
Brak...
Permaisuri Xue Yi menggebrak meja dengan sangat kuat, dia benar-benar sangat marah saat mengetahui dari bangsawan Mu, jika saat ini ada seorang gadis kecil yang mengetahui hubungannya dengan tuan muda Mu Cheng Yi.
"Apa kau sudah menyelidiki siapa gadis itu, bangsawan Mu?" tanya permaisuri Xue Yi sambil menatap nyalang ke arah bangsawan Mu.
"Maafkan hamba yang mulia, hamba telah mengerahkan para prajurit dan juga para pedagang yang ada di pasar untuk menangkap gadis itu, hanya saja dia memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik, sehingga kami tidak sanggup untuk melawannya." ucap bangsawan Mu dengan jujur.
"Apakah prajurit di kediamanmu itu kurang banyak, sehingga kau tidak bisa menemukan jejak dari gadis sialan itu?" tanya permaisuri Xue Yi lagi.
"Hamba sudah mengerahkan banyak sekali prajurit untuk mencari gadis itu di setiap desa, yang ada di seluruh wilayah kekaisaran ini, hanya saja hingga saat ini hamba belum mendapatkan kabar baik dari mereka." jawab bangsawan Mu.
Permaisuri pun memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing, dia tak menyangka akan datang hari dimana ada seseorang yang mengetahui rahasianya.
"Jangan sampai yang mulia Kaisar mengetahui hal ini! Aku akan segera menemui ayahku untuk membicarakan masalah ini, agar segera terselesaikan." ucap permaisuri Xue Yi.
Akhirnya bangsawan Mu segera undur diri dan kembali ke kediamannya, sedangkan permaisuri segera mengirimkan surat untuk perdana menteri Xue agar segera datang ke istana kekaisaran, untuk menemuinya.
Dia harus membuat sebuah rencana, agar Kaisar tidak mengetahui kebusukannya selama ini, salah seorang dayang kepercayaan permaisuri Xue Yi pun segera bergegas keluar dari istana, menuju kediaman Perdana Menteri Xue untuk menyampaikan surat dari majikannya.
Dia nampak sangat terburu-buru, Xiu Lan yang tanpa sengaja melihat hal itu, langsung mengikutinya secara diam-diam. Gadis pelayan itu meloncat dari satu dahan ke dahan yang lain, bahkan berkali-kali dia pun berjalan melewati atap-atap rumah para penduduk, agar tidak memancing kecurigaan dari pelayan kepercayaan permaisuri itu, hingga akhirnya langkahnya berakhir di kediaman Perdana Menteri Xue.
__ADS_1
Sang perdana menteri yang saat itu baru saja kembali dari istana, tentu sangat heran melihat keberadaan pelayan kepercayaan putrinya, yang tiba-tiba saja datang dengan tergesa-gesa, apalagi di tangannya saat ini terdapat sebuah gulungan surat yang ditulis oleh putrinya sendiri.
Dengan cepat dia pun meraih gulungan surat itu dan membacanya, dan mengatakan jika dirinya saat ini juga akan segera mengunjungi permaisuri di paviliun mawar.
Akhirnya pelayan itu pun segera kembali ke istana dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri Xue, sedangkan permaisuri Xue Yi saat ini terlihat mondar-mandir di dalam kamarnya.
Dia sedikit was-was dan juga cemas kalau-kalau Kaisar Wei Huang akan mengetahui kebenaran tentang dirinya beserta anak-anaknya. Perdana Menteri Xue melemparkan gulungan kertas itu ke sudut ruangan, kemudian bergegas memanggil beberapa orang prajurit untuk mengikutinya menuju ke paviliun mawar yang ada di istana kekaisaran jiahu.
Dia harus segera mengunjungi sang putri, yang saat ini mungkin saja tengah berada dalam masalah besar, sementara Xiu Lan bergerak dengan cepat, tangan gadis pelayan itu segera mengambil gulungan kertas yang dibuang oleh Perdana Menteri Xue dan langsung keluar dari tempat itu untuk kembali memberikan laporan kepada selir Xiao Xia dan juga putri Xuan Jian.
