
Xuan Jian baru saja melangkahkan kakinya menuju ke aula kekaisaran untuk bertemu dengan kaisar Wei Huang, hari ini dia berencana untuk mengunjungi kediaman keluarga bangsawan Chao, setelah mendapatkan kabar dari orang kepercayaannya jika tadi malam keluarga bangsawan itu telah mengeluarkan seluruh harta benda milik mereka untuk dipindahkan ke suatu tempat.
Dia telah menduga hal itu pasti akan terjadi, mengingat selama ini dia telah banyak mendengar sepak terjang anggota keluarga bangsawan itu dari kedua orang kakak Xiu Lan, yang pernah menjadi budak di rumah bangsawan itu.
Xuan Jian bahkan telah mengetahui di mana keluarga bangsawan itu kini menyimpan seluruh harta kekayaannya, sehingga dia akan meminta izin kepada kaisar Wei Huang untuk membawa sekitar 300 orang prajurit dan juga 30 Kereta barang untuk mengangkut seluruh harta kekayaan milik keluarga bangsawan Chao.
"Tuan putri Xuan Jian memasuki aula." teriak seorang prajurit yang berjaga, seraya langsung membukakan pintu.
Xuan Jian segera melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam aula, nampak saat ini seluruh pejabat dan pembesar istana hadir ditempat itu. Namun hal yang menarik perhatian Xuan Jian saat ini adalah keberadaan seorang pemuda yang pernah menolongnya saat di taman, ketika dia hampir saja terpeleset.
Xuan Jian nampak mengerutkan dahinya, Bukankah itu pemuda yang saat itu? Tapi kenapa dia berada di dalam aula dan menduduki kursi Jenderal muda kekaisaran? Mungkinkah jika saat ini pemuda itu telah diangkat oleh ayahnya menjadi seorang jenderal?
Kaisar Wei Huang pun segera melirik ke arahnya, Xuan Jian langsung membungkukkan sedikit badannya untuk memberikan hormat kepada orang nomor satu di kekaisaran jiahu sekaligus ayah kandung pemilik tubuh yang ditempatinya.
"Xuan Jian memberikan hormat kepada yang mulia Kaisar." ucapnya sambil menundukkan sedikit kepala.
Kaisar Wei Huang segera menganggukkan kepalanya, "Apa yang kau inginkan putri Xuan Jian?" tanyanya tanpa berbasa-basi.
Xuan Jian langsung menengadahkan wajahnya, "Berikan aku 300 orang prajurit dan juga 30 Kereta barang." ucap Xuan Jian tak kalah tegas dari sang ayah.
Para pembesar dan juga pejabat istana kekaisaran terlihat mengerutkan dari mendengar keinginan dari Putri Xuan Jian.
"Bukankah di istana ini banyak sekali prajurit? Lalu untuk apa kau meminta 300 orang prajurit, tuan putri?" tanya salah seorang perdana menteri yang kebetulan berada di tempat itu.
"Bukan urusanmu, Perdana Menteri! Akan lebih baik jika kau mengurusi seluruh pekerjaanmu, tanpa ikut campur dengan urusanku." ucap Xuan Jian sambil melirik dengan sudut matanya.
Kaisar Wei Huang menatap tajam ke arah sang putri, "Katakan!" ucapnya pendek.
"Bangsawan Chao telah memindahkan seluruh harta kekayaannya suatu tempat dan aku membutuhkan 30 Kereta barang untuk mengangkut seluruh harta kekayaan miliknya dan 300 orang prajurit tentunya, untuk berjaga agar tidak ada yang merampok di jalan." ucap Xuan Jian dengan santai.
__ADS_1
Kaisar Wei Huang hampir saja terjatuh dari singgasana yang didudukinya, namun tak lama dia pun segera menyunggingkan senyuman tipis ke arah sang putri.
"Kau bisa membawa 50 kereta barang dan 500 orang prajurit untuk membantumu."ucapnya.
Hal itu tentu saja membuat semua orang yang hadir di aula menganga, Mungkinkah kaisar mereka telah gila? Bagaimana mungkin dia memberikan 50 Kereta barang dan juga 500 orang prajurit kepada putri Xuan Jian?
"Itu lebih bagus! Bahkan dengan cara itu aku juga bisa menyeret lebih banyak lagi anggota keluarga bangsawan itu, agar tidak mencari masalah denganku. Harusnya mereka telah mengirimkan seluruh harta milik mereka ke istana kekaisaran ini, tapi para pembangkang itu malah menyembunyikan seluruh harta kekayaan milik mereka di sebuah goa yang tak jauh dari hutan." ucap Xuan Jian.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, akhirnya gadis itu pun segera keluar dari tempat itu, namun sebelum langkahnya mencapai pintu, Kaisar Wei Huang segera memberhentikannya.
