
Pangeran Tian Li Wei berjalan kearah kursi yang diduduki oleh pangeran Zhang Liang, dia berniat untuk meminta maaf kepada pemuda itu karena telah salah paham terhadapnya, apalagi dia hampir saja melukai pemuda itu, jika putri Wei Yue Yin tak segera menghadang serangan yang diarahkan olehnya.
Pangeran Zhang Liang bangkit dari kursinya, kemudian tersenyum ke arah pemuda itu, sepertinya dia telah mengetahui maksud dari pangeran Tian Li Wei mendekat ke arahnya, tak lama terlihat kedua orang pemuda itu saling berpelukan, seolah mengucapkan selamat atas keberuntungan yang didapatkan oleh masing-masing.
Akhirnya rapat di aula pun dilanjutkan, saat ini Kaisar Wei Huang akan segera mengumumkan tentang pernikahan kedua putrinya, karena Putri Wei Yue Yin saat ini telah berusia 18 tahun, maka Kaisar Wei Huang memberikan kesempatan kepada Pangeran Zhang Liang untuk segera menikahinya.
Namun berbeda dengan pangeran Tian Li Wei yang saat ini harus kembali bersabar, karena Putri Xuan Jian masih berusia di bawah umur, gadis kecil itu masih membutuhkan waktu hingga 3 tahun ke depan untuk bisa menikah.
Pangeran Zhang Liang langsung tersenyum manis, dia menyambut keputusan dari Kaisar Wei Huang dengan senang hati. Berbeda dengan pangeran Tian Li Wei yang saat ini berwajah kusut, dia telah Kalah dua kali dari pangeran Zhang Liang.
Setelah rapat selesai, semua orang pun kembali menuju kediaman mereka masing-masing. Begitu juga dengan pangeran Zhang Liang dan Pangeran Tian Li Wei, kedua calon pengantin itu telah bersiap untuk meninggalkan istana kekaisaran jiahu, untuk kembali menuju istana kekaisaran mereka masing-masing.
Setelah sebelumnya pangeran Tian Li Wei begitu emosi kepada pangeran Zhang Liang, saat ini keduanya terlihat begitu akur, seolah tak pernah memiliki masalah sama sekali, mereka bahkan terkesan seperti sepasang saudara. Walau bagaimanapun, di masa depan mereka akan menjadi saudara ipar, sudah seharusnya jika memulai kedekatan dari sekarang.
Kaisar Tian Wo dan Kaisar Zhang Wei hanya bisa melengkungkan senyuman tipis melihat kelakuan kedua orang putra mereka, walau bagaimanapun keduanya sama-sama tidak memiliki saudara, hingga akhirnya ikatan ini akan semakin menguatkan mereka, tentang pentingnya menjaga solidaritas dan juga kesatuan dengan sesama.
Setelah sedikit berbasa-basi, akhirnya mereka pun berpisah, kedua rombongan besar itu kembali menuju tempat asal mereka yaitu kekaisaran tianzu dan kekaisaran bailu.
Sedangkan di tempat lain, terlihat saat ini kaisar Wei Huang beserta seluruh anggota keluarganya tengah berkumpul, mereka menikmati hari-hari kebersamaan terakhir dengan Putri Wei Yue Yin, walau bagaimanapun sebentar lagi gadis kecil itu akan segera menjadi istri dari pangeran Zhang Liang sekaligus calon permaisuri masa depan kekaisaran bailu.
__ADS_1
Xuan Jian mendekat ke arah Putri Wei Yue Yin, hingga saat ini dia masih memiliki perasaan tidak enak terhadapnya, walau bagaimanapun dia telah merebut kembali apa yang sebelumnya pernah dia berikan kepada Putri Wei Yue Yin, hingga akhirnya dia selalu dibayang-bayangi oleh perasaan bersalah terhadap gadis itu.
"Maaf.." ucap Xuan Jian sambil menundukkan wajahnya.
Putri Wei Yue Yin hanya mengerutkan dahi, apakah gadis di hadapannya itu benar-benar ingin meminta maaf, ataukah ingin mencari masalah dengannya? Tidak bisakah dia berbicara sedikit lebih panjang, agar tak membuatnya semakin emosi? Apalagi sejak kemarin gadis itu terus saja mengejar-ngejar pangeran Zhang Liang, seolah dirinya tersakiti karena pemuda itu akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertunangan.