Xuan Jian baru saja melangkahkan kakinya, dia ingin menghirup udara segar dan sedikit bermain-main di depan halaman paviliun naga, milik Kaisar Wei Huang, namun matanya memicing saat tanpa sengaja melihat Perdana Menteri Xue yang berjalan dengan tergesa-gesa ke arah paviliun mawar, dia pun dengan cepat langsung mengikuti Perdana Menteri Xue dan menguping di belakang tembok.
Nampak wajah permaisuri saat ini sedikit pucat, sepertinya orang nomor 2 di kekaisaran jiahu itu tengah mengalami banyak fikiran dan sedikit stress, setelah mendapatkan laporan dari bangsawan Mu.
"Apa yang terjadi denganmu, Yi'er?" tanya Perdana Menteri Xue.
"Aku mendapatkan masalah ayah, saat ini ada seorang gadis yang telah mengetahui tentang hubunganku dengan tuan muda Mu Cheng Yi, dan bangsawan Mu tidak berhasil menemukan keberadaan gadis itu." ucap permaisuri Xue Yi sambil menatap lekat wajah Perdana Menteri Xue.
"Lalu apa yang kau takutkan saat ini? jika memang gadis itu hanyalah seorang rakyat jelata, belum tentu Kaisar mempersilahkan dia untuk datang ke istana, terlebih untuk menjelek-jelekkan permaisurinya." ucap Perdana Menteri Xue terlihat masih sangat santai.
"Kenapa ayah begitu santai? justru saat ini aku benar-benar sangat pusing, menghadapi semua masalah ini!" ucap permaisuri.
__ADS_1
Tak lama beberapa orang pelayan pun mengetuk pintu dan langsung memasuki Paviliun mawar, dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir teh dan juga camilan.
Setelah semua tertata dengan sangat rapi, para pelayan itu pun segera kembali undur diri dan keluar dari paviliun mawar, agar tidak mengganggu majikan mereka yang saat ini tengah berbicara dengan Perdana Menteri Xue.
"Lakukan sesuatu, Ayah! Temukan gadis itu dan secepatnya ayah harus melenyapkannya. Jika tidak, semua rencana kita akan segera gagal berantakan." ucap permaisuri.
Perdana Menteri Xue pun segera mengiyakan keinginan putrinya, dia akan berusaha untuk mengirimkan lebih banyak prajurit agar bisa menemukan keberadaan dari gadis biasa itu.
"Bagaimana keadaan para prajurit kita? Apakah mereka telah siap untuk peperangan?" tanya permaisuri Xue Yi.
"Kau tidak perlu khawatir, Yi'er. Ayah bisa menyelesaikan semuanya! Saat ini kita hanya perlu mencari hari baik, untuk melakukan penyerangan ke istana dan melengserkan kaisar, setelah itu kau juga bisa segera menjadi seorang Kaisar wanita menggantikan suamimu itu." ucap Perdana Menteri Xue.
Permaisuri menyunggingkan senyuman manis, inilah yang dia harapkan. Jika terus menjadi seorang permaisuri, dia tidak memiliki kebebasan untuk bertindak sesuka hati di dalam istana, namun jika dirinya menjadi Kaisar di kekaisaran jiahu, sudah pasti semua orang akan tunduk terhadapnya.
Sehingga apapun yang diucapkan oleh permaisuri, akan menjadi hukum yang harus dipatuhi oleh semua orang.
"Kau tak perlu khawatir, ayah akan segera pergi untuk mencari gadis sialan itu agar tidak menghalangi rencana kita semua." ucap Perdana Menteri Xue seraya beranjak dari kursi yang didudukinya, kemudian melangkahkan kaki menuju keluar dari ruangan tamu paviliun Mawar itu.
Permaisuri Xue saat ini duduk termangu dengan wajah kusut, dia mengingat kejadian 10 tahun yang lalu, di mana dia telah menyuruh salah seorang pelayan kepercayaannya, untuk membuang bayi yang dilahirkannya, karena cacat.
Dia merasa sangat takut, jika ada orang yang mengetahui hal itu, maka sudah pasti Kaisar Wei Huang akan sangat marah dan memberikan hukuman yang sangat berat untuknya.
__ADS_1