Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 113


__ADS_3

Xuan Jian segera memerintahkan kepada Xiu Lan untuk mengambil kotak yang berisi jarum perak miliknya, dengan gerakan yang sangat cepat, gadis kecil itu langsung menusukkan jarum-jarum itu tepat dititik akupuntur dan berniat untuk menghentikan pendarahan.


Beberapa orang tabib telah bersiap dengan ramuan yang berada di tangannya, kemudian memberikannya kepada Xuan Jian. Dengan cekatan, gadis kecil itu langsung mengambil ramuan dari tangan tabib, kemudian mengoleskannya ke tubuh milik Zhang Liang.


Tidak ada perasaan takut atau pun merasa bersalah dari wajah Xuan Jian, justru dia merasa sangat puas, karena pada akhirnya berhasil mendapatkan seseorang yang bersedia untuk menyerahkan hidupnya, hanya untuk Xuan Jian.


Gadis kecil itu segera menjahit kembali luka yang telah dibuatnya, dia tak mungkin membiarkan Zhang Liang terlalu lama merasakan kesakitan, akibat dari perbuatannya yang terkesan terlalu barbar.


Sedangkan permaisuri Ye Hua dan juga Kaisar Zhang Wei terlihat melengkungkan senyuman tipis, keduanya benar-benar sangat tertarik dengan Putri Xuan Jian.


Dia tak hanya pandai melukai seseorang, namun bisa menyembuhkannya kembali dengan sangat cepat. Xuan Jian segera membungkuk di hadapan Kaisar Zhang Wei dan juga permaisuri Ye Hua, kali ini gadis kecil itu langsung memberikan persetujuannya, untuk menjadi calon permaisuri kekaisaran bailu, mendampingi Pangeran Zhang Liang yang akan naik tahta dalam 5 tahun ke depan.


Tiba-tiba saja sebuah suara dari belakang mengejutkan semua orang, Pangeran Tian Li Wei telah berdiri dari kursinya dan menatap tajam ke arah Xuan Jian, dia tak menyangka jika gadis kecil itu akan menghianatinya, demi pemuda lain. Terlebih hal itu dilakukan di hadapan dia dan juga seluruh keluarganya.


"Kau tidak bisa melakukan itu, Putri Xuan Jian. Walau bagaimanapun kau adalah calon permaisuriku, dan akan tinggal di kekaisaran longzhu 5 tahun yang akan datang." ucapnya.


Semua orang langsung memelototkan mata, mendengar ucapan dari pangeran kedua kekaisaran longzu itu, meskipun selama ini telah beredar kabar tentang hubungan antara keduanya, namun Xuan Jian sama sekali tidak pernah membicarakan pangeran Tian Li Weisama sekali di istananya.


Dengan sangat santai, Xuan Jian melirik ke arah Pangeran kedua itu, kemudian menjawab pertanyaan yang diajukannya.


"Benarkah? Hubungan diantara kita telah berakhir, lagi pula aku tidak pernah mengatakan untuk menikah denganmu, pangeran Tian Li Wei." ucap Xuan Jian.


Mendengar hal itu tentu saja membuat pangeran Tian Li Wei langsung naik darah, dia tak menyangka Jika ternyata Xuan Jian berani mempermalukannya, di hadapan semua orang.

__ADS_1


"Kau adalah calon tunanganku! Apakah seperti ini caramu? Kau mempermalukan aku dan juga keluargaku di hadapan semua orang."


Xuan Jian memiringkan kepalanya, "Bukankah itu juga yang dilakukan oleh permaisuri Chu Rong Xie terhadapku dan juga seluruh anggota istana kekaisaran jiahu? Lalu di mana kau saat itu, Pangeran? Kau sama sekali tidak pernah membelaku dan sekarang kau mengatakan tentang aku mempermalukanmu? Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kejadian itu, jika tidak mulutmu sendiri yang mengatakannya. Karena aku tidak menganggapnya sebagai sesuatu hal yang penting."


Jedeeeer...


Pangeran Tian Li Wei bagaikan tersambar petir, mendengar ucapan dari putri Xuan Jian yang begitu lantang dan menohok, dia tak menyangka jika gadis kecil itu ternyata masih menyimpan dendam terhadapnya, dan juga seluruh keluarga istana kekaisaran longzhu, karena perlakuan dari permaisuri Chu Rong Xie.


Apalagi saat ini Xiu Lan, sang pelayan telah datang ke dalam aula istana dengan membawa satu buah kotak hitam yang berisi bukti-bukti kesalahan yang dilakukan oleh permaisuri Chu Rong Xie.


"Lihatlah ini! Ini semua adalah hasil penyelidikan orang-orangku, permaisuri Chu Rong Xie bukanlah seorang wanita yang baik-baik, dia memiliki hubungan dengan salah seorang menteri, hingga akhirnya memiliki seorang Putra yang bernama Tian Jin Long dan kau bukanlah putra dari permaisuri Chu Rong Xie, melainkan putra dari Kaisar Tian Wo beserta selir Agung."


"Saat selir agung beserta permaisuri Chu Rong Xie melahirkan bersama-sama, dengan liciknya permaisuri menukarkanmu dengan putranya yang telah mati."


Dia bahkan menunjukkan surat yang berisi tentang pertukaran kedua orang putranya, agar sang permaisuri tetap memiliki tempat di hati semua orang terlebih Kaisar Tian Wo sebagai penguasa kekaisaran.