"Lupakan!" jawab Wei Yue Yin dengan sangat dingin.
Putri Xuan Jian hanya bisa menatap saudara angkatnya dari kejauhan, meskipun dirinya ingin ikut serta bergabung dengan semua anggota keluarga istana kekaisaran jiahu, nyatanya hingga saat ini dia masih belum bisa mendapatkan tempat di hati mereka, sehingga membuatnya harus berusaha lebih keras lagi agar mendapatkan maaf dan juga kesempatan untuk bisa mendapatkan kasih sayang seperti yang saat ini dirasakan oleh Putri Wei Yue Yin.
***
Di tengah hamparan megahnya istana Kekaisaran Jiahu, gemerlap sinar mentari menyapa dinding-dindingnya yang menjulang tinggi. Istana kekaisaran menjadi sebuah simbol kemegahan dan keagungan yang mempesona.
Hari itu, istana ini bersiap untuk menyambut peristiwa istimewa yang tak terlupakan, pernikahan putri Wei Yue Yin dan Pangeran Zhang Liang, serta pertunangan putri Xuan Jian dengan Pangeran Tian Li Wei.
Seperti mimpi yang menjadi nyata, istana Kekaisaran Jiahu telah dihias dengan sangat mewah. Gerbang-gerbang masuk terukir indah dengan motif-motif khas kerajaan, mengundang para tamu untuk memasuki dunia yang penuh kemegahan.
Taman-taman yang hijau memikat dengan bunga-bunga yang mekar indah, dan air mancur perak berkilauan memberikan kesegaran di tengah panasnya musim.
__ADS_1
Langit-langit istana ini melambangkan keanggunan dan kebesaran, dihiasi dengan karya seni tak tertandingi. Lukisan-lukisan penuh warna yang menggambarkan legenda dan mitologi terpampang di dinding-dinding, mengajak pengunjung untuk merenung dalam keindahannya. Chandelier berkilauan, terbuat dari kristal murni, menghiasi ruangan dengan cahaya gemerlap yang melambangkan keabadian.
Tak terkecuali ruang pernikahan, tempat di mana janji abadi antara Wei Yue Yin dan Pangeran Zhang Liang akan disatukan. Langkah-langkah marmer putih membimbing pengantin menuju takhta, di mana mereka akan memulai perjalanan baru dalam kehidupan mereka.
Karpet merah yang indah dan lembut melambangkan keberanian dan kebahagiaan cinta, sementara bunga-bunga segar yang melingkar di sekitarnya menggambarkan keindahan dan kesuburan.
Sementara itu, ruangan yang berdekatan dipenuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan. Pertunangan putri Xuan Jian dengan Pangeran Tian Li Wei dipenuhi dengan nuansa elegan dan misterius. Karya-karya seni yang memukau, termasuk ukiran emas yang memancarkan kehangatan, melambangkan kekayaan dan keabadian ikatan mereka yang mulia.
Di tengah semua keindahan ini, para tamu yang mengenakan pakaian gemerlap dan indah berkumpul untuk menyaksikan momen-momen bersejarah ini. Suara musik yang menggema, dengan suara instrumen yang halus dan harmoni vokal, melengkapi suasana dengan keanggunan yang tak terlukiskan.
Kemegahan istana Kekaisaran Jiahu menjadi saksi bisu dari dua cinta yang bersatu dalam ikatan suci. Hari itu, keberadaannya menjadi pelataran bagi perayaan yang tak akan terlupakan, menyatukan cinta dan kehormatan empat sejoli yang dimabuk cinta.
Jika biasanya pernikahan akan dilaksanakan di istana kekaisaran milik sang mempelai pria, namun demi untuk memenuhi keinginan dari Putri Wei Yue Yin, akhirnya pernikahan itu pun digelar di istana kekaisaran jiahu.
Setelah seluruh ritual selesai dilaksanakan, sebuah iringan pasukan telah bersiap untuk kembali menuju kekaisaran bailu dengan membawa sebuah kereta mewah di mana sepasang pengantin duduk dengan penuh wibawa.
Akhirnya mereka pun meninggalkan istana kekaisaran jiahu, untuk kembali menuju istana kekaisaran bailu, dalam 3 bulan kedepan pangeran Zhang Liang akan segera naik tahta, dan menjadi kaisar baru, sehingga putri Wei Yue Yin pun akan segera naik tahta menjadi seorang permaisuri.
...-------------The End----------...
__ADS_1