"Tunggu putri Xuan Jian! Kau bisa pergi untuk melakukan semua yang kau inginkan saat ini, tapi biarkan jenderal muda kekaisaran untuk membantumu menyelesaikan semua pekerjaan itu." ucap Kaisar Wei Huang sambil melirik ke arah Ming Xiu Ya.
Xuan Jian berbalik ke arah ayahnya, sepertinya dia keberatan dengan ide yang dikeluarkan oleh ayahnya itu.
"Apa kau pikir aku terlalu lemah untuk bisa menyelesaikan masalah ini yang mulia?" tanya Xuan Jian.
Kaisar Wei Huang menggelengkan kepalanya pelan, "Zhen hanya ingin memberikan perlindungan untukmu! Bangsawan Chao memiliki banyak sekali prajurit, kemungkinan besar kau akan mengalami beberapa kesulitan saat mengambil semua harta benda milik mereka. Jenderal Ming Xiu Ya adalah Jenderal termuda di kekaisaran ini, tapi dia memiliki kemampuan yang cukup tangguh untuk membantu membereskan semua masalah di kediaman keluarga bangsawan Chao nanti." ucap Kaisar Wei Huang.
Mengingat saat ini Xiu Lan belum bisa mendampinginya kembali, karena harus mengajari kedua orang kakak laki-lakinya cara berpedang dan juga bertempur.
Xuan Jian ingin segera melatih kedua orang pemuda itu agar bisa secepatnya menjadi pengawal bayangan untuk sang ibu, mengingat saat ini kedua selir tengah saling menyerang satu sama lain, demi memperebutkan posisi sebagai seorang permaisuri kekaisaran, sehingga dia harus sekuat tenaga melindungi sang Ibu, agar tidak tersentuh oleh kedua orang wanita ular itu.
Akhirnya Ming Xiu Ya segera bangkit dari kursi yang didudukinya, setelah memberikan penghormatan kepada kaisar Wei Huang, pemuda itu pun melangkahkan kaki mengikuti Putri Xuan Jian yang saat ini diantar oleh salah seorang prajurit untuk memilih kereta barang yang akan dibawanya.
Selain itu, dia juga akan memilih 500 orang prajurit yang untuk menjadi penjaga kereta barang miliknya, agar tidak terjadi perampokan saat mereka berada dalam perjalanan.
Meskipun semua orang telah mengetahui jika Xuan Jian adalah putri dari Kaisar Wei Huang, namun para perampok tidak akan memperhitungkan hal itu. Bagi mereka yang terpenting adalah harta sehingga siapapun yang melewati tempat mereka, pasti akan segera diburu agar bisa merebut semua barang yang dibawanya.
Setelah selesai memilih kereta barang, Xuan Jian segera beralih menuju kelapangan pelatihan para prajurit, dia akan mencari 500 orang prajurit yang menurutnya cukup tangguh, untuk bisa mengawal seluruh harta yang nanti akan dibawanya.
__ADS_1
Trang...
Trang...
Trang...
Terdengar denting suara pedang bersahutan, saat ini para prajurit tengah berlatih adu kemampuan bertarung sehingga Xuan Jian bisa memilih mereka dengan cermat. Ming Xiu Ya mengikuti langkah gadis kecil itu dibelakang, dia bahkan tak mengeluarkan suaranya sama sekali.
Trang...
Trang...
Trang...
Xuan Jian menatap datar kearah para prajurit, bibir tipisnya terus saja berkomat kamit menunjukkan ketidakpuasan dengan kemampuan yang diperlihatkan oleh mereka.
"Cih... Terlalu lemah."
"Benar-benar bodoh, dia bahkan membuat banyak celah untuk lawan menghajarnya."
"Ck... Kuda-kuda yang lemah."
"Terlalu terburu-buru."
"Sepertinya kaisar bodoh itu menjadikan seorang pengurus kuda sebagai guru untuk para prajuritnya. Benar-benar tidak bisa diandalkan.'' umpatnya.
Hal itu tentu saja terdengar ditelinga Ming Xiu Ya, namun dia tetap tinggal diam tanpa melakukan apapun. Tak lama Xuan Jian pun segera berjalan ke tempat dimana banyak sekali pedang yang berjajar, setelah itu dia mengambil salah satu pedang dan mencoba menggoreskannya pada jari tangan.
"Lumayan." ucap nya seraya menjilat kembali darah yang keluar dari tangannya.
__ADS_1
Ming Xiu Ya membelalakan matanya tak percaya, melihat tindakan yang dilakukan oleh Xuan Jian. Namun hampir saja dia dibuat muntah darah, saat mendengar teriakan gadis itu ditengah lapangan pelatihan.
"100 orang dari kalian! Maju dan serang aku!" ucapnya dengan lantang, bahkan dia telah mengacungkan pedangnya dihadapan para prajurit.