Wajah putra mahkota kekaisaran longzhu itu terlihat memucat, dia tak menyangka bahwa Xuan Jian akan membuka aib sang ibu di hadapan semua orang, terlebih saat ini terlihat kaisar Tian Wo yang mulai menggertakan giginya, setelah mengetahui semua tingkah laku sang permaisuri di belakangnya.


Dia bahkan melirik sinis ke arah Tian Jin Long, setelah mengetahui bahwa putra pertamanya itu, yang selama ini selalu disanjung dan dipuja oleh permaisuri, ternyata merupakan putra hasil perselingkuhan istrinya itu dengan salah seorang menteri kekaisaran.


Pantas saja jika selama ini permaisuri Chu Rong Xie begitu membenci Tian Li Wei, karena kenyataannya pemuda itu bukanlah putra kandung dari sang permaisuri, melainkan hanya dijadikan sebagai alat untuk membuat semua orang tunduk dan takluk terhadap permaisuri Chu Rong Xie.


"Apakah bukti-bukti itu cukup untuk menunjukkan kebodohan kalian selama ini, yang telah tertipu oleh permaisuri Chu Rong Xie? satu hal lagi, ayahku pernah mengatakan, bahwa jika kalian masih ingin menjalin hubungan dengan kekaisaran jiahu, maka sebagai gantinya kami menginginkan kepala permaisuri Chu Rong Xie, tapi hingga saat ini bahkan permaisuri itu masih hidup."

__ADS_1


"Dia hanya kalian tempatkan di istana dingin. Bukankah itu berarti bahwa kalian tidak menginginkan hubungan dengan kekaisaran jiahu kembali? Maka jangan salahkan aku, jika pada akhirnya memilih pangeran Zhang Liang sebagai calon tunanganku." ucap Xuan Jian sambil melirik ke arah Pangeran Zhang Liang yang hingga saat ini belum sadarkan diri.


Kedua tangan Kaisar Tian Wo terlihat terkepal dengan sangat erat, wajahnya menjadi semakin tidak enak untuk dilihat. Saat ini pria nomor satu di kekaisaran longzhu itu tengah merasakan kekesalan yang mendalam, bahkan dia juga memiliki kebencian yang sangat besar, terhadap permaisuri Chu Rong Xie yang telah berani mempermainkan dirinya dan juga semua orang.


Wanita rubah itu telah menjalin kasih dengan pria lain di belakangnya, dan juga melahirkan seorang putra hasil perselingkuhan, kemudian menukarkan putranya yang telah mati dengan putra dari selir Agung, hanya demi untuk membuat dirinya terlihat sebagai seorang malaikat.


Dengan cara seperti itu maka selir agung akan memiliki hutang budi yang sangat besar, sehingga tidak akan pernah memiliki niat untuk merebut posisinya, maupun posisi Pangeran Tian Jin Long di istana kekaisaran Longzhu.


"Kita segera kembali ke istana kekaisaran longzhu, akan lebih baik jika saat ini juga memberikan hukuman kepada wanita ular itu, agar menjadi pelajaran bagi siapapun yang memiliki niat buruk terhadap orang-orang di istana kekaisaran." ucap Kaisar Tian Wo sambil bergerak mengambil seluruh bukti-bukti yang diberikan oleh Xuan Jian kemudian membungkukkan badannya di hadapan Kaisar Wei Huang dan berniat untuk berpamitan.


Sudah tak ada lagi keinginan untuk menikmati pesta, saat ini yang ada di pikirannya adalah memberikan hukuman yang sangat berat kepada permaisuri Chu Rong Xie yang telah berani bermain-main di belakangnya, dia bahkan selama ini selalu memberikan kesempatan kepada sang permaisuri untuk melakukan hal apapun, namun ternyata kepercayaannya malah di salah gunakan oleh permaisurinya itu.


Tian Jin long menatap ke arah sang ayah, hatinya benar-benar sangat takut jika Kaisar Tian Wo akan membuang dirinya, terlebih saat ini sudah pasti bahwa permaisuri Chu Rong Xie akan segera mendapatkan hukuman mati, setelah begitu banyak bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh wanita itu.


"Ayaah.. Tenanglah! Pangeran ini sangat yakin jika ibunda permaisuri tidak pernah melakukan hal seperti itu, bisa saja ini adalah akal-akalan dari Putri Xuan Jian yang tidak ingin melihat ibunda permaisuri kembali hidup dengan sangat nyaman di dalam istana kekaisaran." ucap Tian Jin Long mencoba untuk mempengaruhi pemikiran Kaisar Tian Wo.


Namun sepertinya kata-kata dari pemuda itu saat ini tak lagi didengar oleh sang Kaisar, terlebih setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Xuan Jian, Kaisar Tian Wo melirik ke arah Tian Jin Long dan meneliti raut wajah pemuda itu.


Dia memang sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan Kaisar Tian Wo, sangat jauh berbeda dengan pangeran Tian Li Wei yang memiliki paras wajah, perpaduan antara Kaisar Tian Wo dengan selir agung.


"Ayaah.." pangeran Tian Jin Long berusaha untuk merengek, namun akhirnya sebuah bentakan dengan suara yang sangat keras dan juga datar, terdengar dari mulut kaisar Tian Wo yang benar-benar telah merasa muak, akibat kelakuan dari permaisuri Chu Rong Xie dan juga pangeran Tian Jin Long.


"Diam kau..!"

__ADS_1


__ADS_2