahkan saat ini dia berfikir untuk segera mengirim keduanya ke dalam kediaman keluarga bangsawan Mu.
Rumor penyakit permaisuri yang semakin parah dan belum juga menemukan obatnya, akhirnya menyebar hingga ke seluruh kekaisaran, bahkan rakyat kekaisaran jiahu saat ini telah mengetahui jika wanita nomor satu di seluruh kekaisaran saat ini tengah terbaring di atas tempat tidurnya, karena mengalami sebuah penyakit yang hingga saat ini masih belum bisa ditemukan penawarnya.
Mereka terlihat berbondong-bondong mendatangi istana kekaisaran, hanya untuk bisa melihat keadaan sang permaisuri, tapi tentu saja hal itu tidak bisa dibenarkan, para penjaga terlihat dengan sangat ketat menjaga gerbang istana kekaisaran, hingga tidak semudah itu untuk mereka bisa memasukinya.
Permaisuri Xue Yi memang terkenal sebagai seorang yang sangat lembut dan juga santun terhadap rakyat, dia juga seringkali membagi-bagikan makanan ataupun pakaian untuk bisa mendapatkan simpati rakyat, sehingga begitu mendengar sang permaisuri tengah mengalami penyakit yang sangat parah, akhirnya rakyat berdatangan menuju istana.
Perdana Menteri Xue yang melihat kedatangan rakyat menuju istana kekaisaran, tentu merasa sangat senang, dia sangat tahu jika sampai putrinya itu meninggal, maka rakyat pun akan kehilangan simpatinya terhadap Kaisar Wei Huang.
__ADS_1
Mengingat selama ini kaisar terkenal merupakan seorang pemimpin yang sangat arogan dan juga kejam, jauh berbeda dengan permaisurinya yang begitu lembut dan baik hati. Sehingga hal itu memudahkan Perdana Menteri Xue untuk ikut mencari muka dan mencari dukungan atas penderitaan putrinya itu, dia akan berusaha untuk bersikap baik kepada rakyat agar suatu saat nanti, ketika dia berniat untuk melengserkan kaisar Wei Huang, rakyat pun akan ikut berpihak padanya